Jumat, 2 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » MUBA Terkini » Bukan Naik Jabatan, Anak Muba Pilih Naik Pesawat

Bukan Naik Jabatan, Anak Muba Pilih Naik Pesawat

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
  • visibility 829
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tujuh anak muda Musi Banyuasin membuktikan sukses tak selalu harus menunggu SK

TAHUN 2026 ini, Musi Banyuasin bikin kabar yang agak bikin minder, tujuh anak mudanya berangkat ke Jepang. Bukan study tour, bukan healing, tapi kerja. Sementara yang lain masih debat formasi CPNS, mereka sudah debat koper, mana yang muat jaket tebal.

Rilis resmi Pemkab Muba mencatat, tujuh putra-putri daerah ini berangkat lewat dua jalur BLK Disnakertrans dengan kurikulum IM Japan, Kemnaker, dan jalur mandiri. Artinya, ada yang disiapkan negara, ada yang nekat tapi terukur. Jepang tidak peduli jalur mana, yang penting disiplin.

Satu orang bahkan sudah berangkat  7 Januari 2026. Namanya M. Depri Perdiansyah, tujuan Fukushima, sektor pengolahan makanan. Ini penting, karena ini bukan wacana, bukan rencana tahun depan. Ini kejadian nyata, sudah lewat imigrasi.

Kepala Disnakertrans Muba, Herryandi Sinulingga, berpesan agar para peserta menjaga disiplin, memahami budaya, dan mematuhi aturan di negeri orang sebab di Jepang, telat itu dosa sosial.

Bupati Muba, H. M. Toha, ikut bangga. Katanya, mereka bukan sekadar bekerja, tapi membawa nama baik daerah, boleh capek, jangan bikin malu.

Menariknya, tidak semua lewat BLK. Empat peserta jalur mandiri. Ini bukti anak muda mulai sadar, masa depan tidak selalu datang lewat panggilan, kadang harus dijemput. Jepang tidak membuka pintu buat yang setengah-setengah.

Ada juga peserta perempuan, pasalnya sekarang yang berangkat bukan cuma mimpi, tapi juga keberanian. Jepang tidak bertanya kamu dari mana, tapi kamu bisa kerja atau tidak.

Tujuan mereka pun tidak main-main ke Hokkaido, Fukushima, Saitama, Osaka. Sektornya? Alat berat, pengolahan makanan, sampai kampus. Artinya, tenaga kerja Muba tidak dikirim asal, tapi sesuai kebutuhan. Ini bukan kirim badan, ini kirim kompetensi.

Pelatih, Sensei Kailani, menyebut keberhasilan ini bukti pemuda Muba punya daya saing. Versi singkatnya anak kampung ini bukan kaleng-kaleng.

Program ini sejalan dengan visi Pemkab Muba menekan pengangguran. Cara kerjanya sederhana tapi efektif, kalau lapangan kerja tidak cukup di rumah, cari yang di luar rumah, asal resmi, terlatih, dan aman.

Oleh sebab itu di saat sebagian orang masih menunggu SK, anak-anak Muba ini sudah menunggu boarding pass. Dan mungkin, mulai sekarang, ukuran sukses di kampung perlu direvisi, bukan lagi, “Sudah diangkat?” tapi, sudah berangkat ke Jepang?.(***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perlu Audit Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit, Alasannya ?

    Perlu Audit Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit, Alasannya ?

