Senin, 19 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kuliner » CERITA BUMBU JUMAT BICIK MOYA [Pindang Tempoyak Ikan Patin & Cinta yang Tak Pernah Masam]

CERITA BUMBU JUMAT BICIK MOYA [Pindang Tempoyak Ikan Patin & Cinta yang Tak Pernah Masam]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
  • visibility 604
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEMUA bermula dari bau.
Bukan bau pengkhianatan, bukan pula bau chat mantan yang muncul jam dua pagi. Ini… bau tempoyak. Bau yang bisa bikin satpam komplek nyari asalnya sambil bawa senter. Bau yang bisa bikin Google Maps nyasar.

Sebagai penyelidik rasa senior, Bicik Moya langsung tahu ada sesuatu yang besar sedang terjadi di dapur. Mangkuk-mangkuk berbaris seperti pasukan, serai tegak lurus seperti penjaga kerajaan bumbu, dan di sudut kompor, seekor ikan patin tampak pasrah menanti nasib.

Bicik menunduk, menyentuh ulekan. “Ini bukan sekadar masak,” gumamnya. “Ini pemanggilan leluhur”
Tempoyak tak bisa dianggap enteng, Ia adalah fermentasi emosi, kombinasi antara durian yang gagal move on dan kesabaran emak-emak yang diganggu sales pulsa.

Bicik Moya menarik napas panjang. Aroma tempoyak menusuk hingga ke ubun-ubun, membangkitkan kenangan masa kecil saat ia pernah dituduh nyembunyiin durian fermentasi neneknya di bawah kasur.

Padahal waktu itu dia cuma lagi main masak-masakan. Tapi gara-gara aroma tempoyak itu, seisi rumah puasa bicara selama dua hari penuh, dan kucing tetangga ikut minggat.

Dapur Bicik berubah jadi medan perang rasa. Di meja ada catatan resep warisan Buyut Rantam, yang katanya pernah jadi juru masak pribadi Ratu Durian di Kerajaan Seruit. Ulekan diputar seperti nasib janda kembang  berputar terus tapi belum juga menemui kepastian. Dan di antara semua itu, tempoyak berdiri sebagai aktor utama, seperti bintang sinetron yang sudah main di 187 judul tapi nggak perna

Resep rahasia pindang tempoyak ala Bicik Moya (versi yang tidak membuat tetangga lapor RT)

Bahan-bahan:

  • 1 ekor ikan patin segar (1 kg), potong jadi 4 bagian. Pilih yang matanya masih berbinar, bukan yang sudah menatap masa depan suram.

  • 5 sendok makan tempoyak, jangan tanya expired-nya, karena tempoyak makin tua makin menggoda.

  • 1 batang serai, geprek sambil mengingat utang mantan.

  • 2 lembar daun salam dan 3 daun jeruk, biar wangi kayak hati yang ikhlas.

  • 5 cabai rawit merah, atau sesuaikan dengan kadar amarah.

  • 2 cabai merah besar, iris serong macam senyuman mantan yang gak bisa dilupakan.

  • 5 siung bawang merah & 3 bawang putih, iris tipis.

  • 1 ruas lengkuas dan kunyit segar, geprek.

  • 1 sendok teh garam, secukup lidah.

  • 1 sendok gula, biar hidup gak terlalu pedas semua.

  • 600 ml air.

Cara Memasak:

  1. Tumis semua bumbu iris (bawang merah, putih, cabai, daun-daunan, serai, kunyit, lengkuas) dengan sedikit minyak sampai wangi. Wangi di sini bukan sekadar sedap, tapi wangi yang bikin kamu ingin pulang dan rujuk sama emak.

  2. Masukkan air dan tempoyak, aduk pelan-pelan, seperti mengaduk rasa yang tak pernah tuntas.

  3. Setelah mendidih, masukkan ikan patin dengan hati-hati. Jangan diaduk terlalu liar. Ikan juga punya perasaan.

  4. Tambahkan garam dan gula. Keseimbangan hidup itu penting, bro. Jangan terlalu asin, jangan terlalu manis  nanti hidupmu drama terus.

  5. Masak sampai ikan matang sempurna, kuah mengental, dan tetangga mulai pura-pura lewat depan rumah.

Tips rahasia dari Bicik Moya:

  • Tempoyak terbaik adalah yang berusia 5–7 hari. Jangan yang baru sehari, karena belum ngerti hidup.

  • Patin jangan dicuci pakai sabun cuci piring, cukup air jeruk nipis dan garam. Ingat, dia makhluk hidup, bukan piring lepek.

  • Kalau mau lebih mantap, tambahkan irisan nanas atau kemangi. Tapi jangan tambahkan kenangan lama nanti malah gagal move on.

Dalam hidup, kita kadang perlu tempoyak.
Perlu sesuatu yang bau tapi jujur, menyengat tapi menyehatkan, masam tapi menyatukan. Pindang tempoyak bukan sekadar makanan. Ia adalah bukti bahwa sesuatu yang nyaris dibuang, kalau diberi waktu dan kasih sayang, bisa jadi bintang utama di meja makan.

Cinta juga begitu.
Kadang kita terlalu cepat membuang yang beraroma aneh, padahal dia cuma butuh sedikit waktu untuk jadi luar biasa.
Jadi… jangan cepat menilai dari bau.
Bisa jadi, itu cuma cinta yang sedang difermentasi.

Kisah dibalik Asemnya

Pindang tempoyak bukan cuma makanan. Dia adalah bentuk kompromi antara yang kuat dan yang lembut, antara bau yang menggoda dan rasa yang menghangatkan. Seperti hubungan, yang butuh waktu untuk memahami satu sama lain, tempoyak butuh waktu untuk kamu terima dan nikmati. Tapi begitu kamu paham, kamu akan susah lepas.

