Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Airlangga Perbesar Pelatihan Vokasi, 4,8 Juta Pengangguran Muda Masih Jadi Tantangan

Airlangga Perbesar Pelatihan Vokasi, 4,8 Juta Pengangguran Muda Masih Jadi Tantangan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
  • visibility 38
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Pemerintah memperbesar pelatihan vokasi pada 2026 untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja yang terus berubah. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut langkah ini penting di tengah masih tingginya jumlah pengangguran muda yang mencapai sekitar 4,8 juta orang.

Airlangga menyampaikan hal tersebut saat Kick Off Program Pelatihan Vokasi Nasional Batch IV Tahun 2026 di Kota Serang, Selasa (1/9). Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari stimulus ekonomi Semester II 2026 yang diarahkan agar memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Program ini merupakan arahan Bapak Presiden yang menjadi bagian dari stimulus di semester dua di tahun 2026 yang perlu dijalankan secara efektif, tepat sasaran, dan berdampak bagi masyarakat,” ujar Airlangga.

Persoalan pengangguran muda menjadi perhatian karena terjadi ketika dunia usaha justru terus membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan yang sesuai.

Hingga Semester I 2026, realisasi investasi nasional mencapai Rp1.010,6 triliun. Nilai tersebut tumbuh 7,2 persen secara tahunan dan telah mencapai 49,5 persen dari target investasi.

Investasi tersebut juga menciptakan sekitar 1,4 juta lapangan kerja di berbagai daerah.

Pada saat yang sama, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional telah turun menjadi 4,65 persen. Namun, sekitar 67 persen dari total pengangguran masih berasal dari kelompok generasi muda atau sekitar 4,8 juta orang.

Kondisi itu memperlihatkan bahwa tantangan pasar kerja bukan semata-mata soal jumlah lapangan pekerjaan. Kesesuaian antara keterampilan pencari kerja dan kebutuhan industri juga menjadi persoalan yang harus dikejar.

Kebutuhan kompetensi pun mulai berubah mengikuti perkembangan ekonomi.

Pertumbuhan sektor digital menciptakan jenis pekerjaan yang membutuhkan keterampilan baru. Begitu pula dengan transisi menuju ekonomi hijau yang mulai membutuhkan tenaga kerja untuk bidang-bidang seperti teknisi panel surya, teknisi turbin, hingga tenaga dengan kemampuan smart farming.

Sektor energi surya menjadi salah satu contoh kebutuhan tersebut.

Pemerintah mendorong pengembangan pembangkit listrik tenaga surya hingga 100 GW. Sementara itu, kapasitas listrik nasional saat ini berada di sekitar 88 GW.

Di sektor industri pendukung, kapasitas produksi panel surya nasional juga telah mendekati 11 GW. Perkembangan tersebut diperkirakan ikut meningkatkan kebutuhan terhadap tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai dengan industri energi terbarukan.

Karena itu, Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 disiapkan dengan target yang cukup besar.

Pemerintah menargetkan sekitar 340.000 peserta mengikuti program tersebut sepanjang 2026. Sebanyak 70.000 peserta berasal dari alokasi APBN existing yang telah dirancang sejak tahun sebelumnya.

Sementara itu, tambahan 270.000 peserta berasal dari program stimulus ekonomi Semester II 2026.

Hingga Agustus 2026, sebanyak 89.337 peserta telah mengikuti pelatihan. Pada Batch IV yang dilaksanakan secara serentak, terdapat 12.128 peserta.

Besarnya target tersebut membuat pemerintah perlu memaksimalkan fasilitas pelatihan yang tersedia. Airlangga mengatakan fasilitas milik pemerintah pusat dan daerah perlu dimanfaatkan bersama dengan fasilitas yang dimiliki kalangan industri.

“Jadi Bapak Presiden ingin agar ini skalanya besar termasuk untuk vokasi ini, maka tentu ke depan kita harus memanfaatkan seluruh fasilitas yang dimiliki tidak hanya oleh Pemerintah pusat, Pemerintah daerah, tetapi juga kalangan industri,” kata Airlangga.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan pelatihan vokasi harus mengikuti kebutuhan nyata dunia kerja.

Menurutnya, perubahan teknologi dan transformasi industri membuat tenaga kerja perlu terus meningkatkan kemampuan. Karena itu, program upskilling dan reskilling perlu dirancang agar keterampilan yang diberikan benar-benar relevan dengan pekerjaan yang tersedia.

“Pelatihan vokasi perlu dirancang secara adaptif agar kompetensi yang diberikan benar-benar relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan jenis pekerjaan,” ujar Haryo.

Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi bagian penting untuk memastikan peningkatan keterampilan tidak berhenti pada proses pelatihan, tetapi juga memperkuat kesiapan tenaga kerja menghadapi perubahan industri.

Dengan target 340.000 peserta, pemerintah kini menghadapi pekerjaan besar untuk memastikan pelatihan vokasi tidak sekadar mencetak peserta baru. Keterampilan yang diberikan harus benar-benar bertemu dengan kebutuhan industri yang sedang tumbuh.

