Selasa, 29 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kuliner » Resep Srikayo Khas Palembang, Cara Bikin yang Pas Disantap dengan Ketan

Resep Srikayo Khas Palembang, Cara Bikin yang Pas Disantap dengan Ketan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
  • visibility 29
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Resep srikayo khas Palembang menarik dicoba bukan karena bahannya sulit dicari, justru sebaliknya. Telur, santan, gula, dan pandan sudah cukup untuk membuat penganan yang sejak lama dikenal dalam kuliner Sumatera Selatan (Sumsel).

Ada satu hal yang membuat srikayo makin menarik: makanan ini sering hadir bersama ketan putih.

Buat yang belum pernah melihatnya, srikayo mungkin sekilas mengingatkan pada puding. Warnanya bisa hijau dari pandan atau daun suji, sedangkan bagian dalamnya terbentuk dari campuran telur dan santan yang dikukus. Rasanya manis, dengan gurih santan yang terasa di belakangnya.

Nama srikayo juga kerap membuat orang salah sangka. Ini bukan olahan buah srikaya. Srikayo Palembang merupakan penganan berbahan telur dan santan yang dimasak dengan cara dikukus.

Menariknya lagi, cara membuatnya tidak membutuhkan peralatan khusus. Yang perlu diperhatikan justru beberapa bagian kecil dalam proses memasak, terutama ketika mencampurkan santan dengan telur dan saat mengatur panas kukusan.

Bahan Srikayo Khas Palembang

Untuk membuat beberapa porsi srikayo, siapkan:

  • 4 butir telur ayam
  • 175 gram gula pasir
  • 400 ml santan
  • 5 lembar daun pandan
  • 2–3 lembar daun suji, jika ada
  • ¼ sendok teh garam
  • Sedikit air untuk mengambil sari pandan dan suji

Sebagai pendamping, siapkan ketan putih yang sudah dimasak.

Takaran gula tidak harus dibuat persis. Kalau lebih suka rasa manis yang ringan, jumlah gula bisa dikurangi sesuai selera.

Cara Membuat Srikayo Palembang

Buat sari pandan

Cuci daun pandan dan daun suji, kemudian potong kecil-kecil. Blender dengan sedikit air lalu saring.

Kalau tidak mempunyai daun suji, tidak masalah. Pandan saja sudah bisa digunakan untuk memberikan aroma pada srikayo.

Panaskan santan

Masukkan santan, sari pandan, dan garam ke dalam panci.

Panaskan dengan api kecil sambil diaduk. Tidak perlu menunggu sampai santan mendidih bergolak. Setelah cukup panas, matikan kompor dan biarkan sebentar.

Tujuannya sederhana: santan jangan dalam keadaan terlalu panas ketika bertemu telur.

Aduk telur dan gula

Pecahkan telur ke dalam wadah, lalu masukkan gula.

Aduk menggunakan whisk sampai gula larut. Tidak perlu menggunakan mixer dan tidak perlu membuat telur mengembang.

Srikayo tidak membutuhkan adonan yang penuh udara.

Campurkan semua bahan

Tuangkan santan sedikit demi sedikit ke dalam telur sambil terus diaduk.

Lakukan perlahan sampai seluruh bahan menyatu. Kalau santan masih panas, tunggu beberapa menit sebelum mencampurkannya.

Setelah tercampur, saring adonan. Ini membantu menghilangkan bagian telur yang belum larut serta sisa serat dari pandan atau suji.

Kukus

Siapkan mangkuk kecil atau cetakan tahan panas. Tuangkan adonan secukupnya.

Panaskan kukusan sampai airnya mendidih, kemudian masukkan cetakan.

Gunakan api sedang. Tutup kukusan sebaiknya dibungkus kain bersih supaya air yang menempel di bagian dalam tutup tidak jatuh ke adonan.

Kukus kurang lebih 15–25 menit. Waktu ini bisa berbeda tergantung ukuran wadah.

Untuk mengecek, lihat bagian tengah srikayo. Jika sudah tidak cair, berarti sudah bisa diangkat.

Jangan terlalu lama mengukusnya. Setelah matang, srikayo akan lebih set ketika suhunya turun.

Kenapa Srikayo Sering Dimakan Bersama Ketan?

Ini salah satu bagian yang membuat srikayo punya cerita sendiri.

Kalau srikayo dimakan sendirian, rasa manisnya cukup dominan. Ketika dipertemukan dengan ketan putih, ada rasa gurih yang masuk di sela-selanya.

