Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Tak Harus Tanam Pohon, 4 Cara Anak Muda Bisa Ikut Jaga Hutan dari Cabai hingga Cegah Karhutla

Tak Harus Tanam Pohon, 4 Cara Anak Muda Bisa Ikut Jaga Hutan dari Cabai hingga Cegah Karhutla

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
  • visibility 46
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Apa hubungan 100 benih cabai, hutan bambu, Gunung Dempo, dan latihan menghadapi kebakaran hutan dan lahan?

Sekilas, keempatnya seperti tidak berkaitan. Namun bagi empat anak muda yang berbagi pengalaman dalam sesi Youth Talk Forest Youthverse (FYV) Resilience Sumatera Selatan, semuanya bertemu pada satu hal: kepedulian terhadap hutan tidak cukup hanya disimpan sebagai pengetahuan, tetapi perlu diubah menjadi tindakan.

Menjaga hutan juga tidak selalu berarti harus melakukan hal yang sama. Ada yang memulainya dari budidaya tanaman dan kewirausahaan, ada yang melihat peluang ekonomi dari hutan bambu, ada yang belajar mencintai alam dengan mengenal keanekaragaman hayati secara langsung, dan ada pula yang membekali diri dengan pengetahuan menghadapi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.

Dari 100 Benih Cabai, Muncul Peluang

Bagi Aurellia Chaila Amanta, langkah itu bermula dari sesuatu yang sederhana: 100 benih cabai.

Benih tersebut diperolehnya dalam sebuah kompetisi yang diselenggarakan Bank Indonesia. Dari sana, Aurellia mengembangkan tanaman hingga dapat dipanen dan menghasilkan nilai ekonomi.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari pun bisa menjadi pintu masuk untuk membangun kepedulian lingkungan sekaligus kreativitas dan kewirausahaan.

Pengalamannya sebagai Green Ambassador dan relawan semakin memperkuat pandangan tersebut. Menurut Aurellia, anak muda memiliki banyak pilihan untuk berkontribusi, termasuk dengan mengembangkan potensi yang ada di sekitar mereka.

“Anak muda punya banyak cara untuk berkontribusi. Kita bisa memulai dari apa yang ada di sekitar kita, mengembangkan kreativitas dan kewirausahaan, sekaligus membawa pesan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Aurellia.

Ketika Hutan Bambu Menjadi Ekowisata

Jalan berbeda ditempuh Sella Islamiah melalui pengalamannya di Bamboe Wanadesa.

Di tempat tersebut, masyarakat melihat potensi hutan bambu bukan hanya sebagai bagian dari lingkungan, tetapi juga sebagai sumber daya yang dapat dikembangkan menjadi ekowisata.

Pengalaman itu menunjukkan bahwa menjaga lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat. Potensi yang ada di sekitar hutan dapat dikembangkan sehingga memberikan manfaat, tanpa harus melepaskan nilai pelestariannya.

Bagi Sella, persoalan anak muda bukan semata-mata kekurangan gagasan. Banyak anak muda memiliki ide, tetapi membutuhkan ruang, jejaring, pendampingan, dan kesempatan untuk mengembangkannya.

“Banyak anak muda memiliki ide yang bagus. Yang kita butuhkan adalah ruang untuk bertumbuh, berkolaborasi, dan mengembangkan ide tersebut menjadi sesuatu yang memberikan manfaat,” kata Sella.

Mengenal Hutan untuk Menumbuhkan Rasa Memiliki

Pengalaman Indah Suci M. membawa cerita ke kawasan Gunung Dempo, Pagar Alam.

Dalam praktik lapangan, ia menyusuri kawasan hutan di tengah kondisi cuaca yang berubah, melakukan analisis vegetasi, mencari spesimen herbarium, serta mengenal keanekaragaman hayati secara langsung.

Pengalaman semacam itu memberikan pemahaman yang berbeda. Hutan tidak lagi sekadar menjadi istilah dalam buku atau materi pembelajaran, tetapi menjadi ruang yang dapat diamati dan dipelajari secara langsung.

Dari proses mengenal tersebut, tumbuh pemahaman bahwa menjaga alam membutuhkan rasa memiliki.

“Ketika kita mengenal alam secara langsung, akan tumbuh kepedulian. Dari kepedulian kemudian muncul rasa memiliki, dan dari rasa memiliki tumbuh keinginan untuk menjaga,” ujar Indah.

