Sabtu, 3 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » MUBA Terkini » Cerita dari Tanah Longsor Kasmaran Muba

Cerita dari Tanah Longsor Kasmaran Muba

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
  • visibility 897
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Kadang, musibah datang nggak pakai permisi. Seperti yang terjadi di Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin. Malam tanggal 4 Maret 2025 itu, langit sedang muram, hujan mengguyur tanpa jeda, dan tanah pun nggak kuat lagi menahan beban. Jalan raya lama di Dusun III ambles, menyeret enam rumah milik sembilan kepala keluarga dalam drama alam yang tak diundang.

Untungnya, tak ada korban jiwa. Tapi luka itu tetap ada. Bukan luka fisik, melainkan luka batin kehilangan rasa aman, kenyamanan, dan pastinya rumah yang selama ini jadi tempat berteduh.

Berita ini sempat tenggelam, mungkin karena skala bencananya nggak sebesar gempa atau banjir bandang. Tapi buat warga Kasmaran, ini lebih dari sekadar “jalan rusak”. Ini tentang rasa aman yang tiba-tiba hilang, malam-malam yang jadi lebih gelap dari biasanya, dan masa depan yang sempat terasa remang.

Tapi untungnya, mereka nggak sendiri, Minggu, 6 April 2025, Wakil Bupati Musi Banyuasin, Rohman, datang langsung ke lokasi. Di tengah sisa tanah yang masih basah, rumah yang belum sempat diperbaiki, dan wajah-wajah warga yang masih menyimpan rasa cemas, Wabup muncul dengan paket bantuan dan—yang paling penting—niat baik.

Bantuan yang dibawa nggak mewah sembako, tikar, dan selimut. Tapi coba bayangin, ketika rumahmu rusak, dan kamu tidur di tempat asing, satu lembar selimut bisa terasa seperti pelukan. Satu karung beras bisa jadi sumber tenang buat beberapa hari ke depan. “Walaupun tidak seberapa, kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ucap Wabup Rohman, dalam nada bicara yang hangat dan bersahaja.

Warga menyimak. Ada yang mengangguk pelan, ada yang terisak diam-diam. Tapi yang jelas, mereka merasa diperhatikan. Dan itu kadang lebih penting dari bantuan fisik rasa didengar, rasa dihargai.

Jalan yang longsor itu adalah jalan kenangan. Dulu, sebelum ada jalan besar yang sekarang jadi jalur utama, jalan ini jadi penghubung vital antar desa. Meski sekarang udah bukan jalan utama lagi, fungsinya masih hidup. Warga masih melintasinya setiap hari. Anak-anak masih main sepeda di situ. Petani lewat bawa hasil panen. Jalan itu masih punya nyawa dan longsor kemarin, rasanya seperti kehilangan bagian dari diri mereka. “Kami sudah berkoordinasi, dan perbaikan jalan akan segera dilakukan oleh instansi terkait di lingkungan Pemkab,” janji Wabup. Harapan langsung menyala lagi di mata warga.

Dia juga menyampaikan salam dari Bupati Muba, H. M. Toha, yang katanya ada kegiatan lain dan belum bisa datang langsung. Tapi insyaAllah, katanya, Pak Bupati juga bakal menyempatkan hadir.

Camat Babat Toman, Heru Kharisma, juga hadir. Ia menyebut, lokasi longsor ini memang rawan sejak lama, apalagi saat musim hujan ekstrem seperti belakangan ini. Tapi, katanya, perhatian dari Pemkab kali ini benar-benar terasa. Cepat tanggap, nggak nunggu viral dulu baru gerak.“Kami berterima kasih atas perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah. Ini menunjukkan bahwa pemerintah hadir, bukan cuma dalam kata-kata,” ujar Camat Heru.

Dan suara paling tulus datang dari mereka yang merasakan langsung dampaknya. Mul bin Usman, salah satu warga yang rumahnya rusak, terlihat masih terkejut, tapi penuh syukur.“Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Ini sangat berarti bagi kami,” katanya sambil memandangi rumahnya yang kini tinggal sebagian.

Kalau dipikir-pikir, bencana alam itu seperti tamu tak diundang. Dia datang tiba-tiba, kadang bawa luka, kadang cuma lewat sebentar tapi ninggalin trauma. Tapi, justru dari situlah kita bisa lihat siapa yang benar-benar peduli. Siapa yang turun tangan, siapa yang sekadar nonton dari jauh.

Kunjungan Wabup Rohman ini mungkin bukan headline besar di media nasional. Tapi buat warga Kasmaran, ini lebih dari cukup. Ini bukti bahwa pemerintah gak cuma kerja di balik meja, tapi juga berani turun ke lapangan, menyentuh langsung luka masyarakatnya.

Sekarang, tugas kita bukan cuma membangun kembali jalan dan rumah. Tapi juga membangun sistem yang lebih tahan terhadap bencana. Peta rawan bencana, sistem peringatan dini, hingga edukasi mitigasi harus jadi prioritas ke depan. Jangan tunggu longsor kedua baru sadar.

