Senin, 21 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri Kreatif & UKM » “Ketika Si Buta dari Goa Hantu jadi Livery Mobil Balap”

“Ketika Si Buta dari Goa Hantu jadi Livery Mobil Balap”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 15 Jun 2025
  • visibility 801
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Kalau ada yang bilang mobil balap cuma buat ngebut di sirkuit dan bikin jantung netizen naik-turun seperti saham gorengan, tolong suruh dia datang ke Panca Fest 2025, di sana, mobil balap bukan cuma soal kecepatan, tapi juga soal kreativitas, identitas, dan tentu saja… kekayaan intelektual alias IP, bukan IP address, ya. IP ini yang bisa ngasih pemasukan, bukan cuma sinyal Wi-Fi.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif kita yang satu ini, Irene Umar, secara sah dan meyakinkan telah menyatukan dua dunia yang tampaknya nggak nyambung dunia otomotif dan dunia IP lokal. Hasilnya? Mobil balap modifikasi yang ditempeli stiker-stiker karakter IP lokal. Luar biasa, kalau dulu mobil balap dihiasi decal api-api, sekarang bisa ditempelin gambar karakter lokal kayak “Si Gundul Anak Pak RT atau Kancil Nyelonong di Tikungan Tajam,”.

Irene bilang, “IP nggak harus hidup di layar, bisa juga mejeng di jalanan”. Nah lho, ini baru namanya IP jalanan, bukan cuma intellectual, tapi juga impactful. Mungkin sebentar lagi kita akan lihat helm pak ogah, knalpot bertema “Saus Cita Rasa Nusantara”, sampai motor bertema “Kartini Naik Vespa”.

Kalau ini dikembangkan serius, bukan tidak mungkin akan muncul tren baru parade mobil balap tematik, kontes IP jalanan, hingga ekspor kendaraan modif berkarakter khas Indonesia. Bayangin, mobil bertema “Gatotkaca Ride” mejeng di Dubai Motor Festival, atau motor bertema “Si Buta dari Goa Hantu” ngacir di Tokyo Auto Salon. Jepang punya “Gundam Bike”, masa kita nggak bisa punya “Bike Bima Sakti”?.

Wamen Ekraf ini memang tahu caranya ngoprek strategi, alih-alih hanya ngomongin ekonomi kreatif di ranah film, game, atau musik, beliau malah masuk ke dunia kunci Inggris dan karburator. Ternyata, di balik kap mobil modif, ada tangan-tangan kreatif desainer grafis, ilustrator, tukang cat, sampai penjahit jok yang semuanya bernafas IP.

Ibaratnya, otomotif itu mobilnya, IP itu stiker yang bisa bikin orang berhenti dan bilang, “Eh, keren nih!”,  jangan salah IP itu bisa jadi bahan bakar baru ekonomi. Masih ingat bagaimana karakter Hello Kitty bisa jadi industri senilai miliaran dolar? atau mobil Pikachu yang wara-wiri di Jepang?.

Di Korea Selatan, mobil modif dengan tema K-pop group bisa jadi koleksi langka bahkan di Jerman, ada mobil bertema Bauhaus Movement, ya ampun sampai aliran desain pun mereka modif jadi estetika kendaraan.

Di era sekarang, anak muda lebih milih jadi desainer stiker daripada jadi PNS. Lho, beneran, dunia digital, medsos, dan budaya visual udah membuat semua jadi peluang, kalau dulu modifikasi kendaraan cuma dianggap hobi mahal dan bau oli, sekarang malah bisa jadi lahan cuan.

Panca Fest 2025 ini bukan sekadar pameran motor tempel-tempelan, tapi juga arena silaturahmi kaum modifikator, komunitas IP, dan tentu saja para pemimpi yang berharap karyanya kelak bisa masuk ke helm, jok, atau bahkan bumper depan. Seperti kata Steve Jobs, “Creativity is just connecting things” kalau boleh ditambahin versi Panca Garage, “Creativity is just connecting kabel gas ke ilustrasi lokal”.

Kota kreatif di dunia

Ada contoh kota kreatif di dunia Seoul, Korea Selatan, bukan hanya pusat K-pop, kota ini juga jadi raja IP dalam dunia otomotif. Mobil bertema karakter Line Friends, BTS, atau kartun lokal jadi gaya hidup. Pemerintahnya bahkan mendanai proyek IP visual untuk mendongkrak UMKM otomotif.