“Jangan takut dengan yang baunya asing, karena kadang yang asing itu justru bikin kamu betah tinggal”

Catatan:
Bicik Moya akan buka workshop khusus bertema “Mengolah Rasa Lewat Tempoyak”, tapi minimal peserta 7 orang dan membawa patin masing-masing. Gratis, asal bawa panci sendiri, he..he.[***]

Rubrik Cerita Bumbu Jumat Bicik Moya adalah racikan fiksi kuliner yang ditumis dengan bumbu banyolan, disiram saus imajinasi, namun tetap menyajikan resep nyata dari dapur Nusantara. Bacalah dengan hati ringan dan perut kosong.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUT TNI Dilaksanakan Secara Virtual, TNI Bukan Hanya Menjaga NKRI Tetapi Melindungi Seluruh Warga

    HUT TNI Dilaksanakan Secara Virtual, TNI Bukan Hanya Menjaga NKRI Tetapi Melindungi Seluruh Warga

    • calendar_month Selasa, 5 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.611
    • 0Komentar

    PANGDAM II/Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumatera Selatan, mengikuti upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-76 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2021 secara virtual bertempat di Lapangan Upacara Makodam II/Swj Jln. Jenderal Sudirman KM. 2,5 Palembang, Selasa (5/10/2021). HUT Ke-76 TNI Tahun 2021 kali ini mengambil tema, “Bersatu, Berjuang, […]

  • Di Acara Zero Emission Vehicle Summit, Sumsel Komit Gunakan Kendaraan Hydrogen

    Di Acara Zero Emission Vehicle Summit, Sumsel Komit Gunakan Kendaraan Hydrogen

    • calendar_month Selasa, 11 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.198
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, BIRMINGHAM – Gubernur Sumsel Alex Noerdin dalam paparanya pada event Zero Emission Vehicle Summit di Kota Birmingham Inggris mengatakan Sumsel telah berkomitmen untuk menggunakan kendaraan hydrogen dengan mencari akses ke berbagai sumber di beberapa negara antara lain dengan pemerintah dan pihak swasta di Inggris. “Saya berterimakasih atas undangan yang diberikan. Hal itu merupakan penghargaan […]

  • Sesuai Aturan Menolak Divaksin, Bansos Ditangguhkan

    Sesuai Aturan Menolak Divaksin, Bansos Ditangguhkan

    • calendar_month Jumat, 30 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 709
    • 0Komentar

    RATUSAN kursi yang disediakan di depan kantor pos itu tampak penuh. Sejumlah emak-emak dan beberapa bapak duduk rapi di bawah tenda itu. Mereka mengenakan masker dan membawa sejumlah dokumen. Selasa (27/7/2021) pagi itu, mereka hendak mengambil bantuan sosial tunai dari pemerintah. Saat mereka mengantre itu, Wakil Bupati Sumenep Dewi Khalifah datang. Tak hanya menyapa, Dewi […]

  • Rumah Impian Generasi Muda, Antara KPR Panjang & Mimpi Indah

    Rumah Impian Generasi Muda, Antara KPR Panjang & Mimpi Indah

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 831
    • 0Komentar

    KONON katanya, rumah adalah surga kecil yang dibangun dengan keringat dan doa, tapi bagi sebagian besar generasi muda sekarang, rumah impian itu lebih mirip mimpi indah di siang bolong. Bagaimana tidak? Harga rumah di kota besar melesat lebih cepat daripada roket Elon Musk, sementara gaji bulanan jalan pelan-pelan seperti odong-odong keliling kampung. Coba bayangkan, dulu […]

  • Bupati Toha & Kolam Medali – Cerita dari Sekayu yang Bikin Basah Tawa

    Bupati Toha & Kolam Medali – Cerita dari Sekayu yang Bikin Basah Tawa

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.423
    • 0Komentar

    PAGI ini Kota Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin [Muba] Sumatera Selatan masih ngantuk, kabut belum bubar, ayam pun belum sempat stretching, namun dari arah kolam renang, sudah terdengar suara peluit panjang disusul sorakan kayak di konser dangdut. “Woy! Itu Bupati datang!” teriak seseorang dari tribun. Begitu pula mobil hitam berhenti, keluarlah HM. Toha Tohet, Bupati Muba, […]

  • Pagi Ini, Uang Garuda Menguat Tipis Jadi Rp15.221 Per Dollar AS

    Pagi Ini, Uang Garuda Menguat Tipis Jadi Rp15.221 Per Dollar AS

    • calendar_month Rabu, 10 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.797
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID,NUSA DUA – Pergerakan uang Garuda [Rupiah] Rabu pagi mulai menunjukan trennya  meski hanya tipis dari level Rp15,233 per AS menjadi Rp15.221 per dollar AS. Bank Indonesia pun menjelaskan Rupiah saat ini masih tetap berada di batas fundamentalnya. Melansir Bloomberg Dollar Index, Rabu (10/10/2018) pukul 09.22 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange berada di level Rp15.221 […]

expand_less
WordPress Archive Venezia – Digital Marketing WordPress Theme Vento – Event Organizer Elementor Template Kit Venturr – Venture Capital & Investment Elementor Template Kit Venus | News Magazine Blog WordPress Verbalizer – Language Courses & Learning Center Elementor Template Kit Verdantia – Landscaping and Garden WordPress Theme Verina – Mental Health Elementor Template Kit Verra – Skincare & Dermatology Elementor Template Kit Versaille – Personal Blog WordPress Theme Versatile – Responsive Multi-Purpose WordPress