Minggu, 11 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Survei Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Indonesia Bersedia Menerima Vaksin COVID-19

Survei Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Indonesia Bersedia Menerima Vaksin COVID-19

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 18 Nov 2020
  • visibility 835
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KEMENTRIAN Kesehatan bersama Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dengan dukungan UNICEF dan WHO melakukan survei Nasional tentang penerimaan vaksin COVID-19.

Survei berlangsung pada 19-30 September 2020 dengan tujuan untuk memahami pandangan, persepsi, serta perhatian masyarakat tentang vaksinasi COVID-19.

Pada pelaksanannya, survei tersebut mengumpulkan tanggapan lebih dari 115.000 orang, dari 34 provinsi yang mencakup 508 kabupaten/kota atau 99 persen dari seluruh kabupaten/kota.

Hasil survei menunjukkan bahwa tiga perempat responden menyatakan telah mendengar tentang vaksin COVID19, dan dua pertiga responden menyatakan bersedia menerima vaksin COVID-19. Namun demikian, tingkat penerimaan berbeda-beda di setiap provinsi, hal ini dilatar belakangi oleh status ekonomi, keyakinan agama, status pendidikan serta wilayah.

Pada kelompok masyarakat dengan informasi yang lebih banyak seputar vaksin misalnya, mereka cenderung akan menerima pemberian vaksin COVID-19. Hal yang sama juga terjadi pada responden dengan kepemilikan asuransi kesehatan, sebagian besar dari mereka lebih mungkin menerima vaksin COVID-19. Ini menegaskan bahwa saat ini masih dibutuhkan informasi yang akurat tentang vaksin COVID-19.

“Survei menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia telah mendengar tentang vaksin COVID-19 dan bersedia menerimanya,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi di Jakarta (17/11).

Sementara itu, hasil survei juga menunjukkan adanya kelompok yang ragu dan sebagian kecil yang menolak. Dari tujuh persen responden yang menolak, menyebutkan faktor keamanan, efektivitas, serta kehalalan vaksin sebagai faktor pertimbangan mereka.

Ia menjabarkan bahwa saat ini pemerintah tengah memastikan aspek keamanan dan kehalalan vaksin dari para produsen vaksin COVID-19. Tim Gabungan yang terdiri dari berbagai kementerian dan lembaga telah dikirim ke negara produsen untuk memastikan aspek tersebut. Sembari menunggu ketersediaan vaksin di tanah air, Oscar menyebutkan bahwa kegiatan sosialisasi dan edukasi seputar vaksin COVID-19 terus dilakukan kepada masyarakat.

“Sangat penting bagi kami untuk terus memastikan bahwa vaksin tersebut aman. Kami juga melibatkan petugas kesehatan dan membangun kapasitas mereka, karena petugas kesehatan adalah sumber informasi paling terpercaya di masyarakat,” imbuhnya.

Selanjutnya, dari segi geografis. Provinsi Papua melaporkan tingkat penerimaan vaksin paling tinggi dengan 75 persen, kemudian diikuti Jawa dan Kalimantan. Provinsi Aceh memiliki tingkat penerimaan terendah dengan 46 persen. Selain Aceh, daerah dengan penerimaan terendah terdapat di pulau Sumatera, Sulawesi dan Maluku.

Senada dengan Oscar Primadi, Ketua ITAGI Prof. DR. Sri Rezeki S Hadinegoro, dr., SpA (K) mengatakan bahwa masyarakat Indonesia menerima dengan baik pelaksanaan vaksinasi COVID-19. Hal ini dilatarbelakangi oleh keinginan besar untuk segera mengakhiri pandemi COVID-19.

“Masyarakat jelas bersedia divaksinasi untuk memutus rantai penularan namun pemerintah harus memastikan agar jumlah vaksin COVID-19 cukup dan aksesnya merata agar cakupan imunisasi yang tinggi dapat tercapai. Hal tersebut sangat penting untuk mencapai kekebalan kelompok,” kata Sri Rezeki.

Perwakilan UNICEF Debora Comini mengatakan hasil survei ini akan digunakan untuk mengembangkan strategi vaksinasi COVID-19 yang efektif, termasuk pendekatan komunikasi khusus yang memastikan bahwa seluruh masyarakat memiliki akses ke informasi yang akurat tentang keamanan dan efektivitas vaksin.

“Temuan dari survei ini menggembirakan dan akan membantu kami membangun kebijakan yang tepat untuk vaksinasi COVID-19. Namun vaksin saja tidak akan mengakhiri pandemi,” kata Perwakilan UNICEF Debora Comini. “Kita juga perlu terus memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak fisik jika ingin keluar dari krisis ini dalam posisi yang lebih kuat dari sebelumnya.”

