Rabu, 19 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Prabowo Setujui 21.000 Polhut, Begini Cara Baru Kemenhut Jaga Hutan

Prabowo Setujui 21.000 Polhut, Begini Cara Baru Kemenhut Jaga Hutan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 30 menit yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto menyetujui penambahan 21.000 personel Polisi Kehutanan (Polhut) yang akan direkrut secara bertahap untuk memperkuat pengamanan kawasan hutan Indonesia.

Rencana tersebut disampaikan Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki saat membuka Pelatihan Pembentukan Polisi Kehutanan (Polhut) Tahun Anggaran 2026 di Pusdik Binmas Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Kehutanan memperkuat kapasitas personel Polhut menghadapi berbagai ancaman terhadap kawasan hutan.

Sebanyak 586 peserta mengikuti Diklat Pembentukan Polhut TA 2026. Peserta terdiri atas 517 orang dari Kementerian Kehutanan serta 69 peserta yang berasal dari Dinas Kehutanan Daerah dan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN).

Rohmat mengatakan penambahan 21.000 personel Polhut diperlukan seiring semakin kompleksnya ancaman terhadap hutan Indonesia.

Ancaman tersebut mencakup pembalakan liar atau illegal logging, pertambangan ilegal atau illegal mining, kebakaran hutan, peredaran ilegal tumbuhan dan satwa liar, hingga kejahatan terorganisasi yang melintasi batas negara.

Oleh karena itu, pengamanan hutan tidak cukup hanya mengandalkan penambahan jumlah personel. Kementerian Kehutanan juga mendorong perubahan pendekatan dalam menjaga kawasan hutan.

Tiga Cara Baru Pengamanan Hutan

Rohmat menjelaskan, Kementerian Kehutanan menerapkan tiga pilar pengamanan hutan modern.

Pertama, pengawasan berbasis teknologi atau smart patrol. Pendekatan ini diarahkan untuk membantu personel melakukan pemantauan kawasan secara lebih efektif, termasuk dalam mengenali potensi ancaman dan menentukan wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.

Kedua, penegakan hukum terpadu melalui scientific crime investigation. Pendekatan tersebut menekankan kemampuan penanganan perkara berdasarkan metode penyelidikan dan pembuktian yang lebih terukur.

Ketiga, pengamanan berbasis masyarakat atau community-based patrol. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting karena warga di sekitar kawasan hutan memiliki posisi strategis dalam membantu pengawasan dan pencegahan gangguan terhadap hutan.

Menurut Rohmat, penguatan Polhut ke depan juga diarahkan pada pendekatan pencegahan. Patroli berbasis risiko dan deteksi dini menjadi bagian dari upaya agar potensi gangguan dapat diketahui dan ditangani sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Polhut Dituntut Tidak Sekadar Kuat Secara Fisik

Perubahan pola pengamanan tersebut membuat tuntutan terhadap personel Polhut ikut berkembang.

Rohmat menegaskan bahwa kemampuan fisik dan keahlian teknis saja tidak cukup. Polhut juga harus memiliki integritas yang kuat.

“Integritas adalah pondasi paling utama,” ujar Rohmat.

Menurut dia, Polhut merupakan profesi yang berhadapan langsung dengan berbagai persoalan di lapangan. Karena itu, personel harus memiliki kemampuan teknis, hukum, sosial, digital, serta kepemimpinan lapangan.

Kemampuan membangun hubungan yang konstruktif dan humanis dengan masyarakat sekitar kawasan hutan juga menjadi perhatian.

Paradigma Polhut diarahkan untuk berkembang dari sekadar petugas pengamanan menjadi profesi perlindungan hutan yang profesional dan berbasis kompetensi.

Penguatan tersebut juga membutuhkan kerja sama lintas sektor. Polhut nantinya tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi persoalan kehutanan yang semakin kompleks.

Kolaborasi diperlukan bersama masyarakat, pemerintah daerah, TNI/Polri, aparat penegak hukum, akademisi, dunia usaha, hingga organisasi masyarakat sipil.

