KRI Wahidin Menuju 4 Negara Pasifik, Bawa 1.000 Paket Bantuan
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 2 menit yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kemensos.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Sebanyak 1.000 paket bantuan bahan natura ikut dibawa KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 dalam pelayaran menuju kawasan Pasifik Selatan. Kapal TNI AL tersebut tidak hanya membawa ratusan personel, tetapi juga menjalankan misi kesehatan, kemanusiaan, dan diplomasi.
KRI Wahidin resmi diberangkatkan dari Dermaga 106 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (14/9/2026). Kapal ini akan menempuh pelayaran sekitar 60 hari dengan tujuan Vanuatu, Fiji, Solomon, dan Papua New Guinea.
Pelayaran dijadwalkan berlangsung hingga 12 November 2026. Sebanyak 318 personel dari TNI, Polri, kementerian dan lembaga, relawan, jurnalis, serta mahasiswa terlibat dalam Satgas Terpadu Port Visit 2026.
Selama berada di negara-negara tujuan, rombongan tidak hanya melakukan kunjungan resmi. Sejumlah kegiatan sosial telah disiapkan, mulai dari pelayanan kesehatan hingga pembagian bantuan kepada masyarakat.
Layanan medis umum dan gigi menjadi salah satu agenda utama. Selain itu, satgas juga membawa 800 bibit kelapa yang akan ditanam dalam rangkaian kegiatan di kawasan Pasifik Selatan.
Fasilitas ibadah juga masuk dalam agenda kemanusiaan. Satgas dijadwalkan melakukan renovasi fasilitas ibadah serta menggelar bakti sosial di sejumlah lokasi yang menjadi bagian dari rute pelayaran.
Kegiatan tersebut kemudian dipadukan dengan agenda diplomasi. Rombongan akan melakukan kunjungan kehormatan kepada pejabat setempat, diplomatic reception, open ship, pertukaran budaya, hingga olahraga bersama.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono yang hadir dalam pelepasan KRI Wahidin mengatakan misi tersebut menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk memperkuat hubungan dengan negara-negara sahabat di Pasifik Selatan.
“Pada hari ini saya menghadiri kegiatan pelepasan kapal dr. Wahidin Sudirohusodo-991 yang akan melakukan misi kesehatan, misi kemanusiaan, dan misi diplomasi ke negara-negara Pasifik Selatan,” kata Agus Jabo seusai acara pelepasan.
Menurut Agus Jabo, kegiatan kemanusiaan yang dilakukan selama pelayaran diharapkan berjalan sesuai sasaran. Ia juga melihat misi tersebut sebagai bagian dari upaya Indonesia membangun hubungan yang lebih erat dengan negara-negara sahabat.
“Mudah-mudahan kegiatan kemanusiaan tersebut bisa sesuai dengan apa yang ditargetkan dan negara kita sebagai negara besar bisa membantu merangkul negara-negara sahabat yang lain,” ujarnya.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago yang memimpin pelepasan menegaskan bahwa keberadaan KRI Wahidin di Pasifik Selatan tidak semata-mata membawa agenda pertahanan.
Menurut Djamari, kehadiran Indonesia di kawasan tersebut juga memiliki dimensi kemanusiaan dan diplomasi.
“Di Pasifik Selatan juga perlu mendapat sentuhan kemanusiaan oleh kita. Dan yang kedua adalah tugas diplomasi,” ujar Djamari.
Selain empat negara tujuan, Satgas Port Visit 2026 juga akan menjalankan kegiatan sosial di Wanam, Papua Selatan, dalam rangkaian pelayarannya.
Satgas tersebut dipimpin Kolonel Laut (P) Benedictus Hery Murwanto yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan KRI WSH-991.
Bagi Agus Jabo, misi tersebut bukan hanya tentang perjalanan sebuah kapal menuju sejumlah negara. Ia berharap kegiatan yang membawa pesan kemanusiaan itu ikut memperkuat hubungan Indonesia dengan negara lain sekaligus berkontribusi terhadap perdamaian.
“Maju terus TNI, mari kita junjung tinggi kemanusiaan, perdamaian abadi seluruh umat manusia di dunia,” tuturnya.(***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