“Sebagai survei vaksin COVID-19 terbesar di Indonesia, kekayaan dan luasnya hasil dari survei ini sangat berharga seiring dengan upaya kami untuk mengatasi dampak terburuk pandemi ini bagi masyarakat Indonesia melalui intervensi berbasis bukti,” kata Dr. Paranietharan selaku Representatif WHO untuk Indonesia.[***]

 

Covid.go.id

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sumsel Prioritaskan Pencegahan Stunting

    Sumsel Prioritaskan Pencegahan Stunting

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 967
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru mengajak berbagai kalangan untuk terus melakukan pencegahan stunting  pada anak. Hal itu disampaikannya ketika membuka seminar nasional dengan tema “Penguatan peran serta mitra kerja dan stake holder dalam implementasi kegiatan prioritas pembangunan keluarga melalui sosial pencegahan stunting” di Grand Atyasa Convention Centre Palembang, Kamis (2/12). Menurutnya, Pemprov Sumsel sejak awal […]

  • Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (10 Oktober 2021)

    Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (10 Oktober 2021)

    • calendar_month Minggu, 10 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 822
    • 0Komentar

    SERUAN global untuk peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia tahun ini adalah Perawatan Kesehatan Jiwa untuk Semua: Mari Jadikan Kenyataan (Mental health care for all: let’s make it a reality). Tahukah kamu bahwa 20% dari 250 juta populasi Indonesia berpotensi mengalami masalah kesehatan jiwa? Ditambah lagi perawatan kesehatan jiwa di Indonesia masih terkendala stigma dan diskriminasi. […]

  • Terkait Kebijakan Impor Besi & Baja, CERI : Menteri Perdagangan Blunder

    Terkait Kebijakan Impor Besi & Baja, CERI : Menteri Perdagangan Blunder

    • calendar_month Senin, 12 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.996
    • 0Komentar

    “Apakah boleh atau tidaknya impor bahan baku, karena Kemenperin adalah institusi yang sangat menguasai data kebutuhan dalam negeri,”

  • Ekonomi Sumsel Ngebut, Dompet Rakyat Ketinggalan?

    Ekonomi Sumsel Ngebut, Dompet Rakyat Ketinggalan?

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 367
    • 0Komentar

    “Optimisme tinggi, tantangannya jangan disapu di bawah karpet” EKONOMI Sumatera Selatan (Sumsel) diibaratkan lomba lari, sekarang posisinya memang di depan. Angkanya cakep, grafiknya rapi, presentasinya bikin kepala angguk-angguk. Tapi pertanyaan klasik yang selalu nongol di garis finish tetap sama, yaitu yang lari ini siapa, dan yang ngos-ngosan siapa? Optimisme itu resmi diumumkan dalam Laporan Perekonomian […]

  • Penyelenggaraan ibadah haji 1444 H/2023 M sudah sampai fase akhir, Kemenag segera bersiap songsong penyelenggaraan haji 1445 H/2024 M

    Penyelenggaraan ibadah haji 1444 H/2023 M sudah sampai fase akhir, Kemenag segera bersiap songsong penyelenggaraan haji 1445 H/2024 M

    • calendar_month Jumat, 7 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.073
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jeddah- Penyelenggaraan ibadah haji 1444 H/2023 M sudah sampai fase akhir, yakni pemulangan jemaah haji ke Tanah Air. Kementerian Agama segera bersiap untuk menyongsong penyelenggaraan haji 1445 H/2024 M. Pasalnya, pemerintah Arab Saudi sudah menetapkan kuota haji Indonesia tahun depan sebesar 221.000 jemaah. Bersamaan itu, telah diumumkan tahapan persiapan, mulai 16 September 2023. Sementara […]

  • Krisis Darah Palembang, LRT Sumsel Selamatkan Nyawa

    Krisis Darah Palembang, LRT Sumsel Selamatkan Nyawa

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 37
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Krisis darah Palembang masih menjadi pekerjaan rumah besar. Setiap bulan kebutuhan darah masyarakat mencapai sekitar 7.000 kantong, sementara PMI Kota Palembang baru mampu memenuhi sekitar 5.000 kantong. Artinya, masih terjadi kekurangan sekitar 2.000 kantong darah yang harus dipenuhi agar kebutuhan pasien di berbagai rumah sakit tetap terjaga. Kondisi tersebut mendorong Palang Merah Indonesia […]

expand_less
WordPress Archive Travila – Modern Travel & Tour Booking WordPress Theme Travis | Photography WordPress Theme Travisa – Immigration & Visa Consulting Elementor Template Kit Travivu – Travel & Tour Booking WordPress Theme TRAVOL — Travel Agency Elementor WordPress Theme Travon - Hotel, Flights and Tour Meta Search Affiliate Theme Travosca – Travel Elementor Template Kit Trawell – Travel Blog Elementor Template Kit Treck – Immigration and Visa Consulting WordPress Theme Treely Landscape & Gardening Elementor Template Kit