Berlin, Jerman, kota ini, konsep urban mobility digabung dengan desain Bauhaus dan IP lokal Jerman. Mobil listrik bertema desain klasik Jerman jadi identitas baru anak muda perkotaan, desain jadi semacam paspor visual.

Panca Fest 2025 dan program Ekraf Hunt ini bukan cuma soal mobil balap ngebut dan stiker-stiker lucu, namun soal pergeseran paradigma, dari yang tadinya kreatif itu dianggap ‘hobi pinggiran’, kini justru jadi pendorong utama ekonomi.

Sebenarnya Indonesia tidak kekurangan talenta,  karena punya jutaan desainer, builder, kreator, dan pemimpi, namun yang dibutuhkan sekarang adalah ruang kolaborasi yang lebih luas, dukungan pemerintah yang konsisten, dan mental masyarakat yang mau menghargai IP lokal, bukan malah nonton bajakan atau nyontek desain tetangga.

Kalau ekonomi itu mesin, maka kreativitas adalah oli dan bensinnya, ingat!, tanpa pengemudi yang berani muter setir ke arah masa depan, kita hanya akan muter-muter di bundaran kemiskinan ide. Jadi, gas terus, modif terus, dan jangan lupa, IP itu bukan cuma identitas, tapi juga bisa jadi jalan tol ke perekonomian yang lebih mandiri.

Program seperti Ekraf Hunt dan Panca Fest 2025 adalah sinyal keras, sekeras knalpot bobokan malam minggu bahwa ekonomi kreatif Indonesia sedang gaspol di jalur lintas sektor. Otomotif bukan cuma urusan kampas rem dan velg chrome, namun sudah jadi kanvas tempat IP lokal unjuk gigi,  bukan gigi palsu, tapi gigi ekonomi yang kuat untuk menggigit tantangan zaman.

Bayangin, kalau tiap daerah misalnya punya karakter IP khas ada “Si Pitung Ride” dari Betawi, “Lutung Kasarung Drift Edition” dari Jawa Barat, sampai “Putri Duyung Street Racing” dari Sulsel bukankah itu bisa jadi katalog budaya yang bergerak di jalanan?. Kalau sekarang karakter Marvel bisa masuk ke dashboard mobil Eropa, masa karakter lokal kita cuma nyangkut di lemari festival sekolah?.

Kita nggak perlu nunggu Elon Musk datang dan bilang, “This is amazing,” baru kita sadar bahwa anak muda Indonesia tuh keren, kita perlu jadi penonton yang tepuk tangan bukan cuma pas nonton balapan, tapi juga pas lihat IP lokal nongol di knalpot, di setir, bahkan di pelindung tangki bensin.

Siapa tahu, sebentar lagi ada start-up modifikasi mobil bertema “Si Unyil X Mad Max”, yang bikin orang Dubai dan Tokyo berebut orderan ke tukang las di Tegal. Ha..hay ..amin…!!

Jadi, mari kita dukung ekosistem yang bukan cuma nyambungin kabel busi, tapi juga nyambungin kreativitas anak bangsa dengan peluang kerja, karena ekonomi kreatif itu seperti kampas kopling kalau nggak dirawat dan digas bareng-bareng, ya bisa slip dan bikin mogok di tanjakan.

Kalau modifikasi kendaraan bisa jadi bahasa ekspresi, maka IP lokal adalah isi hatinya, kalau dua-duanya disatukan, bukan nggak mungkin kita akan lihat ekonomi Indonesia melaju di jalur cepat bukan jalur belok kiri ikuti arus, tapi jalur kanan yang pakai lampu sein masa depan.

Jadi, ayo  semua ikut nempelin stiker IP ke kendaraan bernama Republik ini, jangan jadi penumpang yang cuma protes AC dingin, tapi jadilah sopir kreatif yang tahu arah, tahu bensin, dan tahu bahwa modifikasi bukan cuma soal gaya, tapi juga soal daya bangsa. Ketika mobil modif bertema IP lewat, jangan hanya bilang, “Wah, lucu juga stiker-nya,” tapi bilang juga, “Wah, ini masa depan bangsa!”. Amin, modifikasi!…[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konsisten Majukan Pertanian, Gubernur Sumsel Dapat Penghargaan

    Konsisten Majukan Pertanian, Gubernur Sumsel Dapat Penghargaan

    • calendar_month Jumat, 5 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 668
    • 0Komentar

