Minggu, 1 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Cegah Tanah Ambles, KLH Wajibkan Water Farming

Cegah Tanah Ambles, KLH Wajibkan Water Farming

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
  • visibility 54
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID -Tak semua air yang dipompa dari dalam tanah bisa kembali ke tempat asalnya, pasalnya selama bertahun-tahun, air tanah inilah menjadi andalan manusia di muka bumi guna memenuhi kebutuhan rumah tangga, gedung perkantoran, kawasan usaha hingga industri. Sementara dibagian lain, proses pengisian ulang cadangan air di bawah permukaan bumi sering kali tidak berjalan seimbang dengan jumlah air yang diambil, sehingga saat masalah itu terus berlangsung, tanah pun akhirnya perlahan kehilangan kemampuan untuk menyimpan air, bahkan risikonya penurunan muka tanah pun semakin besar.

Untuk mengatasinya, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) tengah mematangkan regulasi water farming sebagai langkah memperkuat pengelolaan air tanah yang lebih berkelanjutan.

Melalui aturan itu, setiap pihak yang memanfaatkan air tanah nantinya diwajibkan melakukan upaya pengembalian cadangan air ke dalam bumi sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.

Istilah water farming mungkin masih terdengar asing bagi sebagian masyarakat. Namun, konsep yang diusung sebenarnya cukup sederhana. Air yang diambil dari dalam tanah tidak boleh berhenti pada tahap pemanfaatan, melainkan harus dikembalikan melalui berbagai metode resapan agar siklus air tetap terjaga. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya membangun keseimbangan antara kebutuhan manusia dan kemampuan alam menyediakan air.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, usai tampil sebagai pembicara kunci dalam perhelatan Indonesia Net-Zero Summit 2026 di Jakarta menjelaskan regulasi tersebut saat ini masih dalam tahap penyusunan dan akan melalui proses uji publik sebelum ditetapkan.

Pemerintah menargetkan aturan tersebut dapat diselesaikan pada akhir 2026 sebagai dasar penerapan water farming di berbagai sektor.

Kebijakan ini lahir dari evaluasi terhadap pola pemanfaatan air tanah yang selama ini lebih menitikberatkan pada aspek perizinan dan retribusi. Meskipun pengambilan air tanah telah dikenai kewajiban membayar retribusi kepada pemerintah daerah, pendekatan tersebut dinilai belum cukup untuk memulihkan fungsi lingkungan yang terdampak akibat eksploitasi air secara terus-menerus.

Oleh sebab itu, pemerintah ingin mengubah cara pandang terhadap pengelolaan air tanah. Pemanfaatan sumber daya air tidak lagi hanya diukur dari kepatuhan administratif, tetapi juga dari kontribusi nyata dalam menjaga keberlanjutan cadangan air. Prinsip inilah yang menjadi dasar lahirnya kebijakan water farming.

Penerapan aturan tersebut nantinya dapat dilakukan melalui berbagai langkah yang disesuaikan dengan karakteristik lokasi maupun volume pengambilan air. Beberapa di antaranya adalah pembangunan sumur resapan, pembuatan lubang biopori, pengembalian air yang telah diolah ke dalam tanah sesuai ketentuan, hingga penanaman pohon untuk meningkatkan kemampuan kawasan menyerap air hujan.

Upaya tersebut diharapkan mampu membantu mengisi kembali cadangan air tanah sekaligus mengurangi risiko penurunan muka tanah. Ketika air hujan memiliki ruang untuk meresap ke dalam bumi, lapisan tanah dapat mempertahankan keseimbangannya sehingga daya dukung lingkungan tetap terjaga.

Lebih jauh, water farming bukan sekadar kewajiban baru bagi pengguna air tanah. Konsep ini mencerminkan perubahan pendekatan dalam pengelolaan sumber daya air, dari semula berfokus pada pemanfaatan menjadi mengedepankan keseimbangan antara penggunaan dan pemulihan.

Dengan menjaga siklus air tetap berlangsung, ketersediaan air bersih diharapkan dapat terus terpelihara sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan menghadapi tekanan pembangunan dan perubahan iklim.

