Jumat, 16 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Gajah Sumatera Yuyun Jadi Perhatian di PLG Saree, Ada Pelajaran Penting di Balik Cara Mahout Merawatnya

Gajah Sumatera Yuyun Jadi Perhatian di PLG Saree, Ada Pelajaran Penting di Balik Cara Mahout Merawatnya

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
  • visibility 35
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Gajah Sumatera bukan hanya satwa besar yang hidup di hutan. Di balik tubuhnya yang kuat, satwa ini memiliki karakter, kebiasaan, dan kebutuhan yang membuat proses merawatnya membutuhkan pengetahuan sekaligus kesabaran.

Hal itu dirasakan langsung 60 anak muda peserta Forest Youthverse (FYV) Resilience Aceh 2026 ketika mengunjungi Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Aceh Besar, Rabu (26/8).

Di tempat itu, perhatian peserta tertuju pada Yuyun, seekor gajah yang sehari-hari dirawat oleh mahout. Pertemuan tersebut menjadi pengalaman berbeda bagi para peserta yang selama ini lebih banyak mengenal gajah Sumatera melalui buku, foto, maupun media sosial.

Yuyun bukan hanya diperkenalkan sebagai satwa yang harus dilindungi. Peserta juga diajak melihat bagaimana seekor gajah dirawat, mulai dari kebutuhan pakan, kesehatan, perilaku hingga interaksi sehari-hari dengan mahout.

Dari sana muncul satu pelajaran penting konservasi gajah tidak berhenti pada upaya menyelamatkan satwanya. Hutan sebagai habitat juga harus tetap terjaga.

Mengenal Yuyun dari dekat

Mouludin, mahout yang sudah mendampingi Yuyun selama sekitar empat tahun, mengatakan gajah memiliki karakter yang berbeda-beda.

Menurutnya, Yuyun termasuk gajah yang ceria, aktif, banyak makan dan sedikit usil. Ia juga cukup senang berinteraksi dengan manusia.

Karakter seperti itu membuat seorang mahout tidak bisa hanya mengandalkan rutinitas dalam merawat gajah.

“Merawat gajah bukan sekadar memberi makan. Kita harus mengenali kebiasaannya, kondisi kesehatannya, suasana hatinya, dan membangun kepercayaan setiap hari,” ujar Mouludin.

Penjelasan tersebut menjadi bagian menarik dari kunjungan para Genries. Mereka tidak hanya melihat gajah dari jarak dekat, tetapi juga memahami bahwa hubungan antara mahout dan gajah dibangun melalui interaksi yang dilakukan secara konsisten.

Pemberian pakan, perawatan, latihan hingga pemantauan kondisi gajah menjadi bagian dari keseharian yang membutuhkan keterampilan dan ketelitian.

Bagi Arya Alfarisi, salah seorang Genries asal Aceh, pengalaman bertemu langsung dengan Yuyun membuat pandangannya terhadap konservasi gajah berubah.

Selama ini, kata dia, gajah lebih banyak dikenalnya melalui cerita dan media sosial. Setelah melihat langsung proses perawatan di PLG Saree, ia menyadari bahwa menjaga gajah membutuhkan kesabaran, pengetahuan dan komitmen.

Gajah Sumatera dan persoalan yang lebih besar

Cerita Yuyun sebenarnya hanya satu bagian kecil dari persoalan konservasi di Aceh.

Wilayah ini memiliki peran penting dalam menjaga keanekaragaman hayati Indonesia. Bentang alam Leuser bahkan menjadi habitat bagi empat satwa penting, yakni gajah Sumatera, harimau Sumatera, badak Sumatera dan orangutan Sumatera.

Artinya, ketika habitat hutan mengalami tekanan, persoalannya bukan hanya hilangnya tempat tinggal satu jenis satwa.

Ada ekosistem yang ikut dipertaruhkan, karena menjaga populasi gajah Sumatera juga berkaitan dengan bagaimana manusia menjaga hutan, koridor satwa dan ruang hidup yang memungkinkan satwa liar bergerak tanpa terus berhadapan dengan permukiman atau aktivitas manusia.

Di Aceh, persoalan tersebut juga terlihat dari konflik manusia dan gajah. Ketika habitat dan jalur pergerakan gajah terganggu, perjumpaan dengan manusia dapat terjadi dan berpotensi menimbulkan konflik.

Salah satu pendekatan yang dikembangkan BKSDA Aceh dalam merespons persoalan tersebut adalah Conservation Response Unit (CRU), yang turut mendukung penanganan konflik manusia dan gajah liar.

Anak muda diajak melihat konservasi dari lapangan

Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri), Luckmi Purwandari, mengatakan pengalaman di lapangan sengaja diberikan agar peserta Forest Youthverse tidak hanya mendapatkan pengetahuan dari ruang kelas.

Menurutnya, generasi muda perlu melihat secara langsung bagaimana persoalan kehutanan dan konservasi berlangsung di tingkat tapak.

“Menjaga satwa tidak dapat dipisahkan dari menjaga hutannya,” kata Luckmi.

Pengalaman seperti ini diharapkan membuat konservasi terasa lebih dekat. Bukan sekadar istilah yang muncul dalam kampanye lingkungan, tetapi persoalan nyata yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Bagi para Genries, perjumpaan dengan Yuyun sekaligus menjadi cara sederhana untuk memahami bahwa menjaga satwa liar bukan pekerjaan satu pihak saja.

