Senin, 24 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Cegah Tanah Ambles, KLH Wajibkan Water Farming

Cegah Tanah Ambles, KLH Wajibkan Water Farming

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID -Tak semua air yang dipompa dari dalam tanah bisa kembali ke tempat asalnya, pasalnya selama bertahun-tahun, air tanah inilah menjadi andalan manusia di muka bumi guna memenuhi kebutuhan rumah tangga, gedung perkantoran, kawasan usaha hingga industri. Sementara dibagian lain, proses pengisian ulang cadangan air di bawah permukaan bumi sering kali tidak berjalan seimbang dengan jumlah air yang diambil, sehingga saat masalah itu terus berlangsung, tanah pun akhirnya perlahan kehilangan kemampuan untuk menyimpan air, bahkan risikonya penurunan muka tanah pun semakin besar.

Untuk mengatasinya, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) tengah mematangkan regulasi water farming sebagai langkah memperkuat pengelolaan air tanah yang lebih berkelanjutan.

Melalui aturan itu, setiap pihak yang memanfaatkan air tanah nantinya diwajibkan melakukan upaya pengembalian cadangan air ke dalam bumi sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.

Istilah water farming mungkin masih terdengar asing bagi sebagian masyarakat. Namun, konsep yang diusung sebenarnya cukup sederhana. Air yang diambil dari dalam tanah tidak boleh berhenti pada tahap pemanfaatan, melainkan harus dikembalikan melalui berbagai metode resapan agar siklus air tetap terjaga. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya membangun keseimbangan antara kebutuhan manusia dan kemampuan alam menyediakan air.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, usai tampil sebagai pembicara kunci dalam perhelatan Indonesia Net-Zero Summit 2026 di Jakarta menjelaskan regulasi tersebut saat ini masih dalam tahap penyusunan dan akan melalui proses uji publik sebelum ditetapkan.

Pemerintah menargetkan aturan tersebut dapat diselesaikan pada akhir 2026 sebagai dasar penerapan water farming di berbagai sektor.

Kebijakan ini lahir dari evaluasi terhadap pola pemanfaatan air tanah yang selama ini lebih menitikberatkan pada aspek perizinan dan retribusi. Meskipun pengambilan air tanah telah dikenai kewajiban membayar retribusi kepada pemerintah daerah, pendekatan tersebut dinilai belum cukup untuk memulihkan fungsi lingkungan yang terdampak akibat eksploitasi air secara terus-menerus.

Oleh sebab itu, pemerintah ingin mengubah cara pandang terhadap pengelolaan air tanah. Pemanfaatan sumber daya air tidak lagi hanya diukur dari kepatuhan administratif, tetapi juga dari kontribusi nyata dalam menjaga keberlanjutan cadangan air. Prinsip inilah yang menjadi dasar lahirnya kebijakan water farming.

Penerapan aturan tersebut nantinya dapat dilakukan melalui berbagai langkah yang disesuaikan dengan karakteristik lokasi maupun volume pengambilan air. Beberapa di antaranya adalah pembangunan sumur resapan, pembuatan lubang biopori, pengembalian air yang telah diolah ke dalam tanah sesuai ketentuan, hingga penanaman pohon untuk meningkatkan kemampuan kawasan menyerap air hujan.

Upaya tersebut diharapkan mampu membantu mengisi kembali cadangan air tanah sekaligus mengurangi risiko penurunan muka tanah. Ketika air hujan memiliki ruang untuk meresap ke dalam bumi, lapisan tanah dapat mempertahankan keseimbangannya sehingga daya dukung lingkungan tetap terjaga.

Lebih jauh, water farming bukan sekadar kewajiban baru bagi pengguna air tanah. Konsep ini mencerminkan perubahan pendekatan dalam pengelolaan sumber daya air, dari semula berfokus pada pemanfaatan menjadi mengedepankan keseimbangan antara penggunaan dan pemulihan.

Dengan menjaga siklus air tetap berlangsung, ketersediaan air bersih diharapkan dapat terus terpelihara sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan menghadapi tekanan pembangunan dan perubahan iklim.

Melalui regulasi yang tengah disiapkan, KLH/BPLH berharap setiap aktivitas pengambilan air tanah tidak lagi dipandang sebagai proses mengambil sumber daya semata. Sebaliknya, setiap tetes air yang dimanfaatkan harus diimbangi dengan upaya mengembalikannya kepada alam, sehingga manfaatnya tetap dapat dirasakan tidak hanya oleh masyarakat saat ini, tetapi juga oleh generasi yang akan datang. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Santri Hijau, Bumi Adem” [Saat Kiai dan Alam Bersalaman]

    Santri Hijau, Bumi Adem” [Saat Kiai dan Alam Bersalaman]

    • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 637
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Mari kita buka lembaran baru dalam dunia pesantren, halaman di mana Kitab Kuning bertemu dengan Kompos Organik, dan surah-surah thayyibah berdampingan mesra dengan tong sampah yang dipilah-pilah. Iya, Kementerian Agama lagi serius nihbukan cuma serius ngurus haji dan nikah siri, tapi juga serius menyelamatkan bumi lewat program Pesantren Ramah Lingkungan. Mantap kali! Di […]

  • Perbaikan Moral dengan Dirikan Rumah Tahfizd. 

