Senin, 21 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Kunjungi Way Kambas, Dubes Norwegia Tanya Soal Gajah, “Unchain?” Ini Jawab Menhut

Kunjungi Way Kambas, Dubes Norwegia Tanya Soal Gajah, “Unchain?” Ini Jawab Menhut

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 30 menit yang lalu
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Mengunjungi Way Kambas, Lampung, Minggu (20/9), Duta Besar Norwegia untuk Indonesia Kaja Glomm melihat langsung gajah-gajah jinak di kawasan tersebut.

Saat melihat gajah-gajah itu, Kaja Glomm kemudian melontarkan pertanyaan sederhana kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

“That’s the ambition, to unchain?”

Raja Juli menjawab singkat.

“Yes.”

Jawaban pendek itu ternyata berkaitan dengan rencana yang lebih besar dalam pengelolaan gajah di Way Kambas.

Penggunaan rantai pada gajah-gajah jinak diharapkan bisa dikurangi secara bertahap setelah sistem pengamanan kawasan, pengawasan, dan kemampuan adaptasi satwa semakin siap.

Jadi, melepas rantai bukan hanya  membuka ikatan pada gajah. Ada sistem yang harus dibangun terlebih dahulu agar gajah tetap aman, begitu pula masyarakat dan petugas yang berada di sekitar kawasan.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah pembangunan barrier atau pembatas kawasan untuk mencegah gajah keluar menuju permukiman dan lahan masyarakat.

Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari sistem mitigasi interaksi negatif antara manusia dan Gajah Sumatera di sekitar Taman Nasional Way Kambas (TNWK).

Saat berada di lapangan, Raja Juli melihat langsung perkembangan pembangunan barrier tersebut. Brigjen TNI Sriyanto, Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatera di TNWK, turut menjelaskan perkembangan sistem mitigasi kepada rombongan.

Pembatas itu tidak hanya dibuat sebagai garis pemisah antara kawasan hutan dan permukiman. Sistemnya diarahkan untuk membantu mengendalikan pergerakan gajah sekaligus meningkatkan keamanan masyarakat di sekitar kawasan.

Bukan Berarti Gajah Langsung Dilepas

Jawaban “Yes” Raja Juli bukan berarti gajah-gajah jinak di Way Kambas bisa langsung dilepas begitu saja.

Ada proses yang harus dilalui. Gajah perlu beradaptasi secara bertahap, sementara barrier, pengawasan, dan sistem keamanan kawasan harus semakin siap.

Dengan kondisi tersebut, penggunaan rantai diharapkan dapat dikurangi secara bertahap.

Di sinilah pertanyaan Kaja Glomm menjadi menarik. Pembicaraan singkat soal “unchain” ternyata berkaitan dengan pekerjaan yang jauh lebih besar, yakni menciptakan kondisi agar gajah bisa mendapatkan ruang hidup yang lebih bebas tanpa meningkatkan risiko bagi masyarakat maupun petugas.

Mitigasi interaksi manusia dan gajah di sekitar Way Kambas juga tidak hanya mengandalkan pembatas fisik.

Pendekatan berbasis alam seperti pagar sarang lebah dan tanaman yang tidak disukai gajah turut dikembangkan untuk membantu mencegah satwa mendekati area masyarakat.

Way Kambas Tak Hanya Soal Gajah

Kunjungan Raja Juli bersama Kaja Glomm ke Way Kambas juga melihat persoalan lain, yakni kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pengendalian karhutla menjadi bagian penting dalam perlindungan kawasan karena habitat satwa di Way Kambas harus tetap terjaga dari ancaman kebakaran.

Oleh karena itu, pengelolaan TNWK tidak hanya berfokus pada satu persoalan. Perlindungan kawasan mencakup pencegahan karhutla, pengamanan habitat, mitigasi interaksi manusia dan gajah, hingga konservasi satwa lainnya seperti Badak Sumatera.

Sehingga diharapkan, pembangunan barrier menjadi bagian dari sistem perlindungan yang lebih luas. Tujuannya bukan hanya mencegah gajah keluar kawasan, tetapi juga menciptakan kondisi yang lebih aman bagi satwa dan masyarakat yang hidup berdampingan di sekitar Way Kambas.

Targetnya: Gajah Lebih Bebas

Pertanyaan “Unchain?” dari Kaja Glomm pada akhirnya membuka gambaran mengenai target yang ingin dicapai dalam pengelolaan gajah jinak di Way Kambas.

Gajah diharapkan tidak selamanya bergantung pada rantai. Namun, perubahan itu harus mengikuti kesiapan infrastruktur, sistem pengawasan, perilaku masing-masing gajah, serta kemampuan satwa untuk beradaptasi.

Keselamatan masyarakat dan petugas tetap menjadi bagian penting dari proses tersebut.

Sementara, jawaban “Yes” Raja Juli lebih tepat dipahami sebagai arah yang ingin dicapai, bukan tanda bahwa seluruh proses sudah selesai. Di Way Kambas, upaya membuat gajah lebih bebas justru berjalan bersamaan dengan pembangunan sistem pengamanan yang lebih kuat.

