Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Karya Anak Bangsa, PT Dahana Ciptakan Roket Penghancur Pesawat Tempur

Karya Anak Bangsa, PT Dahana Ciptakan Roket Penghancur Pesawat Tempur

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 27 Jan 2022
  • visibility 1.874
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEMERINTAH terus konsisten mengembangkan industri alat utama sistem senjata (alutsista) dalam negeri yang salah satunya menciptakan rudal. Seiring dengan pemenuhan target program kekuatan pokok minimum atau minimum essential force (MEF) yang dicanangkan pemerintah sejak 2007. Program yang dieksekusi mulai pada 2010 dan terbagi dalam tiga tahap, yaitu Tahap I 2010–2014, Tahap II 2015–2019, dan Tahap III 2020–2024.

Kewajiban matra TNI melalui Kementerian Pertahanan (Kemenhan) untuk menggunakan alutsista buatan dalam negeri diatur dalam Pasal 43 Ayat (1) nomor 16 tahun 2012 tentang Industri Pertahanan. Dalam beleid tersebut tertuang bahwa pengguna wajib menggunakan alat peralatan pertahanan dan keamanan produksi dalam negeri.

Salah satu badan usaha milik negara (BUMN) strategis yang turut mengembangkan alutsista lokal adalah PT Dahana (persero). Perusahaan ini sebelumnya dikenal memproduksi bahan peledak maupun amunisi untuk kepentingan militer maupun industri ekstraktif. Dalam beberapa tahun ini, perusahaan ini mulai mengerjakan produk-produk pertahanan seperti misil roket dan peluncur roket jarak dekat/menengah.

Di penghujung tahun ini, Dahana menjalin kerja sama dengan Pusat Penelitian Center for Integrated Research and Innovation (Cirnov) Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Dari kolaborasi dua lembaga ini menghasilkan peluru kendali (Rudal) Merapi untuk pertahanan tempur.

Uji coba rudal produksi anak bangsa ini dilakukan di Area Weapon Range (AWR) TNI-AU, Lumajang, Jawa Timur, pada 27–28 Desember 2021. Ajang uji coba ini diberi istilah “Konser Akhir Tahun 2021”, yang berfungsi untuk mengevaluasi performansi tiap-tiap subsistem rudal dalam rangka pematangan penguasaan pembuatan teknologi rudal, peningkatan kemampuan rudal, serta persiapan hasil produksi riset untuk industri. Uji coba tersebut juga melibatkan Pusat Riset Teknologi Penerbangan BRIN, Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI-AD (Dislitbangad), dan Politeknik TNI-AD (Poltekad) Kodiklatad.

Purwarupa rudal Merapi yang didesain untuk melumpuhkan sasaran tempur udara ini telah melalui Proses Quality Assurance (QA) selama pembuatannya. Proses produksinya sangat ketat dan memerlukan sejumlah evaluasi meliputi performansi roket pendorong, struktur aerodinamik sirip belakang (fin-tail), sirip depan (canard), penjejak (seeker) yang menggunakan teknologi inframerah, peluncur tabung, dan lain-lain.

PT Dahana dalam hal ini, menurut Direktur Teknologi dan Pengembangan Dahana Suhendra Yusuf RPN, membuat bahan propelan untuk pendorong roket pada rudal Merapi dengan kaliber 70 mm tersebut. Dengan propelan tersebut rudal Merapi mampu melesat di atas kecepatan 650 kilometer per jam atau bahkan dapat didesain melampaui kecepatan suara (supersonik). “Kecepatan rudal mampu untuk merontokkan pesawat baik pesawat tempur, helikoper militer, serta sasaran udara lainnya seperti drone,” ujar Suhendra Yusuf.

Salah satu keunggulan produk ranpur ini, beratnya cukup ringan sekitar 10 kg sehingga mudah dibawa ke mana-mana oleh pasukan di lapangan. Pada aplikasinya, rudal ini dimasukkan ke dalam tabung peluncur yang membutuhkan canard dan fin-tail yang dapat dilipat, sehingga setelah rudal ditembakkan dari peluncur, semua sirip-sirip tersebut akan membuka untuk melakukan fungsi aerodinamiknya menuju sasaran.

