Potensi Ekonomi Mangrove Indonesia, Bisa Jadi Sumber Cuan Hijau
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

fot : kemenlh.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Pemulihan ekosistem mangrove kini tidak lagi dipandang hanya sebagai upaya menjaga lingkungan, tetapi juga sebagai peluang ekonomi baru melalui pengembangan ekonomi hijau dan pasar karbon.
Pemerintah melihat kawasan mangrove memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat ganda, yakni memperkuat perlindungan pesisir sekaligus membuka sumber pendapatan bagi masyarakat yang terlibat dalam menjaga ekosistem tersebut.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat baru- bari ini di Bali mengatakan, kemampuan mangrove dalam menyerap karbon menjadi salah satu peluang ekonomi yang dapat dikembangkan ke depan.
“Saat ini emisi global terus meningkat akibat aktivitas ekonomi. Karena itu diperlukan upaya untuk mengurangi karbon. Salah satunya melalui penyerapan karbon oleh ekosistem seperti mangrove,” ujar Jumhur
Menurut dia, kemampuan mangrove dalam menyerap karbon menjadikan ekosistem pesisir tersebut memiliki nilai strategis dalam menghadapi perubahan iklim. Selain manfaat ekologis, upaya pemulihan mangrove juga berpotensi menciptakan lapangan kerja hijau bagi masyarakat sekitar.
Melalui skema perdagangan karbon, kawasan mangrove yang dipulihkan dapat menghasilkan nilai ekonomi dari karbon yang tersimpan. Masyarakat lokal yang terlibat dalam penanaman dan pemeliharaan mangrove juga berpeluang mendapatkan manfaat dari aktivitas ekonomi tersebut.
“Lalu ketika karbon itu dijual, pekerja di lapangan dan warga lokal juga akan mendapatkan benefit sharing dari hasil penjualan karbon tersebut. Jadi menanam mangrove adalah kegiatan yang menguntungkan,” kata Jumhur.
Selama ini, kegiatan rehabilitasi mangrove masih banyak didukung oleh pemerintah. Namun ke depan, KLH/BPLH mendorong keterlibatan dunia usaha dan investor agar pemulihan lingkungan dapat berkembang menjadi bagian dari ekonomi berkelanjutan.
Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki juga mendorong pengembangan perdagangan karbon di kawasan mangrove dengan melibatkan masyarakat agar manfaat ekonomi dari pengelolaan lingkungan dapat kembali dirasakan warga sekitar.
“Kami mendorong banyak skema perdagangan karbon di kawasan mangrove yang melibatkan masyarakat sehingga manfaatnya juga kembali kepada masyarakat,” ujar Rohmat.
Dengan potensi penyerapan karbon dan keterlibatan masyarakat pesisir, mangrove diproyeksikan menjadi salah satu aset ekonomi hijau Indonesia. Ke depan, pemulihan kawasan mangrove tidak hanya menjadi langkah menjaga lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang berkelanjutan. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