Polhut Hadapi Kejahatan yang Terus Berubah

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kementerian Kehutanan Dwi Januanto Nugroho mengatakan peningkatan kapasitas personel menjadi penting karena pola kejahatan lingkungan terus berkembang.

Menurut Dwi, tugas Polhut memiliki tingkat risiko yang tinggi karena personel bekerja di kawasan yang luas dan sering berada jauh dari sorotan publik.

“Menjadi Polhut bukanlah tugas yang ringan,” kata Dwi.

Ia mengatakan personel Polhut harus mampu menghadapi risiko nyata di lapangan dalam menjalankan tugas perlindungan kawasan hutan, tumbuhan, dan satwa liar.

Selain keberanian, Polhut dituntut memiliki kecerdasan, kemampuan beradaptasi, integritas, serta kemampuan membaca perubahan modus kejahatan.

Dwi menyebut pendidikan pembentukan Polhut sebagai tahap penting untuk membentuk kesiapan personel sebelum menjalankan tugas di lapangan.

“Diklat pembentukan ini adalah kawah candradimuka untuk memastikan Polhut siap menjadi simpul utama penegakan hukum di tingkat tapak,” ujarnya.

586 Peserta Ikuti Pendidikan Polhut 2026

Pelatihan pembentukan Polhut Tahun Anggaran 2026 dilaksanakan melalui kerja sama Kementerian Kehutanan dengan Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri serta Lemdiklat Polri.

Sebanyak 586 peserta mengikuti pelatihan tersebut. Dari jumlah itu, 517 peserta berasal dari Kementerian Kehutanan, sedangkan 69 lainnya berasal dari Dinas Kehutanan Daerah dan Otorita Ibu Kota Nusantara.

Rohmat mengapresiasi Lemdiklat Polri, Baharkam Polri, serta panitia penyelenggara atas kolaborasi dalam pelaksanaan pendidikan tersebut.

Ia juga meminta seluruh peserta mengikuti proses pendidikan dengan disiplin dan menjaga kondisi selama mengikuti pelatihan.

“Ikuti kurikulum dengan disiplin, jaga kesehatan dan kekompakan, serta tancapkan integritas di dalam dada,” pesan Rohmat kepada para peserta.

Penambahan 21.000 personel Polhut yang disetujui Presiden Prabowo Subianto nantinya menjadi bagian dari penguatan pengamanan kawasan hutan secara bertahap.

Namun, penguatan tersebut tidak hanya berorientasi pada jumlah personel. Kementerian Kehutanan juga menyiapkan perubahan pendekatan melalui pemanfaatan teknologi, penegakan hukum terpadu, pencegahan berbasis risiko, serta keterlibatan masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, Polhut diharapkan mampu menghadapi tantangan perlindungan hutan yang semakin kompleks sekaligus menjalankan fungsi penegakan hukum secara profesional, adaptif, dan berintegritas.

Kegiatan pembukaan Diklat Pembentukan Polhut TA 2026 turut dihadiri Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Dwi Januanto Nugroho, Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (P2SDM) Kementerian Kehutanan Indra Exploitasia Semiawan, Kepala Lemdiklat Polri Komjen Pol. R.Z. Panca Putra, Gubernur Akpol Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga, serta jajaran pejabat Kementerian Kehutanan dan Polri. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Open House Idul Fitri Cara Virtual

    Open House Idul Fitri Cara Virtual

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.148
    • 0Komentar

    LEBARAN Idul Fitri 1441 Hijiriah dilaksanakan agak berbeda, biasanya acara open house dilaksanakan secara langsung, namun kali open house terpaksa dilaksanakan secara virtual Zoom (vidcom) antara Gubenur Sumsel Herman Deru dengan bupati/walikota se- Sumsel. Meski demikian, silahturahim tetap dilaksanakan dengan suasana penuh keakraban di saat pandemi covid-19 di Sumsel terus meningkat. Di Griya Agung, rumah […]

  • Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan 6.800 Ekor Benur Senilai 1 Miliar Rupiah Lebih, Dibungkus Dengan 23 Plastik

    Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan 6.800 Ekor Benur Senilai 1 Miliar Rupiah Lebih, Dibungkus Dengan 23 Plastik

    • calendar_month Jumat, 25 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 900
    • 0Komentar

    TIM Sub Direktorat (Subdit) Penegakan Hukum (Gakkum) Direktorat Kepolisian Air dan Udara (Dit Polairud) Polda Lampung berhasil mengungkap lokasi jual-beli benih lobster sebanyak 6.800 ekor di Pekon Sumber Agung, Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat. Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad menjelaskan penindakan itu berawal dari informasi warga tentang kegiatan jual-beli benih bening […]

  • Adanya Bendungan Irigasi Lematang Di Pagar Alam, Ini Harapan Gubernur Sumsel

    Adanya Bendungan Irigasi Lematang Di Pagar Alam, Ini Harapan Gubernur Sumsel

    • calendar_month Jumat, 20 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.491
    • 0Komentar

    BENDUNGAN Irigasi Lematang yang terletak di Desa Pelang Kenidai, Kota Pagar Alam, Sumsel diharapkan dapat mengairi sekitar 3.000 hektare lahan sawah yang tersebar diseluruh desa di Kecamatan Dempo Tengah dan Dempo Selatan. Selain itu setelah adanya Irigasi Lematang para petani sekitar akan merasakan dampaknya, yakni terjadi peningkatan produksi panrn minimal enam ton sekali panen dengan […]

  • “Bimtek Keuangan Sekolah Palembang, BOS Jangan Bocor!”

    “Bimtek Keuangan Sekolah Palembang, BOS Jangan Bocor!”

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.035
    • 0Komentar

    PALEMBANG, kota yang terkenal dengan pempek dan sungai Musinya, kali ini kedatangan pahlawan baru bagi kepala sekolah, “Bimbingan Teknis (Bimtek) Keuangan Sekolah”. Wali Kota Ratu Dewa resmi membuka acara ini di Kebon Gede Venue, Rabu (28/10/2025). Bayangin, 370 kepala sekolah dari TK sampai SMP berkumpul, siap belajar mengelola uang BOS agar tidak “bocor” seperti kantong […]

  • Pagaralam Terapkan Energi Hijau, Satu-satunya daerah Terapkan 100 Persen EBT di Indonesia

    Pagaralam Terapkan Energi Hijau, Satu-satunya daerah Terapkan 100 Persen EBT di Indonesia

    • calendar_month Rabu, 26 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 804
    • 0Komentar

    KONTRIBUSI Pemerintah Provinsi bersama Pemkab dan Pemkot di Sumatera Selatan (Sumsel) salah satunya Pemkot Pagaralam, dalam menerapkan pengembangan energi hijau telah mendapatkan apresiasi dan dukungan langsung dari Presiden RI Joko Widodo dimana beberapa hari lalu kepala negara berkunjung ke Pagaralam. Bahkan, Pagaralam sendiri disebut sebagai satu-satunya kota di Indonesia yang telah 100 persen menerapkan pemanfaatan […]

  • Meski Diliburkan Skuad Muba Babel United Diminta Siap Siaga

    Meski Diliburkan Skuad Muba Babel United Diminta Siap Siaga

    • calendar_month Rabu, 28 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.239
    • 0Komentar

    BELUM adanya kejelasan mengenai kelanjutan kompetisi Liga 2 Indonesia musim ini membuat manajemen Muba Babel United meliburkan skuadnya. Namun meski diliburkan, namun Bobby Satria dkk diminta untuk siap siaga dan tetap fokus terkait kemungkinan yang akan terjadi kedepannya. “Untuk tahap awal, pemain kami liburkan hingga akhir pekan ini. Jadi mulai Rabu (28/10) sore mereka tidak […]

expand_less
WordPress Archive Give – CCAvenue Gateway Give – Constant Contact Give – ConvertKit Give – Currency Switcher Give – Email Reports Give – Fee Recovery Give – Form Field Manager Give – Gift Aid Give – GoCardless Gateway Give – Google Analytics Donation Tracking