Minggu, 4 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Seknas Jokowi: PCR Gratis Permudah Deteksi Covid

Seknas Jokowi: PCR Gratis Permudah Deteksi Covid

  • account_circle Nasir Nasir
  • calendar_month Kamis, 22 Jul 2021
  • visibility 1.184
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEKRETARIAT NASIONAL (Seknas) Jokowi meminta agar pelayanan polymerase chain reaction (PCR) dilakukan secara gratis bagi semua masyarakat yang membutuhkan PCR. Pemberian layanan gratis ini bukan sekadar meringankan masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga akan memudahkan upaya deteksi virus covid-19.

Saat ini, biaya PCR yang dipatok untuk pelayanan sangat tinggi. Bahkan, di daerah bisa mencapai Rp 800.000 sampai Rp 1.700.000.
“Biaya ini sangat besar dalam situasi yang sulit ini. Kami minta agar pembantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) memikirkan upaya pemberiaan PCR gratis bagi yang membutuhkan,” kata Pjs. Seknas Jokowi, Sereida Tambunan kepada wartawan di Jakarta, Kamis (22/7/2021).
Mengenai upaya pelayanan PCR gratis, kata Sereida, Seknas Jokowi sudah menggalang kerja sama dengan berbagai pihak untuk menghadirkan PCR gratis di sekitar Jabodetabek. Menurutnya, ada ratusan paket PCR gratis yang nanti diberikan kepada warga yang sedang melakukan isolasi mandiri atau pasien covid-19.
“Saya kira, RT,RW dan keluraha, desa perlu aktif melakukan monitor terhadap warganya yang positif covid maupun yang isolasi mandiri. Kalau diketahui secara pasti maka akan memudahkan pendeteksian dan penyaluran bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Bisa saja, warga yang isoman memberikan tanda di depan rumah, sehingga tetangga tahu ada isoman, sehingga memudahkan dalam memberikan bantuan. Ini butuh peran RT/RW,” katanya.
Menurut Sereida, pemberian layanan gratis ini bukan sekadar meringankan masyarakat yang membutuhkan PCR, tetapi juga akan memudahkan upaya deteksi virus covid-19. “Kalau test PCR masih memungut biaya, maka jangan heran kalau mereka yang positif covid sekalipun akan sulit terdeteksi karena ketiadaan biaya untuk PCR. Bukan hanya gratis, tapi juga harus mempermudah masyarakat untuk PCR,” tegas Sereida.
Selain itu, Sereida juga menyoroti ketersediaan perlengkapan PCR di berbagai daerah. Untuk itu, katanya, Menkes dan jajarannya jangan hanya melihta kondisi Jakarta dan sekitarnya, tetapi perlu juga melihat persoalan di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara. “Apakah di sana kebutuhan PCR ini mencukupi, kalau terjadi kelangkaan dan kebutuhan akan PCR akan tinggi, sudah pasti harga akan melambung tinggi. Kami dapat informasi di NTT, misalnya, harga PCR itu bisa mencapai Rp 900.000 sampai Rp 1.700.000. Ini rakyat sudah susah, ya jangan lagi ditambahin dengan beban seperti itu,” tegasnya.
Menurut Sereida, kalau PCR masih tetap berbiaya tinggi, maka pemberian bantuan tunai tidak efektif, karena bisa saja bantuan itu habis untuk melakukan PCR. “Hal-hal seperti ini semestinya, pembantu Presiden Jokowi lebih gesit dan cermat dalam melihat persoaln nyata di lapangan,” kata Sereida.
Dia juga menyarankan, agar syarat PCR untuk pelaku perjalanan ditinjau kembali, karena hal itu melayani orang yang mungkin saja sehat. Sebab, test PCR ini sangat dibutuhkan mereka yang melakukan isolasi mandiri dan pasien covid-19. “Nah, kalau rumah sakit dan sebagainya melayani mereka yang melakukan perjalanan, tentu akan mengganggu pelayanan kepada warga yang isoman ataupun pasien covid-19. Mari kita lihat betul dampak dari setiap kebijakan, sehingga tidak kontraproduktif,” tutur Sereida. (ril/nasir)

  • Penulis: Nasir Nasir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puluhan Guru PJOK di Ogan Ilir Serap Ilmu Pembelajaran Berbasis Video

