Selasa, 22 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Gajah Sumatera Yuyun Jadi Perhatian di PLG Saree, Ada Pelajaran Penting di Balik Cara Mahout Merawatnya

Gajah Sumatera Yuyun Jadi Perhatian di PLG Saree, Ada Pelajaran Penting di Balik Cara Mahout Merawatnya

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
  • visibility 25
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Gajah Sumatera bukan hanya satwa besar yang hidup di hutan. Di balik tubuhnya yang kuat, satwa ini memiliki karakter, kebiasaan, dan kebutuhan yang membuat proses merawatnya membutuhkan pengetahuan sekaligus kesabaran.

Hal itu dirasakan langsung 60 anak muda peserta Forest Youthverse (FYV) Resilience Aceh 2026 ketika mengunjungi Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Aceh Besar, Rabu (26/8).

Di tempat itu, perhatian peserta tertuju pada Yuyun, seekor gajah yang sehari-hari dirawat oleh mahout. Pertemuan tersebut menjadi pengalaman berbeda bagi para peserta yang selama ini lebih banyak mengenal gajah Sumatera melalui buku, foto, maupun media sosial.

Yuyun bukan hanya diperkenalkan sebagai satwa yang harus dilindungi. Peserta juga diajak melihat bagaimana seekor gajah dirawat, mulai dari kebutuhan pakan, kesehatan, perilaku hingga interaksi sehari-hari dengan mahout.

Dari sana muncul satu pelajaran penting konservasi gajah tidak berhenti pada upaya menyelamatkan satwanya. Hutan sebagai habitat juga harus tetap terjaga.

Mengenal Yuyun dari dekat

Mouludin, mahout yang sudah mendampingi Yuyun selama sekitar empat tahun, mengatakan gajah memiliki karakter yang berbeda-beda.

Menurutnya, Yuyun termasuk gajah yang ceria, aktif, banyak makan dan sedikit usil. Ia juga cukup senang berinteraksi dengan manusia.

Karakter seperti itu membuat seorang mahout tidak bisa hanya mengandalkan rutinitas dalam merawat gajah.

“Merawat gajah bukan sekadar memberi makan. Kita harus mengenali kebiasaannya, kondisi kesehatannya, suasana hatinya, dan membangun kepercayaan setiap hari,” ujar Mouludin.

Penjelasan tersebut menjadi bagian menarik dari kunjungan para Genries. Mereka tidak hanya melihat gajah dari jarak dekat, tetapi juga memahami bahwa hubungan antara mahout dan gajah dibangun melalui interaksi yang dilakukan secara konsisten.

Pemberian pakan, perawatan, latihan hingga pemantauan kondisi gajah menjadi bagian dari keseharian yang membutuhkan keterampilan dan ketelitian.

Bagi Arya Alfarisi, salah seorang Genries asal Aceh, pengalaman bertemu langsung dengan Yuyun membuat pandangannya terhadap konservasi gajah berubah.

Selama ini, kata dia, gajah lebih banyak dikenalnya melalui cerita dan media sosial. Setelah melihat langsung proses perawatan di PLG Saree, ia menyadari bahwa menjaga gajah membutuhkan kesabaran, pengetahuan dan komitmen.

Gajah Sumatera dan persoalan yang lebih besar

Cerita Yuyun sebenarnya hanya satu bagian kecil dari persoalan konservasi di Aceh.

Wilayah ini memiliki peran penting dalam menjaga keanekaragaman hayati Indonesia. Bentang alam Leuser bahkan menjadi habitat bagi empat satwa penting, yakni gajah Sumatera, harimau Sumatera, badak Sumatera dan orangutan Sumatera.

Artinya, ketika habitat hutan mengalami tekanan, persoalannya bukan hanya hilangnya tempat tinggal satu jenis satwa.

Ada ekosistem yang ikut dipertaruhkan, karena menjaga populasi gajah Sumatera juga berkaitan dengan bagaimana manusia menjaga hutan, koridor satwa dan ruang hidup yang memungkinkan satwa liar bergerak tanpa terus berhadapan dengan permukiman atau aktivitas manusia.

Di Aceh, persoalan tersebut juga terlihat dari konflik manusia dan gajah. Ketika habitat dan jalur pergerakan gajah terganggu, perjumpaan dengan manusia dapat terjadi dan berpotensi menimbulkan konflik.

Salah satu pendekatan yang dikembangkan BKSDA Aceh dalam merespons persoalan tersebut adalah Conservation Response Unit (CRU), yang turut mendukung penanganan konflik manusia dan gajah liar.

Anak muda diajak melihat konservasi dari lapangan

Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri), Luckmi Purwandari, mengatakan pengalaman di lapangan sengaja diberikan agar peserta Forest Youthverse tidak hanya mendapatkan pengetahuan dari ruang kelas.

Menurutnya, generasi muda perlu melihat secara langsung bagaimana persoalan kehutanan dan konservasi berlangsung di tingkat tapak.

“Menjaga satwa tidak dapat dipisahkan dari menjaga hutannya,” kata Luckmi.

Pengalaman seperti ini diharapkan membuat konservasi terasa lebih dekat. Bukan sekadar istilah yang muncul dalam kampanye lingkungan, tetapi persoalan nyata yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Bagi para Genries, perjumpaan dengan Yuyun sekaligus menjadi cara sederhana untuk memahami bahwa menjaga satwa liar bukan pekerjaan satu pihak saja.

