Kamis, 5 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » IUU Fishing Bukan Cuma Soal Ikan, Kenapa ILO Ikut Urusi Awak Kapal?

IUU Fishing Bukan Cuma Soal Ikan, Kenapa ILO Ikut Urusi Awak Kapal?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
  • visibility 41
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Selama ini, istilah Illegal, Unreported and Unregulated Fishing atau IUU Fishing identik dengan kapal ilegal, alat tangkap yang melanggar aturan hingga pencurian ikan.

Namun, ada persoalan lain yang kini ikut dibawa ke meja pembahasan, salah satunya misalnya, nasib awak kapal yang bekerja di dalamnya.

Itulah alasan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) ikut terlibat dalam pembahasan pemberantasan IUU Fishing di kawasan. Bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), ILO mendorong agar pengawasan terhadap kapal perikanan tidak berhenti pada ikan dan dokumen, tetapi juga melihat keselamatan serta kondisi kerja awak kapal.

Persoalan ini dibahas dalam lokakarya regional “Memperkenalkan Kondisi Kerja Layak di Sektor Perikanan” yang digelar Sekretariat Regional Plan of Action to Promote Responsible Fishing Practices including Combating IUU Fishing (RPOA-IUU) bersama ILO di Jakarta, 15-16 September 2026.

Mengapa isu ketenagakerjaan bisa masuk ke pemberantasan IUU Fishing?

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pung Nugroho Saksono atau Ipunk  menjelaskan  ada kaitan yang tidak bisa diabaikan.

Menurut dia, illegal fishing dalam sejumlah kasus dapat berasosiasi dengan pelanggaran ketenagakerjaan, pengabaian keselamatan hingga eksploitasi awak kapal.

Pengawasan kapal menurutunya, tidak cukup hanya memastikan apakah kapal memiliki dokumen yang benar atau menggunakan alat tangkap yang sesuai.

“IUU Fishing bukan hanya persoalan pencurian ikan saja,” ujar Ipunk dalam siaran resmi di Jakarta, Senin (21/9/2026) dikutip selasa.

Menurut dia, seluruh aspek operasional kapal perlu diperiksa, mulai dari legalitas, dokumen, alat tangkap dan hasil tangkapan hingga kondisi kerja serta keselamatan awak kapal.

Di sinilah persoalan IUU Fishing bertemu dengan isu ketenagakerjaan.

Kapal yang beroperasi secara bertanggung jawab, menurut KKP, tidak cukup hanya memenuhi aturan perikanan. Orang-orang yang bekerja di dalam kapal juga harus mendapat perlindungan.

“Kami ingin memastikan kapal yang beroperasi di wilayah perairan Indonesia tidak hanya patuh terhadap ketentuan perikanan, tetapi juga menjamin keselamatan dan kondisi kerja yang layak bagi awak kapalnya,” kata Ipunk.

Bukan Hanya Urusan Indonesia

Masalah tersebut tidak berdiri sendiri di Indonesia.

Lokakarya dua hari itu mempertemukan negara-negara peserta RPOA-IUU dengan pakar dari ILO, FAO, WCPFC dan FFA, serta otoritas ketenagakerjaan, penegak hukum dan perwakilan asosiasi serikat pekerja perikanan.

Pembahasannya diarahkan pada satu persoalan besar: bagaimana negara-negara di kawasan dapat mendeteksi ketidakpatuhan kapal sekaligus mencegah eksploitasi tenaga kerja perikanan.

Sekretaris Ditjen PSDKP sekaligus Direktur Eksekutif Sekretariat RPOA-IUU, Saiful Umam, mengatakan perikanan yang bertanggung jawab tidak hanya berbicara mengenai keberlanjutan stok ikan.

Ada aspek sosial yang juga harus diperhatikan.

“Kami mendorong negara-negara anggota RPOA-IUU untuk terus meningkatkan kondisi kerja layak dalam sistem pengelolaan perikanan nasionalnya guna mewujudkan perikanan yang aman, adil, dan bertanggung jawab di seluruh kawasan serta mencegah illegal fishing,” ujar Saiful.

Standar Awak Kapal Mulai Didorong

Pembahasan kemudian masuk ke standar internasional.

Peserta lokakarya membahas Konvensi ILO Nomor 188 tentang Pekerjaan dalam Penangkapan Ikan 2007, yang mencakup kondisi kerja, keselamatan dan kesehatan kerja, pelayanan medis serta jaminan sosial.

Standar regional yang diterapkan Western and Central Pacific Fisheries Commission (WCPFC) dan ASEAN juga ikut dibahas.

Salah satu fokusnya adalah bagaimana standar ketenagakerjaan internasional tersebut dapat diintegrasikan ke dalam kerangka kerja RPOA-IUU.

Dengan pendekatan ini, pemberantasan IUU Fishing tidak lagi semata-mata soal apakah ikan ditangkap secara ilegal.

