Senin, 10 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kuliner » Resep Srikayo Khas Palembang, Cara Bikin yang Pas Disantap dengan Ketan

Resep Srikayo Khas Palembang, Cara Bikin yang Pas Disantap dengan Ketan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 27 menit yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Resep srikayo khas Palembang menarik dicoba bukan karena bahannya sulit dicari, justru sebaliknya. Telur, santan, gula, dan pandan sudah cukup untuk membuat penganan yang sejak lama dikenal dalam kuliner Sumatera Selatan (Sumsel).

Ada satu hal yang membuat srikayo makin menarik: makanan ini sering hadir bersama ketan putih.

Buat yang belum pernah melihatnya, srikayo mungkin sekilas mengingatkan pada puding. Warnanya bisa hijau dari pandan atau daun suji, sedangkan bagian dalamnya terbentuk dari campuran telur dan santan yang dikukus. Rasanya manis, dengan gurih santan yang terasa di belakangnya.

Nama srikayo juga kerap membuat orang salah sangka. Ini bukan olahan buah srikaya. Srikayo Palembang merupakan penganan berbahan telur dan santan yang dimasak dengan cara dikukus.

Menariknya lagi, cara membuatnya tidak membutuhkan peralatan khusus. Yang perlu diperhatikan justru beberapa bagian kecil dalam proses memasak, terutama ketika mencampurkan santan dengan telur dan saat mengatur panas kukusan.

Bahan Srikayo Khas Palembang

Untuk membuat beberapa porsi srikayo, siapkan:

  • 4 butir telur ayam
  • 175 gram gula pasir
  • 400 ml santan
  • 5 lembar daun pandan
  • 2–3 lembar daun suji, jika ada
  • ¼ sendok teh garam
  • Sedikit air untuk mengambil sari pandan dan suji

Sebagai pendamping, siapkan ketan putih yang sudah dimasak.

Takaran gula tidak harus dibuat persis. Kalau lebih suka rasa manis yang ringan, jumlah gula bisa dikurangi sesuai selera.

Cara Membuat Srikayo Palembang

Buat sari pandan

Cuci daun pandan dan daun suji, kemudian potong kecil-kecil. Blender dengan sedikit air lalu saring.

Kalau tidak mempunyai daun suji, tidak masalah. Pandan saja sudah bisa digunakan untuk memberikan aroma pada srikayo.

Panaskan santan

Masukkan santan, sari pandan, dan garam ke dalam panci.

Panaskan dengan api kecil sambil diaduk. Tidak perlu menunggu sampai santan mendidih bergolak. Setelah cukup panas, matikan kompor dan biarkan sebentar.

Tujuannya sederhana: santan jangan dalam keadaan terlalu panas ketika bertemu telur.

Aduk telur dan gula

Pecahkan telur ke dalam wadah, lalu masukkan gula.

Aduk menggunakan whisk sampai gula larut. Tidak perlu menggunakan mixer dan tidak perlu membuat telur mengembang.

Srikayo tidak membutuhkan adonan yang penuh udara.

Campurkan semua bahan

Tuangkan santan sedikit demi sedikit ke dalam telur sambil terus diaduk.

Lakukan perlahan sampai seluruh bahan menyatu. Kalau santan masih panas, tunggu beberapa menit sebelum mencampurkannya.

Setelah tercampur, saring adonan. Ini membantu menghilangkan bagian telur yang belum larut serta sisa serat dari pandan atau suji.

Kukus

Siapkan mangkuk kecil atau cetakan tahan panas. Tuangkan adonan secukupnya.

Panaskan kukusan sampai airnya mendidih, kemudian masukkan cetakan.

Gunakan api sedang. Tutup kukusan sebaiknya dibungkus kain bersih supaya air yang menempel di bagian dalam tutup tidak jatuh ke adonan.

Kukus kurang lebih 15–25 menit. Waktu ini bisa berbeda tergantung ukuran wadah.

Untuk mengecek, lihat bagian tengah srikayo. Jika sudah tidak cair, berarti sudah bisa diangkat.

Jangan terlalu lama mengukusnya. Setelah matang, srikayo akan lebih set ketika suhunya turun.

Kenapa Srikayo Sering Dimakan Bersama Ketan?

Ini salah satu bagian yang membuat srikayo punya cerita sendiri.

Kalau srikayo dimakan sendirian, rasa manisnya cukup dominan. Ketika dipertemukan dengan ketan putih, ada rasa gurih yang masuk di sela-selanya.

