Senin, 5 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri » Industri Hijau Terus Digalakkan

Industri Hijau Terus Digalakkan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 10 Mei 2022
  • visibility 2.196
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PENGEMBANGAN industri hijau terus didorong dengan melaksanakan pembangunan rendah karbon . Hal itu juga menjadi isu utama dalam agenda Presidensi G20 Indonesia, yaitu transisi energi berkelanjutan.

Untuk mewujudkan ekonomi hijau dan mencapai target pembangunan rendah karbon, Kemenperin telah melakukan berbagai upaya strategis. Salah satunya, rutin menggelar penganugerahan Penghargaan Industri Hijau sejak 2010. Dan juga, penyusunan Standar Industri Hijau, upaya penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK), penyelenggaraan nilai ekonomi karbon sesuai Peraturan Presiden nomor 98 tahun 2021.

Kemenperin pun mendorong pengelolaan limbah industri, pengembangan ekonomi sirkular, serta pengembangan produksi dan penggunaan kendaraan listrik. Ekonomi hijau adalah sistem ekonomi yang berupaya meningkatkan kesejahteraan manusia, kesetaraan sosial, sekaligus secara signifikan mengurangi risiko lingkungan dan kelangkaan ekologis, rendah karbon, efisiensi sumber daya, serta inklusif secara sosial.

Penghargaan Industri Hijau adalah program pemberian penghargaan kepada perusahaan industri yang telah menerapkan prinsip industri hijau dalam proses produksinya, dengan tujuan memberikan motivasi kepada perusahaan industri untuk menerapkan prinsip industri hijau.

“Penghargaan Industri Hijau akan digelar untuk ke-12 kali di 2022. Pada 2021, terdapat 152 perusahaan yang berpartisipasi. Jumlah ini menurut pandangan saya masih relatif kecil. Kami mengharapkan para pelaku industri bisa segera terpanggil untuk ikut berpartisipasi,” tegas Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada launching Penghargaan Industri Hijau 2022 di Jakarta, Rabu, 6 April 2022.

Perusahaan yang telah berpartisipasi diharapkan meningkatkan kinerjanya agar bisa mendapatkan penghargaan industri hijau dengan level yang lebih tinggi. “Berdasarkan data dari 152 perusahaan industri peserta pada Penghargaan Industri Hijau 2021, tercatat capaian penghematan energi sebesar Rp3,2 triliun dan penghematan air sebesar Rp169 miliar,” ungkap Menperin.

Di samping itu, dari program penurunan emisi GRK, berdasarkan hasil capaian yang telah diverifikasi untuk tahun pelaporan 2021, sampai dengan tahun 2020 telah berhasil dilakukan penurunan emisi hingga 2.730.564,26 ton CO2e atau 99,3% dari target NDC 2030 sektor industri (2,75 juta ton CO2e).

“Melalui Penghargaan Industri Hijau, Kemenperin mengharapkan tercapainya tujuan target pengembangan industri hijau di 2030, yang pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing industri, efisiensi sumber daya alam, penurunan tingkat pencemaran, serta pemenuhan target program nasional,” papar Agus.

Menperin mengemukakan, implementasi ekonomi hijau sejalan dengan salah satu isu utama yang diangkat dalam agenda Presidensi G20 Indonesia, yaitu transisi energi berkelanjutan. “Para delegasi dan perwakilan lembaga internasional menerima usulan yang disampaikan oleh Indonesia dalam Trade, Investment, and Industry Working Group (TIIWG), termasuk mengenai lingkungan,” ungkapnya.

Selain itu, akan digelar juga sidang Energy Transition Working Group yang pertama (ETWG-1), yang merupakan rangkaian agenda Presidensi G20 Indonesia. “Pembahasan dalam sidang ETWG-1 meliputi tiga isu prioritas transisi energi berkelanjutan, yakni global energy security, securing energy accessibility, serta smart and clean energy technologies scaling up,” imbuhnya.