Ada manusia yang bekerja di balik aktivitas tersebut.

Dan ketika keselamatan, kondisi kerja hingga dugaan eksploitasi awak kapal ikut menjadi perhatian, pengawasan terhadap kapal perikanan pun dituntut melihat persoalan secara lebih menyeluruh. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Optimistis Pelabuhan Tanjung Carat Jadi Gerbang Ekspor Andalan Sumsel

    Optimistis Pelabuhan Tanjung Carat Jadi Gerbang Ekspor Andalan Sumsel

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 957
    • 0Komentar

    Provinsi Sumsel optimistis Pelabuhan Tanjung Carat, di Kabupaten Banyuasin menjadi gerbang ekspor andalan Sumsel.   OPTIMISTIS tersebut diungkapkan Gubernur Sumsel Herman Deru saat ia meninjau langsung lokasi pelabuhan Tanjung Carat sluas lahan 2.170 Hektare, kemarin. “Selain menjadi tempat penampungan hasil bumi Sumsel, Tanjung Carat ini nanti dihadapkannya dapat menyerap tenaga kerja besar-besaran,”katanya. Meninjau Pembangunan Pelabuhan […]

  • Dorong Minat Baca, Gubernur Titipkan Enam Pesan

    Dorong Minat Baca, Gubernur Titipkan Enam Pesan

    • calendar_month Jumat, 10 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 615
    • 0Komentar

    MENYADARI betapa pentingnya menumbuhkan  minat baca masyarakat, Gubernur Sumsel Herman Deru terus memaksimalkan peran Bapak/Bunda Literasi se-Sumsel  melalui penyediaan sarana dan perasarana literasi dibeberapa tempat berkumpulnya masyarakat.   Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Sumsel Dr. H. Rosyidin Hasan, M.Pdi saat membuka Workshop Bapak/Bunda Literasi, Duta Literasi, dan Penggiat […]

  • Bawa Misi Pertukaran Budaya, Mapala Daki Gunung Mt ElBrus Rusia

    Bawa Misi Pertukaran Budaya, Mapala Daki Gunung Mt ElBrus Rusia

    • calendar_month Senin, 30 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.160
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Bawa misi pertukaran budaya, Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Alfedya, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Palembang (FEB UMP), memberangkatkan tiga anggotanya untuk melakukan Ekspedisi Pendakian Songket Sriwijaya Tertinggi Mt Elbrus Rusia 5.642 MDPL. Ekspedisi bertajuk ‘Songket Sriwijaya Menyapa Eropa’ dengan anggota tim Riza Husin, Faldi Riswandi, dan Riki Andriansyah, akan berangkat ke […]

  • Atthahirah Natasya Rahma: Selama Pandemi Tetap Rutin Latihan Olah Suara

    Atthahirah Natasya Rahma: Selama Pandemi Tetap Rutin Latihan Olah Suara

    • calendar_month Sabtu, 26 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.896
    • 0Komentar

    SEKARANG, di masa pandemi, Atahira mengakui benar-benar tak bisa beraktivitas seperti biasa. Sekolah pun, belajar daring. “Kalau kita nyanyi, gimana ya mau bisa manggung kalau semuanya aktif di daring. Kita semua pada suka #dirumah saja karena protokol kesehatan,” ujar Atthahirah Natasya Rahma. Meski demikian, Atahira yang bisa main piano ini, masih rajin berlatih di rumah. […]

  • Jaga Stabilitas Harga Pangan, Anak Perusahaan Pusri Ini Bantu Bulog Jual Beras Medium ke Masyarakat

    Jaga Stabilitas Harga Pangan, Anak Perusahaan Pusri Ini Bantu Bulog Jual Beras Medium ke Masyarakat

    • calendar_month Senin, 16 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.271
    • 0Komentar

    “PT Pupuk Indonesia memberi penugasan kepada anak perusahaannya, seperti di Palembang  Kopsri sebagai perpanjangan tangan Pusri untuk menyalurkan beras medium kepada masyarakat,”

  • Begini Pesan Menristek  Terkait Bisnis Startup

    Begini Pesan Menristek  Terkait Bisnis Startup

    • calendar_month Rabu, 7 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 877
    • 0Komentar

    Mampu memasarkan produk- produk dalam negeri.

expand_less
WordPress Archive Credia Banking & Business Loan Elementor Template Kit Credigi – Digital Bank & Credit Card Elementor Template Kit Creedy – Religion WordPress Theme Crems – Bakery, Chocolate Sweets & Pastry WordPress Theme Creptaam – Bitcoin, ICO Landing and Cryptocurrency Creptaam – Bitcoin, ICO Landing and Cryptocurrency WordPress Theme Crespo – Fast Food Restaurant Elementor Template Kit Cresta – IT Solutions & Technology WordPress Theme Creta – Flower Shop WooCommerce WordPress Theme Crete – Personal Portfolio and Creative Agency WordPress Theme