Desa Kasmaran lagi berjuang bangkit. Dan mereka nggak sendirian. Selama pemerintah mau turun, selama masyarakat mau saling jaga, dan selama kita percaya bahwa empati masih hidup di negeri ini kita akan baik-baik saja.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alex Apresiasi Warga Binaan di LP

    Alex Apresiasi Warga Binaan di LP

    • calendar_month Sabtu, 18 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 746
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Sejalan dengan perayaan HUT RI Gubernur Sumsel  Alex Noerdin memberikan apresiasi terhadap warga binaan pemasyarakatan yang telah mengikuti pembinaan dengan baik melalui remisi. Remisi ini sendiri merupakan hak mendapatkan pengurangan masa menjalani yang telah diatur secara legal formal dalam.pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang pemasyarakatan. “Remisi diberikan sebagai […]

  • Pastikan Penanganan Darurat Berjalan Optimal, Kepala BNPB Tinjau Lokasi Kejadian Dampak Erupsi Gunung Semeru

    Pastikan Penanganan Darurat Berjalan Optimal, Kepala BNPB Tinjau Lokasi Kejadian Dampak Erupsi Gunung Semeru

    • calendar_month Minggu, 5 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.437
    • 0Komentar

    KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto S.Sos., M.M., pagi ini, Minggu (5/11) bertolak ke Kabupaten Lumajang di Jawa Timur, untuk mengunjungi lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru. Kunjungan Kepala BNPB ini sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo dilakukan guna memastikan tahap-tahap penanganan darurat, khususnya proses evakuasi korban terdampak dapat berjalan secara optimal, dan kebutuhan […]

  • Wagub Mawardi Yahya Buka Musda Gerakan Pramuka Sumatera Selatan

    Wagub Mawardi Yahya Buka Musda Gerakan Pramuka Sumatera Selatan

    • calendar_month Rabu, 29 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 798
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Provinsi Sumatera Selatah akan memberikan support penuh demi mensukseskan jalannya Jambore Bakti Saka Bhayangkara (Pertikara) Tingkat Nasional Tahun 2022 mendatang. Dimana Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sumatera Selatan yang akan menjadi tuan rumah Pertikara tersebut. Wakil Gubernur Sumsel Ir H Mawardi Yahya yang juga selaku Wakil Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Waka Mabida) Gerakan Pramuka […]

  • Go – Jek Siap Publikasi Data Secara Berkala

    Go – Jek Siap Publikasi Data Secara Berkala

    • calendar_month Jumat, 13 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.008
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Go-Jek siap publikasi data secara berkala dan siap menyusul pemerintah tengah menuju pengambilan kebijakan berbasis data. Selain itu Go-jek juga mendukung dan siap berkolaborasi dalam riset data, guna mendukung program pemerintah tersebut. Head of Research Go-Jek Ramda Yanurzha mengatakan Go-Jek pernah bekerja sama dengan dua lembaga riset seperti Puskakom UI dan Lembaga Demografi […]

  • Ajak Tokoh Agama Edukasi Kehidupan Normal

    Ajak Tokoh Agama Edukasi Kehidupan Normal

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.268
    • 0Komentar

    GUBERNUR Prov. Sumsel  mengajak para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk memberikan edukasi pada masyarakat terkait kehidupan normal baru di tengah pandemi. “Kita berharap tidak lama lagi vaksin corona buatan Indonesia sudah bisa diproduksi. Sehingga kita kembali betul-betul hidup dengan normal,” imbuhnya, katanya Agenda Safari Jumat Gubernur Sumsel dilakukan di Masjid Al -Hikmah RT.03 RW.08 […]

  • Melebung Ikan, Apa Itu ?

    Melebung Ikan, Apa Itu ?

    • calendar_month Minggu, 8 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.866
    • 0Komentar

    TRADISI melebung Ikan biasanya dilakukan oleh masyarakat Ogan  Ilir [OI],namun bagi Gub Sumsel dan Wakil Gub Sumsel, tradisi dimanfaatkan untuk ajang silahturahmi dengan masyarakat setempat. Seperti dilakukan oleh orang nomor 1 di Sumsel dan Wakilnya, mereka mengajak keluarga datang ke Desa Ulak Segelung,Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir, minggu (8/9/2019). Melubung sendiri, artinya panen ikan bersama-sama (melebung). Menurutnyatradisi […]

expand_less
WordPress Archive Niqui – Vape Store WooCommerce WordPress Theme Nirmala – Digital Marketing Agency Elementor Template Kit Niro – Creative Agency & Portfolio WordPress Theme Nitan – Fashion WooCommerce WordPress Theme Nito – A Clean & Minimal Multi-purpose WordPress Theme Nixe | Hotel and Yachting WordPress Theme NMI Payments for WooCommerce nMon – Website, Service & Server Monitoring Nobility – Charity Nonprofit Multipurpose WordPress Theme NobleUI – HTML Bootstrap 5 Admin Dashboard Template