Minggu, 23 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Dosen Rawa & Daun Kalakai Penyelamat Stunting

Dosen Rawa & Daun Kalakai Penyelamat Stunting

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
  • visibility 2.819
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BIASANYA dosen riset di laboratorium dingin ber-AC, lengkap dengan jas putih dan bau alkohol 70%, namun dosen yang satu ini tampil beda, ia malah risetnya di rawa, berkaos oblong, ditemani nyamuk, dan kadang diseruduk kodok.
Siap lagi kalau bukan Helmina Wati, Dosen Jurusan Farmakologi dan Farmasi Klinis di Universitas Borneo Lestari (UNBL), Kalimantan Selatan.

Daripada sibuk nyari bahan riset dari luar negeri yang namanya susah diucap, Helmina justru nemuin harta karun di belakang rumah warga, tanaman kalakai, si pakis rawa yang selama ini cuma dianggap “sayur penggembira”.

“Orang Banjar itu kadang rendah hati banget” kata Helmina sambil ketawa. “Daun aja yang bisa nyelamatin gizi bangsa, masih dikira cuma buat sayur santan”.

Di Desa Sungai Besar, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, kalakai tumbuh subur tanpa perlu dipupuk. Tapi nasibnya mirip mantan yang disia-siakan, ada, tapi tak dianggap.
Padahal kandungan zat besinya tinggi banget, 290 mg per 100 gram!
Kalah, deh… bayam Popeye.

Tahun 2024, lewat Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Kosa Bangsa dari Kemdiktisaintek, Helmina dan tim turun tangan.
Bukan cuma bawa teori, tapi bawa niat tulus (dan sepatu boot).

“Waktu itu kasus stunting di sini ada 13 anak,” katanya. “Saya pikir, masa iya di tengah rawa banyak nutrisi, tapi anaknya malah kurang gizi? Kan ironi banget”.

Bahkan Helmina dan timnya lalu bereksperimen.
Mereka ambil daun kalakai muda, keringin, halusin, campur jahe.
Jadilah serbuk instan kalakai jahe,  minuman herbal yang bikin tubuh hangat dan hati tenang.

Rasanya? “Kayak minum jamu yang lagi bahagia,” kata salah satu warga sambil nyeruput.

Selain enak, minuman ini juga kaya zat besi, vitamin C, dan antioksidan, cocok buat ibu hamil, anak-anak, sampai bapak-bapak yang sering ngeluh “mudah capek tapi nggak tahu kenapa”

Kata Helmina, efeknya bukan cuma bikin segar, tapi juga bantu tingkatkan kadar hemoglobin dan cegah anemia.
“Kalau orang kota punya suplemen mahal, kita punya kalakai. Lebih alami, nggak bikin kantong anemia,” ujarnya ngakak.

Ternyata, riset Helmina bukan cuma soal minuman sehat, tapi juga pemberdayaan.
Ia ngajak ibu-ibu PKK dan Kelompok Wanita Tani (KWT) buat ikut produksi.

Dari yang dulu cuma jago bikin tumis kangkung, sekarang bisa bikin puding kalakai, teh herbal, sampai serbuk instan yang dikemas rapi.

“Awalnya bingung juga, ini daun pakis mau diapain?” cerita Bu Narti, salah satu ibu PKK. “Tapi sekarang malah ketagihan. Rumah saya kayak pabrik jamu mini”.

Selain jadi lebih sehat, mereka juga punya penghasilan tambahan. “Dulu kami cuma makan kalakai, sekarang kalakai yang makan kami” kata Bu Narti sambil ngakak, maksudnya, jualan kalakai bikin dapur ngebul.

Program Helmina bukan cuma bikin ramai dapur warga, tapi juga nurunin angka stunting.
Data terbaru menunjukkan, jumlah anak stunting di desa itu turun dari 13 jadi 7 kasus.

