Selasa, 22 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Hari Konservasi Alam Nasional 2025: Merak, Jengkol & Drama Bumi Bikin Ngakak Tapi Bikin Ngeri

Hari Konservasi Alam Nasional 2025: Merak, Jengkol & Drama Bumi Bikin Ngakak Tapi Bikin Ngeri

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
  • visibility 837
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU ngomongin Hari Konservasi Alam Nasional 2025, jangan bayangin acara serius penuh jas dan pidato panjang yang bikin ngantuk. Di Jakarta, tepatnya di Car Free Day Jalan Sudirman, acara ini malah berubah jadi panggung seru yang campur aduk antara keindahan merak yang megah dengan aroma jengkol yang nyengat, iya…., jengkol!. Ribuan orang dari segala umur dan latar belakang berkumpul bukan cuma buat senam sehat dan jalan santai, tapi juga main games, face painting, dan bawa pulang bibit tanaman kayak durian, tabebuya pink, sampai jengkol. Inilah Hari Konservasi Alam Nasional 2025 yang ngajarin kita bahwa konservasi bukan cuma soal serius-seriusan, tapi juga soal gaya hidup yang lucu, nyantai, dan pastinya punya pesan dalam yang bikin mikir.

Kalau diibaratkan, konservasi itu kayak merak dan jengkol. Merak itu indah, penuh warna dan jadi pusat perhatian, tapi suaranya keras dan kadang bikin orang kaget, sedangkan jengkol, terkenal bau dan kontroversial, tapi banyak yang suka karena cita rasanya yang unik. Sama halnya dengan konservasi, ada yang indah dan mudah diterima, tapi ada juga tantangan “bau” yang harus dihadapi, kayak kebiasaan buruk manusia yang susah diubah.

Hari Konservasi Alam Nasional 2025 itu, seperti merak yang sedang menari di tengah kota, menunjukkan keindahan dan warna-warni harapan. Tapi di balik itu, ada aroma jengkol berupa masalah serius seperti deforestasi, sampah plastik, dan perubahan iklim yang mengintai. Dua-duanya nyata, dan kita nggak bisa pilih yang cantik-cantik doang sementara yang bau kita abaikan.

Percaya atau nggak, anak muda sekarang itu ibarat padi yang mulai menguning, potensinya besar banget!. Di acara HKAN 2025, mereka bukan cuma penonton, tapi pelaku utama yang bawa warna segar. Mereka piawai pakai teknologi, suka hal-hal kekinian, dan punya ide kreatif yang bisa bikin konservasi jadi viral.

Misal, dengan bikin konten edukasi tentang daur ulang yang lucu-lucu, komunitas urban farming yang keren, sampai aplikasi pelaporan kebakaran hutan yang praktis. Mereka yang dulu dicap “cuma main gadget” sekarang jadi pahlawan hijau yang ngajarin kita semua cara peduli bumi tanpa harus serius melulu.

Yang paling asyik dari HKAN 2025 ini adalah pembagian bibit tanaman yang nggak biasa. Ada mahoni, jambu biji, tabebuya pink, durian, nangka, jengkol, alpukat, sirsak, petai, dan pucuk merah. Bukan sekadar souvenir, tapi simbol harapan dan aksi nyata.

Menanam bibit itu ibarat menanam doa dan masa depan. Kalau kata orang tua, “Menanam pohon itu menanam kehidupan.” Dengan menanam bibit yang kita bawa pulang, kita sudah ikut menjaga agar bumi ini tetap hijau dan sehat, nggak cuma buat kita, tapi buat anak cucu.

Jangan salah, konservasi bukan cuma urusan pemerintah atau aktivis lingkungan yang galak. Ini adalah gaya hidup yang harus dijalani semua orang, kata pepatah, “Air beriak tanda tak dalam,” kalau kita cuma ribut soal konservasi tanpa aksi nyata, itu cuma omong kosong.

Tapi kalau kita gerak bareng, dari yang muda sampai tua, dari desa sampai kota, hasilnya pasti manis seperti durian montong yang legit. HKAN 2025 sudah membuktikan, konservasi bisa asyik, penuh tawa, dan mudah diterima. Dari fun walk sampai face painting, semuanya dirancang supaya masyarakat makin sadar dan ikut bergerak.

Kita semua harus ingat, merak bukan cuma burung cantik yang dipajang di taman, tapi juga punya suara lantang yang bisa mengingatkan. Jangan sampai kita cuma pamer warna-warni di luar, tapi diam membisu ketika bumi ini memanggil.

Konservasi itu panggilan hati dan tanggung jawab bersama, kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kalau bukan kita, siapa lagi?. Bumi ini bukan warisan nenek moyang, tapi titipan anak cucu. Jadi, jaga dengan sepenuh hati, dan bergeraklah seperti merak yang tak hanya indah tapi juga berkicau lantang.

Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional 2025 bukan sekadar seremoni, tapi momentum perubahan cara pandang dan aksi. Dengan mengajak anak muda dan masyarakat kota ikut serta lewat kegiatan yang fun dan edukatif, konservasi jadi gaya hidup yang menyenangkan dan bermakna.

Mari jadikan konservasi bukan tugas berat, tapi gaya hidup keren yang bikin kita makin dekat dengan alam. Seperti merak yang membentangkan sayapnya, kita pun harus berani tunjukkan warna dan suara demi masa depan alam Indonesia yang lebih hijau, sehat, dan lestari.