    KOMITMEN Gubernur Sumsel H Herman Deru yang konsisten dalam mendorong majunya sektor pertanian berbuah manis dibuktikan dengan diterimanya penghargaan dari Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu (KOPITU). Penghargaan dari KOPITU tersebut menempatkan Herman Deru dalam kategori “Pemimpin Daerah Penggerak GRATIEKS dan Tanipreneur Daerah 2021 serta Pejuang Petani Wong Kito Galo”. Penghargaan tersebut diserahkan oleh […]

  • Muh Akmal Almy Jadi Pelatih Fisik MBU

    Muh Akmal Almy Jadi Pelatih Fisik MBU

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.047
    • 0Komentar

    STAF kepelatihan Muba Babel United (MBU) akhirnya lengkap setelah mendatangkan Muh Akmal Almy. Dosen di salah satu kampus di Palembang ini diplot mengisi posisi pelatih fisik dan sudah memulai melatih di Stadion Serasan Sekayu, Sabtu (22/8/2020). Akmal sendiri sebelumnya juga pernah melatih di sejumlah klub di tanah air, mulai dari Sriwijaya FC U-19, SFC hingga […]

  • Pusri Gelar Pasar Murah Serentak di 8 Kelurahan
    CSR

    Pusri Gelar Pasar Murah Serentak di 8 Kelurahan

    • calendar_month Kamis, 31 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.056
    • 0Komentar

    PT Pusri Palembang memberikan subsidi sebesar Rp 70 ribu dalam setiap paket sembako.

  • Anggaran Infrastruktur Cukup Besar, Tapi Gak Dihabiskan untuk Admintrasi, Apresiasi Menterinkeu Kepada OKI, Agar APBD Dirasakan Masyarakat, Sri Mulyani Ingatkan Kepala Daerah Soal Ini

    Anggaran Infrastruktur Cukup Besar, Tapi Gak Dihabiskan untuk Admintrasi, Apresiasi Menterinkeu Kepada OKI, Agar APBD Dirasakan Masyarakat, Sri Mulyani Ingatkan Kepala Daerah Soal Ini

    • calendar_month Rabu, 23 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.127
    • 0Komentar

    MENTERI keuangan (Menterinkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) banyak yang belum fokus digunakan untuk memperbaiki layanan dan menyelesaikan prioritas kebutuhan daerah. Anggaran daerah paling banyak dihabiskan untuk administrasi dan birokrasi sehingga tidak memberi manfaat bagi masyarakat. Meski begitu, ia mengapresiasi kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumsel karena anggaran infrastrukturnya cukup besar […]

  • Timnas All Star Cukur Old Star Musi Rawas 5 Gol Tanpa Balas

    Timnas All Star Cukur Old Star Musi Rawas 5 Gol Tanpa Balas

    • calendar_month Minggu, 27 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.418
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Musi Rawas – Timnas All Star yang dihuni rata-rata mantan pemain Timnas kembali ‘menelan korban’. Kali ini Old Star Musi Rawas mencukur tim besutan Nasir Salasa dengan skor telak 5-0 pada turnamen Alex Noerdin Cup 2019. Cristian Carrasco mencetak quattrick di laga ini, dengan mencetak gol pada menit ke-10, 25, 26 dan 53. Dan […]

  • 2.700 Karyawan Giant Bakal di PHK, Kemnaker Terus Kawal, Dirjen PHI & Jamsos Kemnaker : Fokus Upayakan Karyawan Peroleh Haknya Sesuai Undang-undang

    2.700 Karyawan Giant Bakal di PHK, Kemnaker Terus Kawal, Dirjen PHI & Jamsos Kemnaker : Fokus Upayakan Karyawan Peroleh Haknya Sesuai Undang-undang

    • calendar_month Sabtu, 5 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 871
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Ketenagakerjaan memastikan bahwa pihaknya akan terus mengawal proses rencana Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan Giant. Salah satunya adalah memastikan karyawan Giant mendapatkan hak-haknya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Sekretaris Jenderal Kemnaker, Anwar Sanusi, mengatakan, pihaknya telah memanggil pihak manajemen dan pekerja Giant. Menurutnya, pihak perusahaan sudah memberikan hak-hak pekerja sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku. […]

expand_less
WordPress Archive MyThemeShop NewsOnline WordPress Theme MyThemeShop Newspaper WordPress Theme MyThemeShop NewsTimes MyThemeShop NewsToday WordPress Theme MyThemeShop Nominal WordPress Theme MyThemeShop Pinstagram WordPress Theme MyThemeShop Pixelmag WordPress Theme MyThemeShop Point Pro WordPress Theme MyThemeShop Purple WordPress Theme MyThemeShop Reactor WordPress Theme