Peduli Karhutla Juga Berarti Belajar Sebelum Api Datang

Sementara M. Zaid Pramandhana, anggota Saka Wanabakti, memilih jalur yang lebih dekat dengan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Melalui pelatihan bersama Manggala Agni, Zaid berkesempatan mengenal peralatan dan teknik pemadaman. Pengalaman tersebut membuatnya memahami bahwa menghadapi karhutla tidak cukup hanya mengandalkan keberanian ketika api sudah muncul.

Ada pengetahuan dan keterampilan yang perlu disiapkan sejak awal. Pencegahan dan kesiapsiagaan menjadi bagian penting sebelum sebuah kebakaran berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

“Peduli saja tidak cukup. Kita harus tahu apa yang bisa dilakukan dan berani mengambil aksi nyata. Saya belajar bahwa menghadapi kebakaran bukan hanya tentang memadamkan api, tetapi juga bagaimana kita melakukan pencegahan dan membangun kesiapsiagaan,” kata Zaid.

Dari Peduli Menjadi Berani Bertindak

Empat pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa peran generasi muda dalam pelestarian hutan memiliki banyak bentuk.

Tidak semuanya harus dimulai dengan kegiatan yang sama. Budidaya tanaman, kewirausahaan, ekowisata, pembelajaran keanekaragaman hayati, hingga peningkatan kemampuan menghadapi karhutla dapat menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan.

Gagasan itulah yang menjadi salah satu pesan dalam Forest Youthverse Resilience Sumatera Selatan. Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri), Luckmi Purwandari, menegaskan bahwa ruang bagi generasi muda perlu dibangun bukan sekadar untuk menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, kepemimpinan, kemampuan berkolaborasi, dan keberanian mengambil peran.

“Kami tidak ingin Genries hanya menjadi generasi yang tahu bahwa kebakaran hutan dan lahan adalah persoalan. Kami ingin mereka menjadi generasi yang bertanya: apa yang bisa saya lakukan? Karena peduli saja tidak cukup. Kepedulian harus tumbuh menjadi gagasan, gagasan harus menjadi inovasi, dan inovasi harus berujung pada aksi nyata,” ujar Luckmi.

Plt. Kepala Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah II Palembang, Eko Widodo, mengatakan kesadaran tersebut perlu dibangun melalui pengalaman langsung. Dalam rangkaian Forest Youthverse, Genries juga mendapat kesempatan melihat Training Center Daops Manggala Agni dan mempelajari upaya pencegahan serta penanganan kebakaran.

“Kita mulai dari kesadaran, salah satunya dengan mengikuti Forest Youthverse. Genries juga telah melihat langsung Training Center Daops Manggala Agni dan belajar bagaimana upaya pencegahan dan penanganan kebakaran dilakukan. Harapannya, setelah kegiatan ini kesadaran tersebut berkembang menjadi aksi nyata,” ujar Eko.

Forest Youthverse Resilience Sumatera Selatan sendiri mengangkat tema “Peatland & Fire Resilience: Membangun Ketangguhan Ekosistem Gambut dan Generasi Muda untuk Mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan.” Sesi Youth Talk yang dimoderatori Alifah Chitunnisa dari Saka Wanabakti Sumatera Selatan menghadirkan Aurellia, Sella, Indah, dan Zaid sebagai contoh bahwa kontribusi terhadap lingkungan dapat dimulai dari bidang yang berbeda.

Pada akhirnya, menjaga hutan bukan hanya pekerjaan mereka yang berada di garis depan ketika kebakaran terjadi. Ketangguhan ekosistem juga dibangun jauh sebelum api muncul, melalui pengetahuan, kepedulian, inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan kesiapsiagaan.

Dan bagi anak muda, langkah pertama tidak harus menunggu menjadi besar.

Bisa dimulai dari 100 benih cabai, sebatang bambu, perjalanan mengenal hutan, atau kemauan untuk belajar mencegah karhutla. Yang penting, kepedulian tidak berhenti sebagai kata. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Setelah Dilantik Tugas Berat Kades Menanti

    Setelah Dilantik Tugas Berat Kades Menanti

    • calendar_month Rabu, 27 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 869
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar, SE mengingatkan bahwa tugas berat kepala desa menanti setelah resmi dilantik. “Kepada kepala desa yang dilantik harus diketahui,bahwa pekerjaan yang sangat berat telah menanti saudara sesuai dengan janji dan sumpah yang telah saudara ucapkan”Ujar Bupati saat melantik kepala desa terpilih di Kecamatan Jejawi, Tanjung Lubuk dan Teluk […]