Ada mahout yang merawatnya setiap hari, ada pengelola kawasan yang menjaga habitat, ada masyarakat yang hidup berdampingan dengan satwa, dan ada generasi muda yang kelak ikut menentukan bagaimana hutan dan satwa di dalamnya diperlakukan.

Pada akhirnya, Yuyun mungkin hanya seekor gajah yang ditemui para peserta dalam satu kegiatan.

Namun dari seekor gajah itu, mereka bisa melihat persoalan yang jauh lebih besar, ketika hutan tetap menjadi rumah, gajah memiliki ruang untuk hidup dan manusia memiliki peluang lebih besar untuk hidup berdampingan dengannya.

Itulah makna konservasi yang sesungguhnya, bukan hanya membuat gajah tetap ada, tetapi memastikan rumahnya juga tidak hilang. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atasi masalah kemiskinan ekstrem, OKI gaet BSB dan OKI Pulp and Paper Mills

    Atasi masalah kemiskinan ekstrem, OKI gaet BSB dan OKI Pulp and Paper Mills

    • calendar_month Rabu, 2 Okt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 954
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Pj. Bupati OKI Ir. Asmar Wijaya M.Si, mengatakan program diinisiasi  Pj. Gubernur Sumsel Elen Setiadi, yang mengajak perusahaan-perusahaan untuk berkontribusi dalam membantu masyarakat di seluruh wilayah Sumatera Selatan dalam upaya mengatasi kemiskinan ekstrem. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Pemerintah Kabupaten OKI bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan lokal seperti Bank Sumsel Babel dan OKI Pulp and […]

  • Resmikan Gedung Baru Yayasan Abdul Rahman, Upaya Cetak Generasi Berkualitas

    Resmikan Gedung Baru Yayasan Abdul Rahman, Upaya Cetak Generasi Berkualitas

    • calendar_month Senin, 29 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.051
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru meresmikan Gedung Baru Yayasan Abdul Rahman ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita di Desa Karang Mulia RT.07 Kecamatan Lubai Ulu Kabupaten Muara Enim, Minggu (28/3). Pembangunan tiga (3) ruang kelas untuk belajar mengajar dan satu (1) ruang kantor berupa bantuan Gubernur Sumsel Herman Deru melalui dana Corporate Social and Responsibility […]

  • Messi Ulang Tahun ke-38, Musuhnya Bek, Temennya Rekor, Jodohnya Gawang

    Messi Ulang Tahun ke-38, Musuhnya Bek, Temennya Rekor, Jodohnya Gawang

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 764
    • 0Komentar

    “KATANYA umur segitu waktunya rehat. Messi? Masih lari-lari ngegolin kayak dikejar tukang kredit kompor!” – Lionel Andrés Messi, atau yang biasa kita panggil “Messi” (dan yang lebih akrab manggilnya “Bang Leo”), hari ini genap berusia 38 tahun. Tapi alih-alih pensiun sambil melihara kucing dan ngurus bonsai, doi malah makin menggila di lapangan! Masih main di […]

  • Football legend Gianfranco Zola to headline The Famous CFC Bangkok, as Ascott presents Chelsea’s global fan experience for the second time this season

    Football legend Gianfranco Zola to headline The Famous CFC Bangkok, as Ascott presents Chelsea’s global fan experience for the second time this season

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.608
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – LONDON, ENGLAND/ BANGKOK, THAILAND/ SINGAPORE – Media OutReach Newswire – 5 March 2025 – The Ascott Limited (Ascott), the Official Global Hotels Partner of Chelsea Football Club, is excited to bring The Famous CFC to Bangkok, Thailand, as the event’s presenting partner. Building on the remarkable success of the Singapore edition, Ascott is proud […]

  • Kartu “Sakti” Vaksin, Nantinya Belanja Harus Gunakan Kartu Vaksin

    Kartu “Sakti” Vaksin, Nantinya Belanja Harus Gunakan Kartu Vaksin

    • calendar_month Senin, 9 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 769
    • 0Komentar

    RENCANA itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. Usai memantau pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Jumat pekan lalu, ia bilang pemerintah merencanakan kartu vaksin akan menjadi syarat bagi orang untuk masuk pusat perbelanjaan dan restoran. “Jadi nanti kalian pergi ke restoran enggak pakai ini (kartu vaksin), tolak. Belanja enggak pakai […]

  • Meski Dibubarkan, Alex Noerdin Minta Satgas Karhutla Tetap Siaga

    Meski Dibubarkan, Alex Noerdin Minta Satgas Karhutla Tetap Siaga

    • calendar_month Sabtu, 28 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 919
    • 0Komentar

    Walaupun sudah dibubarkan, tapi kita siapkan dari hari ini untuk 2018 nanti,”

expand_less
WordPress Archive Aventura – Travel & Tour Booking System WordPress Theme Averly – Creative Multipurpose WordPress Theme Averush – Digital Marketing & Creative Agency Elementor Template Kit Aviacademy – Aviation & Flight School Elementor Template Kit Avika – Multipurpose eCommerce Elementor Pro Template Kit Avila – Electronic WooCommerce Elementor Template Kit Avimart – Multi-Vendor Marketplace WordPress Theme Avontur – Modern Tour & Travel Elementor Template Kit Avviare Start Up Business Elementor Template Kit Avvocato – Law Firm WordPress Theme