Ketan juga memberikan tekstur yang berbeda. Srikayo lebih mudah disantap bersama ketan karena keduanya memang sudah biasa dipasangkan dalam sajian tradisional Palembang.

Cara menyajikannya tidak perlu dibuat rumit. Ketan putih cukup diletakkan di piring, kemudian srikayo bisa ditempatkan di sampingnya atau di atas ketan.

Satu suapan ketan dan srikayo sudah memberikan perpaduan rasa yang menjadi ciri sajian ini.

Tips Membuat Srikayo di Rumah

Ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan kalau baru pertama kali membuatnya.

Santan jangan terlalu panas. Ini salah satu bagian paling penting. Santan yang terlalu panas dapat membuat telur menggumpal ketika dicampurkan.

Telur cukup diaduk. Tidak perlu mengocok sampai berbusa banyak karena srikayo bukan adonan kue.

Adonan sebaiknya disaring. Jangan menganggap langkah ini sepele. Hasilnya akan lebih rata setelah dikukus.

Gunakan api sedang. Panas yang terlalu tinggi bisa membuat bagian permukaan cepat matang sementara bagian dalam belum selesai.

Jangan terlalu sering membuka tutup kukusan. Biarkan proses pematangan berjalan sampai mendekati waktunya.

Bagaimana Mengetahui Srikayo Sudah Matang?

Srikayo tidak perlu menunggu sampai keras.

Saat bagian tengahnya sudah tidak lagi berupa cairan, cetakan bisa diangkat. Setelah dingin, teksturnya akan menjadi lebih kokoh dibandingkan ketika masih panas.

Kalau ingin lebih yakin, tusukkan lidi atau tusuk gigi ke bagian tengah. Jika tidak ada adonan cair yang ikut terangkat, srikayo sudah matang.

Setelah itu, diamkan beberapa saat sebelum disajikan.

Srikayo Hangat atau Dingin, Mana yang Lebih Enak?

Keduanya bisa.

Srikayo yang baru matang dapat disantap setelah agak dingin. Cara ini cocok kalau ingin langsung menikmatinya bersama ketan putih.

Kalau suka makanan penutup dalam kondisi dingin, srikayo bisa dimasukkan ke lemari es terlebih dahulu. Teksturnya akan lebih set dan sensasi makannya pun berbeda.

Jika ingin menyimpan sisa srikayo, gunakan wadah tertutup dan masukkan ke lemari es.

Srikayo dan Nama yang Sering Disalahartikan

Ada alasan kenapa orang yang baru mendengar namanya bisa mengira srikayo berkaitan dengan buah srikaya.

Padahal keduanya berbeda.

Dalam srikayo Palembang, telur dan santan menjadi bagian penting dari adonan. Pandan atau suji digunakan untuk memberikan aroma dan warna pada beberapa variasi resep.

Jadi, kalau menemukan srikayo berwarna hijau, jangan langsung mengira bahan utamanya adalah buah srikaya.

Penganan Sederhana dari Dapur Sumatera Selatan

Srikayo mungkin tidak seterkenal pempek ketika orang menyebut kuliner Palembang. Namun, makanan tradisional tidak selalu harus menjadi hidangan paling populer untuk menarik perhatian.

Justru srikayo menunjukkan bagaimana bahan dapur yang biasa bisa diolah menjadi makanan yang punya identitas daerah.

Telur, santan, gula, pandan, lalu dikukus. Sederhana. Kemudian ditambah ketan putih, jadilah sajian yang sejak dulu punya tempat dalam kuliner Palembang.

Kalau selama ini kuliner Sumatera Selatan yang dikenal hanya pempek, pindang, atau tekwan, srikayo layak masuk daftar makanan yang perlu dicoba.

Resep Srikayo Khas Palembang yang Bisa Dicoba di Rumah

Tidak ada teknik yang terlalu rumit dalam membuat srikayo. Kuncinya hanya ada pada pengolahan telur dan santan serta pengaturan panas ketika mengukus.

Siapkan bahan-bahannya, buat adonan, saring, lalu kukus sampai matang. Setelah itu, tinggal tentukan cara menikmatinya: langsung disantap atau ditemani ketan putih.

Untuk yang ingin mengenal lebih banyak penganan tradisional Sumatera Selatan, resep srikayo khas Palembang ini bisa menjadi salah satu yang dicoba dari dapur sendiri. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siapa Saja yang Boleh Mengikuti Program Kartu Prakerja?   

    Siapa Saja yang Boleh Mengikuti Program Kartu Prakerja?  

