Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Apa yang Dibahas Prabowo dan Zidane di Davos?

Apa yang Dibahas Prabowo dan Zidane di Davos?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
  • visibility 417
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DAVOS biasanya bukan tempat orang ngobrol santai, lantaran disana, orang-orang penting dunia berkumpul dengan wajah serius, menggunakan jas mahal, membahas masalah dunia.

Bahkan jika satu istilah saja terlewat, wah.. rasanya seperti tidak lulus ujian ekonomi global, dan  salah dengar dikit, bisa-bisa mikir, “Ini lagi rapat atau sidang tesis?”

Tapi di Davos tahun ini, ada satu momen yang bikin suasana sedikit mencair karena Presiden RI Presiden Prabowo Subianto terlihat berbincang dengan Zinedine Zidane.

Bukan soal geopolitik, bukan juga soal investasi triliunan yang angkanya bikin kening berkerut. Malah dibahas itu soal sepak bola. Lebih spesifik lagi, ada satu kata yang paling bikin manusia terasa manusia yaitu soal anak…ya anak, kok bisa?

Sebelum terlalu jauh, kita luruskan dulu. Davos itu kota kecil di Swiss yang tiap tahun jadi tuan rumah World Economic Forum (WEF). Ini bukan arisan RT.

Isinya presiden, perdana menteri, konglomerat, ekonom, dan tokoh global orang-orang yang kalau rapat, keputusan mereka bisa bikin harga beras naik atau turun, singkatnya, Davos adalah ruang rapat dunia, dimana tempat isu berat dikunyah serius, tanpa mengigit cabe rawit.

Makanya wajar kalau obrolan Prabowo dan Zidane terasa kontras, di tengah forum yang biasanya membahas grafik naik-turun, mereka malah bicara tentang Theo Zidane, putra sang legenda.

Prabowo menanyakan kabar karier Theo. Zidane menjawab dengan santai, tanpa bumbu dramatis, Theo kini bermain untuk Córdoba di divisi dua Liga Spanyol.

Sebenarnya bukan klub elite, bukan juga panggung megah, dan tidak ada sorotan kamera tiap akhir pekan. Tapi justru di situlah letak ceritanya menarik.

Karena Theo Zidane adalah anak dari salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola. Nama ayahnya Zidane, di dunia bola sudah seperti password VIP tinggal sebut, pintu kebuka, dan anak TK aja banyak di Kampung-kampung dan pelosok Indonesia mengenal figur dari Francis itu, meski demikian realitasnya tidak seindah spanduk sponsor.

Pasalnya Theo tetap harus memulai dari bawah. Latihan pagi, pulang sore, kaki pegal, napas ngos-ngosan, kalah dimaki, menang belum tentu dipuji. Sepak bola, rupanya, punya prinsip hidup yang keras tapi jujur.  Bahkan nama besar boleh terkenal, tapi tidak bisa dipakai buat mencetak gol.

Zinedine Zidane tampak nyaman dengan kenyataan itu, ia tidak menjual narasi pewaris takhta, tidak sibuk mengiklankan darah biru. Ia hadir sebagai ayah yang paham satu hal penting, proses tidak bisa diwariskan. Nama boleh turun, tapi mental baja harus ditempa sendiri.

Di sisi lain, Prabowo juga tampil dengan wajah berbeda, bukan presiden yang sedang berpidato dengan teks tebal, tapi seorang ayah yang bertanya dengan tulus.

Pertanyaannya cukup sederhana,  mengingatkan kita bahwa dibalik jabatan dan protokol, pemimpin dunia juga manusia biasa yang tahu rasanya cemas dan berharap pada masa depan anak.

Bahasa universal

Sepak bola dalam pertemuan ini naik level, sepak bola bukan sekadar olahraga, tapi bahasa universal. Semua orang paham cerita tentang anak, perjuangan, dan masa depan. Tidak perlu penerjemah, tidak perlu dokumen resmi, cukup empati.

Lucunya, justru obrolan ringan ini terasa lebih berat daripada banyak diskusi formal, sebab dunia boleh sibuk membicarakan pertumbuhan ekonomi, namun obralan dua figur yang berbeda profesi itu malah hanya membicarakan pertumbuhan karakter sesuatu yang sering absen dari slide presentasi.

Oleh sebab itu, kita hidup di zaman serba cepat ini, dan anak- anak pada ikut -ikutan ingin cepat sukses juga. Orang tua ingin cepat bangga dan  dunia ingin cepat viral, semua maunya instan, asal bukan mi instan.

Namun kisah Theo Zidane seperti mengingatkan pelan-pelan bahkan anak legenda pun harus sabar. Tidak ada jalan pintas yang benar-benar gratis. Kalau ada, biasanya beloknya ke jurang.

Pertemuan Prabowo dan Zidane pun menyadarkan kita bahwa kebesaran tidak selalu lahir dari pidato keras atau kebijakan besar. Kadang, kebesaran itu justru tampak dari hal sederhana, mau mendengarkan dan berani bertanya.

Davos hari itu seolah berbisik, masa depan dunia tidak hanya ditentukan di ruang sidang, tapi juga di rumah, dari cara orang tua mengajarkan anaknya jatuh dan bangkit, dari cara manusia menghargai proses, bukan sekadar hasil.

Karena itu, pertemuan Prabowo dan Zidane bukan sekadar momen viral atau foto diplomatik. Ia adalah cermin kehidupan dibalik panggung besar dunia, akan tetapi nilai paling penting tetap sederhana, yaitu kerja keras, kesabaran, dan kejujuran pada proses.

