Sabtu, 31 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Apa yang Dibahas Prabowo dan Zidane di Davos?

Apa yang Dibahas Prabowo dan Zidane di Davos?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
  • visibility 429
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DAVOS biasanya bukan tempat orang ngobrol santai, lantaran disana, orang-orang penting dunia berkumpul dengan wajah serius, menggunakan jas mahal, membahas masalah dunia.

Bahkan jika satu istilah saja terlewat, wah.. rasanya seperti tidak lulus ujian ekonomi global, dan  salah dengar dikit, bisa-bisa mikir, “Ini lagi rapat atau sidang tesis?”

Tapi di Davos tahun ini, ada satu momen yang bikin suasana sedikit mencair karena Presiden RI Presiden Prabowo Subianto terlihat berbincang dengan Zinedine Zidane.

Bukan soal geopolitik, bukan juga soal investasi triliunan yang angkanya bikin kening berkerut. Malah dibahas itu soal sepak bola. Lebih spesifik lagi, ada satu kata yang paling bikin manusia terasa manusia yaitu soal anak…ya anak, kok bisa?

Sebelum terlalu jauh, kita luruskan dulu. Davos itu kota kecil di Swiss yang tiap tahun jadi tuan rumah World Economic Forum (WEF). Ini bukan arisan RT.

Isinya presiden, perdana menteri, konglomerat, ekonom, dan tokoh global orang-orang yang kalau rapat, keputusan mereka bisa bikin harga beras naik atau turun, singkatnya, Davos adalah ruang rapat dunia, dimana tempat isu berat dikunyah serius, tanpa mengigit cabe rawit.

Makanya wajar kalau obrolan Prabowo dan Zidane terasa kontras, di tengah forum yang biasanya membahas grafik naik-turun, mereka malah bicara tentang Theo Zidane, putra sang legenda.

Prabowo menanyakan kabar karier Theo. Zidane menjawab dengan santai, tanpa bumbu dramatis, Theo kini bermain untuk Córdoba di divisi dua Liga Spanyol.

Sebenarnya bukan klub elite, bukan juga panggung megah, dan tidak ada sorotan kamera tiap akhir pekan. Tapi justru di situlah letak ceritanya menarik.

Karena Theo Zidane adalah anak dari salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola. Nama ayahnya Zidane, di dunia bola sudah seperti password VIP tinggal sebut, pintu kebuka, dan anak TK aja banyak di Kampung-kampung dan pelosok Indonesia mengenal figur dari Francis itu, meski demikian realitasnya tidak seindah spanduk sponsor.

Pasalnya Theo tetap harus memulai dari bawah. Latihan pagi, pulang sore, kaki pegal, napas ngos-ngosan, kalah dimaki, menang belum tentu dipuji. Sepak bola, rupanya, punya prinsip hidup yang keras tapi jujur.  Bahkan nama besar boleh terkenal, tapi tidak bisa dipakai buat mencetak gol.

Zinedine Zidane tampak nyaman dengan kenyataan itu, ia tidak menjual narasi pewaris takhta, tidak sibuk mengiklankan darah biru. Ia hadir sebagai ayah yang paham satu hal penting, proses tidak bisa diwariskan. Nama boleh turun, tapi mental baja harus ditempa sendiri.

Di sisi lain, Prabowo juga tampil dengan wajah berbeda, bukan presiden yang sedang berpidato dengan teks tebal, tapi seorang ayah yang bertanya dengan tulus.

Pertanyaannya cukup sederhana,  mengingatkan kita bahwa dibalik jabatan dan protokol, pemimpin dunia juga manusia biasa yang tahu rasanya cemas dan berharap pada masa depan anak.

Bahasa universal

Sepak bola dalam pertemuan ini naik level, sepak bola bukan sekadar olahraga, tapi bahasa universal. Semua orang paham cerita tentang anak, perjuangan, dan masa depan. Tidak perlu penerjemah, tidak perlu dokumen resmi, cukup empati.

Lucunya, justru obrolan ringan ini terasa lebih berat daripada banyak diskusi formal, sebab dunia boleh sibuk membicarakan pertumbuhan ekonomi, namun obralan dua figur yang berbeda profesi itu malah hanya membicarakan pertumbuhan karakter sesuatu yang sering absen dari slide presentasi.

Oleh sebab itu, kita hidup di zaman serba cepat ini, dan anak- anak pada ikut -ikutan ingin cepat sukses juga. Orang tua ingin cepat bangga dan  dunia ingin cepat viral, semua maunya instan, asal bukan mi instan.

Namun kisah Theo Zidane seperti mengingatkan pelan-pelan bahkan anak legenda pun harus sabar. Tidak ada jalan pintas yang benar-benar gratis. Kalau ada, biasanya beloknya ke jurang.

Pertemuan Prabowo dan Zidane pun menyadarkan kita bahwa kebesaran tidak selalu lahir dari pidato keras atau kebijakan besar. Kadang, kebesaran itu justru tampak dari hal sederhana, mau mendengarkan dan berani bertanya.

Davos hari itu seolah berbisik, masa depan dunia tidak hanya ditentukan di ruang sidang, tapi juga di rumah, dari cara orang tua mengajarkan anaknya jatuh dan bangkit, dari cara manusia menghargai proses, bukan sekadar hasil.

