Jauh dari MUBA, Mahasiswa di Yogyakarta Punya Cara Sendiri untuk Tetap Jadi Keluarga
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 45 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID, YOGYAKARTA – Merantau ke Yogyakarta membuat para mahasiswa asal Musi Banyuasin harus terbiasa hidup jauh dari kampung halaman. Namun, jarak ternyata tidak membuat mereka kehilangan ruang untuk berkumpul dan merasa seperti berada di rumah sendiri.
Suasana itu terlihat di Asrama Putri Randik MUBA Yogyakarta, Sabtu (12/9/2026) malam.
Anggota Ikatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Musi Banyuasin (IKPM MUBA) Yogyakarta berkumpul dalam Malam Puncak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dirangkaikan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.
Kegiatan tersebut bukan hanya agenda peringatan dua momentum sekaligus. Pertemuan itu justru menjadi kesempatan untuk kembali duduk bersama, berbagi suasana, dan mempererat hubungan antarmahasiswa MUBA yang sama-sama sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta.
Kehangatan terasa sepanjang kegiatan. Para anggota IKPM MUBA Yogyakarta ikut terlibat dalam rangkaian acara, menjadikan malam tersebut sebagai ruang untuk melepas jarak dari kesibukan perkuliahan sekaligus menjaga hubungan kekeluargaan di tanah rantau.
Ketua IKPM MUBA Yogyakarta, Mutia Mei Sari, mengatakan kegiatan tersebut memang dirancang bukan hanya untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI dan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Menurutnya, ada hal yang lebih penting dari sekadar perayaan, yakni menjaga kebersamaan antaranggota IKPM MUBA Yogyakarta.
“Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk berkumpul bersama dan memperkuat kebersamaan sebagai keluarga besar IKPM MUBA Yogyakarta,” ujar Mutia.
Ia menilai, kebersamaan menjadi hal penting bagi mahasiswa yang sedang berada jauh dari daerah asal. Dengan adanya kegiatan bersama, komunikasi dan rasa kekeluargaan antaranggota dapat terus terjaga.
Perpaduan peringatan kemerdekaan dan Maulid Nabi pun akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan.
Di tengah kehidupan mahasiswa yang jauh dari Musi Banyuasin, kegiatan itu menjadi salah satu cara IKPM MUBA Yogyakarta menjaga ikatan dengan sesama sekaligus menghadirkan kembali suasana kekeluargaan di perantauan. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
