Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Apa yang Dibahas Prabowo dan Zidane di Davos?

Apa yang Dibahas Prabowo dan Zidane di Davos?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
  • visibility 394
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DAVOS biasanya bukan tempat orang ngobrol santai, lantaran disana, orang-orang penting dunia berkumpul dengan wajah serius, menggunakan jas mahal, membahas masalah dunia.

Bahkan jika satu istilah saja terlewat, wah.. rasanya seperti tidak lulus ujian ekonomi global, dan  salah dengar dikit, bisa-bisa mikir, “Ini lagi rapat atau sidang tesis?”

Tapi di Davos tahun ini, ada satu momen yang bikin suasana sedikit mencair karena Presiden RI Presiden Prabowo Subianto terlihat berbincang dengan Zinedine Zidane.

Bukan soal geopolitik, bukan juga soal investasi triliunan yang angkanya bikin kening berkerut. Malah dibahas itu soal sepak bola. Lebih spesifik lagi, ada satu kata yang paling bikin manusia terasa manusia yaitu soal anak…ya anak, kok bisa?

Sebelum terlalu jauh, kita luruskan dulu. Davos itu kota kecil di Swiss yang tiap tahun jadi tuan rumah World Economic Forum (WEF). Ini bukan arisan RT.

Isinya presiden, perdana menteri, konglomerat, ekonom, dan tokoh global orang-orang yang kalau rapat, keputusan mereka bisa bikin harga beras naik atau turun, singkatnya, Davos adalah ruang rapat dunia, dimana tempat isu berat dikunyah serius, tanpa mengigit cabe rawit.

Makanya wajar kalau obrolan Prabowo dan Zidane terasa kontras, di tengah forum yang biasanya membahas grafik naik-turun, mereka malah bicara tentang Theo Zidane, putra sang legenda.

Prabowo menanyakan kabar karier Theo. Zidane menjawab dengan santai, tanpa bumbu dramatis, Theo kini bermain untuk Córdoba di divisi dua Liga Spanyol.

Sebenarnya bukan klub elite, bukan juga panggung megah, dan tidak ada sorotan kamera tiap akhir pekan. Tapi justru di situlah letak ceritanya menarik.

Karena Theo Zidane adalah anak dari salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola. Nama ayahnya Zidane, di dunia bola sudah seperti password VIP tinggal sebut, pintu kebuka, dan anak TK aja banyak di Kampung-kampung dan pelosok Indonesia mengenal figur dari Francis itu, meski demikian realitasnya tidak seindah spanduk sponsor.

Pasalnya Theo tetap harus memulai dari bawah. Latihan pagi, pulang sore, kaki pegal, napas ngos-ngosan, kalah dimaki, menang belum tentu dipuji. Sepak bola, rupanya, punya prinsip hidup yang keras tapi jujur.  Bahkan nama besar boleh terkenal, tapi tidak bisa dipakai buat mencetak gol.

Zinedine Zidane tampak nyaman dengan kenyataan itu, ia tidak menjual narasi pewaris takhta, tidak sibuk mengiklankan darah biru. Ia hadir sebagai ayah yang paham satu hal penting, proses tidak bisa diwariskan. Nama boleh turun, tapi mental baja harus ditempa sendiri.

Di sisi lain, Prabowo juga tampil dengan wajah berbeda, bukan presiden yang sedang berpidato dengan teks tebal, tapi seorang ayah yang bertanya dengan tulus.

Pertanyaannya cukup sederhana,  mengingatkan kita bahwa dibalik jabatan dan protokol, pemimpin dunia juga manusia biasa yang tahu rasanya cemas dan berharap pada masa depan anak.

Bahasa universal

Sepak bola dalam pertemuan ini naik level, sepak bola bukan sekadar olahraga, tapi bahasa universal. Semua orang paham cerita tentang anak, perjuangan, dan masa depan. Tidak perlu penerjemah, tidak perlu dokumen resmi, cukup empati.

Lucunya, justru obrolan ringan ini terasa lebih berat daripada banyak diskusi formal, sebab dunia boleh sibuk membicarakan pertumbuhan ekonomi, namun obralan dua figur yang berbeda profesi itu malah hanya membicarakan pertumbuhan karakter sesuatu yang sering absen dari slide presentasi.

Oleh sebab itu, kita hidup di zaman serba cepat ini, dan anak- anak pada ikut -ikutan ingin cepat sukses juga. Orang tua ingin cepat bangga dan  dunia ingin cepat viral, semua maunya instan, asal bukan mi instan.

Namun kisah Theo Zidane seperti mengingatkan pelan-pelan bahkan anak legenda pun harus sabar. Tidak ada jalan pintas yang benar-benar gratis. Kalau ada, biasanya beloknya ke jurang.

Pertemuan Prabowo dan Zidane pun menyadarkan kita bahwa kebesaran tidak selalu lahir dari pidato keras atau kebijakan besar. Kadang, kebesaran itu justru tampak dari hal sederhana, mau mendengarkan dan berani bertanya.

Davos hari itu seolah berbisik, masa depan dunia tidak hanya ditentukan di ruang sidang, tapi juga di rumah, dari cara orang tua mengajarkan anaknya jatuh dan bangkit, dari cara manusia menghargai proses, bukan sekadar hasil.

Karena itu, pertemuan Prabowo dan Zidane bukan sekadar momen viral atau foto diplomatik. Ia adalah cermin kehidupan dibalik panggung besar dunia, akan tetapi nilai paling penting tetap sederhana, yaitu kerja keras, kesabaran, dan kejujuran pada proses.

