2 Gajah Sumatera Menyeberangi Laut ke Kalimantan, Ada Apa dengan Deo dan Sinta?
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 13 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :kehutanan.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Perjalanan panjang sedang ditempuh dua gajah Sumatera, Deo dan Sinta, menuju rumah baru mereka di Kalimantan Timur. Bukan hanya perjalanan darat, keduanya harus menyeberangi laut dari Jawa Timur menuju Kalimantan Tengah sebelum melanjutkan perjalanan ke Tabang Zoo, Kutai Kartanegara. Proses pemindahan ini dilakukan dengan pengawalan khusus untuk memastikan kondisi kesehatan, kenyamanan, dan kesejahteraan kedua satwa tetap terjaga.
Deo, gajah Sumatera jantan, dan Sinta, betina, sebelumnya merupakan satwa dilindungi yang berada dalam titiprawat BKSDA Yogyakarta sejak September 2024. Setelah melalui proses penilaian dan verifikasi, keduanya kemudian dipersiapkan untuk dipindahkan secara permanen ke fasilitas yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan ruang dan pengelolaannya.
Translokasi mulai dilakukan pada 14 Agustus 2026. Sebanyak 17 personel terlibat dalam perjalanan tersebut, terdiri atas Polisi Kehutanan BKSDA Yogyakarta, personel BKSDA Kalimantan Timur, mahout, dokter hewan, hingga ahli penanganan gajah.
Rute yang ditempuh Deo dan Sinta cukup panjang. Dari Yogyakarta, rombongan bergerak menuju Pelabuhan Paciran, Lamongan, kemudian melanjutkan perjalanan laut menggunakan KMP Drajat Paciran menuju Pelabuhan Bahaur, Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.
Setibanya di Kalimantan pada 16 Agustus 2026, perjalanan belum langsung berakhir. Tim masih harus membawa kedua gajah menuju Kalimantan Timur. Dalam perjalanan, kondisi Deo dan Sinta terus dipantau. Armada dibersihkan secara berkala dan tubuh kedua gajah disemprot air untuk membantu menjaga suhu.
Di kawasan Gandang, Pulang Pisau, tim juga memberikan waktu istirahat agar Deo dan Sinta dapat turun, melakukan peregangan, serta mengurangi kelelahan setelah menempuh perjalanan panjang. Berdasarkan pemantauan tim, keduanya berada dalam kondisi tenang dan sehat serta masih mau makan dan minum dengan baik.
Sebelum diberangkatkan, kondisi fisik dan perilaku kedua gajah juga telah diperiksa secara menyeluruh. Pemeriksaan kesehatan, termasuk hasil laboratorium, menjadi salah satu dasar sebelum perjalanan jarak jauh tersebut dilakukan.
Jika tidak ada kendala dalam perjalanan, Deo dan Sinta dijadwalkan tiba di Tabang Zoo pada 17 Agustus 2026. Setelah tiba, keduanya akan diserahterimakan kepada BKSDA Kalimantan Timur dan menjalani pemantauan kesehatan serta proses adaptasi di lingkungan barunya.
Pemindahan ini sekaligus menjadi babak baru bagi Deo dan Sinta setelah hampir dua tahun berada dalam titiprawat BKSDA Yogyakarta. Perjalanan mereka ke Kalimantan bukan sekadar perpindahan lokasi, tetapi bagian dari penataan pengelolaan populasi dengan mempertimbangkan kebutuhan ruang, fasilitas perawatan, serta keselamatan dan kesejahteraan kedua gajah Sumatera tersebut. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