  • SIRINE MUBA Masuk Nominator Top 99, Apa Saja ke Unggulannya ?, Bupati Sebut Punya Potensi di Terapkan Daerah Lain

    SIRINE MUBA Masuk Nominator Top 99, Apa Saja ke Unggulannya ?, Bupati Sebut Punya Potensi di Terapkan Daerah Lain

    • calendar_month Sabtu, 3 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.244
    • 0Komentar

    BUPATI Musi Banyuasin (Muba) Dr H Dodi Reza Alex Noerdin menghadiri presentasi dan wawancara kompetisi inovasi pelayanan publik di lingkungan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah/BUMN Tahun 2021 secara virtual di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Jumat (2/7/2021). Di hadapan Tim Panel Independen Dodi Reza memaparkan inovasi Pemerintah Kabupaten Muba yang mengintegrasikan pelayanan kesehatan di luar gedung […]

  • Ibu-ibu Muba Diajak Pengajian Istiqamah Khatam Al-Qur’an di Bulan Ramadhan

    Ibu-ibu Muba Diajak Pengajian Istiqamah Khatam Al-Qur’an di Bulan Ramadhan

    • calendar_month Selasa, 5 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 727
    • 0Komentar

    WAKIL Ketua I TP PKK Muba Susy Imelda Beni didampingi Ketua DWP Kabupaten Muba Hj Asna Aini Apriyadi dan anggota Majelis Ta’lim lainnya menjalankan pengajian Al –Qur’an  bertempat di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, Selasa (5/4/2022).   Anggota DPRD Provinsi Sumsel ini juga mengajak para ibu-ibu majelis ta’lim di Bumi Serasan Sekate untuk bersama-sama bersyukur […]

  • Tokopedia Pertebal Inisiatif Hyperlocal Dalam Percepat Digitalisasi UMKM

    Tokopedia Pertebal Inisiatif Hyperlocal Dalam Percepat Digitalisasi UMKM

    • calendar_month Kamis, 5 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.420
    • 0Komentar

    PERUSAHAAN teknologi buatan Indonesia Tokopedia konsisten membantu jutaan penjual di platformnya yang hampir 100 persen UMKM lokal dan menciptakan peluang lewat teknologi. Berdiri sejak 17 Agustus 2009 meluncurkan Inisiatif Hyperlocal pada pertengahan 2020 lalu, hasilnya mendorong peningkatan transaksi di Tokopedia selama Q2 2021 dibanding Q2 2020. Di Jabodetabek misalnya, kategori Kesehatan dan Perawatan Diri, Fashion, […]

  • BRI Super League, Sempat Tertinggal, Maung Bandung Bangkit Atasi PSM 3-1

    BRI Super League, Sempat Tertinggal, Maung Bandung Bangkit Atasi PSM 3-1

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 38
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Persib Bandung membuka perjalanan di BRI Super League 2026/2027 dengan tiga poin sempurna. Menghadapi PSM Makassar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (6/9/2026), Maung Bandung harus bekerja keras sebelum akhirnya mengunci kemenangan 3-1. PSM bukan lawan yang mudah bagi Persib pada pertandingan ini. Tim tamu mampu membuat tuan rumah berada dalam […]

  • Wagub Sumsel ikuti dzikir akbar

    Wagub Sumsel ikuti dzikir akbar

    • calendar_month Minggu, 19 Feb 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.075
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang -Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya mengikuti Dzikir Akbar yang diadakan oleh Partai Golongan Karya (Golkar) dalam rangka memperingati Isra Mi’raj 1444 Hijriah, bertempat di Dinning Hall Jakabaring Palembang, kemaren. Dalam sambutannya, Wagub Mawardi Yahya mengajak peserta dzikir yang hadir memaknai peringatan isra miraj 1444 hijriah / 2023 M sebagai momentum untuk introspeksi […]

expand_less
WordPress Archive Recode - Coding Bootcamp Elementor Template Kit Recort – Recording Studio Elementor Template Kit Recruitment Management module for Perfex CRM Rectangle Max (Admob + GDPR + Android Studio) Recycle – Environmental & Green Business WordPress Theme Redboa – Steakhouse Restaurant WordPress RedChili – Restaurant WordPress Theme Reddrop Buddies – Multi-Concept Activism & Blood Donation Campaign WordPress Theme RedHelp – Startup Showcase Elementor Template Kit Redias – Business Consulting WordPress Theme