Minggu, 16 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Seknas Jokowi: PCR Gratis Permudah Deteksi Covid

Seknas Jokowi: PCR Gratis Permudah Deteksi Covid

  • account_circle Nasir Nasir
  • calendar_month Kamis, 22 Jul 2021
  • visibility 1.178
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEKRETARIAT NASIONAL (Seknas) Jokowi meminta agar pelayanan polymerase chain reaction (PCR) dilakukan secara gratis bagi semua masyarakat yang membutuhkan PCR. Pemberian layanan gratis ini bukan sekadar meringankan masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga akan memudahkan upaya deteksi virus covid-19.

Saat ini, biaya PCR yang dipatok untuk pelayanan sangat tinggi. Bahkan, di daerah bisa mencapai Rp 800.000 sampai Rp 1.700.000.
“Biaya ini sangat besar dalam situasi yang sulit ini. Kami minta agar pembantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) memikirkan upaya pemberiaan PCR gratis bagi yang membutuhkan,” kata Pjs. Seknas Jokowi, Sereida Tambunan kepada wartawan di Jakarta, Kamis (22/7/2021).
Mengenai upaya pelayanan PCR gratis, kata Sereida, Seknas Jokowi sudah menggalang kerja sama dengan berbagai pihak untuk menghadirkan PCR gratis di sekitar Jabodetabek. Menurutnya, ada ratusan paket PCR gratis yang nanti diberikan kepada warga yang sedang melakukan isolasi mandiri atau pasien covid-19.
“Saya kira, RT,RW dan keluraha, desa perlu aktif melakukan monitor terhadap warganya yang positif covid maupun yang isolasi mandiri. Kalau diketahui secara pasti maka akan memudahkan pendeteksian dan penyaluran bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Bisa saja, warga yang isoman memberikan tanda di depan rumah, sehingga tetangga tahu ada isoman, sehingga memudahkan dalam memberikan bantuan. Ini butuh peran RT/RW,” katanya.
Menurut Sereida, pemberian layanan gratis ini bukan sekadar meringankan masyarakat yang membutuhkan PCR, tetapi juga akan memudahkan upaya deteksi virus covid-19. “Kalau test PCR masih memungut biaya, maka jangan heran kalau mereka yang positif covid sekalipun akan sulit terdeteksi karena ketiadaan biaya untuk PCR. Bukan hanya gratis, tapi juga harus mempermudah masyarakat untuk PCR,” tegas Sereida.
Selain itu, Sereida juga menyoroti ketersediaan perlengkapan PCR di berbagai daerah. Untuk itu, katanya, Menkes dan jajarannya jangan hanya melihta kondisi Jakarta dan sekitarnya, tetapi perlu juga melihat persoalan di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara. “Apakah di sana kebutuhan PCR ini mencukupi, kalau terjadi kelangkaan dan kebutuhan akan PCR akan tinggi, sudah pasti harga akan melambung tinggi. Kami dapat informasi di NTT, misalnya, harga PCR itu bisa mencapai Rp 900.000 sampai Rp 1.700.000. Ini rakyat sudah susah, ya jangan lagi ditambahin dengan beban seperti itu,” tegasnya.
Menurut Sereida, kalau PCR masih tetap berbiaya tinggi, maka pemberian bantuan tunai tidak efektif, karena bisa saja bantuan itu habis untuk melakukan PCR. “Hal-hal seperti ini semestinya, pembantu Presiden Jokowi lebih gesit dan cermat dalam melihat persoaln nyata di lapangan,” kata Sereida.
Dia juga menyarankan, agar syarat PCR untuk pelaku perjalanan ditinjau kembali, karena hal itu melayani orang yang mungkin saja sehat. Sebab, test PCR ini sangat dibutuhkan mereka yang melakukan isolasi mandiri dan pasien covid-19. “Nah, kalau rumah sakit dan sebagainya melayani mereka yang melakukan perjalanan, tentu akan mengganggu pelayanan kepada warga yang isoman ataupun pasien covid-19. Mari kita lihat betul dampak dari setiap kebijakan, sehingga tidak kontraproduktif,” tutur Sereida. (ril/nasir)

  • Penulis: Nasir Nasir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keliling Pasar