Ada mahout yang merawatnya setiap hari, ada pengelola kawasan yang menjaga habitat, ada masyarakat yang hidup berdampingan dengan satwa, dan ada generasi muda yang kelak ikut menentukan bagaimana hutan dan satwa di dalamnya diperlakukan.

Pada akhirnya, Yuyun mungkin hanya seekor gajah yang ditemui para peserta dalam satu kegiatan.

Namun dari seekor gajah itu, mereka bisa melihat persoalan yang jauh lebih besar, ketika hutan tetap menjadi rumah, gajah memiliki ruang untuk hidup dan manusia memiliki peluang lebih besar untuk hidup berdampingan dengannya.

Itulah makna konservasi yang sesungguhnya, bukan hanya membuat gajah tetap ada, tetapi memastikan rumahnya juga tidak hilang. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peserta KTNA Berdatangan

    Peserta KTNA Berdatangan

    • calendar_month Senin, 24 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 848
    • 0Komentar

    PELAKSANAAN Pekan Daerah (Peda) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-13 Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang dipusatkan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Senin 24 Juni 2019 resmi dimulai. Persiapan yang sudah matang terus dipantau panitia penyelenggara dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, tidak hanya sarana dan prasarana peserta, Pemkab Muba sangat memperhatikan betul fasilitas yang diberikan […]

  • Gandeng Kejaksaan tuntaskan kemiskinan ekstrem

    Gandeng Kejaksaan tuntaskan kemiskinan ekstrem

    • calendar_month Rabu, 5 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 911
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu- Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Sosial  menggandeng  Kejaksaan Negeri Musi Banyuasin. Kerjasama itu dituangkan dalam bentuk kesepakatan/MoU dengan tujuan upaya pencegahan, koreksi dalam rangka pra persiapan , baik proses  dan evaluasi monitoring kegiatan bantuan sosial kemiskinan ekstrem berjalan lancar. Penandatanganan dilakukan di ruang rapat kantor Kejaksaan Negeri Muba, kemarin. Pendampingan hukum ini salah […]

  • TP PKK Sumsel Tampilkan Tari Gending Sriwijaya

    TP PKK Sumsel Tampilkan Tari Gending Sriwijaya di Lomba Parade Nusantara Jamnas Kader PKK 2017

    • calendar_month Rabu, 4 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.246
    • 0Komentar

    TP. PKK Provinsi Sumatera Selatan menunjuk kader PKK Kota Palembang sebagai wakil Sumsel untuk tampil pada lomba Parade Nusantara dalam rangkaian kegiatan Hari Kesatuan Gerak PKK Ke-45 dan Jambore Nasional Kader PKK 2017 di hotel Mercure Ancol, Jakarta, Selasa (3/10).

  • Wow, Relawan Sumsel Bersatu Bakal Bikin Pembaca Merinding,Penasaran?

    Wow, Relawan Sumsel Bersatu Bakal Bikin Pembaca Merinding,Penasaran?

    • calendar_month Rabu, 7 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.166
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG- Relawan Sumsel Bersatu menilai Joko Widodo (Jokowi) layak menjadi Presiden Indonesia untuk kali duanya. Oleh karena itu, RSB akan menurunkan tim yang terdiri dari para kiyai dan tokoh masyarakat untuk mensosialisasikan keberhasilan Jokowi selama periode pertamanya menjadi presiden. Hal ini disampaikan oleh Muhammad Sahrun, Koordinator Jaringan Khusus RSB di Posko pemenangan Jokowi-Ma’ruf di […]

  • Palembang Juara Umum, Lahat Tuan Rumah Porprov XIV

    Palembang Juara Umum, Lahat Tuan Rumah Porprov XIV

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 779
    • 0Komentar

    SETELAH hampir delapan hari Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumsel ke XIII tahun 2021 dilaksanakan di OKU Raya. Multievent olahraga terbesar Se Sumsel tersebut pada minggu malam (28/11), akhirnya resmi ditutup. Dari hasil sepanjang gelaran berlangsung, adapun kota Palembang sukses menyabet gelar juara umum. Kota pempek, memboyong total 341 mendali. Diantaranya 120 mendali emas, 98 mendali […]

  • Sumsel Bantu Alat Pertanian kepada Petani OKU Timur

    Sumsel Bantu Alat Pertanian kepada Petani OKU Timur

    • calendar_month Senin, 25 Jun 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.071
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, OKU Timur – Gubernur Sumsel Alex Noerdin membantu Alat Pertanian kepada kelompok Tani Kabupaten OKU Timur berupa Combine Harvester Padi, Traktor Roda 4, Traktor Roda 2, Pompa Air dan Alat Tanam Jagung serta bantuan benih Padi, Jagung dan Kedelai. “Ada puluhan alat-alat Pertanian moderen. Ini semua karena mendapat bantuan luar biasa dari Kementrian Pertanian […]

expand_less
WordPress Archive Aventura – Travel & Tour Booking System WordPress Theme Averly – Creative Multipurpose WordPress Theme Averush – Digital Marketing & Creative Agency Elementor Template Kit Aviacademy – Aviation & Flight School Elementor Template Kit Avika – Multipurpose eCommerce Elementor Pro Template Kit Avila – Electronic WooCommerce Elementor Template Kit Avimart – Multi-Vendor Marketplace WordPress Theme Avontur – Modern Tour & Travel Elementor Template Kit Avviare Start Up Business Elementor Template Kit Avvocato – Law Firm WordPress Theme