Karena itu, pertemuan Prabowo dan Zidane bukan sekadar momen viral atau foto diplomatik. Ia adalah cermin kehidupan dibalik panggung besar dunia, akan tetapi nilai paling penting tetap sederhana, yaitu kerja keras, kesabaran, dan kejujuran pada proses.

Dan mungkin, itulah pelajaran paling mahal dari Davos kali ini. Datang bukan dari pidato panjang, tapi dari obrolan singkat yang tulus.

Kata pepatah “Naiklah setinggi mungkin, tapi jangan lupa pijakan,” sebab tanpa pijakan yang kuat, ketinggian hanyalah soal waktu sebelum runtuh. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apa Benar Pembatalan Ibadah Haji Tahun 2021 karena Alasan Keuangan, Ini Keterangannya

    Apa Benar Pembatalan Ibadah Haji Tahun 2021 karena Alasan Keuangan, Ini Keterangannya

    • calendar_month Kamis, 17 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.035
    • 0Komentar

    BEREDAR informasi melalui sebuah artikel berita yang menyebutkan bahwa pembatalan ibadah haji tahun 2021 karena alasan keuangan serta dana haji yang digunakan untuk membiayai proyek infrastruktur. Faktanya, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) membantah informasi yang beredar tersebut. BPKH menegaskan pembatalan ibadah haji tahun 2021 bukan karena alasan keuangan, melainkan karena alasan kesehatan, keselamatan, dan keamanan […]

  • BI Pasang Jurus Baru Hadapi Gejolak Global

    BI Pasang Jurus Baru Hadapi Gejolak Global

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 98
    • 0Komentar

    KETIDAKPASTIAN global kembali sangat berpengaruh sekali bagi perekonomian dunia, terutama terkait dengan dinamika geopolitik di Timur Tengah, masalah itu tentu berpotensi memicu volatilitas pasar keuangan Internasional. Sehingga dalam  situasi seperti ini, Bank Indonesia (BI) memilih tidak  hanya bersikap defensif, melainkan harus bisa memperkuat strategi stabilisasi dengan pendekatan kebijakan yang lebih adaptif dan terintegrasi. Salah satu […]

  • 800 Kasus Pelanggaran Parkir dan Lalin Disidangkan di PN Palembang

    800 Kasus Pelanggaran Parkir dan Lalin Disidangkan di PN Palembang

    • calendar_month Kamis, 3 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 979
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Sebanyak 800 kasus pelanggaran parkir dan lalu lintas yang diserahkan ke Pengadilan Negeri oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang disepanjang 2018 lalu. “Kebanyakan pelanggaran parkir dan surat-surat yang tidak lengkap khususnya angkutan barang,” ungkap Kepala Bagian (Kabag) Operasional Dishub Kota Palembang, Marta Edison saat ditemui dikawasan Jembatan Musi IV Palembang, Kamis (3/1/19). […]

  • OSO Sebut Generasi Muda Mulai Lupa dengan Empat Pilar

    Ini Filosofi Organisasi Ala OSO

    • calendar_month Selasa, 10 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.416
    • 0Komentar

    Ketua DPD RI/Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta Odang mengungkapkan dalam berorganisasi harus ada sebuah struktur yang menguatkan suatu organisasi sehingga visi dan misi organisasi itu bisa berjalan dengan baik.

  • Empat Flyover, Putuskan Kutukan Palang Pintu

    Empat Flyover, Putuskan Kutukan Palang Pintu

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Saat jalan utama Sumsel tak lagi harus berhenti EMPAT flyover palang pintu kereta api di Sumatera Selatan digadang-gadang jadi jurus pamungkas untuk memutus kemacetan yang sudah terlalu lama jadi tontonan gratis warga. Setiap palang pintu turun, kendaraan langsung antre seperti mau ambil sembako murah, klakson bunyi saling sahut, dan waktu mendadak jadi barang mewah. Hal […]

  • Mari Berdamai, Konflik Rusia–Ukraina Turut Pengaruhi APBN

    Mari Berdamai, Konflik Rusia–Ukraina Turut Pengaruhi APBN

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 682
    • 0Komentar

    MENTERI Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, akibat konflik Rusia – Ukraina memicu kenaikan yang luar biasa dari harga komoditas dan itu mempengaruhi APBN. Di satu sisi memberikan daya tambah penerimaan negara, namun di sisi lain masyarakat juga merasakan pengaruh dari inflasi global tersebut. “Kalau dulu tantangan dan ancaman bagi masyarakat adalah pandemi, sekarang tantangan […]

expand_less
WordPress Archive Zukahost – Domain & Web Hosting Template Kit Zukares – Restaurant & Cafe Food Elementor Template Kit Zumar – Creative & Multipurpose Elementor WordPress Theme Zumbla Deluxe (Admob + GDPR + Android Studio) Zumma – Multipurpose WooCommerce Theme Zungo – Creative Consulting Business WordPress Landing Page Theme Zunzo – Running Club and Sports WooCommerce Theme Zuper – Shoutcast and Icecast Radio Player Zuper – Shoutcast and Icecast Radio Player With History – Elementor Widget Addon Zuper – Shoutcast and Icecast Radio Player With History – WordPress Plugin