    Keliling Pasar

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 853
    • 0Komentar

    Memasuki new normal atau tatanan baru masyarakat kini dapat mulai beraktivitas dengan tetap mematuhi protokol kesehatan selama pandemi covid-19. Salah satu benda yang kini harus tetap digunakan selama beraktivitas adalah alat pelindung diri (APD) berupa masker dan face shields (perisai wajah/tameng wajah) sehingga bisa memproteksi diri lebih baik. Dengan penggunaan face shield diharapkan bisa mengurangi […]

  • Targetkan UP2K di Muba Punya Daya Saing & Jual

    Targetkan UP2K di Muba Punya Daya Saing & Jual

    • calendar_month Selasa, 9 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 817
    • 0Komentar

    WAKIL Ketua I Tim Penggerak PKK Kabupaten Musi Banyuasin Susy Imelda Beni Hernedi didampingi Sekretaris TP PKK Hj Halimah Rusli serta sejumlah Ketua dan Pengurus Pokja PKK Kabupaten Muba, melakukan Kunjungan Kerja dalam rangka Peninjauan kegiatan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) di Desa Bukit Selabu Kecamatan Batanghari Leko, Senin (8/11/2021). Dalam kunjungannya Susy  menyampaikan, TP […]

  • Gubernur Usul Kampus IPDN di Pagaralam, Mendagri Setuju

    Gubernur Usul Kampus IPDN di Pagaralam, Mendagri Setuju

    • calendar_month Rabu, 31 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 949
    • 0Komentar

    UPAYA Gubernur Sumsel H.Herman Deru menghadirkan Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Cabang Sumsel kini menemui titik terang. Pasalnya di sela kunjungan kerjanya ke Palembang, Rabu ( 31/03/2021) siang, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, H.M. Tito Karnavian langsung memberikan lampu hijau terkait pendirian kampus tersebut di Bumi Sriwijaya. Respon positif terkait pendirian kampus bergengsi itu […]

  • Kok, Kota Palembang Ikut Dicanangkan Jadi Lumbung Pangan Nasional, Apa Alasannya ?

    Kok, Kota Palembang Ikut Dicanangkan Jadi Lumbung Pangan Nasional, Apa Alasannya ?

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.107
    • 0Komentar

    “Jadi Palembang tidak perlu lagi mengandalkan pasokan padi dari luar Palembang, kalau semua lahan yang ada bisa dilakukan penanaman padi dua kali dalam satu tahun, bisa di bayangkan hasil melimpah yang akan didapat petani,”

  • Pemprov Beri Penghargaan Enam Kabupaten/Kota Yang Berhasil Turunkan Angka Stunting

    Pemprov Beri Penghargaan Enam Kabupaten/Kota Yang Berhasil Turunkan Angka Stunting

    • calendar_month Selasa, 9 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 809
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru memberikan apresiasi berupa penghargaan untuk Kabupaten/kota yang dianggap berhasil dalam menekan kasus stunting di daerahnya. Setidaknya ada enam dari 17 Kabupaten/kota di Sumsel yang dinilai berhasil menurunkan angka stunting dalam kurun waktu 2018 hingga 2020 tersebut meliputi Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Lahat, Kabupaten Banyuasin, […]

  • Siap-siap..Ada Regsosek, Warga Sumsel Diminta Beri Data yang Benar

    Siap-siap..Ada Regsosek, Warga Sumsel Diminta Beri Data yang Benar

    • calendar_month Senin, 12 Sep 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.460
    • 0Komentar

    Gubernur Sumsel H Herman Deru mengajak para Bupati/Walikota untuk mengawal Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumsel agar berjalan sukses. Hal ini menurutnya sebagai momentum Emas dalam menurunkan kemiskinan di Sumsel menjadi 1 digit. “Kita harus bangga Sumatera Selatan, Provinsi pertama di Indonesia yang mengadakan Rakor,   Ini bukti komitmen   kuat […]

expand_less
WordPress Archive FacetWP | Color FacetWP – Conditional Logic FacetWP – Elementor Integration FacetWP – Flatsome Integration FacetWP – Flyout FacetWP | Hierarchy Select FacetWP | Map Facet FacetWP | Pods Integration FacetWP – Range List FacetWP | Relevanssi Integration