Prabowo Ungkap Tawaran Beasiswa dari Mesir, 3 Bidang Ini Disebut
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 1 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : setneg.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Peluang mahasiswa Indonesia melanjutkan pendidikan ke Mesir menjadi salah satu agenda yang dibahas Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Republik Arab Mesir Abdel Fattah El-Sisi. Dalam pertemuan di Jakarta, Mesir menawarkan tambahan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia, terutama untuk bidang kedokteran, teknik, dan sains.
Prabowo menyampaikan apresiasi atas tawaran tersebut dalam pernyataan pers bersama El-Sisi di Istana Merdeka, Minggu (11/10/2026).
Menurutnya, kesempatan pendidikan di Mesir perlu terus diperluas seiring hubungan kedua negara yang telah terjalin lama.
“Kami terima kasih, apresiasi tawaran Mesir untuk memberi tambahan beasiswa, khususnya di bidang kedokteran, teknik, dan sains,” ujar Prabowo mengutip laman resmi setneg, minggu.
Tawaran itu menjadi salah satu bagian dari pembahasan kerja sama pendidikan Indonesia dan Mesir. Namun, penguatan hubungan kedua negara tidak hanya diarahkan pada kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk belajar di luar negeri.
Pemerintah Indonesia juga ingin membuka ruang lebih luas bagi lembaga pendidikan Mesir untuk menjalin kerja sama langsung dengan institusi pendidikan di Tanah Air.
Prabowo menginginkan hubungan pendidikan kedua negara berkembang melalui pertukaran mahasiswa, kemitraan antaruniversitas, hingga penelitian bersama. Indonesia juga mengundang lembaga pendidikan Mesir untuk hadir di Indonesia dengan mengirimkan dosen dan tenaga pendidik.
Dengan langkah itu, kerja sama pendidikan diharapkan tidak hanya bergantung pada mahasiswa yang menempuh studi di luar negeri, tetapi juga berkembang melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman akademik di kedua negara.
“ Kita juga ingin bahwa pendidikan pelajar Indonesia, mahasiswa Indonesia ke Mesir ditingkatkan. Tapi juga kita mengundang lembaga-lembaga pendidikan dari Mesir untuk hadir di Indonesia dengan juga mengirim dosen-dosen dan tenaga-tenaga pendidik ke Indonesia,” kata Prabowo.
Hubungan pendidikan Indonesia dan Mesir sendiri bukan hal baru. Salah satu penghubung utamanya adalah Universitas Al-Azhar, yang selama bertahun-tahun menjadi tujuan mahasiswa Indonesia untuk menuntut ilmu.
Prabowo menilai hubungan yang telah lama terbangun tersebut masih memiliki ruang untuk dikembangkan. Karena itu, pemerintah ingin meningkatkan kerja sama yang sudah ada sekaligus memperluas bentuk kolaborasinya.
Bahasa Indonesia mulai diajarkan di Al-Azhar
Kerja sama pendidikan tersebut juga terlihat dari pengajaran bahasa dan sastra Indonesia di Universitas Al-Azhar. Bagi Prabowo, perkembangan ini menunjukkan bahwa hubungan kedua negara tidak hanya berlangsung melalui mobilitas mahasiswa, tetapi juga melalui pengenalan bahasa dan budaya.
“Sekarang di Universitas Al-Azhar sedang diberi pengajaran bahasa Indonesia dan sastra Indonesia. Ini merupakan bukti bahwa kerja sama kita semakin meningkat,” ujarnya.
Bahasa Indonesia menjadi salah satu bentuk pertukaran pengetahuan yang dapat memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat Mesir. Di sisi lain, mahasiswa Indonesia tetap memiliki kesempatan untuk memperdalam ilmu di berbagai perguruan tinggi di negara tersebut.
Pemerintah ingin hubungan semacam ini terus berkembang, termasuk melalui kerja sama akademik dan riset yang melibatkan institusi dari kedua negara.
Presiden El-Sisi menyambut baik rencana penguatan kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa Mesir tetap membuka kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk belajar di Universitas Al-Azhar maupun perguruan tinggi lainnya.
“Mesir siap selalu menyambut ribuan mahasiswa Indonesia untuk belajar di Al-Azhar dan di universitas lain di Mesir,” kata El-Sisi.
Ia juga menambahkan pentingnya kerja sama pendidikan dalam mempererat hubungan masyarakat kedua negara. Menurutnya, hubungan yang terbangun melalui pendidikan dapat menjadi jembatan untuk memperkuat persaudaraan, persahabatan, dan saling pengertian antara Indonesia dan Mesir.
“Kami juga sangat serius untuk terus kerja sama, menjadi jembatan yang menguatkan hubungan antara persaudaraan dan persahabatan dan saling memahami antara kedua bangsa,” tandasnya.
Meski tawaran tambahan beasiswa telah disampaikan, rincian mengenai jumlah penerima, jadwal pendaftaran, serta mekanisme seleksi belum dijelaskan dalam pernyataan bersama tersebut. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