Melalui regulasi yang tengah disiapkan, KLH/BPLH berharap setiap aktivitas pengambilan air tanah tidak lagi dipandang sebagai proses mengambil sumber daya semata. Sebaliknya, setiap tetes air yang dimanfaatkan harus diimbangi dengan upaya mengembalikannya kepada alam, sehingga manfaatnya tetap dapat dirasakan tidak hanya oleh masyarakat saat ini, tetapi juga oleh generasi yang akan datang. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Setan Indonesia Siap Keliling Dunia & Siap Bawa Cuan

    Setan Indonesia Siap Keliling Dunia & Siap Bawa Cuan

    • calendar_month Senin, 14 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 944
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kalau industri kreatif adalah kebun sayur negara, maka film horor adalah cabai rawitnya kecil-kecil tapi pedasnya bikin merem melek. Sekali mekar, bisa bikin satu negeri keringetan bareng. Dan seperti petani yang tahu musim tanam paling subur, para sineas Indonesia paham betul  tak ada musim panen paling gurih selain libur Lebaran, di mana orang-orang […]

  • Si Cabul di Cokok Polisi

    Si Cabul di Cokok Polisi

    • calendar_month Senin, 22 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.110
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, MUBA – Malang nian nasib gandis belia berumur 4 tahun, sebut saja Bunga, Warga Desa Muara Bahar,  Kec. Bayung Lincir, Muba. Gadis yang belum tahu apa-apa tersebut sudah merengang kesakitan akibat di cabulin pelaku, Saludin (40), tetangga korban yang tak jauh dari kediaman korban. Namun atas perbuatannya tersebut pelaku dicokok petugas Polisi, Polsek  Bayung […]

  • TOILETPAPER X Samsung: Kisah di Balik Desain Bespoke yang Paling Berani

    TOILETPAPER X Samsung: Kisah di Balik Desain Bespoke yang Paling Berani

    • calendar_month Sabtu, 29 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.041
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pada tanggal 17 April, Samsung Electronics membuka pintu pada pameran semarak yang menonjol dari yang lain di Fuorisalone 2023, pameran desain dan furnitur terbesar di dunia.Tema Samsung untuk acara tahun ini, “The Bespoke Life”, menekankan cara hidup yang lebih sadar lingkungan, sangat terhubung, dan personal. Pameran perusahaan juga mencakup ruang pop-up yang dibuat […]

  • Instalasi Pengolahan Air  Jejawi Siap Layani 500 Pelanggan Baru

    Instalasi Pengolahan Air  Jejawi Siap Layani 500 Pelanggan Baru

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.037
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir bersama dengan Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumsel Ditjen Cipta Karya terus memperluas tersedianya cakupan layanan pengadaan air bersih di Wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Tahun ini IPA (Instalasi Pengolahan Air) di Kecamatan Jejawi Ogan Komering Ilir, Sumsel telah selesai dibangun dan siap dioperasionalkan di Tahun 2022 mendatang. […]

  • Pertemuan Singkat antara Konsulat AS & Wagub Sumsel, Ini Dibahas

    Pertemuan Singkat antara Konsulat AS & Wagub Sumsel, Ini Dibahas

    • calendar_month Sabtu, 17 Sep 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 676
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang -Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Mawardi Yahya menerima Konsulat Amerika Serikat (AS)  Wilayah Sumatera Mr. Gordon S. Church bertempat  di Ruang Tamu Wakil Gubernur Sumsel Jumat (16/9). Dalam pertemuan singkat tersebut keduanya membahas peluang kerjasama antara Provinsi Sumsel dan Amerika Serikat dalam beberapa sektor, antara lain pendidikan, sumber daya alam, sosial […]

  • “Bumi Tak Minta Banyak, Hanya Sedikit Peduli”

    “Bumi Tak Minta Banyak, Hanya Sedikit Peduli”

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 741
    • 0Komentar

    ADA pepatah lama yang bilang, “jangan biarkan rumput tetangga lebih hijau, apalagi kalau rumput sendiri udah pada gundul, gersang, dan jadi tempat nongkrong belalang stres”. Nah, kurang lebih itulah keadaan sebagian lahan kita hari ini. Saking keringnya, jangankan nanam jagung, nanam niat baik aja bisa layu sebelum berkembang. Maka dari itu, peringatan Hari Penanggulangan Degradasi […]

expand_less
WordPress Archive Kitchenia – Kitchenware & Cooking Utensils Store Template Kit Kitecx – Architecture & Interior Elementor Template Kit Kitecx – Architecture & Interior WordPress Theme KitSoccer – Football Team & Sports Elementor Template Kit Kitty – Fashion Clothing, Furniture WordPress Theme Kitzen Modern Kitchen Elementor Template Kit Kitzu – Personal Portfolio Template KiviCare Pro - Clinic & Patient Management System EHR (Add-on) KiviCare(TM) – Google Meet Telemed And WooCommerce Payment Gateway (Add-on) Klay – Pottery and Ceramics Studio Elementor Template Kit