Menperin menambahkan, kebijakan low carbon development (LCD) yang sering disebut juga sebagai pembangunan rendah karbon (PRK), menjadi prioritas nasional yang bertujuan untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan sosial melalui kegiatan pembangunan beremisi gas rumah kaca (GRK) rendah dan meminimalkan eksploitasi sumber daya alam.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Standardisasi Kebijakan dan Jasa Industri (BSKJI) Doddy Rahadi menjelaskan bahwa rangkaian Penghargaan Industri Hijau yang ke-12 pada tahun 2022 ini akan dilaksanakan selama tujuh bulan. “Dimulai dengan launching pada April, yang akan diakhiri dengan penganugerahan Penghargaan Industri Hijau pada November kepada perusahaan industri yang telah menerapkan prinsip industri hijau secara berkelanjutan,” tuturnya.

Tahapan pelaksanaan Industri Hijau terdiri dari acara launching Penghargaan Industri Hijau, proses pendaftaran, verifikasi dan penilaian, masa sanggahan, rapat Dewan Pertimbangan, dan Penganugerahan Penghargaan Industri Hijau.

Menurut Doddy, keputusan pemberian Penghargaan Industri Hijau dilakukan oleh dewan pertimbangan yang terdiri dari unsur pemerintah, perguruan tinggi, pemerhati lingkungan, dan pakar lingkungan yang bertugas melakukan review dan memberi masukan terhadap hasil penilaian perusahaan industri yang dilakukan tim teknis.

Doddy menjelaskan, mulai 2022 ini, proses pendaftaran, penilaian, dan sanggahan penghargaan industri hijau dilakukan secara online melalui SIINas (https://siinas.kemenperin.go.id/).

Di 2021, terdapat 152 perusahaan yang berpartisipasi. Jumlah ini masih relatif kecil dibanding jumlah perusahaan industri skala besar dan menengah yang ada di Indonesia. Berdasarkan direktori industri manufaktur 2021 dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perusahaan industri skala menengah dan besar mencapai sekitar 29.000 pada 2021. Artinya, capaian sertifikasi industri hijau sampai dengan tahun lalu baru mencapai 0,15 persen saja.

Sementara itu, hingga 2021, sebanyak 44 industri manufaktur telah tersertifikasi Standar Industri Hijau.

Kementerian Perindustrian bertekad untuk terus memacu peningkatan daya saing industri nasional melalui penciptaan industri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Salah satu upayanya ditempuh dengan penerapan konsep ekonomi hijau, menuju perekonomian yang rendah karbon dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

“Ke depan untuk SIH atau sertifikasi, di dalam undang-undang maupun PP secara bertahap akan dilakukan secara wajib dan dua tahun ini sedang dilakukan kajian komoditas apa yang diberlakukan wajib,” kata Analis Pusat Industri Hijau Kementerian Perindustrian Sri Gadis Pari Bekti mengatakan Standar Industri Hijau (SIH).

Sri Gadis mengakui, jalan masih panjang bagi Indonesia untuk sepenuhnya mengadopsi prinsip-prinsip keberlanjutan pada proses industri. Selain peta jalan industri hijau, diperlukan pula harmonisasi kebijakan, ketersediaan energi baru terbarukan (EBT), dan fasilitasi sirkular ekonomi.

Mengenai harmonisasi kebijakan, pengusaha selama ini masih mengeluhkan tumpang tindih standar industri hijau. Selain ada SIH yang digagas Kemenperin, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga memiliki program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup, atau disebut proper.

Adapun, sejauh ini pemerintah masih belum mengeluarkan insentif bagi industri yang bersertifikasi hijau. Insentif berupa pajak masih terus dibahas di tingkat kementerian dan lembaga. Sri Gadis mengatakan, pembiayaan sertifikasi hijau juga merupakan salah satu insentif nonfiskal yang sementara ini sudah disediakan pemerintah.Indonesia.go.id (***)

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BI Sumsel Musnahkan  6.900 Lembar Uang Palsu

    BI Sumsel Musnahkan 6.900 Lembar Uang Palsu

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 799
    • 0Komentar

    KANTOR Perwakilan Bank Indonesia [BI] Sumsel menyebutkan sepanjang 2019 sebanyak 6.900 lembar uang palsu ditemukan. Kepala Perwakilan BI Sumatera Selatan, Yunita Resmi Sari, mengatakan uang rupiah palsu tersebut diserahkan oleh perbankan maupun masyarakat langsung kepada bank sentral. “Paling banyak pecahan Rp 100.000 ada 3.662 lembar, kemudian Rp 50.000 sebanyak 2.719 lembar, Rp 20.000 ada 412 lembar, […]

