Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Apa yang Dibahas Prabowo dan Zidane di Davos?

Apa yang Dibahas Prabowo dan Zidane di Davos?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
  • visibility 405
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DAVOS biasanya bukan tempat orang ngobrol santai, lantaran disana, orang-orang penting dunia berkumpul dengan wajah serius, menggunakan jas mahal, membahas masalah dunia.

Bahkan jika satu istilah saja terlewat, wah.. rasanya seperti tidak lulus ujian ekonomi global, dan  salah dengar dikit, bisa-bisa mikir, “Ini lagi rapat atau sidang tesis?”

Tapi di Davos tahun ini, ada satu momen yang bikin suasana sedikit mencair karena Presiden RI Presiden Prabowo Subianto terlihat berbincang dengan Zinedine Zidane.

Bukan soal geopolitik, bukan juga soal investasi triliunan yang angkanya bikin kening berkerut. Malah dibahas itu soal sepak bola. Lebih spesifik lagi, ada satu kata yang paling bikin manusia terasa manusia yaitu soal anak…ya anak, kok bisa?

Sebelum terlalu jauh, kita luruskan dulu. Davos itu kota kecil di Swiss yang tiap tahun jadi tuan rumah World Economic Forum (WEF). Ini bukan arisan RT.

Isinya presiden, perdana menteri, konglomerat, ekonom, dan tokoh global orang-orang yang kalau rapat, keputusan mereka bisa bikin harga beras naik atau turun, singkatnya, Davos adalah ruang rapat dunia, dimana tempat isu berat dikunyah serius, tanpa mengigit cabe rawit.

Makanya wajar kalau obrolan Prabowo dan Zidane terasa kontras, di tengah forum yang biasanya membahas grafik naik-turun, mereka malah bicara tentang Theo Zidane, putra sang legenda.

Prabowo menanyakan kabar karier Theo. Zidane menjawab dengan santai, tanpa bumbu dramatis, Theo kini bermain untuk Córdoba di divisi dua Liga Spanyol.

Sebenarnya bukan klub elite, bukan juga panggung megah, dan tidak ada sorotan kamera tiap akhir pekan. Tapi justru di situlah letak ceritanya menarik.

Karena Theo Zidane adalah anak dari salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola. Nama ayahnya Zidane, di dunia bola sudah seperti password VIP tinggal sebut, pintu kebuka, dan anak TK aja banyak di Kampung-kampung dan pelosok Indonesia mengenal figur dari Francis itu, meski demikian realitasnya tidak seindah spanduk sponsor.

Pasalnya Theo tetap harus memulai dari bawah. Latihan pagi, pulang sore, kaki pegal, napas ngos-ngosan, kalah dimaki, menang belum tentu dipuji. Sepak bola, rupanya, punya prinsip hidup yang keras tapi jujur.  Bahkan nama besar boleh terkenal, tapi tidak bisa dipakai buat mencetak gol.

Zinedine Zidane tampak nyaman dengan kenyataan itu, ia tidak menjual narasi pewaris takhta, tidak sibuk mengiklankan darah biru. Ia hadir sebagai ayah yang paham satu hal penting, proses tidak bisa diwariskan. Nama boleh turun, tapi mental baja harus ditempa sendiri.

Di sisi lain, Prabowo juga tampil dengan wajah berbeda, bukan presiden yang sedang berpidato dengan teks tebal, tapi seorang ayah yang bertanya dengan tulus.

Pertanyaannya cukup sederhana,  mengingatkan kita bahwa dibalik jabatan dan protokol, pemimpin dunia juga manusia biasa yang tahu rasanya cemas dan berharap pada masa depan anak.

Bahasa universal

Sepak bola dalam pertemuan ini naik level, sepak bola bukan sekadar olahraga, tapi bahasa universal. Semua orang paham cerita tentang anak, perjuangan, dan masa depan. Tidak perlu penerjemah, tidak perlu dokumen resmi, cukup empati.

Lucunya, justru obrolan ringan ini terasa lebih berat daripada banyak diskusi formal, sebab dunia boleh sibuk membicarakan pertumbuhan ekonomi, namun obralan dua figur yang berbeda profesi itu malah hanya membicarakan pertumbuhan karakter sesuatu yang sering absen dari slide presentasi.

Oleh sebab itu, kita hidup di zaman serba cepat ini, dan anak- anak pada ikut -ikutan ingin cepat sukses juga. Orang tua ingin cepat bangga dan  dunia ingin cepat viral, semua maunya instan, asal bukan mi instan.

Namun kisah Theo Zidane seperti mengingatkan pelan-pelan bahkan anak legenda pun harus sabar. Tidak ada jalan pintas yang benar-benar gratis. Kalau ada, biasanya beloknya ke jurang.

Pertemuan Prabowo dan Zidane pun menyadarkan kita bahwa kebesaran tidak selalu lahir dari pidato keras atau kebijakan besar. Kadang, kebesaran itu justru tampak dari hal sederhana, mau mendengarkan dan berani bertanya.

Davos hari itu seolah berbisik, masa depan dunia tidak hanya ditentukan di ruang sidang, tapi juga di rumah, dari cara orang tua mengajarkan anaknya jatuh dan bangkit, dari cara manusia menghargai proses, bukan sekadar hasil.

Karena itu, pertemuan Prabowo dan Zidane bukan sekadar momen viral atau foto diplomatik. Ia adalah cermin kehidupan dibalik panggung besar dunia, akan tetapi nilai paling penting tetap sederhana, yaitu kerja keras, kesabaran, dan kejujuran pada proses.

