Senin, 31 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Banyak Sekolah Megah, Tapi Siswanya Masih Kepanasan

Banyak Sekolah Megah, Tapi Siswanya Masih Kepanasan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
  • visibility 42
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI HALAMAN SMA Negeri 1 Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel) terlihat lebih sibuk dari biasanya. Guru-guru berdiri rapi. Siswa berbaris sambil sesekali melirik rombongan pejabat yang datang membawa senyum, protokoler, dan kamera dokumentasi.

Di tengah suasana itu, Cik Ujang menanam satu pohon alpukat.

Kelihatannya sederhana.

Tapi justru dari hal kecil itu, ada pertanyaan yang diam-diam terasa menampar banyak sekolah hari ini, kenapa sekolah terus dibangun megah, sementara siswanya masih belajar dalam suasana yang melelahkan?

Sebab jujur saja, banyak sekolah sekarang memang bagus dilihat dari depan. Cat baru. Gerbang tinggi. Plang nama mengilap. Tapi ketika matahari mulai naik, halaman sekolah berubah seperti pantulan seng panas.

Anak-anak datang pagi dengan semangat, lalu mulai layu sebelum jam pelajaran terakhir selesai.

Ironisnya, sekolah sering sibuk mengejar citra modern, tapi lupa menyediakan hal paling sederhana, rasa nyaman.

Mungkin karena pohon tidak bisa masuk proposal pencitraan semudah pembangunan pagar dan gapura.

Karena itu, ketika Wagub Sumsel mulai mendorong konsep “Sekolah Hijau” lewat aksi tanam pohon di sekolah, langkah itu terasa lebih penting daripada sekadar seremoni tanam bibit.

Minimal ada pesan yang ingin disampaikan: sekolah jangan cuma jadi tempat mengejar nilai, tetapi juga ruang hidup yang manusiawi bagi siswa.

“Anak-anak ini adalah penerus masa depan Sumatera Selatan dan Indonesia. Kita harus pastikan lingkungan belajar mereka nyaman dan fasilitasnya memadai melalui kerja sama lintas pemerintah,” ujar H. Cik Ujang dalam kunjungannya, Jumat (8/5/2026).

Kalimat itu terdengar formal. Tapi kenyataan di lapangan memang tidak selalu nyaman.

Masih ada sekolah yang ruang kelasnya pengap. Halamannya gersang. Tempat duduk siswanya lebih panas daripada suasana rapat dinas. Bahkan ada anak-anak yang lebih hafal sudut teduh sekolah dibanding rumus matematika yang diajarkan pagi itu.

Karena hanya di bawah bayangan pohon kecil mereka bisa bernapas sedikit lega saat jam istirahat.

Dan mungkin di situlah masalah pendidikan kita kadang terasa aneh.

Kita sering bicara kurikulum modern, digitalisasi sekolah, sampai target kualitas lulusan. Tetapi urusan sederhana seperti udara sejuk dan halaman teduh justru sering kalah prioritas.

Padahal suasana sekolah ikut menentukan bagaimana anak bertumbuh.

Sekolah yang nyaman bisa membuat siswa betah belajar.

Nyaman

Bahkan guru juga lebih tenang mengajar. Lingkungan hijau perlahan membentuk kebiasaan disiplin, peduli, dan rasa memiliki terhadap sekolah.

Ini bukan sekadar urusan estetika.

Ini urusan cara kita memperlakukan anak-anak di ruang pendidikan.

Karena itu, gerakan sekolah hijau seharusnya jangan berhenti di acara simbolis yang ramai saat pejabat datang lalu hilang setelah berita selesai tayang.

Publik tentu berharap pohon yang ditanam bukan sekadar properti dokumentasi.

Sebab negeri ini terlalu sering rajin menanam saat kamera menyala, tetapi lupa merawat setelah tamu pulang.

Kalau memang serius ingin menghadirkan sekolah hijau di Sumsel, programnya harus lebih panjang dari sekadar seremoni satu pagi.

Sekolah bisa mulai membangun ruang teduh sederhana. Siswa dilibatkan merawat tanaman. Pemerintah membantu penghijauan dan fasilitas dasar. Bahkan lomba kebersihan dan lingkungan antarsekolah mungkin lebih berguna daripada lomba spanduk ucapan yang besarnya kadang menutupi pagar sekolah.

Sebab anak-anak tidak belajar di baliho.

Mereka belajar di ruang yang setiap hari mereka pijak.

Wali Kota Rachmat Hidayat berharap SMA Negeri 1 Lubuklinggau bisa menjadi contoh sekolah hijau di Lubuklinggau. Harapan itu bagus. Tinggal bagaimana semua pihak konsisten menjaganya, bukan hanya saat ada kunjungan pejabat.

