Minggu, 18 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Obyek Wisata » Desa Wisata Ramah Muslim Dibidik Tembus Pasar Global, 25 Desa Disiapkan

Desa Wisata Ramah Muslim Dibidik Tembus Pasar Global, 25 Desa Disiapkan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
  • visibility 61
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Sebanyak 25 desa wisata di lima provinsi mulai dipersiapkan untuk masuk ke pasar wisatawan Muslim yang lebih luas, termasuk pasar internasional. Pengembangan produk wisata dan pemasaran digital menjadi fokus agar paket wisata dari desa-desa tersebut lebih mudah dijual melalui platform online travel agent (OTA).

Program tersebut digarap Bank Indonesia (BI) bersama Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui Bootcamp Peningkatan Kapasitas Desa Wisata Unggulan Ramah Muslim di Bandung, Jawa Barat, 5-7 Agustus 2026.

Desa wisata yang mengikuti program berasal dari Aceh, Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Barat. Lima provinsi itu merupakan daerah dengan capaian terbaik dalam Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025.

Ke-25 desa tersebut disaring dari 63 desa wisata potensial melalui proses kurasi yang dilakukan Bank Indonesia.

Targetnya bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan pengelola. Produk wisata yang dinilai layak juga akan didorong masuk ke platform OTA, sehingga wisatawan dapat lebih mudah menemukan dan membeli paket wisata yang ditawarkan desa.

Deputi Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia Dwi Putra Indrawan mengatakan pendampingan diberikan agar desa wisata memiliki produk yang lebih kompetitif dan siap dipasarkan.

“Melalui bootcamp ini, Bank Indonesia bersama Kementerian Pariwisata tidak hanya memberikan penguatan kapasitas kepada pengelola desa wisata, tetapi juga melakukan pendampingan yang lebih terarah agar setiap desa mampu mengembangkan paket wisata yang kompetitif dan siap dipasarkan,” kata Dwi dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).

Dalam pendampingan tersebut, pengelola desa diminta melihat kembali potensi yang mereka miliki, termasuk atraksi, produk lokal, pengalaman wisata, serta persoalan yang masih menghambat pengembangan destinasi.

Dari proses itu, peserta menyusun dan memperbaiki paket wisata sekaligus merancang strategi promosi dengan memanfaatkan pemasaran digital dan data.

PRM Didorong Jadi Nilai Tambah

Konsep Pariwisata Ramah Muslim (PRM) menjadi salah satu materi yang diberikan kepada peserta. Namun, Kementerian Pariwisata menekankan bahwa konsep tersebut tidak berarti mengubah identitas desa wisata.

Staf Ahli Menteri Bidang Transformasi Digital dan Inovasi Pariwisata Kemenpar Masruroh mengatakan layanan bagi wisatawan Muslim dapat menjadi nilai tambah tanpa menghilangkan karakter lokal sebuah destinasi.

“PRM bukan konsep yang membatasi wisatawan tertentu. PRM merupakan pendekatan untuk menciptakan destinasi yang semakin nyaman, inklusif, mudah diakses, dan mampu memberikan pengalaman wisata yang lebih baik bagi seluruh wisatawan,” ujarnya.

Kebutuhan wisatawan Muslim yang diperhatikan tidak hanya fasilitas ibadah. Pedoman yang diberikan dalam program ini ungkapnya, juga mencakup makanan dan minuman halal, tempat ibadah yang bersih dan mudah dijangkau, serta fasilitas sanitasi.

Layanan tersebut ditempatkan dalam tiga unsur utama pariwisata, yakni atraksi, amenitas, dan aksesibilitas.

Peserta juga mendapat pembelajaran langsung di Desa Wisata Cibuntu, Kuningan, Jawa Barat. Kunjungan tersebut digunakan untuk melihat praktik pengembangan produk, pengalaman wisata, dan pemasaran destinasi.

Setelah mengikuti program, masing-masing desa menyusun Action Plan. Isinya antara lain target peningkatan layanan, pengembangan paket wisata, promosi digital, peningkatan kunjungan, serta upaya memperbesar manfaat ekonomi bagi masyarakat.

BI menilai desa wisata memiliki peluang untuk menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah apabila produk lokal mampu dikemas menjadi pengalaman wisata yang bernilai jual.

Program tersebut melibatkan BI, Kemenpar, Enhaii Halal Tourism Center (EHTC), Atourin, pemerintah daerah, dan pengelola desa wisata.

