Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » “Menambang di Raja Ampat, Ibarat Goreng Ikan di Akuarium Hotel Bintang Lima”

“Menambang di Raja Ampat, Ibarat Goreng Ikan di Akuarium Hotel Bintang Lima”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
  • visibility 696
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Jangan karena emas setitik, rusak laut sebelanga,”

Sumselterkini.co.id, – Raja Ampat itu bukan sembarang tempat, kalau Papua itu mutiara, maka Raja Ampat adalah bagian yang kilaunya bikin matahari minder. Di bawah lautnya, ada karang warna-warni yang lebih komplit dari rak cat toko bangunan. Di atasnya, hutan tropisnya nyimpen burung cenderawasih yang malu-malu tapi cantik, belum lagi spesies yang kalau ditulis semua, bisa ngalahin isi kamus biologi satu semester.

Tapi tunggu dulu, ada kabar bikin kita pengin garuk-garuk kepala meski nggak gatal ada aktivitas tambang nikel di situ. Lah ini gimana ceritanya?. Ibarat orang masak rendang di tengah ruang tamu, jelas bukan tempatnya!. Nikel boleh dicari, tapi masa iya harus dicongkel dari surga ekologis kelas dunia?. Ini ibarat ngorek-ngorek lantai masjid buat nyari koin jatuh, niatnya nyari rezeki, tapi caranya kurang ajar.

Empat perusahaan sebut saja PT GN, PT ASP, PT KSM, dan PT MRP diperiksa oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. Hasilnya?. Wah…, bukannya patuh, malah banyak tingkah. Ada yang berkegiatan di hutan lindung, ada yang nggak punya izin lingkungan, ada juga yang seperti anak kos tinggal di mana-mana, izin belum tentu lengkap.

Contohnya PT GN, yang nyemplungin alat berat di Pulau Gag. Pulau ini kecil, tapi impaknya besar. Di sinilah tempat terumbu karang joget-joget di bawah laut, dan mereka bukan peserta lomba 17-an, tapi fondasi kehidupan laut. Kalau hutan lindungnya dijadikan tambang, sama saja kita tebas akar sambil nyiram daun, gak akan tumbuh apa-apa selain bencana.

PT ASP juga gak mau kalah. Di Manuran dan Waigeo, mereka kayak orang bikin kolam ikan tapi lupa bikin talang air. Settling pond-nya jebol, air berlumpur tumpah ke pantai, bikin laut keruh seperti teh tubruk kelamaan diseduh. Padahal laut Raja Ampat itu mestinya bening, bisa buat ngaca kalau kita gak pede sama kamera depan.

KLH/BPLH sudah pasang badan. Menteri Hanif bilang, “Tidak akan dibiarkan satu inci pun kerusakan,”. Mantap…., tapi kita juga tahu, di negeri ini kadang yang sudah dilarang justru makin semangat dilanggar, apalagi kalau dalihnya investasi. Padahal, coba lihat pepatah nenek moyang “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijaga” . Lah ini malah dibor, digali, ditambang langitnya bukan dijaga, tapi diajak ribut.

Perlu kita ingat, kawasan ini telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Nasional Konservasi, sesuai Perpres 81 Tahun 2023. Jadi kalau ada yang berani menambang tanpa mikir dampaknya, itu sama aja seperti ngebakar buku perpustakaan demi cari korek api.

Kita ngerti, nikel memang dibutuhkan buat baterai, buat mobil listrik, buat masa depan katanya. Tapi janganlah masa depan itu kita bangun di atas reruntuhan rumah makhluk hidup lain. Kalau Raja Ampat rusak, dunia akan kehilangan laboratorium alam terbesar dan tercantik yang pernah ada. Dan kita? Kita akan dikenang sebagai generasi yang menyemen surga demi segenggam logam.

Sudah saatnya semua pihak dari pemerintah daerah, pusat, sampai warga setempat menyatukan suara, jangan sampai Raja Ampat jadi Raja Ambyar. Mari kawal langkah hukum, dukung pemulihan ekosistem, dan ingatkan siapa pun yang kelewat semangat ngebor pulau kecil untuk pakai logika, kalau cinta alam, jangan nambang di halaman rumahnya.

Jangan tunggu sampai burung cenderawasih terakhir tinggal di kaus oblong turis, jangan tunggu sampai laut biru kita hanya bisa dinikmati lewat screensaver komputer. Jangan sampai anak cucu kita mengenal Raja Ampat hanya dari dongeng sebelum tidur.

Raja Ampat bukan warung pinggir jalan yang bisa dibongkar pasang. Ia adalah mahakarya alam, dan sebagaimana lukisan mahal, tidak boleh dicoret-coret seenaknya. Kalau ada yang maksa nambang juga, mending kita kasih cangkul, bukan ke tanah, tapi buat garuk-garuk rasa malu, karena masih ada orang yang tega ngeduk surga demi dompet pribadi.