Dan mungkin, itulah pelajaran paling mahal dari Davos kali ini. Datang bukan dari pidato panjang, tapi dari obrolan singkat yang tulus.

Kata pepatah “Naiklah setinggi mungkin, tapi jangan lupa pijakan,” sebab tanpa pijakan yang kuat, ketinggian hanyalah soal waktu sebelum runtuh. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Palembang Instruksikan Camat & Lurah  Awasi Pendatang, Perketat Juga Pintu Masuk Bandara

    Pemkot Palembang Instruksikan Camat & Lurah  Awasi Pendatang, Perketat Juga Pintu Masuk Bandara

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 750
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang menginstruksikan seluruh Camat dan Lurah untuk mengawasi para pendatang yang masuk ke Palembang guna mencegah penyebaran COVID-19. “Ya kami mulai mengawasi pendatang, apalagi yang berasal dari daerah-daerah yang positif  COVID-19,”kata Ratu Dewa, Sekretaris Daerah Pemkot Palembang, Sabtu (28/03/2020). Jika menurutnya,  warga atau pendatang yang baru saja tiba dari daerah di luar kota […]

  • Tingkatan Profesionalisme,  Indonesia – India Latihan Perang Bersama

    Tingkatan Profesionalisme, Indonesia – India Latihan Perang Bersama

    • calendar_month Senin, 20 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.045
    • 0Komentar

    DALAM meningkatkan profesionalisme dua Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Bung Tomo (TOM) – 357 dan KRI Usman Harun (USH) – 359 menggelar Passing Exercise (Passex) dengan unsur-unsur Indian Navy yakni INS Sahyadri-F49 dan INS Kamorta-P28, di perairan Laut Jawa, Minggu (19/06/2022) Keempat kapal perang dua negara sahabat itu melaksanakan latihan dengan membentuk formasi Charlie lambung […]

  • Bukti ke Agungan Allah SWT,  Gerombolan Hiu Paus Terkesan Akrab, “Bercengkrama” dengan Sandiaga Uno di Teluk Tomini Gorontalo, Wisata Ini Perlu Terapkan Konsep 3 S Sarannya

    Bukti ke Agungan Allah SWT,  Gerombolan Hiu Paus Terkesan Akrab, “Bercengkrama” dengan Sandiaga Uno di Teluk Tomini Gorontalo, Wisata Ini Perlu Terapkan Konsep 3 S Sarannya

    • calendar_month Senin, 8 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.959
    • 0Komentar

    GORONTALO merupakan salah satu provinsi yang kaya akan potensi alam juga budaya. Tak ayal, provinsi yang merupakan hasil pemekaran dari Provinsi Sulawesi Utara pada 5 Desember 2020 ini menjadi destinasi favorit wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara. Di antaranya Danau Limboto dan Desa Wisata Religi Bubohu di Kabupaten Gorontalo. Juga Air Terjun Ayuhulaho, Pantai Bolihutuo, serta […]

  • Kabar Baik, Hari Ini Sumsel Nihil Kasus Covid-19

    Kabar Baik, Hari Ini Sumsel Nihil Kasus Covid-19

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.348
    • 0Komentar

    KABAR baik kembali disampaikan oleh Kepala Dinas Kominfo Sumsel H. Achmad Rizwan S.STP MM. Melalui video conference dengan awak media di Command Center, Ia menjelaskan bahwa Senin (20/4/2020)  tidak ada penambahan kasus positif Covid-19 baru di Sumsel.Pihak juru bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumsel, Berdasarkan catatan pihaknya saat ini terdata jumlah ODP sebanyak 2618 […]

  • Jangan Malu, TBC Bukan Kutukan Tapi Bisa Sembuh

    Jangan Malu, TBC Bukan Kutukan Tapi Bisa Sembuh

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.060
    • 0Komentar

    ADA pepatah bilang “batuk tak berdahak bagai sayur tanpa garam”, maka batuk berkepanjangan justru lebih mirip “utang yang tak kunjung lunas”, bikin hidup sengsara dan akhirnya menguras tenaga. Itulah gambaran sederhana soal tuberkulosis alias TBC. Penyakit ini sering datang diam-diam, bikin badan kurus, nafsu makan hilang, tapi sayangnya banyak orang masih anggap remeh. Di kampung, […]

  • Saat Santuni 2 Keluarga Korban Tenggelam di Sungai Musi, Wawako Palembang  Ingatkan Ini

    Saat Santuni 2 Keluarga Korban Tenggelam di Sungai Musi, Wawako Palembang Ingatkan Ini

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.127
    • 0Komentar

    MUSIM hujan membuat aliran beberapa anak Sungai Musi air meninggi, sehingga Wakil Walikota perlu mengingatkan warga dan kepala sekolah serta pendidik untuk melarang anak-anak mandi dan bermain dialiran Sungai. Hal itu disampaikan  Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda saat mengunjungi dua keluarga korban yang tenggelam di aliran anak Sungai Musi, Sabtu (7/3/2020) pukul 14:00 WIB lalu. […]

expand_less
WordPress Archive Zukahost – Domain & Web Hosting Template Kit Zukares – Restaurant & Cafe Food Elementor Template Kit Zumar – Creative & Multipurpose Elementor WordPress Theme Zumbla Deluxe (Admob + GDPR + Android Studio) Zumma – Multipurpose WooCommerce Theme Zungo – Creative Consulting Business WordPress Landing Page Theme Zunzo – Running Club and Sports WooCommerce Theme Zuper – Shoutcast and Icecast Radio Player Zuper – Shoutcast and Icecast Radio Player With History – Elementor Widget Addon Zuper – Shoutcast and Icecast Radio Player With History – WordPress Plugin