Pendampingan selanjutnya diharapkan berlanjut setelah bootcamp melalui pengembangan produk, pemasaran, serta pemantauan pelaksanaan rencana masing-masing desa. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wapres Minta Lembaga Pendidikan Islam Terus Mengajarkan Keramahan, Rahmatan Lil ‘alamin

    Wapres Minta Lembaga Pendidikan Islam Terus Mengajarkan Keramahan, Rahmatan Lil ‘alamin

    • calendar_month Minggu, 4 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.101
    • 0Komentar

    WAKIL Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin meminta lembaga pendidikan berbasis agama Islam dapat mengajarkan Islam yang ramah (wasathy). Seperti yang dilakukan oleh lembaga pendidikan Mathla’ul Anwar dalam setiap kegiatan pembelajaran kepada peserta didiknya. “Untuk itu saya meminta Mathla’ul Anwar terus menjaga komitmen dan khittah-nya dengan terus mengajarkan Islam yang wasathy, yaitu Islam yang ramah, bukan Islam […]

  • Asian Games, Alex Minta Masyarakat Muba Pantau Hutan dan Lahan

    Asian Games, Alex Minta Masyarakat Muba Pantau Hutan dan Lahan

    • calendar_month Jumat, 13 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 893
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID ,Palembang – Gubernur Sumsel meminta masyarakat Kabupaten Musibanyuasin (Muba) dapat menjaga hutan dan lahan agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Menurutnya Kabupaten Muba pada 2015 menjadi salah satu daerah mengalami musibah Kerhutla. “Saya tahu semua masyarakat Musi Banyuasin, mereka yang mengangkat saya, mereka yang memilih saya menjadi Bupati sampai menjadi Gubernur, dan […]

  • Pemkab Muba Suport Pengawasan Anti Politik Uang Pemilu 2019

    Pemkab Muba Suport Pengawasan Anti Politik Uang Pemilu 2019

    • calendar_month Sabtu, 13 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 736
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin siap mendukung patroli pengawasan anti politik uang di masa tenang Pemilihan Umum Pileg dan Pilpres tahun 2019. “Besok (13/4/2019) hari terakhir kampanye, mulai hari minggu, senin dan selasa hari tenang tapi bagi kita hari tidak tenang bagi Pemerintah, Pengawas, TNI, dan Polri. Kita jalankan tugas kita sesuai tupoksi masing-masing karena […]

  • Ini Akronim Pasangan Prabowo-Sandi yang Tengah Digodok, Mau Tahu?

    Ini Akronim Pasangan Prabowo-Sandi yang Tengah Digodok, Mau Tahu?

    • calendar_month Sabtu, 18 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 743
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade, mengatakan pihak internal sedang menggodok akronim untuk duet tersebut. Salah satu opsi yang tengah dibahas yakni PADI dengan pertimbangan Indonesia tengah mengalami kesulitan ekonomi. Apa akronim atau sangkatan yang paling menarik untuk menggambarkan pasangan Prabowo Subianto -Sandiaga Uno? Apakah PAS? PADI? Atau BOSAN? “Kenapa PADI? Karena pasangan […]

  • Fak. Kedokteran UNSRI Bisa Jadi Pusat Pendidikan dan Kesehatan Terbaik di Indonesia

    Fak. Kedokteran UNSRI Bisa Jadi Pusat Pendidikan dan Kesehatan Terbaik di Indonesia

    • calendar_month Jumat, 16 Sep 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.719
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru meninjau progres pembangunan gedung kuliah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri)  yang terletak di lingkungan RSUD Siti Fatimah Az-zahra Kamis (15/9). Gedung Fakultas Kedokteran Unsri diyakini oleh Herman Deru akan menjadi Pusat Pendidikan Kedokteran dan Kesehatan  Terbaik  Di Indonesia.  Sebab lanjut dia hadirnya gedung fakultas kedokteran Unsri yang […]

  • Aset Kelam yang ‘Taubat’ Masuk OKI, Bikin Geger!

    Aset Kelam yang ‘Taubat’ Masuk OKI, Bikin Geger!

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.566
    • 0Komentar

    BIASANYA cerita pertobatan itu datang dari manusia, mantan bandel yang jadi rajin ngaji, atau mantan tukang balap liar yang sekarang jualan mie ayam, kali ini yang ‘tobat justru… sebidang tanah. Iya, sih sebidang tanah, tepatnya sebidang lahan plus bangunan 130 meter persegi di Celikah, Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, dulu statusnya kelam, […]

expand_less
WordPress Archive Sasco – SaaS Technology WordPress Theme Sash – Bootstrap 5 Admin & Dashboard Template SasPik | Landing WordPress theme Sassa – Startup Multipurpose WordPress Theme SassCo – App Landing & Startup Elementor Template Kit Sassnex – WordPress Theme for App, Saas & Startup Sasspark – Startup WordPress Theme Sasstech – SaaS Software & IT Solution MultiPurpose WordPress Theme Satellite7 – Retina Multi-Purpose WordPress Theme Sativaka – Medical Marijuana Dispensary WordPress