Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » AC Makin Dibutuhkan, 4.121 Teknisi Justru Disiapkan Jaga Iklim, Ini Alasannya

AC Makin Dibutuhkan, 4.121 Teknisi Justru Disiapkan Jaga Iklim, Ini Alasannya

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 50 menit yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Penggunaan AC yang terus meningkat membuat pekerjaan teknisi pendingin ikut berubah. Mereka tak lagi hanya dituntut mampu memasang atau memperbaiki AC, tetapi juga harus memahami cara menangani refrigeran agar tidak memperbesar dampak terhadap lingkungan.

Pemerintah kini memperkuat kemampuan 4.121 teknisi Refrigeration and Air Conditioning (RAC) sebagai bagian dari pengembangan tenaga kerja hijau. Keahlian mereka dinilai penting karena penanganan refrigeran yang tepat dapat mencegah kebocoran, menjaga efisiensi peralatan, sekaligus menekan emisi.

Penguatan tenaga kerja tersebut dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) bersama Kementerian Ketenagakerjaan dalam rangkaian peringatan Hari Ozon Sedunia 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Jawa Barat, belum lama ini dalam rilis dilaman resminya.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan operator dan teknisi reparasi AC serta peralatan pendingin menjadi salah satu lini depan dalam menghadapi transisi hijau.

“Momen Hari Ozon Sedunia ini kita jadikan untuk mengakselerasi kesiapan tenaga kerja dalam menghadapi transisi hijau,” kata Yassierli.

Menurut dia, kemampuan teknisi harus terus mengikuti perkembangan teknologi. Karena itu, materi pelatihan akan diperbarui agar sesuai dengan kebutuhan industri pendingin yang semakin mengarah pada teknologi ramah ozon dan iklim.

Teknisi AC Bukan Lagi Urusan Servis

Perubahan kebutuhan tersebut berkaitan erat dengan refrigeran yang digunakan dalam berbagai peralatan pendingin. Salah satu perhatian pemerintah adalah hidrofluorokarbon atau HFC. Senyawa ini tidak merusak lapisan ozon, tetapi memiliki potensi pemanasan global yang tinggi.

Cara teknisi menangani refrigeran, tambahnya menjadi bagian penting dari upaya mengurangi dampak lingkungan. Mulai dari pemasangan, perawatan, perbaikan hingga penggantian peralatan, semuanya membutuhkan penanganan yang tepat.

Keahlian itu kini diarahkan lebih jauh. Peluang kerja hijau di sektor pendingin mulai mencakup proses recovery, recycle, reclaim hingga pengelolaan limbah refrigeran.

Artinya, perkembangan industri pendingin ikut membuka ruang pekerjaan baru yang tidak hanya berkutat pada instalasi dan servis.

Standar Kompetensi Mulai Diperkuat

Untuk mendukung perubahan tersebut, KLH/BPLH dan Kementerian Ketenagakerjaan telah mengembangkan kurikulum pelatihan khusus bagi teknisi RAC selama hampir satu dekade terakhir.

Kurikulum mengacu pada teknologi yang ramah terhadap ozon dan iklim. Standarnya kemudian dibakukan melalui Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

Selain 4.121 teknisi, pemerintah juga memperkuat 340 instruktur dan 24 asesor yang berkaitan dengan kompetensi sektor pendingin.

Pada momen Hari Ozon Sedunia tahun ini, KLH/BPLH turut menyerahkan bantuan alat peraga pelatihan refrigerasi kepada 14 BBPVP dan BPVP di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan.

Peralatan tersebut diharapkan mendukung pelatihan teknisi agar kemampuan yang diberikan tidak berhenti pada teori, tetapi sesuai dengan kebutuhan pekerjaan di lapangan.

Industri Pendingin Ikut Berubah

Penguatan tenaga kerja merupakan bagian dari perubahan yang lebih besar dalam industri pendingin Indonesia. Dalam satu dekade terakhir, pemerintah mencatat alih teknologi ramah ozon dan iklim telah dilakukan pada empat manufaktur AC, delapan manufaktur refrigerasi, 21 industri busa berskala besar dan menengah, serta tiga sistem house poliuretan.

Program serupa juga menyentuh 201 usaha kecil dan menengah. Di sisi pengawasan, pengendalian bahan perusak ozon (BPO) dan HFC diperketat melalui kebijakan pembatasan impor. Sebanyak 914 petugas Bea dan Cukai telah ditingkatkan kapasitasnya untuk mendukung pengawasan tersebut.

Langkah itu menjadi bagian dari implementasi Amandemen Kigali yang mendorong pengurangan konsumsi HFC secara bertahap.

Dari AC ke Lapangan Kerja Hijau

Pemerintah menilai akses terhadap teknologi pendinginan yang aman, hemat energi dan terjangkau perlu diperluas, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah serta wilayah terpencil.

Maka itu, peran teknisi menjadi perhatian, apalagi disaat peralatan pendingin yang semakin banyak digunakan membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya mampu membuat AC kembali dingin, tetapi juga memahami bagaimana peralatan tersebut digunakan dan dikelola dengan lebih ramah lingkungan.

