Indonesia Dorong Implementasi Konvensi ILO 188 untuk Perkuat Pelindungan Awak Kapal Perikanan
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 2 menit yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kemnaker.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Perlindungan awak kapal perikanan menjadi salah satu agenda yang dibawa Indonesia dalam forum ketenagakerjaan ASEAN. Pemerintah ingin penerapan Konvensi ILO No. 188 tentang Pekerjaan dalam Penangkapan Ikan semakin diperkuat.
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker, Indah Anggoro Putri, dalam agenda Open Session with ILO pada Senior Labour Officials Meeting (SLOM) di Bangkok, Thailand, Selasa (25/8/2026).
Menurut Indah, perubahan dunia kerja yang berlangsung cepat membuat kebijakan ketenagakerjaan harus ikut menyesuaikan. Perkembangan teknologi digital, perubahan demografi, hingga dinamika ekonomi global turut mengubah kebutuhan pasar kerja.
Namun, tantangannya tidak hanya menyangkut pekerjaan yang muncul akibat perkembangan teknologi. Perlindungan pekerja di sektor-sektor tertentu juga masih perlu diperkuat, termasuk bagi awak kapal perikanan.
Indonesia telah meratifikasi Konvensi ILO No. 188. Karena itu, pemerintah mendorong agar penerapannya dapat berjalan lebih optimal, terutama dalam aspek tata kelola dan perlindungan pekerja.
Penguatan mencakup standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), pengawasan ketenagakerjaan, pemenuhan hak-hak dasar, serta jaminan sosial bagi awak kapal perikanan.
Langkah tersebut membutuhkan dukungan kerja sama dengan berbagai pihak. ILO dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat kapasitas dan pertukaran pengetahuan di bidang ketenagakerjaan.
Kerja sama Indonesia dan ILO selama ini antara lain diwujudkan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Sepanjang 2022–2026, sejumlah program mencakup pelatihan Public Employment Services (PES) dan Start and Improve Your Business (SIYB), termasuk dukungan terhadap agenda ketenagakerjaan di kawasan ASEAN.
Indah mengatakan Indonesia terbuka untuk memperluas kerja sama dengan ILO melalui pertukaran pengetahuan dan dialog kebijakan. Upaya tersebut diarahkan untuk menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang yang muncul dalam era future of work.
Di tingkat ASEAN, Indonesia juga mendorong kerja sama ASEAN-ILO yang lebih fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan negara anggota. Program ketenagakerjaan di kawasan diharapkan tidak berhenti pada kerja sama formal, tetapi menghasilkan langkah yang sesuai dengan kondisi masing-masing negara.
Indonesia ingin membangun pasar kerja yang kompetitif, tangguh, inklusif, dan mampu beradaptasi dengan perubahan. Dalam proses itu, perlindungan pekerja, termasuk awak kapal perikanan, tetap menjadi bagian penting dari agenda ketenagakerjaan ke depan. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