Karena merawat pohon jauh lebih sulit daripada menanamnya.

Sama seperti pendidikan.

Ia tidak selesai dalam satu acara, satu pidato, atau satu foto penanaman bibit.

Di akhir kegiatan, pohon alpukat itu berdiri kecil di halaman sekolah. Belum memberi teduh apa-apa. Tapi setidaknya, ia membawa harapan sederhana, semoga suatu hari nanti sekolah-sekolah kita tidak hanya megah dilihat dari luar, tetapi juga nyaman dirasakan anak-anak di dalamnya. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 14.000 Pelajar Ikutin Try Out Akbar, Ini Pesan Gubernur Sumsel

    14.000 Pelajar Ikutin Try Out Akbar, Ini Pesan Gubernur Sumsel

    • calendar_month Minggu, 3 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 908
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang –  Sebanyak 14.000 pelajar dari berbagai sekolah di Palembang terlihat beramai-ramai memenuhi gedung Sport and Convention Center (PSCC) untuk mengikuti Try Out [TO] akbar, di Sabtu pagi, kemarin. Mereka terlihat sangat ceria, sanda gurau pun terlihat dari masing-masing pelajar. Sebelum memasuki gedung PSCC itu, para pelajar yang berasal dari  berbagai sekolah tampak berkelompok […]

  • Tua Bukan Berarti Tiarap, Ketika Lansia Muba Jadi “Raja & Ratu Panggung”

    Tua Bukan Berarti Tiarap, Ketika Lansia Muba Jadi “Raja & Ratu Panggung”

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 936
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  – Kalau ada yang bilang lansia itu harus duduk manis di teras sambil melototi burung pipit, berarti dia belum sempat lihat aksi Oma dan Opa Muba di acara “Lansia Bugar dan Sehat” di halaman Rumah Cinta, suasana udah kayak konser dangdut koplo. Bedanya, penontonnya semua beruban, tapi semangatnya meledak kayak kembang api Tahun Baru. […]

  • Jelang Ramadhan, Stok Sembako Aman  

    Jelang Ramadhan, Stok Sembako Aman  

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.047
    • 0Komentar

    GUNA memastikan kebutuhan pangan masyarakat Sumsel aman selama pandemi Covid-19, juga menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1441 Hijriah, Gubernur Sumsel H.Herman Deru melakukan inspeksi ke sejumlah titik, Selasa (14/4/2020). Sasarannya adalah Gudang Bulog Divre Sumsel, Pelabuhan bongkar muat barang Boombaru dan juga Bandara Sultan Mahmud (SMB) 2 Palembang. Di Gudang Bulog Divre Sumsel di Jalan […]

  • Berkat Kerja Keras, Alhamdullilah 7 Desa di Sungai Menang OKI Tak Lama Lagi Bakal Terang

    Berkat Kerja Keras, Alhamdullilah 7 Desa di Sungai Menang OKI Tak Lama Lagi Bakal Terang

    • calendar_month Rabu, 9 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 908
    • 0Komentar

    WARGA yang berada dipesisir timur Ogan Komering Ilir (OKI), terutama di tujuh desa Sungai Menang dan sekitarnya di Kab.OKI tak lama lagi dapat menikmati terangnya lampu seiring pemerintah menarget rasio elektrifikasi di Sumatera Selatan/Sumsel tuntas 100 % di 2023. Meskipun selama ini rintangan untuk mewujudkan hal tersebut sangat dirasakan, karena rawa dan sungai menjadi batas […]

  • Kenapa Wabup OKI Instruksikan Raihan Pajak Lebih Optimal Lagi di Semester II ?

    Kenapa Wabup OKI Instruksikan Raihan Pajak Lebih Optimal Lagi di Semester II ?

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 687
    • 0Komentar

    MESKI sudah melampaui Semester I, namun realisasi Pajak Bumi Bangunan sektor Perkotaan dan Pedesaan baru terealisasi 10% hanya Rp 300 juta dari target penerimaan sebesar Rp 3 miliar. Wakil Bupati Ogan Komering Ilir Djakfar Shodiq menginstruksikan pengelolaan pajak agar lebih optimal dalam melakukan pemungutan sektor pajak tersebut. “Camat diharapkan untuk terus menerus mengarahkan kades dan lurah dalam […]

  • Lirik Muba Jadi Tuan Rumah DBL Sumsel Series

    Lirik Muba Jadi Tuan Rumah DBL Sumsel Series

    • calendar_month Rabu, 31 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 909
    • 0Komentar

    KELENGKAPAN sarana dan prasarana olahraga di Bumi Serasan Sekate menarik perhatian banyak pegiat olahraga. