Selasa, 18 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » MUBA Terkini » Cerita dari Tanah Longsor Kasmaran Muba

Cerita dari Tanah Longsor Kasmaran Muba

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
  • visibility 888
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Kadang, musibah datang nggak pakai permisi. Seperti yang terjadi di Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin. Malam tanggal 4 Maret 2025 itu, langit sedang muram, hujan mengguyur tanpa jeda, dan tanah pun nggak kuat lagi menahan beban. Jalan raya lama di Dusun III ambles, menyeret enam rumah milik sembilan kepala keluarga dalam drama alam yang tak diundang.

Untungnya, tak ada korban jiwa. Tapi luka itu tetap ada. Bukan luka fisik, melainkan luka batin kehilangan rasa aman, kenyamanan, dan pastinya rumah yang selama ini jadi tempat berteduh.

Berita ini sempat tenggelam, mungkin karena skala bencananya nggak sebesar gempa atau banjir bandang. Tapi buat warga Kasmaran, ini lebih dari sekadar “jalan rusak”. Ini tentang rasa aman yang tiba-tiba hilang, malam-malam yang jadi lebih gelap dari biasanya, dan masa depan yang sempat terasa remang.

Tapi untungnya, mereka nggak sendiri, Minggu, 6 April 2025, Wakil Bupati Musi Banyuasin, Rohman, datang langsung ke lokasi. Di tengah sisa tanah yang masih basah, rumah yang belum sempat diperbaiki, dan wajah-wajah warga yang masih menyimpan rasa cemas, Wabup muncul dengan paket bantuan dan—yang paling penting—niat baik.

Bantuan yang dibawa nggak mewah sembako, tikar, dan selimut. Tapi coba bayangin, ketika rumahmu rusak, dan kamu tidur di tempat asing, satu lembar selimut bisa terasa seperti pelukan. Satu karung beras bisa jadi sumber tenang buat beberapa hari ke depan. “Walaupun tidak seberapa, kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ucap Wabup Rohman, dalam nada bicara yang hangat dan bersahaja.

Warga menyimak. Ada yang mengangguk pelan, ada yang terisak diam-diam. Tapi yang jelas, mereka merasa diperhatikan. Dan itu kadang lebih penting dari bantuan fisik rasa didengar, rasa dihargai.

Jalan yang longsor itu adalah jalan kenangan. Dulu, sebelum ada jalan besar yang sekarang jadi jalur utama, jalan ini jadi penghubung vital antar desa. Meski sekarang udah bukan jalan utama lagi, fungsinya masih hidup. Warga masih melintasinya setiap hari. Anak-anak masih main sepeda di situ. Petani lewat bawa hasil panen. Jalan itu masih punya nyawa dan longsor kemarin, rasanya seperti kehilangan bagian dari diri mereka. “Kami sudah berkoordinasi, dan perbaikan jalan akan segera dilakukan oleh instansi terkait di lingkungan Pemkab,” janji Wabup. Harapan langsung menyala lagi di mata warga.

Dia juga menyampaikan salam dari Bupati Muba, H. M. Toha, yang katanya ada kegiatan lain dan belum bisa datang langsung. Tapi insyaAllah, katanya, Pak Bupati juga bakal menyempatkan hadir.

Camat Babat Toman, Heru Kharisma, juga hadir. Ia menyebut, lokasi longsor ini memang rawan sejak lama, apalagi saat musim hujan ekstrem seperti belakangan ini. Tapi, katanya, perhatian dari Pemkab kali ini benar-benar terasa. Cepat tanggap, nggak nunggu viral dulu baru gerak.“Kami berterima kasih atas perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah. Ini menunjukkan bahwa pemerintah hadir, bukan cuma dalam kata-kata,” ujar Camat Heru.

Dan suara paling tulus datang dari mereka yang merasakan langsung dampaknya. Mul bin Usman, salah satu warga yang rumahnya rusak, terlihat masih terkejut, tapi penuh syukur.“Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Ini sangat berarti bagi kami,” katanya sambil memandangi rumahnya yang kini tinggal sebagian.

Kalau dipikir-pikir, bencana alam itu seperti tamu tak diundang. Dia datang tiba-tiba, kadang bawa luka, kadang cuma lewat sebentar tapi ninggalin trauma. Tapi, justru dari situlah kita bisa lihat siapa yang benar-benar peduli. Siapa yang turun tangan, siapa yang sekadar nonton dari jauh.

Kunjungan Wabup Rohman ini mungkin bukan headline besar di media nasional. Tapi buat warga Kasmaran, ini lebih dari cukup. Ini bukti bahwa pemerintah gak cuma kerja di balik meja, tapi juga berani turun ke lapangan, menyentuh langsung luka masyarakatnya.

Sekarang, tugas kita bukan cuma membangun kembali jalan dan rumah. Tapi juga membangun sistem yang lebih tahan terhadap bencana. Peta rawan bencana, sistem peringatan dini, hingga edukasi mitigasi harus jadi prioritas ke depan. Jangan tunggu longsor kedua baru sadar.

Desa Kasmaran lagi berjuang bangkit. Dan mereka nggak sendirian. Selama pemerintah mau turun, selama masyarakat mau saling jaga, dan selama kita percaya bahwa empati masih hidup di negeri ini kita akan baik-baik saja.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tebak-tebak hari yuk ! semoga jadi hiburan…

    Tebak-tebak hari yuk ! semoga jadi hiburan…

    • calendar_month Sabtu, 17 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 864
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Libur yang gak punya kegiatan dan hanya bengong-bengong, mending cari ide untuk nambah -nambah bahan ngerjain teman saat kongko-kongko. Nah, mungkin bisa jadi referensi ente, tebak-tebak hari… ku adalah hari yang paling menyenangkan, Tapi aku tidak di antara hari Minggu dan Senin. Hanya satu kali dalam seminggu aku muncul, Namun orang-orang menantikan kedatanganku […]

  • Emak-emak di Banyuasin Kesal dengan Aturan Siswa Belajar di Rumah, Minta Pemerintah Kaji Ulang, Alasannya ?

    Emak-emak di Banyuasin Kesal dengan Aturan Siswa Belajar di Rumah, Minta Pemerintah Kaji Ulang, Alasannya ?

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.863
    • 0Komentar

    BERATNYA jalan hidup yang dialami para wali siswa karena harus mencari nafkah dalam rumah tangga, membuat mereka resah, apalagi dengan adanya peraturan siswa belajar di rumah karena dampak virus Corona atau Covid-19. Menurut Agustaf, Warga Kelurahan Kedondong Raye, Kecamatan Banyuasin III dan Sasli Susanto Warga, Kelurahan Rimba Asam Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin, mereka minta peraturan […]

  • Menengok Kegiatan Table Manner TP PKK Sumsel

    Menengok Kegiatan Table Manner TP PKK Sumsel

    • calendar_month Rabu, 21 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 937
    • 0Komentar

    Sehingga tercipta hubungan yang harmonis antar anggota keluarga dan hubungan dengan tetangga.

  • Jika Solusi Perbaikan Jalan Rusak di Pantai Timur Tidak Pernah Bisa Dilakukan, Maka Ini Solusinya Sebut Forum Masyarakat

    Jika Solusi Perbaikan Jalan Rusak di Pantai Timur Tidak Pernah Bisa Dilakukan, Maka Ini Solusinya Sebut Forum Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 13 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.104
    • 0Komentar

      Forum Komunikasi Masyarakat Pantai Timur Kabupaten OKI meminta  jika solusi untuk perbaikan jalan rusak di daerah tersebut tidak pernah bisa dilakukan, maka pemekaran Pantai Timur menjadi Daerah Otonomi Baru harus segera dilakukan. Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Pantai Timur, Malwadi menegaskan, kondisi jalan yang ada disana saat ini semakin parah ada beberapa titik jalan dengan […]

  • Bybit dan Max Verstappen Perpanjang Kemenangan Grand Prix dengan Perayaan Penggemar yang Tak Terlupakan di Jepang

    Bybit dan Max Verstappen Perpanjang Kemenangan Grand Prix dengan Perayaan Penggemar yang Tak Terlupakan di Jepang

    • calendar_month Senin, 2 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 804
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, DUBAI, UNI EMIRAT ARAB – Media OutReach- Bybit, bursa kripto ketiga yang paling banyak dikunjungi di dunia, dengan senang hati mengundang para penggemar ke pengalaman tak terlupakan di Grand Prix Formula Satu Jepang 2023, menyusul kemenangan podium Max Verstappen, dan ORBR memenangkan Kejuaraan Dunia Konstruktor untuk keenam kalinya dalam sejarah tim.   Sebagai […]

  • Palembang Berencana Satukan Perda untuk OPD

    Palembang Berencana Satukan Perda untuk OPD

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.263
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang berencana menyatukan peraturan daerah [Perda] guna mempermudah setiap Organisasi Perangkat Daerah [OPD]. “Saat ini tengah melakukan pembahasan terkait Peraturan Daerah tentang retribusi di Kota Palembang,””kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ansori, Selasa [18/8/2020]. Menurutnya, nantinya Perda-Perda itu tidak lagi di setiap OPD, aturannya menjadi satu, namun pelaksana tekhnisnya tetap di OPD. Ia menjelaskan, […]

expand_less
WordPress Archive Niqui – Vape Store WooCommerce WordPress Theme Nirmala – Digital Marketing Agency Elementor Template Kit Niro – Creative Agency & Portfolio WordPress Theme Nitan – Fashion WooCommerce WordPress Theme Nito – A Clean & Minimal Multi-purpose WordPress Theme Nixe | Hotel and Yachting WordPress Theme NMI Payments for WooCommerce nMon – Website, Service & Server Monitoring Nobility – Charity Nonprofit Multipurpose WordPress Theme NobleUI – HTML Bootstrap 5 Admin Dashboard Template