7.908 Lowongan Kerja Luar Negeri Palsu Dibabat, Pencari Kerja Wajib Waspada Modus Penipuan Digital
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 24 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : komdigi.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Sebanyak 7.908 konten iklan lowongan kerja luar negeri palsu telah diturunkan dari ruang digital sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Jumlah ini menjadi peringatan pencari kerja agar tidak mudah percaya pada tawaran pekerjaan yang beredar di internet.
Penindakan dilakukan Tim Patroli Siber Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).
Konten yang ditindak berupa iklan lowongan kerja luar negeri fiktif. Pemerintah menilai modus semacam ini bukan sekadar informasi pekerjaan yang tidak benar, tetapi sudah menjadi ancaman yang dapat merugikan masyarakat.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan ruang digital dimanfaatkan sebagai ladang untuk menipu pencari kerja.
“Januari hingga Agustus 2026, Tim Patroli Siber Kemkomdigi bersama BP2MI telah menurunkan 7.908 konten iklan lowongan kerja luar negeri fiktif. Ini menunjukkan penipuan berkedok lowongan kerja menjadi ancaman serius bagi masyarakat,” ujar Meutya di Jakarta Pusat, belum lama ini.
Menurut Meutya, masyarakat perlu semakin kritis ketika menemukan tawaran pekerjaan melalui internet. Apalagi, informasi lowongan kerja dapat dengan mudah disebarkan melalui berbagai kanal digital.
Pemerintah pun memastikan penindakan tidak berhenti pada konten yang sudah ditemukan.
Kemkomdigi bersama kementerian dan lembaga terkait, tambahnya akan memperkuat dan mempercepat langkah pemberantasan konten penipuan.
“Penindakan akan terus kami perkuat dan percepat bersama kementerian serta lembaga terkait. Pelaku kejahatan tidak boleh leluasa memanfaatkan ruang digital untuk mencari korban,” tegasnya.
Dia menambahkan masyarakat diminta tidak terburu-buru memberikan data pribadi ketika menemukan tawaran kerja di internet.
Meutya menambahkan pencari kerja untuk memastikan terlebih dahulu informasi pekerjaan yang diterima benar-benar berasal dari kanal resmi.
Langkah sederhana ini penting sebelum masyarakat menyerahkan data kepada pihak yang menawarkan pekerjaan.
“Masyarakat juga harus memastikan informasi lowongan kerja berasal dari kanal resmi sebelum memberikan data,” katanya.
Jika menemukan iklan mencurigakan atau indikasi penipuan lowongan kerja, masyarakat juga diminta segera melaporkannya melalui kanal aduan resmi.
Dengan temuan 7.908 konten lowongan kerja luar negeri fiktif dalam delapan bulan, pesan pemerintah jelas, jangan mudah tergiur tawaran kerja di internet sebelum memastikan sumber dan keasliannya. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
