Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » ASN Fleksibel, 2.708 Pegawai Kemensos ‘Menghilang’

ASN Fleksibel, 2.708 Pegawai Kemensos ‘Menghilang’

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
  • visibility 113
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HARI pertama masuk kerja usai libur panjang Lebaran justru diwarnai temuan mencolok di Kementerian Sosial pasalnya dari total 46.090 aparatur sipil negara (ASN), sebanyak 2.708 pegawai tercatat tidak hadir tanpa keterangan.

Angka ini muncul ditengah penerapan sistem kerja fleksibel yang selama ini digadang memberi keleluasaan sekaligus menuntut tanggung jawab lebih tinggi.

Di era kerja yang tak lagi terpaku meja kantor, apakah disiplin justru makin sulit dilacak,? fenomena ini langsung memantik pertanyaan sederhana,

Di atas kertas, pola kerja di Kemensos sudah sangat adaptif, ribuan pegawai tidak lagi harus datang ke kantor setiap hari.

Sebanyak 3.683 bekerja dari kantor (work from office), 5.071 bekerja dari mana saja (work from anywhere), dan mayoritas 34.284 orang menggunakan skema flexible working arrangement yang memberi kelonggaran waktu dan lokasi kerja.

Sistem ini seharusnya menjadi jawaban atas tuntutan zaman, yaitu kerja lebih lincah, efisien, dan berbasis hasil.

Namun di sisi lain, fleksibilitas juga membawa konsekuensi pengawasan tidak lagi sesederhana absen pagi dan sore.

Celah itu mulai terlihat, ketika ribuan pegawai tidak tercatat hadir tanpa keterangan di hari pertama kerja, persoalannya bukan sekadar soal “bolos massal”

Sehingga menyentuh lapisan yang lebih dalam, apakah sistem monitoring sudah cukup kuat, atau justru masih tertinggal dari perubahan pola kerja?

Bagi sebagian ASN, transisi dari libur panjang ke ritme kerja memang bukan perkara mudah.

Euforia Lebaran, perjalanan mudik, hingga kelelahan fisik kerap membuat hari pertama terasa seperti perpanjangan libur yang tak resmi. Namun dalam sistem kerja modern, alasan seperti itu semakin sulit ditoleransi.

Apalagi, publik kini menaruh ekspektasi lebih tinggi terhadap kinerja aparatur negara.

Kementerian Sosial tampaknya menyadari betul risiko ini, tidak hanya melakukan inspeksi mendadak, langkah lanjutan langsung disiapkan.

Seluruh pegawai yang tidak hadir tanpa keterangan diwajibkan mengikuti apel pembinaan, baik secara langsung maupun daring.

Langkah ini bukan sekadar formalitas sebab merupakan  sinyal  bahwa fleksibilitas bukan berarti kebebasan tanpa batas.

Lebih jauh, mekanisme sanksi juga disiapkan.

Dalam sistem kepegawaian, pelanggaran disiplin memiliki spektrum hukuman, mulai dari ringan hingga berat.

Bahkan, dampaknya bisa langsung terasa secara finansial melalui pemotongan tunjangan kinerja.

Di Kemensos, ketidakhadiran tanpa alasan yang jelas dapat berujung pada pemotongan tunjangan sebesar 3 persen per hari.

Konsistensi profesional

Angka yang mungkin terlihat kecil di atas kertas, namun cukup signifikan jika terjadi berulang.

Oleh sebab itu,  disiplin bukan lagi hanya soal hadir atau tidak, tetapi soal konsistensi profesional.

Menariknya, isu kedisiplinan ini juga bersinggungan dengan hal lain yang kerap muncul pasca lebaran potensi gratifikasi.

Tradisi saling memberi di momen hari raya, jika tidak diawasi, bisa bergeser menjadi praktik yang melanggar aturan.

Karena itu, selain memperketat kehadiran, Kemensos juga membuka kanal pengaduan bagi masyarakat.

Publik diberi ruang untuk ikut mengawasi, melaporkan jika ada pelanggaran, baik terkait disiplin maupun gratifikasi.

Pendekatan ini menunjukkan perubahan arah pengawasan tidak lagi sepenuhnya internal, tetapi melibatkan kontrol sosial dari luar.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan  temuan ribuan pegawai tanpa keterangan ini tidak akan dibiarkan begitu saja.

Data yang sudah tercatat akan ditelusuri lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya, sekaligus menentukan langkah pembinaan dan sanksi yang sesuai.

“Untuk itu kepada 2.708 orang yang sudah tercatat nama dan NIK-nya semuanya wajib mengikuti apel besok jam 10 pagi dalam rangka pembinaan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pemerintah memiliki instrumen untuk mengukur dan menindak tingkat kedisiplinan pegawai.

“Hukuman itu bisa ringan, sedang, atau berat, ini pembelajaran bagi seluruh pegawai bahwa kami punya pengawasan,” tambahnya.

Pada akhirnya, kasus ini menjadi cermin dari tantangan baru birokrasi modern.

