Semangat ’45 dari Gedung Joang, BMW Passato Siap Guncang SEMA Show 2026 di Las Vegas
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 17 menit yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ekraf.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Di bawah langit yang cerah, BMW Passato bersiap meninggalkan halaman Gedung Joang 45, Menteng, Rabu sore (19/8/2026). Di atas bak truk towing putih, mobil modifikasi karya builder Indonesia itu memulai perjalanan menuju Las Vegas, Amerika Serikat, untuk tampil di SEMA Show 2026.
Deru mesin towing terdengar di tengah halaman bangunan bersejarah yang lekat dengan cerita perjuangan bangsa. Di antara para pejabat, tokoh otomotif, builder, dan awak media, Passato menjadi pusat perhatian.
Mobil dengan tampilan agresif itu hadir dalam perpaduan warna biru dongker, pink, kuning, dan putih. Bodi lebarnya dihiasi livery serta identitas proyek, termasuk tulisan “SEMA SHOW 2026” yang menegaskan tujuan berikutnya, Las Vegas.
Namun, Passato bukan hanya mobil dengan tampilan atraktif. Di balik sosoknya yang agresif, tersimpan perpaduan teknologi dan kreativitas builder Indonesia. Mobil ini merupakan hasil perkawinan sasis BMW dengan mesin legendaris Nissan SR20, yang diracik melalui tangan-tangan builder Tanah Air.
Dengan penuh semangat, BMW Passato secara simbolis dilepas untuk tampil di SEMA Show 2026, salah satu panggung terbesar industri modifikasi dan aftermarket otomotif dunia.
Pemilihan tempat pelepasan pun bukan tanpa makna. Gedung Joang 45 selama puluhan tahun menjadi bagian dari perjalanan sejarah Indonesia. Dari tempat yang menyimpan cerita tentang perjuangan menuju kemerdekaan itu, kini sebuah karya kreatif anak bangsa diberangkatkan untuk membawa nama Indonesia ke panggung internasional.
Suasana di halaman museum sore itu pun terasa berbeda. Para pejabat pemerintah, tokoh industri otomotif, pelaku modifikasi, builder, dan awak media berkumpul mengelilingi Passato.
Pakaian smart casual membuat suasana tetap santai. Namun, sorot mata para tamu memperlihatkan satu hal, ada kebanggaan yang ingin dibawa bersama mobil tersebut.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, kemudian mendekati Passato. Mengenakan jaket bomber hitam berlogo EKRAF, ia melihat lebih dekat mobil yang menjadi representasi proyek kolaborasi tersebut.
Momen formal itu tiba-tiba berubah menjadi lebih cair ketika seorang pemuda dengan kemeja motif hitam-putih dan celana putih mengangkat smartphone ke udara.
“Ayo Pak Menteri, selfie dulu!”
Ajakan itu langsung disambut tawa. Teuku Riefky bersama sejumlah tokoh otomotif di sampingnya, termasuk Andre Muljadi dari NMAA dan Moreno Soeprapto dari IMI Pusat, merapat ke kamera.
Jempol terangkat. Senyum mengembang.
Satu foto bersama pun tercipta.
Di belakang mereka, BMW Passato menjadi latar yang menarik. Livery warna-warni mobil tersebut seolah menyatu dengan suasana sore itu formal, tetapi tidak kaku; serius membawa misi besar, namun tetap dekat dengan energi generasi muda.
Beberapa saat kemudian, suasana kembali serius. Teuku Riefky melangkah menuju podium. Di belakangnya berdiri backdrop hitam dengan tulisan:
“PASSATO. FROM INDONESIA, FOR THE WORLD. SEMA SHOW. NOVEMBER 3–6, 2026.”
Dalam sambutannya, Teuku Riefky menjelaskan arti penting momen tersebut bagi perkembangan industri kreatif Indonesia. “Hari ini, di Museum Joang 45, tempat yang sarat sejarah perjuangan bangsa, kita menyaksikan babak baru perjalanan industri kreatif modifikasi otomotif Indonesia. Semoga langkah historis dari tempat ini hingga ke panggung dunia menjadi inspirasi bahwa karya modifikasi Indonesia tidak hanya berjaya di negeri sendiri, tetapi juga semakin dikenal dan memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional,” ujar Teuku Riefky.
Dari Joang 45 Menuju Panggung Dunia
Kalimat tersebut terasa begitu bermakna dengan apa yang sedang terjadi di halaman museum.
Jika dahulu semangat perjuangan di tempat ini berbicara tentang kemerdekaan dan masa depan bangsa, kini semangat tersebut hadir dalam bentuk yang berbeda, yaitu kreativitas, inovasi, kolaborasi, dan keberanian membawa karya Indonesia keluar dari batas negeri.
BMW Passato menjadi salah satu wujudnya.
Perjalanan menuju Las Vegas bukan hanya soal mengirim sebuah mobil ke Amerika Serikat. Ada nama builder, industri modifikasi, komunitas otomotif, dan ekosistem ekonomi kreatif Indonesia yang ikut dibawa.
Dibalik proyek tersebut, kolaborasi menjadi bagian penting.
Andre Muljadi, Project Director IMX, turut memberikan paparan mengenai proyek Passato. Dengan kemeja denim biru tua, Andre tampil santai ketika menjelaskan perjalanan kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak.
Menurutnya, Passato menjadi bukti bahwa sebuah gagasan dapat berkembang menjadi karya nyata ketika dikerjakan bersama.
Dukungan dari Kementerian Ekraf, IMI, NMAA, Kadin Indonesia, builder, serta berbagai pihak lainnya menjadi bagian penting dari perjalanan proyek tersebut. Kolaborasi itu pula yang semakin menumbuhkan kepercayaan diri bahwa karya modifikasi Indonesia mampu berbicara lebih jauh di panggung internasional.
Kini, waktunya Passato melanjutkan perjalanan.
Menjelang acara berakhir, para tokoh yang hadir kembali berkumpul di depan truk towing. Jajaran Kementerian Ekraf, IMI, NMAA, Kadin Indonesia, serta para pelaku industri otomotif berdiri bersama. Kain merah putih menghiasi bagian teras Gedung Joang 45.
Lagi-lagi, kamera kembali terangkat.
Kali ini bukan hanya untuk mengabadikan sebuah seremoni, tetapi juga untuk merekam titik awal perjalanan sebuah karya Indonesia menuju panggung dunia.
Dari halaman Gedung Joang 45, BMW Passato bersiap menuju Las Vegas.
Di sana, pada SEMA Show 2026, Passato akan berhadapan dengan karya-karya modifikasi dari berbagai penjuru dunia.
Perjalanannya membawa lebih dari sekadar sebuah mobil.
Ada kreativitas builder Indonesia. Ada keberanian untuk tampil di panggung global. Ada kolaborasi yang membuat sebuah ide menjadi nyata. Dan, tak kalah penting, ada semangat yang diwarisi dari tempat keberangkatannya.
Semangat ’45 itu kini menemukan bentuk baru bukan lagi dalam perjuangan mengangkat senjata, tetapi melalui karya, kreativitas, dan keberanian untuk membawa nama Indonesia sejauh mungkin.
Dari Gedung Joang ke Las Vegas.
BMW Passato siap membawa cerita Indonesia ke panggung SEMA Show 2026.
Selamat berjuang. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
