Kamis, 24 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » 800 Kg Ketamin di Natuna, BNN Telusuri Kaitan Fuchangxing I dan MV Ashley

800 Kg Ketamin di Natuna, BNN Telusuri Kaitan Fuchangxing I dan MV Ashley

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
  • visibility 25
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Pengungkapan 800 kilogram barang yang diduga ketamin di perairan Natuna Utara, Kepulauan Riau, tidak berhenti pada penemuan di satu kapal. Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama tim gabungan kini menelusuri kemungkinan keterkaitan dua kapal yang diamankan dalam pengembangan kasus tersebut.

Dua kapal yang menjadi perhatian petugas adalah Fuchangxing I dan MV Ashley. Pemeriksaan terhadap keduanya dilakukan untuk mencari petunjuk mengenai jalur masuk barang, hubungan antarpihak, hingga dugaan jaringan peredaran narkotika lintas negara.

Kasus ini bermula ketika tim gabungan yang terdiri dari BNN, Polda Kepulauan Riau, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melakukan pengembangan informasi terkait aktivitas kapal yang dicurigai.

Pada 24 Agustus 2026, petugas memeriksa kapal Fuchangxing I. Dari pemeriksaan tersebut ditemukan sekitar 800 kilogram barang yang berdasarkan pemeriksaan awal diduga mengandung Ketamine HCl.

Barang tersebut berada di bagian buritan kapal dan dikemas dalam 40 karung.

Temuan dalam jumlah besar itu kemudian menjadi pintu masuk bagi penyidik untuk mengembangkan pemeriksaan lebih jauh. Tidak hanya soal barang bukti, petugas juga berusaha mengetahui dari mana barang tersebut berasal dan siapa saja yang mungkin berkaitan dengan pergerakannya.

Sehari setelah pemeriksaan Fuchangxing I, tim gabungan mengamankan MV Ashley pada 25 Agustus 2026.

MV Ashley kemudian dibawa menuju Dermaga Bea dan Cukai Batam di kawasan Tanjung Uncang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kehadiran dua kapal dalam rangkaian pengembangan tersebut membuat penyidik tidak hanya melihat kasus sebagai temuan narkotika dalam jumlah besar. Ada kemungkinan hubungan tertentu yang masih didalami antara kapal, perjalanan, maupun pihak-pihak yang berada di balik aktivitas tersebut.

Petugas juga memeriksa sejumlah bagian kapal yang berpotensi digunakan untuk menyembunyikan barang. Dokumen perjalanan, alat komunikasi dan catatan aktivitas kapal ikut ditelusuri untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap.

Namun, keterkaitan antara Fuchangxing I dan MV Ashley masih menjadi bagian dari penyelidikan. Tim gabungan masih harus memastikan hubungan kedua kapal tersebut berdasarkan bukti yang ditemukan selama pemeriksaan.

Ketamin Tak Lagi Hanya Jadi Temuan di Kapal

Kasus di Natuna juga memperlihatkan persoalan ketamin tidak hanya berkaitan dengan penyelundupan dalam jumlah besar.

BNN sebelumnya menemukan indikasi penggunaan ketamin dalam cairan vape. Sepanjang 2026, lembaga tersebut telah menguji 1.434 sampel cairan vape.

Hasilnya, sebanyak 1.420 sampel atau sekitar 99 persen dinyatakan positif mengandung narkotika, termasuk ketamin.

Temuan itu menjelaskan adanya perkembangan modus dalam penyalahgunaan zat tersebut. Ketamin ditemukan dalam bentuk cair yang digunakan pada cartridge vape, bahkan dalam sejumlah kasus dicampurkan dengan zat narkotika lainnya.

Kondisi ini menjadi perhatian karena vape dapat digunakan sebagai media untuk menyamarkan penggunaan zat terlarang dalam bentuk yang berbeda dari narkotika konvensional.

Menurut BNN, perkembangan itu menjadi alasan untuk mendorong penguatan aturan mengenai ketamin.

BNN menilai ketamin perlu segera masuk dalam penggolongan narkotika dalam sistem hukum nasional. Penguatan regulasi dinilai penting agar aparat memiliki instrumen hukum yang lebih kuat dalam menangani penyalahgunaan maupun peredaran gelap ketamin.

Dorongan itu muncul bersamaan dengan pengungkapan kasus 800 kilogram barang diduga ketamin di Natuna. Artinya, persoalan yang dihadapi bukan hanya mengenai besarnya barang bukti, tetapi juga bagaimana pola peredarannya terus berkembang.

Saat ini, tim gabungan masih mengembangkan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Penelusuran diarahkan untuk mengetahui jaringan yang terlibat, jalur distribusi yang digunakan, serta pihak-pihak yang diduga memiliki hubungan dengan peredaran barang tersebut.