    Perbaikan Moral dengan Dirikan Rumah Tahfizd. 

    • calendar_month Jumat, 22 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.340
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Pagar Alam –Gubernur Sumsel H Herman Deru mengajak masyarakat Kota Pagar Alam untuk mendukung program pemerintah dalam proses pembangunan. Tanggung jawab besar ada dipundak pemimpin baik Gubernur dan Walikota. Karena itu dirinya minta doa agar tetap istiqomah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Hal tersebut diungkapkannya dalam Silaturahmi Gubernur Sumsel H Herman Deru bersama […]

  • Semangat ’45 dari Gedung Joang, BMW Passato Siap Guncang SEMA Show 2026 di Las Vegas

    Semangat ’45 dari Gedung Joang, BMW Passato Siap Guncang SEMA Show 2026 di Las Vegas

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 9
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Di bawah langit yang cerah, BMW Passato bersiap meninggalkan halaman Gedung Joang 45, Menteng, Rabu sore (19/8/2026). Di atas bak truk towing putih, mobil modifikasi karya builder Indonesia itu memulai perjalanan menuju Las Vegas, Amerika Serikat, untuk tampil di SEMA Show 2026. Deru mesin towing terdengar di tengah halaman bangunan bersejarah yang lekat […]

  • Sempat Vakum Akibat Pandemi, KKP Kembali Gelar Bazar Ramadhan

    Sempat Vakum Akibat Pandemi, KKP Kembali Gelar Bazar Ramadhan

    • calendar_month Minggu, 17 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 638
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) sukses menggelar “Bazar Ramadhan 2022” setelah sempat vakum akibat pandemi. Kegiatan yang dilaksanakan di parkiran dan lobi Gedung Mina Bahari (GMB) III ini berhasil menarik animo para pegawai yang berkantor di Jalan Medan Merdeka dan sekitarnya. Pemilik UMKM Rumah Abon, Bandung, Johan mengaku bisa menjual banyak produk selama kegiatan bazar. […]

  • IMDA dorong industri media dengan pendanaan segar sebesar S juta untuk mendukung produksi bersama internasional dan meningkatkan kemampuan produksi virtual lokal

    IMDA dorong industri media dengan pendanaan segar sebesar S$55 juta untuk mendukung produksi bersama internasional dan meningkatkan kemampuan produksi virtual lokal

    • calendar_month Kamis, 14 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 6.699
    • 0Komentar

    Dana Produksi Bersama Internasional baru senilai S$30 juta untuk memacu kolaborasi lokal dengan mitra internasional guna menciptakan drama yang menarik secara global dengan cita rasa Singapura yang khas. S$25 juta lainnya akan disuntikkan ke dalam Dana Inovasi Produksi Virtual selama tiga tahun ke depan untuk mengembangkan lebih lanjut bakat produksi virtual lokal dan meningkatkan kemampuan […]

  • Dua Direksi Bank Sumsel Babel Diperpanjang

    Dua Direksi Bank Sumsel Babel Diperpanjang

    • calendar_month Selasa, 12 Jan 2021
    • account_circle Ujang Idrus
    • visibility 2.884
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru memberikan apresiasi  atas kinerja jajaran Dewan Komisaris dan Dewan Direksi atas capaiannya targetnya. Terkhusus  Direktur Pemasaran Bank Sumsel Babel Antonius Prabowo Argo dan Direktur Umum, Samiludin. Atas prestasi tersebut kedua Direksi Bank Sumsel Babel itu akan diberikan penghargaan atau reward berupa perpanjangan masa jabatan. Ini juga sudah disepakati oleh  kepala daerah […]

expand_less
WordPress Archive Kitchenia – Kitchenware & Cooking Utensils Store Template Kit Kitecx – Architecture & Interior Elementor Template Kit Kitecx – Architecture & Interior WordPress Theme KitSoccer – Football Team & Sports Elementor Template Kit Kitty – Fashion Clothing, Furniture WordPress Theme Kitzen Modern Kitchen Elementor Template Kit Kitzu – Personal Portfolio Template KiviCare Pro - Clinic & Patient Management System EHR (Add-on) KiviCare(TM) – Google Meet Telemed And WooCommerce Payment Gateway (Add-on) Klay – Pottery and Ceramics Studio Elementor Template Kit