    • calendar_month Jumat, 26 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.045
    • 0Komentar

    Pendaftaran Gelombang 12 Program Kartu Prakerja telah dibuka di www.prakerja.go.id, dengan total kuota 600 ribu orang. Untuk dapat mengikuti Program Kartu Prakerja, harus memenuhi syarat seperti merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berusia di atas 18 tahun, serta tidak sedang menempuh pendidikan formal (sekolah/kuliah). Syarat lain yang harus dipenuhi adalah bukan penerima bansos Kementerian Sosial […]

  • Ini Bukti Komitmen Terhadap Perempuan, Pemprov Sumsel dan 11 Kabupaten dan Kota Raih Penghargaan Kesetaraan Gender  

    Ini Bukti Komitmen Terhadap Perempuan, Pemprov Sumsel dan 11 Kabupaten dan Kota Raih Penghargaan Kesetaraan Gender  

    • calendar_month Rabu, 13 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 703
    • 0Komentar

    PROVINSI Sumatera Selatan (Sumsel) kembali  meraih prestasi ditingkat nasional, kali ini  karena Komitmen Terapkan Kesetaraan Gender.  Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI  memberikan penghargaan berupa “Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2020”. Didapatnya  penghargaan tersebut juga menjadi bukti  begitu komitmennya  Pemprov Sumsel dibawah kepemimpinan Gubernur   H Herman Deru   terhadap kesetaraan gender antara laki-laki dan […]

  • Hari Bhakti Adhyaksa ke- 60 Tahun 

    Hari Bhakti Adhyaksa ke- 60 Tahun 

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 724
    • 0Komentar

    SELAMAT Hari Bhakti Adhyaksa ke-60 tahun 2020 kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sumsel Dr. Wisnu Baroto. Menurutnya, meski peringatan tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, namun tidak mengurangi makna yang tersirat. Terlebih, Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumsel  dalam waktu 60 tahun hingga saat ini menjadi satu lembaga yang selalu mendapat kepercayaan dari masyarakat Provinsi Sumsel khususnya. “Satu lembaga […]

  • Menuju Indonesia Emas 2045, DWP Palembang Ngebut Bawa Istri ASN Kompak

    Menuju Indonesia Emas 2045, DWP Palembang Ngebut Bawa Istri ASN Kompak

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.170
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Gak cuma bapak-bapak ASN yang sibuk urusin pemerintahan, para istri mereka juga gak mau kalah nih! Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Palembang barusan ngadain Musyawarah Daerah (Musda) ke-5 dengan tema kece Penguatan Fondasi Transformasi Organisasi Dharma Wanita Persatuan Menuju Indonesia Emas 2045. Ketua DWP Palembang, Ida Royani, bilang kalau Musda kali ini spesial banget. […]

  • Harapan Sumsel Sebagai Tuan Rumah Jamselinas ke-9

    Harapan Sumsel Sebagai Tuan Rumah Jamselinas ke-9

    • calendar_month Sabtu, 14 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 752
    • 0Komentar

    Sebagai tuan rumah yang baik, tentu Sumsel berupaya memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi tiap peserta. Hal ini sebagai wujud tanggung jawab atas kepercayaan yang sudah diberikan.

  • Curi Gelas Antik, Langganan Penghuni Hotel Predeo Ini Kembali Diringkus, Ampun Dech.!!

    Curi Gelas Antik, Langganan Penghuni Hotel Predeo Ini Kembali Diringkus, Ampun Dech.!!

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 943
    • 0Komentar

    IBARAT sudah penyakit yang akut, sampai-sampai ditahan pun tak ada rasa takut, begitulah yang dilakukan David Alamsyah (24) Warga Jalan Sultan Agung Kelurahan 1 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang. Untuk kali ke tujuh ia menjadi penghuni Hotel Predeo. Menurut pengakuannya kebiasaan mencuri sudah dilakukan sejak umur 16 tahun…duh !! “Gak kebayang lagi, penjara jadi […]

expand_less
WordPress Archive MyThemeShop Textured WordPress Theme MyThemeShop Thunderstruck WordPress Theme MyThemeShop Top WordPress Theme MyThemeShop Urban WordPress Theme MyThemeShop Video WordPress Theme MyThemeShop Viral WordPress Theme MyThemeShop Vogue WordPress Theme MyThemeShop Wildfire WordPress Theme MyThemeShop WooCart WordPress Theme MyThemeShop WooCommerce Checkout Field Modifier