Seluruh proses pemeriksaan terhadap kapal dan barang bukti dilakukan untuk memastikan rangkaian fakta sebelum perkara diproses lebih lanjut sesuai ketentuan hukum. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Percepat Akses Pendidikan, Pemerintah Luncurkan Platform Mandiri Belajar

    Percepat Akses Pendidikan, Pemerintah Luncurkan Platform Mandiri Belajar

    • calendar_month Sabtu, 9 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 728
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Agama bersama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika meluncurkan aplikasi pembelajaran digital yang diberi nama Platform Mandiri Belajar agar siswa dapat mengakses pelajaran lebih mudah. Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas mengatakan bahwa kehadiran Platform Mandiri Belajar ini ditujukan sebagai upaya Kementerian Agama dalam melayani siswa madrasah agar bisa mengakses pendidikan yang mudah dijangkau. “Semoga platform […]

  • Perpustakaan Keliling, Tanamkan Cinta Buku Anak-anak Desa  

    Perpustakaan Keliling, Tanamkan Cinta Buku Anak-anak Desa  

    • calendar_month Sabtu, 3 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.071
    • 0Komentar

    TANAMKAN Budaya Literasi Keluarga untuk Membangun Karakter Generasi Membaca dan Berbudaya Menuju Muba Maju Berjaya 2022,’  itu tema lomba yang diangkat lomba Bertutur/Bercerita tingkat SD/MI se Kabupaten Muba yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK). Lomba ini  dibuka langsung Bunda Baca Kabupaten Muba Hj Thia Yufada, kemarin. Dalam pesannya, ia mengapresiasi DPK Muba yang telah […]

  • Dihadapan Forkopimda dan BEM, HD: Demokrasi di Sumsel Harus Terhormat

    Dihadapan Forkopimda dan BEM, HD: Demokrasi di Sumsel Harus Terhormat

    • calendar_month Kamis, 18 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 824
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Hajatan besar Pemilihan Pemiligan Legitatif dan Presiden RI 2019 kurang lebih enam bulan lagi oleh sebab itu perlu kerja keras termasuk mahasiswa sehingga pesta Demokrasi di Sumsel lebih terhormat. Didampingi Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, dan Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan, Gubernur Sumsel Herman Deru menghadiri silaturahmi Kapolda beserta Forkopimda […]

  • Ini Pengakuan ASN Balai Besar Yang Tega Membunuh Rekannya Sendiri

    Ini Pengakuan ASN Balai Besar Yang Tega Membunuh Rekannya Sendiri

    • calendar_month Sabtu, 26 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 895
    • 0Komentar

    PEMBUNUH Aprianita [50] ASN Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah V Satuan Kerja Metropolis Palembang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akhirnya terungkap. Alm dibunuh oleh rekannya sendiri, satu kantor bernama Yudi Tama [41], motiv pembunuhan tersebut hanya karena utang. Saat diamankan di Polda Sumsel Sumsel, pelaku mengaku bahwa ia yang membunuh Aprianita. Menurutnya telah mengenal korban […]

  • Antrean Solar Sumsel Kembali Terjadi, Sudah Rapat, Sudah Sidak, Sebenarnya Apa yang Belum Beres?

    Antrean Solar Sumsel Kembali Terjadi, Sudah Rapat, Sudah Sidak, Sebenarnya Apa yang Belum Beres?

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 24
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Antrean solar bersubsidi di Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menjadi persoalan. Pemerintah daerah kembali duduk bersama Pertamina dan pihak terkait untuk mencari jalan keluarnya. Namun ada satu pertanyaan yang cukup menggelitik. Kalau persoalan ini sudah pernah dibahas, bahkan ditindaklanjuti dengan turun langsung ke lapangan, mengapa antrean kembali terjadi? Wajar, rasanya jika ada pertanyaan itu, […]

  • Kasus Covid 19 di RI Menurun, Malaysia Kok Keheranan ?

    Kasus Covid 19 di RI Menurun, Malaysia Kok Keheranan ?

    • calendar_month Rabu, 8 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.169
    • 0Komentar

      PANDEMI Covid-19 di Indonesia merupakan bagian dari pandemi penyakit koronavirus 2019 (Covid-19) yang tengah mewabah diseluruh dunia. Penyakit ini disebabkan oleh koronavirus sindrom pernapasan akut berat 2 (SARS-CoV-2). Kasus positif Covid-19 di Indonesia kali pertama dideteksi pada 2 Maret 2020, ketika dua orang terkonfirmasi tertular dari seorang warga negara Jepang. Pada 9 April, pandemi […]

expand_less
WordPress Archive Parallax One Page Builder WordPress Plugin Paras – Business Coach for Women Elementor Template Kit Parax – Creative Agency Elementor Template Kit Park – Creative Portfolio WordPress Theme Parkivia | Auto Parking & Car Maintenance WordPress Theme Parkivia | Auto Parking & Car Maintenance WP Partdo - Auto Parts and Tools Shop WooCommerce Theme Particles Backgrounds Addon for WPBakery Page Builder Partiso Political Party & Candidate Elementor Template Kit Partiso | Political WordPress Theme for Party & Candidate