Bikin Gemas! Baru 20 Menit Lahir, Anak Gajah 129 Kg Sudah Berdiri
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kehutanan.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Bikin gemas melihat tingkah anak gajah jantan yang baru lahir di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Riau lantaran baru sekitar 20 menit menghirup udara dunia, bayi gajah dengan berat sekitar 129 kilogram itu sudah mampu berdiri tegak dan menopang tubuhnya sendiri.
Momen tersebut terjadi di Camp Elephant Flying Squad (EFS), SPTN Wilayah I Lubuk Kembang Bunga, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Senin (28/9).
Mengutip sumber resmi laman kehutanan menyebutkan anak gajah itu lahir sekitar pukul 19.00 WIB dari induk bernama Lisa, gajah binaan berusia 45 tahun. Sekitar pukul 19.20 WIB, kemampuan fisik bayi gajah tersebut sudah terlihat. Ia mampu berdiri secara mandiri dengan refleks dan kekuatan tubuh yang dinilai baik.
Bagi Lisa, kelahiran ini bukan yang pertama. Anak gajah jantan tersebut merupakan kelahiran keenam bagi Lisa.
Namun, ada satu fakta menarik di balik kelahiran tersebut. Anak gajah ini lahir dari hasil perkawinan Lisa dengan gajah liar di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo.
Tim gabungan yang terdiri dari mahout, dokter hewan, dan perawat satwa sebelumnya telah memantau Lisa secara intensif sejak Minggu (27/9).
Pemantauan dilakukan setelah muncul sejumlah tanda menjelang persalinan. Mammae atau kelenjar susu Lisa mulai mengeras, sementara perilakunya terlihat lebih gelisah dibandingkan biasanya.
Pada Senin pagi, pergerakan Lisa mulai melambat. Tim terus melakukan pemantauan hingga sore hari ketika tanda-tanda persalinan semakin kuat.
Hingga akhirnya, proses kelahiran berlangsung pada malam hari. Lisa melahirkan secara mandiri dan anaknya lahir dalam kondisi selamat.
Hasil pemeriksaan awal tim medis menunjukkan bayi gajah jantan tersebut dalam kondisi sehat. Selain berat sekitar 129 kilogram, anak gajah itu memiliki tinggi badan 96 sentimeter, panjang badan 101 sentimeter, dan lingkar dada 125 sentimeter.
Suhu tubuhnya tercatat 36 derajat Celsius. Pasca-kelahiran, pengawasan langsung dilanjutkan. Tim medis satwa dan para mahout berjaga selama 24 jam untuk memastikan anak gajah mendapatkan asupan ASI yang cukup sekaligus memantau kondisi induknya.
Kelahiran ini menjadi bagian penting dari upaya konservasi gajah sumatera di TNTN. Terlebih, anak gajah tersebut merupakan hasil perkawinan antara gajah binaan dengan gajah liar, yang menunjukkan adanya interaksi reproduktif antara keduanya di kawasan taman nasional.
Kini, perhatian tim tertuju pada Lisa dan anaknya. Setelah melewati proses kelahiran dengan selamat, bayi gajah tersebut harus terus dipantau agar dapat tumbuh sehat bersama induknya. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
