Krisis Darah Palembang, LRT Sumsel Selamatkan Nyawa

SUMSELTERKINI.CO.ID – Krisis darah Palembang masih menjadi pekerjaan rumah besar. Setiap bulan kebutuhan darah masyarakat mencapai sekitar 7.000 kantong, sementara PMI Kota Palembang baru mampu memenuhi sekitar 5.000 kantong. Artinya, masih terjadi kekurangan sekitar 2.000 kantong darah yang harus dipenuhi agar kebutuhan pasien di berbagai rumah sakit tetap terjaga.

Kondisi tersebut mendorong Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palembang bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan (LRT) Sumatera Selatan menggelar aksi kemanusiaan bertajuk “LRT Care: Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis” di Stasiun LRT Bumi Sriwijaya. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 Juli 2026, sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 LRT Sumsel yang diperingati setiap 23 Juli.

Bagi PMI Kota Palembang, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Kehadiran berbagai pihak dalam aksi donor darah dinilai menjadi solusi nyata untuk membantu menjaga ketersediaan stok darah yang hingga kini masih belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ketua PMI Kota Palembang, Hj. Dewi Sastrani Ratu Dewa, mengatakan setiap tetes darah yang didonorkan memiliki arti penting bagi pasien yang sedang menjalani perawatan.

“Artinya, kita masih menghadapi kekurangan sekitar 2.000 kantong darah setiap bulan. Karena itu, sinergi seperti LRT Care ini sangat penting. Target 150 kantong darah selama tiga hari bukan sekadar angka, tetapi menjadi kontribusi nyata untuk membantu memenuhi kebutuhan darah dan menyelamatkan nyawa masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Menurut Dewi, darah yang terkumpul akan sangat membantu pasien yang menjalani operasi, korban kecelakaan, ibu melahirkan, hingga penderita penyakit tertentu yang membutuhkan transfusi darah secara rutin.

Selama pelaksanaan kegiatan, panitia menargetkan mampu mengumpulkan 150 kantong darah dari para pendonor. Meski jumlah tersebut belum mampu menutup seluruh kekurangan stok darah, kontribusinya dinilai sangat berarti dalam membantu pelayanan kesehatan di Kota Palembang.

Tak hanya menghadirkan aksi donor darah, LRT Care juga menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat dan pengguna LRT. Sebanyak 450 peserta ditargetkan memanfaatkan layanan tersebut sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan melalui deteksi dini.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, panitia juga menyalurkan 60 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-8 LRT Sumsel yang tahun ini mengusung semangat berbagi manfaat kepada masyarakat.

Dewi berharap kolaborasi serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan darah tidak bisa hanya mengandalkan PMI, tetapi memerlukan dukungan pemerintah, BUMN, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat luas agar budaya donor darah semakin tumbuh di Kota Palembang.

Sementara itu, Kepala Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan, Rode Paulus, mengatakan penyelenggaraan LRT Care merupakan komitmen LRT Sumsel untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas di luar layanan transportasi massal.

Menurutnya, LRT tidak hanya berperan menghubungkan mobilitas masyarakat, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial melalui berbagai kegiatan kemanusiaan. Melalui kolaborasi bersama PMI Kota Palembang, pihaknya berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak menjadi pendonor darah sukarela sekaligus memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan.

Dengan masih adanya defisit sekitar 2.000 kantong darah setiap bulan, aksi kemanusiaan seperti LRT Care diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan HUT semata, melainkan menjadi gerakan bersama untuk memperkuat stok darah sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya berbagi demi menyelamatkan nyawa sesama. (***)/one