Dan mungkin, itulah pelajaran paling mahal dari Davos kali ini. Datang bukan dari pidato panjang, tapi dari obrolan singkat yang tulus.

Kata pepatah “Naiklah setinggi mungkin, tapi jangan lupa pijakan,” sebab tanpa pijakan yang kuat, ketinggian hanyalah soal waktu sebelum runtuh. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PB IKBA Harus Bermanfaat Bagi Pembangunan

    PB IKBA Harus Bermanfaat Bagi Pembangunan

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 722
    • 0Komentar

    KEBERADAAN Pengurus Besar (PB) Ikatan Keluarga Banyuasin (IKBA) digarapkan dapat memberikan kontribunsinya dalam memajukan pembangunan di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) khususnya Kabupaten Banyuasin sebagai daerah kelahiran para anggota IKBA. “Saya berharap IKBA berkontribusi dalam pembangunan daerah, teruatama untuk Kabupaten Banyuasain. Jangan sampai kita ini membentuk organisasi tapi tidak memberikan hasil bagi kemajuan daerah kalau tidak […]

  • Gubernur Apresiasi Erick Thohir Membangun Daerah Melalui Program Social Healing 

    Gubernur Apresiasi Erick Thohir Membangun Daerah Melalui Program Social Healing 

    • calendar_month Minggu, 19 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 5.825
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel)  H Herman Deru mengapresiasi kepedulian Menteri BUMN RI Erick Thohir dalam membangun daerah melalui Social Healing Event “Tuah Sumatera untuk Indonesia atau E- Troopers yang diperuntukan bagi  masyarakat. “Kepedulian pak Erick Thohir patut kita apresiasi dalam membangun daerah dengan cara membangun lingkungan dan fasilitas umum,” kata Herman Deru saat menghadiri Social […]

  • Apple luncurkan Apple Developer Academy keempat di Indonesia

    Apple luncurkan Apple Developer Academy keempat di Indonesia

    • calendar_month Kamis, 6 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 838
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Apple meluncurkan  Apple Developer Academy keempat di Indonesia di Tuban, Bali. Akademi baru ini akan menyambut lebih dari 100 pelajar di kelas perdananya seiring dengan upaya Apple untuk membantu para pengembang, pelajar, dan pengusaha memperoleh keterampilan yang mereka butuhkan dalam merintis karier di industri aplikasi iOS yang sedang berkembang di Indonesia dan di […]

  • Ini Saran Kadin Sumsel Untuk Pemda

    Ini Saran Kadin Sumsel Untuk Pemda

    • calendar_month Selasa, 8 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 998
    • 0Komentar

    JAJARAN kepengurusan Kamar Dagang Industri (KADIN) Sumatera Selatan terus bergerak masif dalam rangka turut andil memulihkan perekonomian dan memberikan atensi penting di Sumatera Selatan di masa pandemi COVID-19 saat ini. “Ya, KADIN Sumsel juga memberikan catatan agar Pemerintah Daerah di Kabupaten/Kota dan Provinsi Sumsel ini lebih maksimal lagi untuk memperhatikan hilirisasi sektor perkebunan kelapa sawit […]

  • Anniversary Emeral’d Band Kunjungi Panti Asuhan

    Anniversary Emeral’d Band Kunjungi Panti Asuhan

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.426
    • 0Komentar

    DALAM rangka Anniversary Emeral’d Band yang ke -12 tahun,  band asal Kota Pangkalan Balai Kab. Banyuasin mengunjugi Panti Asuhan Bunda di Jalan Lingkar Pemkab. Banyuasin, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin. Kunjungan mereka tak lain untuk berbagi kasih bersama anak-anak panti asuhan. Adapun kegiatan yang dilaksanakan itu, yakni penyerahan bingkisan sembako, pembagian masker dari ibu Kepala […]

  • 3 Hektare Lahan Ganja Ditemukan di Pagaralam, Kapolres Turun Langsung ke TKP

    3 Hektare Lahan Ganja Ditemukan di Pagaralam, Kapolres Turun Langsung ke TKP

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.516
    • 0Komentar

        MESKI Cuaca diselimuti mendung, dan jarak tempuh ke lokasi  penemuan Ladang Ganja tersebut sekitar 5 jam lebih, namun tak menyurutkan Kapolres Pagaralam AKBP Dolly Gumara, SIK untuk mempimpin langsung pengerebekan tiga hektare lahan ganja diperbukitan Talang Padi Ampe, Desa Rimba Candi, Kecamatan Dempo Selatan Kota Pagaralam. Jum’at (17/1/2019). Dengan masih menggunakan jaket kulit […]

expand_less
WordPress Archive Zukahost – Domain & Web Hosting Template Kit Zukares – Restaurant & Cafe Food Elementor Template Kit Zumar – Creative & Multipurpose Elementor WordPress Theme Zumbla Deluxe (Admob + GDPR + Android Studio) Zumma – Multipurpose WooCommerce Theme Zungo – Creative Consulting Business WordPress Landing Page Theme Zunzo – Running Club and Sports WooCommerce Theme Zuper – Shoutcast and Icecast Radio Player Zuper – Shoutcast and Icecast Radio Player With History – Elementor Widget Addon Zuper – Shoutcast and Icecast Radio Player With History – WordPress Plugin