Ketan juga memberikan tekstur yang berbeda. Srikayo lebih mudah disantap bersama ketan karena keduanya memang sudah biasa dipasangkan dalam sajian tradisional Palembang.

Cara menyajikannya tidak perlu dibuat rumit. Ketan putih cukup diletakkan di piring, kemudian srikayo bisa ditempatkan di sampingnya atau di atas ketan.

Satu suapan ketan dan srikayo sudah memberikan perpaduan rasa yang menjadi ciri sajian ini.

Tips Membuat Srikayo di Rumah

Ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan kalau baru pertama kali membuatnya.

Santan jangan terlalu panas. Ini salah satu bagian paling penting. Santan yang terlalu panas dapat membuat telur menggumpal ketika dicampurkan.

Telur cukup diaduk. Tidak perlu mengocok sampai berbusa banyak karena srikayo bukan adonan kue.

Adonan sebaiknya disaring. Jangan menganggap langkah ini sepele. Hasilnya akan lebih rata setelah dikukus.

Gunakan api sedang. Panas yang terlalu tinggi bisa membuat bagian permukaan cepat matang sementara bagian dalam belum selesai.

Jangan terlalu sering membuka tutup kukusan. Biarkan proses pematangan berjalan sampai mendekati waktunya.

Bagaimana Mengetahui Srikayo Sudah Matang?

Srikayo tidak perlu menunggu sampai keras.

Saat bagian tengahnya sudah tidak lagi berupa cairan, cetakan bisa diangkat. Setelah dingin, teksturnya akan menjadi lebih kokoh dibandingkan ketika masih panas.

Kalau ingin lebih yakin, tusukkan lidi atau tusuk gigi ke bagian tengah. Jika tidak ada adonan cair yang ikut terangkat, srikayo sudah matang.

Setelah itu, diamkan beberapa saat sebelum disajikan.

Srikayo Hangat atau Dingin, Mana yang Lebih Enak?

Keduanya bisa.

Srikayo yang baru matang dapat disantap setelah agak dingin. Cara ini cocok kalau ingin langsung menikmatinya bersama ketan putih.

Kalau suka makanan penutup dalam kondisi dingin, srikayo bisa dimasukkan ke lemari es terlebih dahulu. Teksturnya akan lebih set dan sensasi makannya pun berbeda.

Jika ingin menyimpan sisa srikayo, gunakan wadah tertutup dan masukkan ke lemari es.

Srikayo dan Nama yang Sering Disalahartikan

Ada alasan kenapa orang yang baru mendengar namanya bisa mengira srikayo berkaitan dengan buah srikaya.

Padahal keduanya berbeda.

Dalam srikayo Palembang, telur dan santan menjadi bagian penting dari adonan. Pandan atau suji digunakan untuk memberikan aroma dan warna pada beberapa variasi resep.

Jadi, kalau menemukan srikayo berwarna hijau, jangan langsung mengira bahan utamanya adalah buah srikaya.

Penganan Sederhana dari Dapur Sumatera Selatan

Srikayo mungkin tidak seterkenal pempek ketika orang menyebut kuliner Palembang. Namun, makanan tradisional tidak selalu harus menjadi hidangan paling populer untuk menarik perhatian.

Justru srikayo menunjukkan bagaimana bahan dapur yang biasa bisa diolah menjadi makanan yang punya identitas daerah.

Telur, santan, gula, pandan, lalu dikukus. Sederhana. Kemudian ditambah ketan putih, jadilah sajian yang sejak dulu punya tempat dalam kuliner Palembang.

Kalau selama ini kuliner Sumatera Selatan yang dikenal hanya pempek, pindang, atau tekwan, srikayo layak masuk daftar makanan yang perlu dicoba.

Resep Srikayo Khas Palembang yang Bisa Dicoba di Rumah

Tidak ada teknik yang terlalu rumit dalam membuat srikayo. Kuncinya hanya ada pada pengolahan telur dan santan serta pengaturan panas ketika mengukus.

Siapkan bahan-bahannya, buat adonan, saring, lalu kukus sampai matang. Setelah itu, tinggal tentukan cara menikmatinya: langsung disantap atau ditemani ketan putih.