Rudal besutan anak bangsa ini juga dilengkapi dengan sistem fire and forget, di mana setelah rudal dilepaskan, alutsista ini akan mengunci target sasaran secara otomatis. Dengan begitu memudahkan para penembak rudal dalam melakukan manuver selanjutnya setelah melesatkan rudal.

Profesor Hariyadi, Kepala Cirnov sekaligus Ketua Tim Konsultan program pembuatan rudal Merapi, menuturkan bahwa dari hasil uji tembak yang dilakukan diperoleh konsistensi yang tinggi mengenai performansi roket pendorong rudal selain jarak jangkau langsung ke sasaran dapat mencapai 3.000 m. Hal itu penting karena akan menjadi salah satu rujukan dasar bagi sinkronisasi subsistem lain dari rudal secara lengkap.

“Juga canard dan fin-tail dapat membuka dengan baik setelah keluar tabung peluncur untuk menuju area sasaran yang ditandai dengan flare atau sumber cahaya penghasil sinar inframerah yang dibawa terbang oleh drone,” jelas Hariyadi.

Dari hasil evaluasi uji coba tersebut akan dilakukan sejumlah penyempurnaan sampai siap dilakukan proses produksi massal untuk kebutuhan pertahanan dalam negeri maupun permintaan dari luar negeri.

Inovasi dari PT Dahana, lainnya di bidang peroketan adalah membangun roket smokeless propellant. Uji coba perdana roket tanpa asap itu juga dilaksanakan di AWR TNI-AU, Lumajang, Jawa Timur, Selasa, 28 Desember 2021.

Suhendra Yusuf RPN menyebutkan, roket buatan anak bangsa ini merupakan roket inovasi pertama di Indonesia yang memiliki kemampuan dorong tanpa asap (smokeless). Seluruh proses produksi roket dilakukan secara mandiri oleh SDM yang dimiliki oleh BUMN strategis tersebut.

“Smokeless propellant komposit ini diharapkan mampu dikembangkan pada roket kaliber 70 mm atau 80 mm serta dapat diintegrasikan dengan warhead cal 70 mm yang telah memperoleh sertifikasi sebelumnya sehingga dapat mengurangi ketergantungan impor,” ujar Suhendra.

Selain itu, Suhendra juga menambahkan, smokeless propelan komposit dapat diaplikasikan pada roket-roket lain seperti RHAN 122B dan roket lainnya, sehingga roket-roket produksi Dahana memiliki kemampuan dorong tanpa asap.

Hingga saat ini, Dahana telah memproduksi berbagai macam kebutuhan alutsista seperti, kendaraan peluncur dan propelan untuk RHAN 122B, RHAN 450, roket senjata lawan tank (SLT), Bomb P Live Series dan produk sejenis lainnya.

Suhendra juga berharap, dengan membuat peluru kendali secara mandiri Indonesia siap jika menghadapi ancaman embargo peralatan militer. Selain memenuhi kebutuhan alutsista nasional, produksi rudal, dan bahan peledak dalam negeri secara masif mengurangi ketergantungan impor. Tentunya juga dapat menambah devisa bagi negara dengan menawarkan produk alutsista Indonesia di pasar persenjataan dunia.
Indonesia.go.id (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 1.484 PPPK Pemerintah kota Palembang dilantik

    1.484 PPPK Pemerintah kota Palembang dilantik

    • calendar_month Selasa, 28 Mei 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.046
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, –  Sebanyak 1.484 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Pemerintah kota Palembang (Pemkot) angkatan tahun 2023 resmi dilantik oleh Penjabat Walikota Palembang Ratu Dewa, Senin (27/5).   Dalam pelantikan tersebut, Kepala Badan Kepegawaian Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Yanuarpan Yani merincikan total keseluruhan yang dilantik yaitu,  Tenaga guru 1.084 orang, tenaga kesehatan, 309 orang dan […]