“Bukan karena kalakai aja,” jelas Helmina, “tapi karena kesadaran warga naik. Mereka mulai ngerti pentingnya gizi dan kesehatan”

Kata kader posyandu setempat, sejak ada program ini, ibu-ibu jadi rajin ikut penyuluhan dan nggak lagi ngira “gemuk itu sehat”
Bahkan, sekarang anak-anak mereka lebih doyan makan sayur ketimbang jajanan warna-warni yang biasanya lebih mirip karet gelang daripada makanan.

Kesehatan Nggak Harus Ribet

Yang menarik dari Helmina, ia selalu bilang bahwa kesehatan itu nggak perlu rumit.
“Kadang kita sibuk nyari suplemen dari luar negeri, padahal di rawa depan rumah udah ada apotek alami,” katanya.

Ia menyebut pendekatannya sebagai teknologi kesehatan lokal berbasis empati. Artinya, bukan bikin alat canggih yang warga nggak paham, tapi ngajak mereka pakai apa yang udah ada di sekitar.

“Kalakai ini teknologi juga, cuma versi tradisional,” candanya.
“Bedanya, kalau alat medis perlu baterai, kalakai cukup disiram”

Helmina nggak sendirian. Ia berkolaborasi dengan tim dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Liling Triasmono, Agung Biworo, dan Muhammad Iwan. Mereka bareng-bareng ngerancang model pengabdian plus riset plus pemberdayaan  paket komplit.

Dengan dukungan hibah dari Kemdiktisaintek, mereka juga kembangkan Kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di desa itu.
Sekarang, warga punya lebih dari 100 jenis tanaman obat, dari jahe, serai, sampai daun insulin.

“Kalau dulu sakit kepala buru-buru cari apotek, sekarang tinggal cari pot,” kata Helmina sambil ketawa.

Cerita Helmina ini bukan cuma soal daun, tapi soal pandangan hidup.
Bahwa sehat itu nggak cuma urusan rumah sakit dan dokter.
Sehat itu juga soal mengenal lingkungan, menghargai alam, dan mau belajar bareng.

Di tangan Helmina, rawa bukan cuma tempat berlumpur.
Ia jadi ruang belajar, tempat sains dan kemanusiaan bersatu.
Tempat di mana ibu-ibu jadi ilmuwan, anak-anak tumbuh sehat, dan daun pakis bisa bikin bangsa lebih kuat.

Atau seperti kata pepatah Banjar versi Helmina “Kalau mau tubuh sehat, jangan cuma cari obat, tapi cari semangat”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Sumsel & Pemrov. Sumsel Sepakat 7 Raperda untuk Ditetapkan dalam Perubahan & Penambahan Program Ini

    DPRD Sumsel & Pemrov. Sumsel Sepakat 7 Raperda untuk Ditetapkan dalam Perubahan & Penambahan Program Ini

    • calendar_month Senin, 15 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.875
    • 0Komentar

      DPRD Provinsi Sumsel dan Pemprov. Sumsel menyetujui 7 Raperda untuk ditetapkan  dalam perubahan dan penambahan program pembentukan peraturan daerah tahun 2021 yang merupakan usulan dari pihak eksekutif (Pemprov Sumsel). Hal itu disetujui pada saat menggelar Rapat Paripurna XXVII DPRD Provinisi Sumsel  dalam rangka  agenda Perubahan dan Penambahan Progran Pembentukan Peraturan Daerah Tahun 2021 bertempat […]

  • Ceysia & Bubur Brokoli, Dari Dapur Cinta Menuju Juara Balita Sehat

    Ceysia & Bubur Brokoli, Dari Dapur Cinta Menuju Juara Balita Sehat

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 524
    • 0Komentar

    (Bilingual Article / Artikel Dua Bahasa: 🇮🇩 Indonesia – 🇬🇧 English Summary Below) Tulisan utama dalam Bahasa Indonesia. English version available at the end. RUMAH kecil di Palembang, pagi-pagi sekali sudah terdengar suara kocokan telur dan wajan mendesis, bukan karena mau jualan nasi goreng, tapi karena ada ibu bernama Yulianita yang sedang meracik menu rahasia hati ayam, brokoli, […]