Untuk yang ingin mengenal lebih banyak penganan tradisional Sumatera Selatan, resep srikayo khas Palembang ini bisa menjadi salah satu yang dicoba dari dapur sendiri. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 70% Karakter Anak Tergantung Pendidikan Ibu

    70% Karakter Anak Tergantung Pendidikan Ibu

    • calendar_month Senin, 7 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 848
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Bazar yang gelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sumsel dalam rangka  memeriahkan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama ke 73 tahun 2019 berlangsung dengan meriah dan dipadati pengunjung. Bazar tersebut dibuka langsung Gubernur Sumsel H Herman Deru  dan Ketua TP PKK Sumsel Hj Febrita Lustia HD dan diampingi Kakanwil […]

  • Pemprov Sumsel Terus Turunkan Angka Stunting, Bentuk Satgas dan Rekrut Tenaga Pendamping 

    Pemprov Sumsel Terus Turunkan Angka Stunting, Bentuk Satgas dan Rekrut Tenaga Pendamping 

    • calendar_month Kamis, 26 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 680
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya mengaku optimis Pemprov Sumsel mampu menurunkan angka prevalensi stunting di Sumsel menjadi 14% sesuai target nasional. Hal itu disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi Teknis Kerjasama Kemitraan dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Provinsi Sumsel Tahun 2022, Rabu (25/5) di Hotel Beston. Menurut Mawardi Yahya berbagai upaya telah dilakukan oleh […]

  • Besok Komisioner KPU dan Bawaslu Dilantik

    Besok Komisioner KPU dan Bawaslu Dilantik

    • calendar_month Senin, 11 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.198
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) akan melantik Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) periode masa jabatan 2022-2027 di Istana Negara, DKI Jakarta, Selasa (12/4). Para komisioner yang akan dilantik oleh Presiden itu akan menjadi pilar utama dalam penyelenggaraan pesta demokrasi pemilihan pimpinan tingkat nasional dan daerah. Para tokoh itu terpilih dari seleksi […]

  • Sumsel Jamin Ketersediaan Pangan untuk 7 Bulan ke Depan Aman

    Sumsel Jamin Ketersediaan Pangan untuk 7 Bulan ke Depan Aman

    • calendar_month Jumat, 1 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 852
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang –  Provinsi Sumsel menjamin ketersediaan pangan  untuk tujuh bulan ke depan aman, hal tersebut berdasarkan perhitungan Neraca Ketersediaan Pangan yaitu komuditas beras, jagung, daging sapi dan telur ayam ras yang semuanya mengalami surplus. Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru menegaskan untuk itu Pemerintah Provinsi Sumsel akan memberikan pelayanan terhadap akses pangan bagi warga […]

  • Alhamdullilah, Hari Ini 1 Lagi Pasien Positif COVID-19 Dinyatakan Sembuh

    Alhamdullilah, Hari Ini 1 Lagi Pasien Positif COVID-19 Dinyatakan Sembuh

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 844
    • 0Komentar

    SETELAH kemarin, pria 55 tahun asal Kabupaten Ogan Komering Ilir [OKI] dinyatakan sembuh dari positif COVID-19, hari ini, minggu [12/4/2020], RS Mohammad Hoesin Palembang mengumumkan satu lagi pasien positif COVID-19 sembuh. Saat ini total pasien positif Covid-19 yang sudah sembuh di Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi tiga orang. Jubir Covid-19 di Sumsel dan juga sebagai Ketua […]

  • Ini Alasan Bupati Lahat Dukung Pemakaran Kikim Area

    Ini Alasan Bupati Lahat Dukung Pemakaran Kikim Area

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.063
    • 0Komentar

    BUPATI Lahat Cik Ujang.SH mendukung pembentukan Kabupaten Kikim Area. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Lahat sangat setuju, dan senang serta mendukung atas perjuangan Kikim Area,”katanya saat menghadiri pembuatan vidio profil tentang bakal Kabupaten Kikim Area sekaligus Pelepasaan Balon Tanda Calon Pemekaran Kikim Area di lokasi jembatan Desa Bunga Mas Kikim Timur, Jum’at (19/6/2020 ). Alasanya mendukung […]

expand_less
WordPress Archive MyThemeShop Textured WordPress Theme MyThemeShop Thunderstruck WordPress Theme MyThemeShop Top WordPress Theme MyThemeShop Urban WordPress Theme MyThemeShop Video WordPress Theme MyThemeShop Viral WordPress Theme MyThemeShop Vogue WordPress Theme MyThemeShop Wildfire WordPress Theme MyThemeShop WooCart WordPress Theme MyThemeShop WooCommerce Checkout Field Modifier