  • Cerita dari Tanah Longsor Kasmaran Muba

    Cerita dari Tanah Longsor Kasmaran Muba

    • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 892
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kadang, musibah datang nggak pakai permisi. Seperti yang terjadi di Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin. Malam tanggal 4 Maret 2025 itu, langit sedang muram, hujan mengguyur tanpa jeda, dan tanah pun nggak kuat lagi menahan beban. Jalan raya lama di Dusun III ambles, menyeret enam rumah milik sembilan kepala keluarga […]

  • Demo di Kantor Gubernur Sumsel, Koordinator Aksi Suarakan Sekolah Tempat Belajar Bukan untuk Cari Untung

    Demo di Kantor Gubernur Sumsel, Koordinator Aksi Suarakan Sekolah Tempat Belajar Bukan untuk Cari Untung

    • calendar_month Senin, 13 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.031
    • 0Komentar

    Palembang – Puluhan massa yang mengatasnamakan dirinya Aliansi Untuk Indonesia Cerdas menggelar aksi terkait permasalahan sekolah gratis di halaman Kantor Gubernur. Rombongan ini ditemui langsung oleh Gubernur Sumsel H.Herman Deru, Senin (13/5/2019). Koordinator Aksi, Ade Indra Chaniago ketika menyampaikan orasinya di halaman Kantor Gubernur Sumsel, Palembang, mengatakan sekolah tempat belajar bukan tempat mencari untung. “Kami […]

  • Palembang Juara Umum POPDA XVI Sumsel

    Palembang Juara Umum POPDA XVI Sumsel

    • calendar_month Senin, 29 Agt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.443
    • 0Komentar

    Ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XVI Sumatera Selatan (Sumsel) Tahun 2022, resmi ditutup. Kota Palembang menang sebagai juara umum.   Hal tersebut diumumkan langsung oleh Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya di Dininghall Jakabaring Sport City (JSC) Kota Palembang.   “Kota Palembang jadi juara umum POPDA 2022, dan mendapatkan 100 emas,” katanya, kemarin.   Lanjutnya, […]

  • Jelang Idul Adha, Pangan Murah gelar GMP, kebutuhan pokok ludes diserbu warga

    Jelang Idul Adha, Pangan Murah gelar GMP, kebutuhan pokok ludes diserbu warga

    • calendar_month Senin, 26 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 770
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu – Jelang Idul Adha1444 H, Pemkab Muba menggelar gerakan pangan murah (GPM), kebutuhan pokok ludes diserbu warga. Gelaran Gerakan Pangan Murah (GPM) ini dibuka secara resmi  Pj Bupati Muba H Apriyadi diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Muba Andi Wijaya Busro SH MHum., didampingi Pj ketua PKK Muba Hj Asna Aini beserta, […]

  • Cerita Taruna KKP, Bikin Roti, Bikin Usaha, Bikin Bangga..

    Cerita Taruna KKP, Bikin Roti, Bikin Usaha, Bikin Bangga..

    • calendar_month Minggu, 22 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 801
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kalau kata pepatah lama “Jangan suruh anakmu mancing ikan, kalau kamu nggak siap dia bawa pulang satu truk hiu pakai ijazah,” Nah, kira-kira itulah yang sedang diantisipasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), lewat pendekatan teaching factory atau, kalau mau dibikin lebih sedap didengar “Belajar sambil ngelapak di dunia nyata”. KKP bertekad supaya […]

expand_less
WordPress Archive Colova – Clean & Multi-Concept WordPress Theme Colza – Mining & Industry WordPress Theme Comed – Comedian Elementor Template Kit Coming Soon and Maintenance Mode Coming Soon Counter Page / Maintenance Mode WordPress Plugin – Lacoming Soon Coming Soon Products for WooCommerce Comment Form for AMP Comment System Plugin for WordPress & Ajax Comments – Comment Press CommunityJunction – BuddyPress Membership Theme Companion – Corporate Business WordPress Theme