Kamis, 15 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Hari Konservasi Alam Nasional 2025: Merak, Jengkol & Drama Bumi Bikin Ngakak Tapi Bikin Ngeri

Hari Konservasi Alam Nasional 2025: Merak, Jengkol & Drama Bumi Bikin Ngakak Tapi Bikin Ngeri

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
  • visibility 846
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU ngomongin Hari Konservasi Alam Nasional 2025, jangan bayangin acara serius penuh jas dan pidato panjang yang bikin ngantuk. Di Jakarta, tepatnya di Car Free Day Jalan Sudirman, acara ini malah berubah jadi panggung seru yang campur aduk antara keindahan merak yang megah dengan aroma jengkol yang nyengat, iya…., jengkol!. Ribuan orang dari segala umur dan latar belakang berkumpul bukan cuma buat senam sehat dan jalan santai, tapi juga main games, face painting, dan bawa pulang bibit tanaman kayak durian, tabebuya pink, sampai jengkol. Inilah Hari Konservasi Alam Nasional 2025 yang ngajarin kita bahwa konservasi bukan cuma soal serius-seriusan, tapi juga soal gaya hidup yang lucu, nyantai, dan pastinya punya pesan dalam yang bikin mikir.

Kalau diibaratkan, konservasi itu kayak merak dan jengkol. Merak itu indah, penuh warna dan jadi pusat perhatian, tapi suaranya keras dan kadang bikin orang kaget, sedangkan jengkol, terkenal bau dan kontroversial, tapi banyak yang suka karena cita rasanya yang unik. Sama halnya dengan konservasi, ada yang indah dan mudah diterima, tapi ada juga tantangan “bau” yang harus dihadapi, kayak kebiasaan buruk manusia yang susah diubah.

Hari Konservasi Alam Nasional 2025 itu, seperti merak yang sedang menari di tengah kota, menunjukkan keindahan dan warna-warni harapan. Tapi di balik itu, ada aroma jengkol berupa masalah serius seperti deforestasi, sampah plastik, dan perubahan iklim yang mengintai. Dua-duanya nyata, dan kita nggak bisa pilih yang cantik-cantik doang sementara yang bau kita abaikan.

Percaya atau nggak, anak muda sekarang itu ibarat padi yang mulai menguning, potensinya besar banget!. Di acara HKAN 2025, mereka bukan cuma penonton, tapi pelaku utama yang bawa warna segar. Mereka piawai pakai teknologi, suka hal-hal kekinian, dan punya ide kreatif yang bisa bikin konservasi jadi viral.

Misal, dengan bikin konten edukasi tentang daur ulang yang lucu-lucu, komunitas urban farming yang keren, sampai aplikasi pelaporan kebakaran hutan yang praktis. Mereka yang dulu dicap “cuma main gadget” sekarang jadi pahlawan hijau yang ngajarin kita semua cara peduli bumi tanpa harus serius melulu.

Yang paling asyik dari HKAN 2025 ini adalah pembagian bibit tanaman yang nggak biasa. Ada mahoni, jambu biji, tabebuya pink, durian, nangka, jengkol, alpukat, sirsak, petai, dan pucuk merah. Bukan sekadar souvenir, tapi simbol harapan dan aksi nyata.

Menanam bibit itu ibarat menanam doa dan masa depan. Kalau kata orang tua, “Menanam pohon itu menanam kehidupan.” Dengan menanam bibit yang kita bawa pulang, kita sudah ikut menjaga agar bumi ini tetap hijau dan sehat, nggak cuma buat kita, tapi buat anak cucu.

Jangan salah, konservasi bukan cuma urusan pemerintah atau aktivis lingkungan yang galak. Ini adalah gaya hidup yang harus dijalani semua orang, kata pepatah, “Air beriak tanda tak dalam,” kalau kita cuma ribut soal konservasi tanpa aksi nyata, itu cuma omong kosong.

Tapi kalau kita gerak bareng, dari yang muda sampai tua, dari desa sampai kota, hasilnya pasti manis seperti durian montong yang legit. HKAN 2025 sudah membuktikan, konservasi bisa asyik, penuh tawa, dan mudah diterima. Dari fun walk sampai face painting, semuanya dirancang supaya masyarakat makin sadar dan ikut bergerak.

Kita semua harus ingat, merak bukan cuma burung cantik yang dipajang di taman, tapi juga punya suara lantang yang bisa mengingatkan. Jangan sampai kita cuma pamer warna-warni di luar, tapi diam membisu ketika bumi ini memanggil.

Konservasi itu panggilan hati dan tanggung jawab bersama, kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kalau bukan kita, siapa lagi?. Bumi ini bukan warisan nenek moyang, tapi titipan anak cucu. Jadi, jaga dengan sepenuh hati, dan bergeraklah seperti merak yang tak hanya indah tapi juga berkicau lantang.

Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional 2025 bukan sekadar seremoni, tapi momentum perubahan cara pandang dan aksi. Dengan mengajak anak muda dan masyarakat kota ikut serta lewat kegiatan yang fun dan edukatif, konservasi jadi gaya hidup yang menyenangkan dan bermakna.

Mari jadikan konservasi bukan tugas berat, tapi gaya hidup keren yang bikin kita makin dekat dengan alam. Seperti merak yang membentangkan sayapnya, kita pun harus berani tunjukkan warna dan suara demi masa depan alam Indonesia yang lebih hijau, sehat, dan lestari.

Ingatlah, “Bumi ini cuma kita pinjam dari anak cucu, jangan sampai kita jadi penyewa nakal yang merusak dan meninggalkan tagihan tak terbayar.”[***]

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 5 Daerah di Jabar Ditetapkan Siaga Satu

    5 Daerah di Jabar Ditetapkan Siaga Satu

    • calendar_month Rabu, 7 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 850
    • 0Komentar

    “Kami meminta masyarakat selalu waspada, hindari tempat rawan bencana,”

  • Menghadap Gubernur, PT MRT Jakarta Minati Kerjasama Pengelolaan Operasional LRT Palembang

    Menghadap Gubernur, PT MRT Jakarta Minati Kerjasama Pengelolaan Operasional LRT Palembang

    • calendar_month Jumat, 22 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.316
    • 0Komentar

    MANAJEMEN PT MRT Jakarta (Perseroda) menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan  dalam pengembangan bisnis Light Rail Transit (LRT). Hal tersebut  terungkap saat  Gubernur    Herman Deru saat menerima jajaran direksi   PT MRT Jakarta (Perseroda)  di ruang tamunya, kemaren. Bahkan keinginan dari PT MRT  yang hendak menjalin kerja sama dalam pengembangan LRT  tersebut mendapatkan respon positif […]

  • Pjs. Walikota Palembang : Kebersihan Itu Tanggung Jawab Bersama

    Pjs. Walikota Palembang : Kebersihan Itu Tanggung Jawab Bersama

    • calendar_month Jumat, 23 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 855
    • 0Komentar

    Kebersihan di Kota Palembang tidak mungkin dikerjakan oleh pemkot sendiri.

  • Muba Sosialisasikan UU Jasa Konstruksi dan Pembangunan Gedung Negara

    Muba Sosialisasikan UU Jasa Konstruksi dan Pembangunan Gedung Negara

    • calendar_month Kamis, 29 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.712
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU, – Bupati Mubs H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Mursalin SE MM membuka secara langsung Sosialisasi Undang-Undang No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Kontruksi dan Peraturan tentang Pembangunan Gedung Negara Tahun Anggaran 2018, di Hotel Ranggonang Sekayu, Kamis (29/11/2018). Dalam sambutannya Mursalin mengatakan jasa konstruksi merupakan kegiatan masyarakat […]

  • Batik Bukan Kaleng-Kaleng, Kain Simbol Cinta Jadi Rebutan Bule & Presiden Dunia

    Batik Bukan Kaleng-Kaleng, Kain Simbol Cinta Jadi Rebutan Bule & Presiden Dunia

    • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.042
    • 0Komentar

    CINTA itu seandainya bisa dibordir, barangkali wujudnya adalah batik, kain satu ini bukan cuma jadi pembungkus tubuh, tapi juga bungkus sejarah, cinta, dan kadang… bungkusan kado nikahan, bahkan dulu, nenek kita masih nulis surat cinta pakai kertas minyak dan dikasih bunga kamboja kering di lipatan, batik sudah lebih dulu jadi kode etik estetika yang menempel […]

  • “Songket di Runway, Gubernur di Catwalk, & Ekonomi Kreatif yang Tersenyum Miring”

    “Songket di Runway, Gubernur di Catwalk, & Ekonomi Kreatif yang Tersenyum Miring”

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 607
    • 0Komentar

    Artikel ini disajikan dalam dua bahasa: Indonesia dan Inggris. Scroll ke bawah untuk membaca versi bahasa Inggris.[This article is available in both Indonesian and English. Scroll down for the English version] HIDUP di dunia ini, ada dua hal yang bisa bikin orang terpukau tanpa banyak bicara kecantikan dan diskon, tapi ternyata, songket Palembang juga bisa, […]

expand_less
WordPress Archive Bookly Pro – Appointment Booking and Scheduling Software System Bookly Stripe (Add-on) BookMe – Personal Booking Appointment Plugin Bookmify – Appointment Booking WordPress Plugin Booknetic – Appointment Booking & Appointment Scheduling & Calendar reservation [SaaS] Booknetic - Conditional Prices Addon Booknetic - Coupons Addon Booknetic - Custom Durations Addon Booknetic - Custom Forms Addon Booknetic - Customer Panel Addon