Yuk, jaga Raja Ampat. Bukan cuma demi Indonesia, tapi demi warisan dunia yang harus tetap berdenyut, berwarna, dan berbisik di antara terumbu dan ombak: bahwa manusia masih punya akal sehat dan cinta.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan siswa di OKI ikut resmikan Program Jenius, Bapangan RI : Ciptakan Generasi Unggul Masa Depan

    Ribuan siswa di OKI ikut resmikan Program Jenius, Bapangan RI : Ciptakan Generasi Unggul Masa Depan

    • calendar_month Selasa, 27 Agt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.343
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,-Badan Pangan Nasional (Bapangan) melaunching program Gerakan Edukasi Pemberian Pangan Bergizi Siswa (Genius) 2024 serentak se-Sumsel, bertempat di GOR Biduk Kajang, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Selasa (27/9/2024). Ribuan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) dari berbagai kecamatan di OKI terlihat sangat antusias dan gembira saat mendapatkan makanan bergizi gratis dari program tersebut. Bapangan […]

  • Benarkah ?, Umat Islam Dilarang Berkerumun, Umat Agama Lain tidak

    Benarkah ?, Umat Islam Dilarang Berkerumun, Umat Agama Lain tidak

    • calendar_month Minggu, 2 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 734
    • 0Komentar

    BEREDAR unggahan video yang menampilkan Presiden Joko Widodo pada sebuah acara perayaan Natal dan dihadiri oleh banyak orang. Unggahan video tersebut diberikan tambahan narasi berupa “klo umat Islam dilarang kerumunan di mesjid apalagi dihari Idul Fitri”. Faktanya, video tersebut bukanlah video Perayaan Natal tahun ini, melainkan acara Perayaan Natal Nasional pada tahun 2019 lalu. Selain […]

  • Serap Aspirasi Masyarakat Untuk OKI Mandira 2024

    Serap Aspirasi Masyarakat Untuk OKI Mandira 2024

    • calendar_month Kamis, 7 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.018
    • 0Komentar

    Sumselterkini,co,id. Kayuagung – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir menggelar Konsultasi publik untuk menampung dan menerima masukan dari masyarakat  dalam rangka penyusunan rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2019-2024. Tujuannya agar Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2019 lebih cermat, terintegrasi dan mampu menjawab permasalahan dan tantangan yang dihadapi pemerintah dan masyarakat Ogan […]

  • Guburnur Alex Noerdin Mendengarkan Pemandangan Umum 9 Fraksi DPRD Terhadap Perubahan APBD Anggaran 2017

    Guburnur Alex Noerdin Dengarkan Pandangan Umum 9 Fraksi DPRD Terhadap Perubahan APBD Anggaran 2017

    • calendar_month Senin, 21 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.072
    • 0Komentar

    Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menghadiri Rapat Paripurna XXXII DPRD Provinsi Sumsel dengan agenda, Pemandangan Umum Fraksi-fraksi Provinsi Sumsel terhadap perubahan APBD Provinsi Sumsel Tahun Anggaran 2017 di Ruang Rapat Paripurna Provinsi Sumsel, Senin (21/8).

  • Dodi Reza: Keluarga Besar Kami Mengalir Darah NU

    Dodi Reza: Keluarga Besar Kami Mengalir Darah NU

    • calendar_month Kamis, 21 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 994
    • 0Komentar

      Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon, Hubbul Wathon minal Iman,Wala Takun minal Hirma, Inhadlu Alal Wathon. Sumselterkini.co.id, Sekayu –  Sepenggal Lirik lagu Syubbanul Wathon (Cintain Tanah Air) yang ini dilantunkan ratusan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan terdengar bergema di gedung serba guna Dharma Wanita Kabupaten Musi Banyuasin, Kamis (21/2/2019). Suasanaa ini merupakan rangkaian […]

  • Wapres JK Tetapkan Muba Jadi Daerah Percontohan Komunitas Hidup Sehat

    Wapres JK Tetapkan Muba Jadi Daerah Percontohan Komunitas Hidup Sehat

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 996
    • 0Komentar

    “Selain itu, kami meminta, agar Muba dan dua daerah lainnya dapat menularkan program dan upaya preventif pencegahan PTM ke daerah-daerah lain,”

expand_less
WordPress Archive Affiliate Egg – Niche Affiliate Marketing WordPress Plugin Affiliate Egg Pro – Niche Affiliate Marketing WordPress Plugin Affiliate Elements for Elementor Affiliate Pro – Affiliate Management System Affiliate Pro – WordPress Affiliate Program Plugin for WooCommerce AffiliatePro SaaS – Affiliate & Vendor System + Mobile App, AI, Telegram AffiliateWP – Affiliate Area Tabs AffiliateWP – Affiliate Dashboard Sharing AffiliateWP – Affiliate Forms For Gravity Forms AffiliateWP – Affiliate Forms For Ninja Forms