Senin, 19 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Posyandu Naik Kelas, Tapi Apakah Cukup untuk Menang Melawan Stunting?

Posyandu Naik Kelas, Tapi Apakah Cukup untuk Menang Melawan Stunting?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
  • visibility 92
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERINGATAN Hari Posyandu Nasional 2026 di Palembang, pemerintah kota kembali menegaskan peran Posyandu sebagai ujung tombak layanan kesehatan masyarakat.

Di Posyandu Lavender, Kecamatan Sematang Borang, Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Palembang, Dewi Sastrani, menekankan Posyandu kini bergerak melampaui fungsi tradisionalnya.

Ia menyebutkan Posyandu tidak lagi hanya melayani penimbangan balita, tetapi juga menggerakkan layanan terpadu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal atau 6 SPM untuk mempercepat penurunan stunting.

Pemerintah kota mendorong Posyandu untuk bertransformasi menjadi pusat layanan komunitas yang lebih luas.

Posyandu Lavender kini menjalankan layanan kesehatan ibu dan anak, edukasi gizi, pemantauan tumbuh kembang balita, hingga layanan sosial dasar yang terintegrasi. Transformasi ini menunjukkan upaya serius untuk membawa layanan publik lebih dekat ke masyarakat, terutama di tingkat kelurahan.

Dewi Sastrani meninjau langsung aktivitas Posyandu saat kunjungan tersebut. Ia menyaksikan kader menimbang balita, tenaga kesehatan memeriksa ibu hamil, dan petugas memberikan makanan tambahan kepada anak-anak.

Kemudian menambahkan  Posyandu memegang peran strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Ia  meminta para ibu hamil dan orang tua balita untuk rutin memanfaatkan layanan Posyandu sebagai langkah pencegahan stunting.

Pemerintah terus menyoroti stunting sebagai masalah serius yang memengaruhi masa depan generasi muda. Data kesehatan menunjukkan  stunting tidak hanya berkaitan dengan kekurangan gizi, tetapi juga dipengaruhi oleh pola asuh, sanitasi, dan kondisi ekonomi keluarga.

Oleh karena itu, pemerintah daerah mendorong pendekatan lintas sektor melalui penguatan Posyandu berbasis 6 SPM.

Namun tantangan masih muncul sebab masyarakat terkadang belum menjadikan Posyandu sebagai kebutuhan rutin bulanan.

Banyak orang tua baru datang ketika anak sakit atau saat Posyandu mengadakan kegiatan tambahan. Kondisi ini memperlihatkan kesadaran pencegahan masih perlu diperkuat melalui edukasi yang berkelanjutan, bukan hanya melalui kegiatan seremonial.

Pemerintah kota juga menghadapi tantangan dalam memperkuat kapasitas kader Posyandu.

Kader menjalankan peran penting sebagai penghubung antara layanan kesehatan dan masyarakat, tetapi mereka sering bekerja dengan keterbatasan fasilitas dan pelatihan.

Ketika Posyandu mengemban fungsi yang lebih luas melalui 6 SPM, kebutuhan peningkatan kapasitas menjadi semakin mendesak agar layanan tetap berjalan efektif.

Dewi Sastrani menjelaskan pemerintah akan terus memperkuat Posyandu sebagai pusat layanan berbasis komunitas.

Intervensi stunting menurutnya membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

Maka, lanjut ia, pentingnya pemantauan rutin terhadap ibu hamil untuk memastikan bayi lahir sehat dan memiliki risiko stunting yang lebih rendah.

Disamping itu, pemerintah daerah menyalurkan bantuan sembako dan dukungan uang tunai kepada ibu hamil dan balita dalam kegiatan tersebut.

Bantuan ini memberikan dukungan langsung kepada keluarga yang membutuhkan, meskipun tantangan jangka panjang tetap menuntut solusi yang lebih sistematis. Program bantuan berjalan berdampingan dengan edukasi gizi dan layanan kesehatan dasar di Posyandu.

Generasi masa depan

Transformasi Posyandu di Palembang mencerminkan arah kebijakan yang lebih luas dalam layanan publik Indonesia. Pemerintah berupaya menggeser Posyandu dari sekadar layanan kesehatan dasar menjadi pusat layanan sosial yang terintegrasi. Model ini menempatkan Posyandu sebagai pintu masuk utama bagi intervensi pemerintah di tingkat keluarga.

Namun efektivitas model tersebut sangat bergantung pada implementasi di lapangan. Pemerintah perlu memastikan  sistem data kesehatan berjalan konsisten, kader menerima pelatihan yang memadai, dan masyarakat terlibat aktif dalam setiap layanan. Tanpa itu, konsep 6 SPM berisiko tidak berjalan maksimal meskipun terlihat kuat di tingkat kebijakan.

Di tingkat keluarga, perubahan perilaku tetap menjadi faktor kunci dalam menurunkan angka stunting. Pemerintah mendorong orang tua untuk lebih disiplin membawa anak ke Posyandu, memantau pertumbuhan secara rutin, dan memperhatikan asupan gizi harian. Pemerintah juga mengedukasi ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara berkala sejak awal.

Program pencegahan stunting tidak hanya bergantung pada sektor kesehatan, tetapi juga pada kondisi ekonomi dan lingkungan sosial. Banyak keluarga masih menghadapi keterbatasan akses pangan bergizi dan fasilitas sanitasi yang memadai. Karena itu, pemerintah mengintegrasikan berbagai sektor melalui pendekatan 6 SPM untuk memperluas dampak intervensi.

