Minggu, 11 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » “Dari Bali Menuju Damai Dunia, Resep Rahasia Harmoni ala Indonesia Campur Tri Hita Karana, Aduk Hati ke Hati, Sajikan dengan Ketulusan”

“Dari Bali Menuju Damai Dunia, Resep Rahasia Harmoni ala Indonesia Campur Tri Hita Karana, Aduk Hati ke Hati, Sajikan dengan Ketulusan”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
  • visibility 567
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DUNIA  ibarat dapur besar, dan Indonesia diam-diam sudah punya resep istimewa yang bisa bikin satu planet adem ayem. Bukan sambal terasi atau rendang daging sapi, tapi filosofi hidup bernama Tri Hita Karana.

Itu bukan nama penyanyi dangdut lho.. atau merek sabun cuci piring, namun filosofi itu adalah warisan Bali yang maknanya dalam banget hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam sekitar, komplit seperti nasi goreng dan roti bakar, tapi isinya bukan ayam suwir, dan coklat,  melainkan nilai-nilai spiritual yang gurih dan menggoyang hati.

Wakil Menteri Agama H. R. Muhammad Syafi’i kemarin, akrab disapa Romo Syafi’i, datang ke sebuah konferensi keren di Kura Kura Bali. Nama tempatnya saja sudah unik, apalagi isinya. Acara ini digelar di Kawasan Ekonomi Khusus, tapi jangan bayangkan isinya soal utang piutang. Justru di situ dibahas soal “Dialog Hati ke Hati dengan Film dan Media”,  bukan sinetron remeh temeh yang isinya rebutan warisan, tapi diskusi serius yang dibumbui dengan kelembutan spiritual dan refleksi jiwa.

Romo Syafi’i datang bukan buat selfie atau numpang viral, tapi bawa pesan penting Indonesia punya modal besar dalam hal harmoni, dan dunia perlu tahu.

Menurut beliau, Tri Hita Karana itu sejatinya bukan cuma milik Bali, tapi milik semua manusia waras yang masih punya hati. Kalau dunia hari ini kayak kompor meledak penuh konflik, krisis lingkungan, dan kegaduhan medsos, maka Tri Hita Karana bisa jadi fire extinguisher yang memadamkan api dan menenangkan bara.

Kata Romo Syafi’i, nilai-nilai lokal ini nyambung banget sama ajaran Islam. Ada hablum minallah (hubungan sama Tuhan), hablum minannas (sama manusia), dan hifdzul bi’ah (jaga lingkungan). Jadi, bukan cuma cocok, tapi sudah seperti nasi dan rendang, klop di lidah dan bikin kenyang batin.

Yang menarik, acara ini mengusung tema “Hati ke Hati Invitation”, ajakan untuk ngobrol dari dalam hati, bukan dari balik akun palsu atau baliho pencitraan.

Romo bilang, kedamaian itu bukan hasil dari debat kusir di talkshow malam, tapi buah dari ketulusan dan kesadaran bersama. Ibarat nonton film indie yang jujur dan penuh pesan, bukan sekadar efek ledakan dan drama lebay.

Jangan lupa, ada pula Istiqlal Declaration, semacam checklist moral dan spiritual yang terus digaungkan. Ibarat reminder dari aplikasi hati, supaya kita gak lupa update nilai-nilai kebajikan dalam hidup sehari-hari. Kalau hidup kita adalah aplikasi, maka Tri Hita Karana dan Istiqlal Declaration itu adalah versi update yang bikin sistem sosial kita anti nge-hang.

Acara itu juga dihadiri  para tokoh, mulai dari Luhut Binsar Pandjaitan (yang sering dikira menteri segala urusan), Veronica Tan yang mewakili perempuan dan anak, hingga Tantowi Yahya, mantan Dubes dan penyanyi country yang kini jadi Presiden United in Diversity Foundation. Jadi ini bukan acara arisan RT, tapi forum bergengsi yang bahas masa depan planet ini.

Kenapa Indonesia bisa jadi contoh dunia ?, karena negara yang dari dulu sudah hidup dalam keberagaman. Kita biasa satu RW beda agama, beda suku, tapi tetap satu meja waktu ada hajatan. Kita sudah biasa kalau musholla dan pura berdampingan. Kita punya gotong royong, bukan go to war. Kita punya sopan santun, bukan hate speech. Kalau dunia sedang sibuk adu ego, kita sudah lama diajari ibu untuk ngalah bukan berarti kalah.

Indonesia bisa menjadi etalase nilai harmoni global, daripada dunia belajar dari negara-negara yang cuma modal senjata dan jargon, kenapa tidak belajar dari negara yang punya 17 ribu pulau tapi tetap bisa rukun? Kalau dunia ini sedang cari GPS moral, Indonesia bisa kasih peta jalan damai lengkap dengan bonus sambal ulek spiritual.

Jangan remehkan filosofi lokal yang lahir dari kearifan desa, karena bisa jadi itu yang menyelamatkan dunia dari stres global. Tri Hita Karana bukan cuma slogan Bali, tapi bisa jadi jendela spiritual dunia. Bukan cuma untuk dipajang di konferensi internasional, tapi untuk dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, dari cara kita menyapa tetangga sampai cara kita buang sampah.