Dan semuanya bermula dari satu pertanyaan sederhana yang dilontarkan Dubes Norwegia setelah melihat gajah-gajah jinak di kawasan tersebut “Unchain?” (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Angka Kematian Menurun, Mendes PDTT Apresiasi Relawan Desa Lawan Covid

    Angka Kematian Menurun, Mendes PDTT Apresiasi Relawan Desa Lawan Covid

    • calendar_month Minggu, 16 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 736
    • 0Komentar

    MENTERI Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim, memberikan apresiasi kepada para Relawan Desa Lawan COVID-19 yang telah bekerja keras tanpa lelah selama pandemi Corona. Hasil kerja keras relawan desa yang bersinergi dengan para pemangku kepentingan lainnya dinilai terlihat rendahnya jumlah korban meninggal akibat COVID-19 di seluruh desa di Indonesia, jika dibandingkan […]

  • Bayi Hasil Rekayasa Genetik Lahir, Diklaim Kebal HIV

    Bayi Hasil Rekayasa Genetik Lahir, Diklaim Kebal HIV

    • calendar_month Minggu, 2 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.810
    • 0Komentar

    SEORANG – ilmuwan dari Tiongkok bernama Profesor He Jiankui yang berasal dari Southern University of Science and Technology (SUST) di kota Shenzhen melakukan sebuah prosedur medis yang sangat kontroversial, yakni menciptakan bayi rekayasa genetik. Bayi ini diklaim kebal dari penyakit HIV. Meskipun terlihat seperti sesuatu yang hebat, banyak orang yang menganggap penelitian ini sebagai sebuah pelanggaran serius, […]

  • Closing Project Financing, Pertamina Raih USD 3,1 Miliar

    Closing Project Financing, Pertamina Raih USD 3,1 Miliar

    • calendar_month Senin, 26 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.972
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta – Sebagai langkah percepatan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yaitu Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan, PT Pertamina (Persero) hari ini melaksanakan kegiatan Project Financing Closing Ceremony untuk RDMP Kilang Balikpapan. Kegiatan ini merupakan milestone penting dalam perkembangan proyek dimana Pertamina telah berhasil mendapatkan dukungan pendanaan proyek sekitar USD 3,1 miliar. Sub […]

  • Agar Pelaku UMKM & UMI di Indonesia Leluasa Pasarkan Produk dalam Negeri, Kominfo Dukung akses Jaringan Internet merata di Seluruh Indonesia

    Agar Pelaku UMKM & UMI di Indonesia Leluasa Pasarkan Produk dalam Negeri, Kominfo Dukung akses Jaringan Internet merata di Seluruh Indonesia

    • calendar_month Senin, 22 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 965
    • 0Komentar

    KEMENRTRIAN Komunikasi dan Informatika mendukung penyediaan akses jaringan internet yang merata di seluruh wilayah Indonesia agar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Ultra Mikro (UMi) untuk memasarkan produk dalam negeri secara online. “Kominfo memberikan dukungan yang luar biasa untuk onboarding UMKM dan UMi untuk memasarkan produknya secara digital. Kita akan bekerja keras untuk memastikan internet link […]

  • Kepala BNPB Tinjau Lokasi Terdampak Gempa

    Kepala BNPB Tinjau Lokasi Terdampak Gempa

    • calendar_month Sabtu, 15 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.327
    • 0Komentar

    KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, meninjau langsung lokasi terdampak gempabumi M 6,6 di Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Sabtu (15/1/2022). Peninjauan tersebut dilakukan Suharyanto setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan kerja di tiga tempat, yakni Bali, Banyuwangi dan Lumajang sejak Kamis (12/1), dengan agenda penguatan sarana, prasarana dan kesiapan Bali-Banyuwangi dalam mengantisipasi COVID-19 varian […]

  • Jangan Salah Baca Hotspot Karhutla, Titik Merah di SiPongi+ Belum Tentu Kebakaran

    Jangan Salah Baca Hotspot Karhutla, Titik Merah di SiPongi+ Belum Tentu Kebakaran

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Titik merah yang muncul di peta pemantauan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sering kali langsung dianggap sebagai tanda kebakaran. Padahal, membaca data hotspot tidak sesederhana melihat warna pada peta. Kementerian Kehutanan terus memantau perkembangan Karhutla di sejumlah provinsi prioritas. Di tengah penanganan tersebut, jumlah hotspot nasional berdasarkan pantauan terbaru disebut terus menurun. Meski […]

expand_less
WordPress Archive Flex Mag – Responsive WordPress News Theme FLEX – Multi-Purpose Joomla Template Flexblog – A Personal WordPress Blog Theme Flexbox Tables Flexible Checkout Fields PRO WooCommerce Flexible Multipurpose Theme | Flare Flexible Table Pricing Matrix for WooCommerce FlexiBlog – React Gatsby Multipurpose Blog Theme Flexy – Agency & Portfolio WP Theme Flickomatic Automatic Post Generator and Flickr Auto Poster Plugin for WordPress