Terlebih, di tengah investasi yang telah menembus Rp1.010,6 triliun dan munculnya berbagai pekerjaan baru, peluang tersebut perlu diikuti kesiapan tenaga kerja agar tidak justru diisi oleh tenaga kerja dengan kompetensi dari luar.(***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ingin Majukan Tanah Kelahiran, IKA Muba Siap Bantu Pemikiran

    Ingin Majukan Tanah Kelahiran, IKA Muba Siap Bantu Pemikiran

    • calendar_month Jumat, 18 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 726
    • 0Komentar

    PENGURUS Ikatan Keluarga Muba [IKA-Muba] yang diperantauan siap membantu pemikiran kepada Pemkab Muba, guna memajukan tanah kelahiran termasuk pembangunan jangka panjang yang telah diprogram. Ketua Umum IKA Muba, Fakhruddin menjelaskan organisasinya mendukung program-program yang dijalankan Pemkab Muba. “Misi kami fokus dengan kegiatan sosial terutama kepada warga Muba yang ada di Palembang. Seperti yang akan kami […]

  • 3 Hal Ini Dilakukan Palembang Terkait Penanganan Covid-19

    3 Hal Ini Dilakukan Palembang Terkait Penanganan Covid-19

    • calendar_month Sabtu, 23 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.419
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang terus mengoptimalkan penanganan covid-19 hingga saat ini. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah [Sekda] Pemkot Palembang Ratu Dewa mengikuti rapat koordinasi dewan pengurus pusat Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (Forsesdasi) dan anggota Forsesdasi se-Indonesia bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia melalui Video Conference (Vidcon) kemarin. Tak terkecuali juga terkait tata kelola anggaran. “Alhamdulillah, Kota […]

  • Pemkot Palembang penghargaan terbaik I  kabupaten/kota hasil pengawasan teknis penataan ruang terbaik di Provinsi Sumatera Selatan

    Pemkot Palembang penghargaan terbaik I  kabupaten/kota hasil pengawasan teknis penataan ruang terbaik di Provinsi Sumatera Selatan

    • calendar_month Rabu, 4 Des 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.679
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas PUPR berhasil mendapatkan penghargaan terbaik I  kabupaten/kota dengan hasil pengawasan teknis penataan ruang terbaik di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).   Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah Pemprov Sumsel, Edward Chandra kepada Pemkot Palembang yang diwakili oleh Plt Staf Ahli Wali Kota Bidang Keuangan, Pendapatan Daerah, Hukum […]

  • Studi Delta Global ungkap dua pertiga konsumen barang mewah di APAC akan kurangi dukungan mereka  terhadap merek yang tidak peduli terhadap kelestarian lingkungan

    Studi Delta Global ungkap dua pertiga konsumen barang mewah di APAC akan kurangi dukungan mereka terhadap merek yang tidak peduli terhadap kelestarian lingkungan

    • calendar_month Kamis, 30 Nov 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 5.386
    • 0Komentar

    Konsumen Gen Z di APAC mengatakan mereka bersedia membayar premi sebesar 28% untuk merek-merek mewah yang memprioritaskan inisiatif keberlanjutan 93% konsumen barang mewah di APAC bersedia mendukung atau membelanjakan lebih banyak uang untuk merek-merek mewah yang secara aktif mempromosikan dan mengomunikasikan inisiatif keberlanjutan mereka, namun hampir sepertiga konsumen di Hong Kong dan Asia Tenggara menyatakan […]

  • Banyak Laporan Masyarakarat Yang Masuk, Polri Incar 3.000 Pinjol

    Banyak Laporan Masyarakarat Yang Masuk, Polri Incar 3.000 Pinjol

    • calendar_month Senin, 21 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 822
    • 0Komentar

    KABARESKRIM Polri Komjen Pol Agus Andrianto menyatakan pihaknya tengah mengincar 3.000 aplikasi pinjaman online (pinjol) ilegal. Hal ini dilakukan setelah banyaknya laporan masyarakat. “Saat ini kan ada yang masih ditangani oleh Bareskrim, dalam hal ini kita juga terus berkoordinasi dengan OJK (otoritas jasa keuangan), nantinya hasil dari tim penyidik tentunya akan berguna untuk membuka jaringan […]

  • Ishak Mekki Pukul Gong, Tanda Trevel Umroh Zafa Mulia Mandiri Siap Berangkatkan Jamaah

    Ishak Mekki Pukul Gong, Tanda Trevel Umroh Zafa Mulia Mandiri Siap Berangkatkan Jamaah

    • calendar_month Sabtu, 21 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.346
    • 0Komentar

    Diharapkan dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Sumsel dalam menjalankan ibadah umroh dan Haji.

expand_less
WordPress Archive Notech – IT Solutions & Services WordPress Theme Notescape – One-Page Music WordPress Theme NotificationX Pro Notify – Notification Email + Themebuilder Access NouHotel – Resort & Hotel Booking WordPress Theme Nouveau | Multi-Purpose Retina WordPress Theme Novely Book Store Elementor Template Kit November – Multipurpose Sections Shopify Theme Novetty | Powerful WooCommerce Theme Novio – Ecology & Environmental Non-Profit Organization Template Kit