  • PERADI Sebagai Pelayanan Masyarakat Dalam Keadilan

    PERADI Sebagai Pelayanan Masyarakat Dalam Keadilan

    • calendar_month Kamis, 17 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 776
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru dan Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya menghadiri Pelantikan Pengurus DPC PERADI Cabang Palembang, Dewan Kehormatan Daerah, Komisi Pengawasan Advokat Daerah di Auditorium Graha Bina Praja, kemaren. Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum DPN Peradi, Prof Otto Hasibuan dan ditandai dengan pemberian bendera pataka kepada Ketua DPC PERADI Cabang Palembang, Dr. […]

  • Terancam Punah, Lestarikan Bahasa Daerah Perlu Didukung Pelajaran Muatan Lokal

    Terancam Punah, Lestarikan Bahasa Daerah Perlu Didukung Pelajaran Muatan Lokal

    • calendar_month Kamis, 24 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 647
    • 0Komentar

    GUNA Melestarikan Bahasa Daerah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan Merdeka Belajar Episode Ketujuh Belas: Revitalisasi Bahasa Daerah, secara daring Selasa (22/2). Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, mengatakan bahwa salah satu penyebab punahnya bahasa daerah adalah karena para penutur jatinya tidak lagi mewariskan Bahasa daerah ke generasi berikutnya. […]

  • Wabup OKI Roadshow ke Air Sugihan, Ini Kegiatannya

    Wabup OKI Roadshow ke Air Sugihan, Ini Kegiatannya

    • calendar_month Sabtu, 5 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.284
    • 0Komentar

    SEJUMLAH kegiatan dilaksanakan dalam lawatan Wakil Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir [OKI] ke Kecataman Air Sugihan. Kunker tersebut sangat penting untuk melihat dan mendengar masukan dari masyarakat dan sejumlah tokoh masyarakat di Air Sugihan, berbagai kegiatan dilakukan, mulai dari memberikan pembinaan kepada seluruh guru PAUD, SD, SMP serta Kades se-Kecamatan Air Sugihan hingga berjumpa dengan […]

  • Perkuat Ketahanan Pangan di Masa Pandemi, Pertamina Bina Kelompok Masyarakat Melalui Aquaponik Budikdamber

    Perkuat Ketahanan Pangan di Masa Pandemi, Pertamina Bina Kelompok Masyarakat Melalui Aquaponik Budikdamber

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.345
    • 0Komentar

    TAHYUDI terlihat serius memperhatikan tanamannya, ia memeriksa kondisi air dalam ember besar yang berada di sekitar lorong tempat tinggalnya, dibilangan Lorong Setia,  Kelurahan Talangbubuk,  Kecamatan Plaju, Sabtu pagi (26/9/2020). Dia bersama beberapa anggota Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mari Setia, kemudian menebarkan pelet untuk pakan ikan lele yang hidup dalam ember berkapasitas 70 liter. Dengan sumringah, […]

  • Ombudsman RI Undang Pembicara Thailand, Belanda dan Australia dalam Seminar International

    Ombudsman RI Undang Pembicara Thailand, Belanda dan Australia dalam Seminar International

    • calendar_month Rabu, 23 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 933
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Ombudsman RI berencana akan mengundang pembicara Thailand, Belanda dan Australia di seminar Internasional  dalam rangka hari jadinya ke -19. Seminar International ini akan mengusung tema “A Better Public Service Delivery in The Era Of Disruption” atau “Pelayanan Publik Yang Baik di Tengah Era Disrupsi “. Rencanannya acara digelar di salah satu Hotel […]

expand_less
WordPress Archive Dezert EasyCart & WooCommerce Shopping Theme Dezily – Cardiology Medical WordPress Theme Dezuvo – NFT Portfolio Elementor Template Kit DezVu – Creative Agency Elementor Template Kit dFlip PDF FlipBook WordPress Plugin DGWork – Business Theme For Easy Digital Downloads Dhora – Movie Production & Film Studio WordPress Theme DHPopup – Popup Builder for WPBakery Page Builder DHVC Form DHVC Form – WordPress Form for WPBakery Page Builder