Ketika sistem kerja berubah menjadi lebih fleksibel, ukuran disiplin pun ikut bergeser, bukan lagi sekadar hadir secara fisik, tetapi hadir dalam tanggung jawab.

Dan di antara angka 2.708 itu, tersimpan satu pesan sederhana fleksibilitas hanya akan bekerja jika diimbangi dengan kesadaran profesional. Tanpa itu, kebebasan justru bisa berubah menjadi celah. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Usai Safari Subuh, Harno Serahkan Klaim JKM

    Usai Safari Subuh, Harno Serahkan Klaim JKM

    • calendar_month Selasa, 21 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 997
    • 0Komentar

    Pemkot Palembang akan terus mendorong seluruh Pegawai PDAM untuk ikut dalam program BPJS Ketenagakerjaan secara mandiri.

  • Gelar Rekonstruksi, Motif Pembunuhan Malam Takbiran Terungkap

    Gelar Rekonstruksi, Motif Pembunuhan Malam Takbiran Terungkap

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.143
    • 0Komentar

    POLISI menggelar rekonstruksi pembunuhan di Sukarami pada malam hari raya Idul Fitri atau pada 23 Mei lalu. TH, seorang remaja berusia 16 tahun warga Alang Alang Lebar, ditetapkan sebagai tersangka setelah terbukti menghabisi nyawa korban berinisial KL, usia 18 tahun. Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono menerangkan, peristiwa bermula saat tersangka terlibat perkelahian dengan seseorang […]

  • Alex Noerdin Paparkan Progres Asian Games kepada FKMT

    Alex Noerdin Paparkan Progres Asian Games kepada FKMT

    • calendar_month Selasa, 12 Jun 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 853
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang-Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin semakin gencar menggaungkan Asian Games 2018. Alex Noerdin kembali mensosialisasikan Asian Games kepada Forum Koordinasi Majelis Taklim (FKMT) se-Kota Palembang di Griya Agung, . Senin (11/6/2018). Tampak hadir pada acara ini, Kepala Kanwil Kementerian Agama Sumsel Al Fajri Zabidi, Kepala Kementerian Agama Kota Palembang Deni Priansyah, Ketua FKMT Darami, […]

  • Xoxoday Bermitra dengan Workato untuk Ubah Penghargaan dan Pengakuan

    Xoxoday Bermitra dengan Workato untuk Ubah Penghargaan dan Pengakuan

    • calendar_month Selasa, 9 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.006
    • 0Komentar

      SINGAPURA –  Xoxoday, platform hadiah dan insentif terkemuka, hari ini mengumumkan kemitraan strategis baru dengan Workato, platform otomatisasi dan integrasi perusahaan terkemuka. Kemitraan ini akan memungkinkan Xoxoday untuk membuat program penghargaan dan pengakuan karyawan dan pelanggan otomatis yang sangat dipersonalisasi untuk kliennya.   Platform Xoxoday menyediakan berbagai solusi keterlibatan karyawan dan pelanggan, termasuk program […]

  • Kerugian Negara di Wilayah Sumbagtim dari  Rokok Polos Tanpa Pita Cukai Capai Rp12 Miliar

    Kerugian Negara di Wilayah Sumbagtim dari  Rokok Polos Tanpa Pita Cukai Capai Rp12 Miliar

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 845
    • 0Komentar

    KEPALA Kanwil DJBC (Direktorat Jenderal Bea Cukai) Sumatra Bagian Timur [Sumbagtim],Dwijo Muryono menyebutkan Kerugian Negara di Wilayah Sumbagtim dari  Rokok Polos Tanpa Pita Cukai Mencapai Rp12 Miliar. Kerugian itu salah satu penyumbang tidak tercapainya APBN 2019. “Kelalaian pola pengawasan barang ilegal, terutama penyelundupan jenis rokok tak berizin, salah satu dampaknya,” katanya dalam konferensi pers capaian […]

  • Setahun Ratu Dewa, Dari Klaim Data ke Uji Lapangan

    Setahun Ratu Dewa, Dari Klaim Data ke Uji Lapangan

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 109
    • 0Komentar

    SETAHUN memimpin Palembang, Wali Kota Ratu Dewa memaparkan capaian pembangunan. Pertumbuhan ekonomi meningkat, angka kemiskinan menurun, inflasi terkendali, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masuk kategori sangat tinggi, dan tingkat pengangguran terbuka berkurang. Secara data, arah pembangunan terlihat positif, namun ukuran utama tidak berhenti pada angka, melainkan sejauh mana dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat. Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) […]

expand_less
WordPress Archive Mato – Movie Studios and Filmmakers WordPress Theme Matour – Tour & Travel Agency FSE WordPress Theme MauiKit – Xaml UI templates for .NET MAUI Maven – Business Agency Elementor Template Kit Max Mega Menu Pro Maxazine | Magazine WordPress Theme Maxbizz – Consulting & Financial Elementor WordPress Theme MaxCoach - Online Courses, Personal Coaching & Education WP Theme Maxi – Gutenberg Magazine & News Theme Maxify | Startup & Business News WordPress Blog Theme