  • Pembukaan TMMD ke 104 di Gandus, Walikota Palembang-Danrem Kompoi Naik Motor

    Pembukaan TMMD ke 104 di Gandus, Walikota Palembang-Danrem Kompoi Naik Motor

    • calendar_month Selasa, 26 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.529
    • 0Komentar

        Sumselterkini.co.id, Palembang – Cuaca pagi di wilayah Pulokerto – Gandus, Palembang sangat bersahabat saat jarum jam menunjuk angka 09.00 WIB di Selasa [26/2/2019]. Matahari memancarkan sinarnya yang sangat menyengat terasa di kulit. Meski demikian Acara Pembukaan TMMD ke 104 di Gandus tetap ramai di kunjungai warga setempat. Tak lama kemudian, Rombongan Pemerintah Kota Palembang […]

  • He..he, 55 Pelajar di Sekayu Ketahuan Bolos, Ada yang Kedapatan Bawa ‘Tissu Magic’ Lagi,  Mau Jadi Apa ?

    He..he, 55 Pelajar di Sekayu Ketahuan Bolos, Ada yang Kedapatan Bawa ‘Tissu Magic’ Lagi,  Mau Jadi Apa ?

    • calendar_month Senin, 19 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.361
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID,  SEKAYU – Biasanya jika pelajar ketemu hari terjepit, [minggu libur, senen sekolah dan selasanya libur] parti akan malas untuk berangkat sekolah, alasanya mereka macam-macam, ada tanggung masuk sekolah, karena esoknya ketemu libur lagi, dan ada juga pula yang berasalan hanya ngotorin seragam saja. Akhirnya mereka, mengurungkan niatnya untuk sekolah alias bolos, meskipun dari rumah […]

  • Kawasan Jalan Beringin Janggut Bakal Disulap Seperti China Town Kuala Lumpur

    Kawasan Jalan Beringin Janggut Bakal Disulap Seperti China Town Kuala Lumpur

    • calendar_month Selasa, 15 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.791
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang- Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru  berkeinginan melakukan penataan dikawasan  Jalan   Beringin Janggut 17 Ilir Palembang menjadi  pasar kembaran China Town di Kuala Lumpur Malaysia. Hal tersebut diungkapkannya ketika meresmikan Toko Jaya Raya Solution 2  yang berlokasi di Jalan. Beringin Janggut Palembang, Selasa  (15/1/2019). Untuk melakukan  penataan kawasan pasar di sepanjang Jalan Beringin […]

  • Pingin Tahu Ada Apa Saja di Taman Agro TPHP Muba, Kunjungi Yuk !

    Pingin Tahu Ada Apa Saja di Taman Agro TPHP Muba, Kunjungi Yuk !

    • calendar_month Senin, 17 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.086
    • 0Komentar

    Musi Banyuasin [Muba] kini memiliki tempat wisata baru yang dinamai Taman Agro Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan [TPHP]. Karena sangat ASRI, TPHP menjadi tempat wisata yang digandrungi para pelancong terutama masyarakat setempat.   ASRI kalimat sederhana ini memang pantas disandang untuk Taman Agro TPHP Muba, selain memang benar-benar aman, nyaman, sejuk, para pengunjung TPHP bisa mengetahui […]

expand_less
WordPress Archive WhatsApp Chat Support – WordPress Plugin WhatsApp Chat WordPress WhatsApp Chat – WordPress WhatsApp Chat WhatsApp Click to Chat Plugin for WordPress Wheel of Fortune – HTML5 Casino Game Whistle – Sports Club WordPress White Hall – Municipal and Government WordPress Theme White Label Branding for WordPress White Label Branding for WordPress Multisite White Label – Business And Company Theme