Peringatan Hari Ozon Sedunia 2026 yang mengusung tema global Global Action for a Cooler Planet pun tidak hanya menjadi momen untuk mengingat perlindungan lapisan ozon. Agenda itu menjadi dorongan untuk menyiapkan tenaga kerja baru yang mengikuti perubahan teknologi pendingin dan kebutuhan ekonomi hijau. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Naek Unto Apo Naek Kudo.. ????

    Naek Unto Apo Naek Kudo.. ????

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 979
    • 0Komentar

    Sore ini kejingokannyo Kacibob pecak kesal nian dari balek begawe, idak seperti biasonyo sehinggo membuat Jang Joe teheran-heran. Jang Joe : “ Kacibob ngapo pecak bingsal ini ??” Kacibob : “ biasolah Jang Joe lagi kesal nian samo jalan kito itu !!!!” Jang Joe : “ Jalan yang dimano nian itu yang buat bingsal thu […]

  • Update COVID-19 Muba: Kasus Sembuh Covid di Muba Bertambah 6 Orang, Positif Tidak Ada

    Update COVID-19 Muba: Kasus Sembuh Covid di Muba Bertambah 6 Orang, Positif Tidak Ada

    • calendar_month Minggu, 6 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 991
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Minggu (6/6/2021) mengkonfirmasi nihil penambahan kasus positif dan bertambah 6 kasus sembuh. “Tidak ada penambahan kasus positif dan bertambah 6 kasus sembuh per 6 Juni 2021,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Herryandi Sinulingga AP. Kadin Kominfo Muba ini menyebutkan, hingga 6 Juni 2021 ada sebanyak 1534 kasus diantaranya […]

  • Varian Delta Menyebar Cepat, Ini Penyebabnya!

    Varian Delta Menyebar Cepat, Ini Penyebabnya!

    • calendar_month Sabtu, 4 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 778
    • 0Komentar

    KITA sekarang tahu bahwa varian Delta dapat menyebar cepat, terutama di dalam ruangan penuh orang yang tidak #PakaiMasker dan belum divaksinasi. Cegah Varian Delta menginfeksi kita dengan #SemuaWajibPakaiMasker dan segera jadwalkan vaksinasi COVID-19 begitu vaksinnya tersedia. Hindari beraktivitas dengan orang lain atau di tempat ramai jika kita menunjukkan gejala COVID-19. Segera isolasi mandiri atau minta […]

  • Tolak Pungli Tanpa Sanksi Tegas, Pesan Mudah Menguap

    Tolak Pungli Tanpa Sanksi Tegas, Pesan Mudah Menguap

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 107
    • 0Komentar

    ADA kalimat yang sering terdengar ringan, tapi berat dijalankan “Jangan ada lagi pungli.” Saat Bupati Muba, H M Toha, menyampaikannya di halal bihalal bersama ASN, suasananya memang hangat. Tapi pesan itu  bukan hanya  ucapan lepas di momen lebaran. Kalimat seperti ini sudah terlalu sering beredar. Diulang, ditegaskan, bahkan dipasang di spanduk. Namun praktiknya masih saja […]

  • Wemade & Elympics Teken Milestone Kesepakatan Orientasi WEMIX PLAY

    Wemade & Elympics Teken Milestone Kesepakatan Orientasi WEMIX PLAY

    • calendar_month Selasa, 31 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.233
    • 0Komentar

    Pengembang game terkemuka Korea Wemade dan Elympics yang berbasis di Polandia, yang menawarkan seperangkat alat lengkap untuk membangun, mengamankan, menerapkan, dan menskalakan game kompetitif dengan mudah, telah menandatangani kesepakatan orientasi untuk Clash of Orbs.   Sumselterkini.co.id, Singapura, 30 Oktober 2023 (GLOBE NEWSWIRE) — Pengembang game terkemuka asal Korea, Wemade dan Elympics yang berbasis di Polandia, […]

  • Disebut Venesia dari Timur, Harno : Investor Tak Perlu Ragu Datang ke Palembang  

    Disebut Venesia dari Timur, Harno : Investor Tak Perlu Ragu Datang ke Palembang  

    • calendar_month Rabu, 17 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 777
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Dipandang sukses menjadi tuan rumah even Internasional, Konsultan Amerika pertebal jalinan persahabatan dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang. Tak perlu diragukan lagi kesuksesan Pemkot Palembang dalam menyelenggarakan even internasional seperti even akbar Asian Games XVII pertengahan Agustus lalu. Oleh sebab itu, Consul For Sumatra American Consulate Medan, Juha P Salin mengaku, sangat mengapresiasi […]

expand_less
WordPress Archive VG iFoody – Responsive WooCommerce WordPress Theme VG Mimosa – Modern Fashion WooCommerce WordPress Theme VG Oregon – Responsive WooCommerce WordPress Theme VG PostCarousel – Post Carousel for WordPress VG PostSlider – Post Slider for WordPress VG Rossi – Responsive WooCommerce WordPress Theme Viator Affiliate Widgets Manager Viavi Flickr Album Gallery Vibecast - Podcast Studio Elementor Pro Template Kit Vibra – Music WordPress Theme for DJs, Artists and Festivals