Dan mungkin, itulah pelajaran paling mahal dari Davos kali ini. Datang bukan dari pidato panjang, tapi dari obrolan singkat yang tulus.

Kata pepatah “Naiklah setinggi mungkin, tapi jangan lupa pijakan,” sebab tanpa pijakan yang kuat, ketinggian hanyalah soal waktu sebelum runtuh. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Maksimalkan Penyerapan Anggaran, Pemprov Tingkatkan Sinergitas dengan Kakanwil DPJB

    Maksimalkan Penyerapan Anggaran, Pemprov Tingkatkan Sinergitas dengan Kakanwil DPJB

    • calendar_month Kamis, 15 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 887
    • 0Komentar

    DI sela agenda kerjanya Gubernur Sumsel H.Herman Deru menerima audiensi jajaran pimpinan Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sumsel di ruang tamu Gubernur. Rombongan ini datang dipimpin langsung Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumsel, Lydia Kurniawati Christyana M.M. Selain menjadi ajang silaturahmi bagi Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Sumsel yang baru, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan […]

  • Apresiasi PKS, Menpora Sebut 5  Harapan dari Bonus Demografi

    Apresiasi PKS, Menpora Sebut 5  Harapan dari Bonus Demografi

    • calendar_month Sabtu, 27 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.538
    • 0Komentar

    MENTERI Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali mengapresiasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam upaya membentuk dan mendorong minat kewirausahaan di tengah pemuda menjelang tantangan bonus demografi. Hal itu disampaikan Menpora Amali saat memberikan sambutan dalam Webinar Nasional Enterpreneurship PKS secara daring. “Saya menyampaikan terima kasih kepada kader-kader PKS di Komisi X DPR RI atas […]

  • [ Update ] Peringatan Dini Banjir Tanggal 19 Mei 2021

    [ Update ] Peringatan Dini Banjir Tanggal 19 Mei 2021

    • calendar_month Kamis, 20 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 771
    • 0Komentar

    BERDASARKAN hasil analisis data dari BMKG dengan Impact Based Forecast (IBF) serta BNPB dengan InaRisk, maka perlu diwaspadai potensi Banjir pada tanggal 19 Mei 2021 di wilayah sbb: Status WASPADA BANJIR 1. Jawa Barat: Bandung, Garut, Sukabumi, Ciamis, Cianjur, Majalengka, Tasikmalaya 2. Jawa Tengah: Wonogiri, Sragen. 3. Gorontalo: Gorontalo Utara. Rincian daerah berpotensi banjir dengan status […]

  • Ini Dilakukan Muba dalam Memperdayakan Naker Disabilitas

    Ini Dilakukan Muba dalam Memperdayakan Naker Disabilitas

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 895
    • 0Komentar

    PEMKAB Muba bersinergi dengan IndoAgri dalam memperdayakan tenaga kerja [naker] disabilitas. Pemerdayaan ini guna mengoptimalkan percepatan pengentasan kemiskinan dan menurunkan angka pengangguran di Bumi Serasan Sekate. Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Muba terus melakukan Sosialisasi, dan Kerjasama dalam Pemberdayaan Tenaga Kerja (Naker) serta Pelatihan Tenaga Kerja Disabilitas. Kepala Disnakertrans Muba, H Mursalin SE MM […]

  • Demi Keselamatan,  Gubernur Usulkan Bangun Flyover Pintu Perlintasan Jalur KA

    Demi Keselamatan, Gubernur Usulkan Bangun Flyover Pintu Perlintasan Jalur KA

    • calendar_month Rabu, 14 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 987
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru mendukung rencana pembangunan double track dan flyover ataupun underpass beberapa titik jalan sebidang yang  berlintasan  dengan jalur rel kereta api. Gubernur menilai, pembangunan flyover tersebut tentu akan berdampak baik sehingga aktivitas masyarakat tidak terganggu. “Untuk pembangunan double track tentu tidak ada masalah, silahkan saja dibangun karena intensitas angkutan […]

  • Elen Setiadi gantikan Agus Fatoni jadi Pj Gubernur Sumsel, Pj Bupati Muba bakal hadir dimalam pisah sambut

    Elen Setiadi gantikan Agus Fatoni jadi Pj Gubernur Sumsel, Pj Bupati Muba bakal hadir dimalam pisah sambut

    • calendar_month Selasa, 25 Jun 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.057
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pj Bupati Muba H Sandi Fahlepi turut serta menyambut kedatangan Pj Gubernur Sumatera Selatan yang baru Elen Setiadi, di Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Selasa (25/6/2024). Dalam kesempatan itu Pj Bupati Muba menyambut Gubernur Sumsel yang baru pengganti Agus Fatoni bersama Sekda Sumsel Ir SA Supriono, serta para FKPD dan OPD […]

expand_less
WordPress Archive Zukahost – Domain & Web Hosting Template Kit Zukares – Restaurant & Cafe Food Elementor Template Kit Zumar – Creative & Multipurpose Elementor WordPress Theme Zumbla Deluxe (Admob + GDPR + Android Studio) Zumma – Multipurpose WooCommerce Theme Zungo – Creative Consulting Business WordPress Landing Page Theme Zunzo – Running Club and Sports WooCommerce Theme Zuper – Shoutcast and Icecast Radio Player Zuper – Shoutcast and Icecast Radio Player With History – Elementor Widget Addon Zuper – Shoutcast and Icecast Radio Player With History – WordPress Plugin