Meski begitu, keberhasilan program sangat ditentukan  konsisten jangka panjang,  sebab Posyandu harus berfungsi sebagai sistem yang berjalan rutin, bukan hanya sebagai agenda peringatan tahunan. Data yang dikumpulkan di Posyandu juga perlu dimanfaatkan secara aktif untuk menentukan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Apalagi Palembang kini menghadapi tantangan sekaligus peluang dalam memperkuat sistem Posyandu.

Pemerintah telah membangun kerangka kebijakan yang lebih luas, sementara masyarakat mulai melihat Posyandu sebagai bagian penting dari layanan kesehatan keluarga. Namun perjalanan menuju penurunan stunting yang signifikan masih membutuhkan kerja panjang dan koordinasi yang lebih kuat di semua lini.

Oleh sebab itu, keberhasilan Posyandu tidak hanya bergantung pada seremoni atau program yang diumumkan, tetapi pada perubahan nyata di tingkat rumah tangga.

Pemerintah berharap anak-anak tumbuh lebih sehat, ibu hamil mendapatkan layanan yang memadai, dan masyarakat menjadikan Posyandu sebagai bagian dari rutinitas hidup, bukan sekadar kegiatan berkala.

Sehingga asanya kebijakan itu harus bertemu dengan realitas, dan dampaknya benar-benar terlihat dalam kualitas generasi masa depan. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sumsel Tuan Rumah RAPIMNAS PERMAHI 2020

    Sumsel Tuan Rumah RAPIMNAS PERMAHI 2020

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 987
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumsel Ir H.Mawardi Yahya menerima Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia dalam rangka Simposium Hukum Nasional dan Rapat Pimpinan Nasional Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (RAPIMNAS PERMAHI 2020) pada tanggal 18-21 Februari 2020 mendatang. Audensi diterima Wagub bertempat di ruang Tamu Wakil Gubernur, Senin (20/1). Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya sangat mendukung kegiatan […]

  • Inovasi Muba, Bakal Olah Limbah Sawit Jadi Briket

    Inovasi Muba, Bakal Olah Limbah Sawit Jadi Briket

    • calendar_month Minggu, 25 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 874
    • 0Komentar

    WAKIL Bupati Muba Beni Hernedi SIP menyebutkan bakal menggarap pengolahan limbah kelapa sawit, yakni berupa batang kelapa sawit sisa replanting (peremajaan) menjadi briket yang bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar. Inovasi itu ia sampaikan saat meninjau langsung lokasi Teknologi Mesin Pengolahan Limbah Kelapa Sawit PT Fenomerad Abadi, di Bandung-Jawa Barat, kemarin. “Jadi, pengolahan limbah batang kelapa […]

  • Pasar murah, Forkominda OKI sediakan 1.600 paket

    Pasar murah, Forkominda OKI sediakan 1.600 paket

    • calendar_month Senin, 19 Feb 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 709
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI bersama Forkopimda dan Dinas terkait melakukan monitoring harga sembako di Pasar Kayuagung serta menggelar pangan murah pada Senin, (19/2). Bersama Forkopimda, Pj Bupati Asmar berkeliling langsung di Pasar Kayuagung mengecek harga-harga, ia juga sempat mendengerkan curhatan dari para pedagang. Beberapa item seperti beras, cabai, telur dan ayam masih tinggi. Salah […]

  • Rp 21,4 Triliun Dana Desa Telah Dicairkan

    Rp 21,4 Triliun Dana Desa Telah Dicairkan

    • calendar_month Kamis, 3 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 864
    • 0Komentar

    PER 24 Mei 2021, sebanyak Rp21.483.543.274.561 Dana Desa telah dicairkan ke 59.925 desa atau setara dengan 80% total desa di seluruh Indonesia. Aparatur desa dapat menggunakan dana desa untuk mengedukasi masyarakat di wilayahnya dan digunakan untuk penanganan penyebaran COVID-19 sesuai dengan kondisi riil di lapangan dan tingkat kebutuhan penanganan. Untuk informasi terkait COVID-19 kunjungi situs […]

  • Berminat Jadi Caleg Perindo ? Baca Ini

    Berminat Jadi Caleg Perindo ? Baca Ini

    • calendar_month Sabtu, 23 Des 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.031
    • 0Komentar

    “Ini belum termasuk yang mendaftar di DPD Kabupaten/kota. Untuk yang mendaftar secara online juga belum kita data. Jumlahnya pasti lebih banyak,”

  • Tak Ingin Pedagang Mainkan Harga, Kapolda Sumsel Pantau Harga Pasar

    Hari ini, Bulog Divre Sumsel Operasi Pasar Besar-besaran, Silahkan Beli

    • calendar_month Senin, 11 Des 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.049
    • 0Komentar

    “Kegiatan ini melibatkan semua stakeholder yg ada diantaranya, Dinas Pedangan, Satgas Pangan dan Tim TPID prov Sumsel,”

expand_less
WordPress Archive SEO WP | Digital Marketing Agency WordPress Theme Separator For WPBakery Page Builder Serano – Creative Portfolio WordPress Theme Serenite – Startup & SaaS WordPress Theme Serenity - Wedding Organizer Elementor Template Kit Serenova - Psychology & Mental Health Elementor Pro Template Kit Serity – CCTV and Security Cameras WordPress Theme Serity – CCTV & Security Cameras Elementor Template Kit Service Finder – Provider and Business Listing WordPress Theme Services | Infobox Addons for WPBakery Page Builder