    • calendar_month Selasa, 5 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 796
    • 0Komentar

    SEPANJANG Covid -19 mewabah di Sumsel, ada sekitar 14 tenaga kesehatan [nakes] yang meninggal dunia saat menangani Covid-19. 14 nakes yang meninggal karena COVID-19 itu rinciannya adalah 4 dokter, 4 bidan, 5 perawat, dan 1 nakes lainnya,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Lesty Nuraini, Selasa (5/1/2021). Lesty menambahkan, jumlah tersebut tidak bisa dikatakan banyak atau […]

  • Pecahkan Rekor Muri, Ini Pesan Harnojoyo Kepada Pelajar

    Pecahkan Rekor Muri, Ini Pesan Harnojoyo Kepada Pelajar

    • calendar_month Sabtu, 16 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.069
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang –Pelajar Kota Palembang mengikuti Lomba Kaligrafi Aksara Arab untuk memecahkan rekor Muri kategori terbanyak 1.000 orang. Lomba kaligrafi pemecahan rekor Muri yang digelar di Pelataran Benteng Kuto Besak (BKB),  Sabtu (16/3/2019), merupakan rangkaian kegiatan Musabaqoh Tilawatil Quran tingkat Kota Palembang Tahun 2019. Walikota Palembang H Harnojoyo memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas digelarnya Lomba Kaligrafi untuk Pemecahan […]

  • Asa Tak Surut, Protokol Tak Larut

    Asa Tak Surut, Protokol Tak Larut

    • calendar_month Sabtu, 12 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.847
    • 0Komentar

    “Sudah 9 bulan kita berkutat dengan situasi pandemi COVID-19 . Hidup berubah drastis dengan berbagai adaptasi kebiasaan baru, seperti bekerja/belajar dari rumah dan mobilitas yang dibatasi. Jujur, kita sudah lelah, kan? Namun, jangan lantas kita berpasrah dan menyerah, apalagi lengah. Solid bergotong royong dan disiplin protokol kesehatan pasti kita berhasil menghalau COVID-19. Mari saling jaga: […]

  • Apa yang Dibahas Prabowo dan Zidane di Davos?

    Apa yang Dibahas Prabowo dan Zidane di Davos?

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 411
    • 0Komentar

    DAVOS biasanya bukan tempat orang ngobrol santai, lantaran disana, orang-orang penting dunia berkumpul dengan wajah serius, menggunakan jas mahal, membahas masalah dunia. Bahkan jika satu istilah saja terlewat, wah.. rasanya seperti tidak lulus ujian ekonomi global, dan  salah dengar dikit, bisa-bisa mikir, “Ini lagi rapat atau sidang tesis?” Tapi di Davos tahun ini, ada satu […]

  • Diduga Hina Profesi Jurnalis, Salah Satu Pejabat Kota Pagaralam Dilaporkan Ke Polres

    Diduga Hina Profesi Jurnalis, Salah Satu Pejabat Kota Pagaralam Dilaporkan Ke Polres

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.145
    • 0Komentar

    SEJUMLAH wartawan melaporkan salah seorang pejabat ke Polres Pagaralam Kamis, (15/10/202). Laporan tersebut dilakukan karena status akun facebook nya sekitar 10/10 2020 lalu dianggap sudah melecehkan dan meresahkan profesi wartawan yang mengatakan wartawan ”plat merah” Status tersebut yang menjadi pemicu komentar wartawan yang bertanya lebih jauh siapa yang dianggap plat merah dan seolah menghina profesi […]

  • Mandalika Punya Bukit Jokowi, Namun Kenapa Dinamakan Bukit Kepala Negara

    Mandalika Punya Bukit Jokowi, Namun Kenapa Dinamakan Bukit Kepala Negara

    • calendar_month Minggu, 20 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.480
    • 0Komentar

    LOKASINYA persis berada di atas trek lurus start-finish sirkuit Mandalika. Posisinya ada di sisi timur sirkuit Mandalika. Untuk menuju ke tempat itu hanya ada satu akses. Dari jalan umum kurang lebih hanya butuh waktu 10 menit menggunakan kendaraan roda empat. Di sanalah terhampar Bukit Jokowi. Dinamakan bukit Jokowi, karena Presiden Jokowi pernah mengunjungi bukit tersebut […]

expand_less
WordPress Archive StudioPress Brunch Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Business Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Cafe Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Cookd Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Corporate Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Course Maker Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Daily Dish Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Digital Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Divine Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Elegance Pro Genesis WordPress Theme