Ingatlah, “Bumi ini cuma kita pinjam dari anak cucu, jangan sampai kita jadi penyewa nakal yang merusak dan meninggalkan tagihan tak terbayar.”[***]

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Liono Basuki Resmi Jabat Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim

    Liono Basuki Resmi Jabat Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim

    • calendar_month Selasa, 9 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.791
    • 0Komentar

    LIONO Basuki, Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muara Enim, masa bakti 2019-2024 pada rapat Pripurna Istimewa I yang bwrtwmpat di Gedung DPRD Kabupaten Muara Enim, setelah diambil sumpahnya oleh Ketua Pengadilan Negeri [PN], selasa (9/3/2021). Dalam sambutannya, Plh. Bupati Nasrun Umar mengharapkan kepada Ketua DPRD […]

  • Utang Pemprov Sumsel Dinilai Naik Signifikan, Fraksi di DPRD Provinsi Sumsel Minta Penjelasan

    Utang Pemprov Sumsel Dinilai Naik Signifikan, Fraksi di DPRD Provinsi Sumsel Minta Penjelasan

    • calendar_month Selasa, 14 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 669
    • 0Komentar

    FRAKSI-fraksi di DPRD Provinsi Sumsel meminta kejelasan utang Pemerintah Provinsi Sumsel yang tertuang dalam LKPJ Sumsel tahun 2021 mencapai Rp1,44 triliun atau naik sebesar Rp 68,87 % dari tahun sebelumnya Rp852 miliar. Juru bicara Fraksi Gerindra Sumsel Solehan Ismail meminta dijelaskan peningkatan hutang yang nota bene cukup signifikan. Jika ditarik rasio dengan APBD tahun 2021 […]

  • Taliban Harus Bentuk Pemerintahan Rekonsiliatif dan Harus Utamakan Kesejahteraan Rakyat

    Taliban Harus Bentuk Pemerintahan Rekonsiliatif dan Harus Utamakan Kesejahteraan Rakyat

    • calendar_month Sabtu, 21 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 696
    • 0Komentar

      PEMERINTAHAN bentuk Taliban harus rekonsiliatif guna memastikan masa depan negara tersebut, dan yang terpenting untuk segera dilakukan, upaya secepat mungkin memberikan kesejahteraan bagi masyarakat di negara itu. Hal itu merupakan beberapa kesimpulan penting dari diskusi virtual yang digelar oleh Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Aceh, Jumat (20/8/2021). Tiga narasumber, Teguh Santosa, Imam Soemarsono, dan […]

  • ECOVACS ROBOTICS Luncurkan Terobosan Signifikan dalam Acara Peluncuran Produk Global 2022, Bidik Pasar Robotik yang Lebih Luas

    ECOVACS ROBOTICS Luncurkan Terobosan Signifikan dalam Acara Peluncuran Produk Global 2022, Bidik Pasar Robotik yang Lebih Luas

    • calendar_month Jumat, 28 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.861
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, JAKARTA, INDONESIA –  ECOVACS ROBOTICS (“ECOCACS”), merek pelayanan robotik yang terkenal di dunia, mengumumkan inovasi terbarunya secara resmi pada hari ini – terobosan mesin pemotong rumput robotik GOAT G1, dan solusi perintis untuk pengaturan komersial DEEBOT PRO, dalam Acara Peluncuran Produk Global ECOVACS 2022. Inilah pertama kali bagi perusahaan untuk mengadakan acara peluncuran dalam […]

  • Dukung Pertumbuhan Hijau, Sumsel Berencana Bentuk Forum Lanskap Nasional

    Dukung Pertumbuhan Hijau, Sumsel Berencana Bentuk Forum Lanskap Nasional

    • calendar_month Rabu, 16 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 862
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Provinsi Sumsel berencana membentuk Forum Lanskap Nasional untuk mendukung pembangunan pertumbuhan hijau. Hal tersebut diungkapkan Staf Khusus Gubernur Sumsel Bidang Perubahan Iklim Dr. Najib Asmani yang mewakili Gubernur Sumsel Alex Noerdin dalam menghadiri acara The Global Assembly Meetiing of Tropical Alliance  2020 yang berlangsung di Accra Ghana, Afrika, Selasa (15/5/2018). Menurutnya  pendekatan […]

  • Servis Apa Saja yang Sebaiknya Dilakukan Sebelum Menjual Mobil

    Servis Apa Saja yang Sebaiknya Dilakukan Sebelum Menjual Mobil

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.850
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Saat ini, banyak orang ingin mengganti mobil lama mereka dengan yang baru karena mobil baru menawarkan kenyamanan dan keamanan lebih saat digunakan. Namun, jika dirawat dengan baik, mobil bekas juga bisa terasa seperti baru. Kenyamanan berkendara dan kondisi kendaraan sangat bergantung pada seberapa baik pemiliknya merawat mobil tersebut. Oleh karena itu, penting untuk […]

expand_less
WordPress Archive Bookly Pro – Appointment Booking and Scheduling Software System Bookly Stripe (Add-on) BookMe – Personal Booking Appointment Plugin Bookmify – Appointment Booking WordPress Plugin Booknetic – Appointment Booking & Appointment Scheduling & Calendar reservation [SaaS] Booknetic - Conditional Prices Addon Booknetic - Coupons Addon Booknetic - Custom Durations Addon Booknetic - Custom Forms Addon Booknetic - Customer Panel Addon