    Puluhan Guru PJOK di Ogan Ilir Serap Ilmu Pembelajaran Berbasis Video

    • calendar_month Minggu, 22 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.542
    • 0Komentar

    SEBANYAK 75 Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) di Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan mengikuti emanfaatan model pembelajaran PJOK berbasis video. Pembelajaran di sekolah agar mencapai tujuan yang ingin tercapai, seorang guru harus memiliki model pembelajaran. Model pembelajaran yang digunakan dapat dikembangkan melalui video pembelajaran. Pemanfaatan model pembelajaran PJOK berbasis video merupakan salah satu faktor yang […]

  • Membatik Asa di Atas Kain Nusantara

    Membatik Asa di Atas Kain Nusantara

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.262
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Dulu, batik dipandang seperti baju kondangan simpanan emak-emak di lemari tiga pintu cantik, tapi keluar cuma pas lebaran. Tapi sekarang, batik mulai menggeliat lagi dan bukan cuma karena digoyang setrika. Di balik pola mega mendung yang menggoda dan motif kawung yang konsisten macam mantan yang susah move on, ada cerita tentang perajin, teknologi, […]

  • Banyak Sekolah Megah, Tapi Siswanya Masih Kepanasan

    Banyak Sekolah Megah, Tapi Siswanya Masih Kepanasan

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 48
    • 0Komentar

    DI HALAMAN SMA Negeri 1 Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel) terlihat lebih sibuk dari biasanya. Guru-guru berdiri rapi. Siswa berbaris sambil sesekali melirik rombongan pejabat yang datang membawa senyum, protokoler, dan kamera dokumentasi. Di tengah suasana itu, Cik Ujang menanam satu pohon alpukat. Kelihatannya sederhana. Tapi justru dari hal kecil itu, ada pertanyaan yang diam-diam terasa menampar […]

  • Pelatihan Serentak 1.500 Guru di Muba Pecahkan Rekor Muri

    Pelatihan Serentak 1.500 Guru di Muba Pecahkan Rekor Muri

    • calendar_month Rabu, 27 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 976
    • 0Komentar

    Pelatihan Serentak, 1.500 Guru Muba Pecahkan Rekor MURI Sub Judul: Dodi Reza Komitmen Perhatikan Guru Hingga ke Pelosok 1.500 guru memadati Stable Berkuda Sekayu, Selasa (26/11/2019). Suasana ini tak seperti biasanya, rupanya kegiatan yang dalam rangkaian peringatan HUT PGRI ke-74 dan Hari Guru Nasional. Dalam rangkaian tersebut juga berhasil melakukan pemecahan rekor dari Museum Rekor […]

  • “Daerah Jangan Hidup dari Warisan, Saatnya Kerja Pakai Otak”

    “Daerah Jangan Hidup dari Warisan, Saatnya Kerja Pakai Otak”

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 471
    • 0Komentar

    ADA tipe orang yang hidupnya tenang karena punya sawah warisan, ada juga yang hidupnya maju karena sekolahnya tinggi. Ya..keduanya sah-saja aja, tapi masalah muncul kalau sawah warisan dipamerkan tiap hari. Sementara ilmunya tak pernah diasah, kurang lebih, begitulah gambaran pesan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kepada para kepala daerah kemarin. Di Batam, saat menutup Rakernas […]

  • Lepas Tukik di Pulau Ujung Selatan Indonesia

    Lepas Tukik di Pulau Ujung Selatan Indonesia

    • calendar_month Senin, 18 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.642
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang melepasliarkan tukik penyu lekang sebanyak 176 ekor di Pulau Ndana, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang merupakan pulau ujung selatan Indonesia. Kegiatan bersama Satuan Tugas Pengaman Pulau Terluar (Satgas Pamputer) dan Kelompok Pelestari Penyu “Camar Laut” dilaksanakan guna memperingati Hari Ulang Tahun TNI […]

expand_less
WordPress Archive FacetWP | Color FacetWP – Conditional Logic FacetWP – Elementor Integration FacetWP – Flatsome Integration FacetWP – Flyout FacetWP | Hierarchy Select FacetWP | Map Facet FacetWP | Pods Integration FacetWP – Range List FacetWP | Relevanssi Integration