Jadi, kalau dunia ini sudah terlalu panas karena perang, polusi, dan politik pecah kongsi, mari kita tawarkan semangkuk harmoni Indonesia. Tambahkan sejumput ketulusan, aduk dengan rasa hormat, dan sajikan dengan tangan terbuka.

Kalau kata pepatah orang tua “Kalau mau dunia damai, mulailah dari hati yang tentram. Kalau mau hidup adem, belajar dulu dari orang kampung yang rukun meski listriknya suka padam”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Ketika Si Buta dari Goa Hantu jadi Livery Mobil Balap”

    “Ketika Si Buta dari Goa Hantu jadi Livery Mobil Balap”

    • calendar_month Minggu, 15 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 808
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kalau ada yang bilang mobil balap cuma buat ngebut di sirkuit dan bikin jantung netizen naik-turun seperti saham gorengan, tolong suruh dia datang ke Panca Fest 2025, di sana, mobil balap bukan cuma soal kecepatan, tapi juga soal kreativitas, identitas, dan tentu saja… kekayaan intelektual alias IP, bukan IP address, ya. IP ini […]

  • Jaga Sumsel Zero Konflik, Alex Noerdin Pasang Badan

    Jaga Sumsel Zero Konflik, Alex Noerdin Pasang Badan

    • calendar_month Jumat, 17 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 790
    • 0Komentar

    ” Mana ada orang berusaha, berinvestasi kalu tidak kondusif. Tidak ada orang yang mau investasi di daerah konflik,”

  • Tren Positivity Rate Nasional Terus Turun, Protokol Kesehatan Jangan Kendur!

    Tren Positivity Rate Nasional Terus Turun, Protokol Kesehatan Jangan Kendur!

    • calendar_month Minggu, 5 Sep 2021
    • account_circle Bono
    • visibility 619
    • 0Komentar

      BERDASARKAN evaluasi data penanganan COVID-19, kondisi Indonesia mengalami perbaikan, walaupun disiplin protokol kesehatan tetap harus dilakukan. Saat ini tren positivity rate nasional terus turun dan sekarang di 10,36%, sedangkan untuk kegiatan tes ada kenaikan mencapai rata-rata 112 ribu orang lebih dites, dan angka keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) secara nasional terus […]

  • Wahh di Bulan Ramadhan, Si Abuh Bakal Bikin Kejutan untuk Warga Palembang, Penasaran ?

    Wahh di Bulan Ramadhan, Si Abuh Bakal Bikin Kejutan untuk Warga Palembang, Penasaran ?

    • calendar_month Senin, 29 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.381
    • 0Komentar

    Palembang – Tak lama lagi umat Islam di Palembang akan menjalankan ibadah Puasa Ramadhan 1440 H. Biasanya selama ibadah saum tersebut, umat Islam mengisi waktunya dengan kegiatan-kegiatan positif selama sebulan penuh agar rukun Islam yang ke tiga itu menjadi lebih ‘Apdol’ Nah,  untuk menyambut bulan suci ramadhan tersebut,  Pemerintah Kota [Pemkot] Palembang melauching Aplikasi Subuh Palembang Darussalam atau […]

  • GLOBE NEWSWIRE : Hari Tanpa Tembakau Sedunia: Atasi “Epidemi Kesalahpahaman”

    GLOBE NEWSWIRE : Hari Tanpa Tembakau Sedunia: Atasi “Epidemi Kesalahpahaman”

    • calendar_month Kamis, 30 Mei 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.317
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- JENEWA, 30 Mei 2024 (GLOBE NEWSWIRE) – Pada Hari Tanpa Tembakau Sedunia ini, Aliansi Vapers Dunia (WVA) menyoroti merajalelanya epidemi mispersepsi seputar pengurangan dampak buruk tembakau. Seperti yang diungkapkan oleh penelitian Ipsos untuk lembaga think tank, We are Innovation, secara mengejutkan 74% perokok di seluruh dunia secara keliru percaya bahwa vaping sama berbahayanya atau […]

  • Aset Kawasan Wisata Bedegung Muaraenim Tidak Ada Masalah

    Aset Kawasan Wisata Bedegung Muaraenim Tidak Ada Masalah

    • calendar_month Rabu, 24 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.668
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Muara Enim menegaskan aset di Kawasan Bedegung tersebut tidak ada masalah sehingga dapat segera dilakukan penyelesaian secara administrasi. Hal itu terungkap saat rata dengan Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim, Ir. Maryana, atas nama Pemkab Muara Enim terkait penyelesaian masalah aset di Kawasan Wisata Bedegung Kecamatan Tanjung Agung, di […]

expand_less
WordPress Archive WeShop – Multipurpose WooCommerce Theme Wesper – WordPress Theme for Blogs & Magazines Westand – Multi Purpose WordPress Theme Westpac (PayWay Classic API) Payment Gateway WooCommerce Plugin Westwood – Golf Club & Course Elementor Template Kit Westy – Responsive Multi-Purpose WordPress Theme WeTravel – Travel and Tourism Template Kit Whal – Digital Marketing & SEO WordPress Theme WhatsApp Chat Support – WordPress Plugin WhatsApp Chat WordPress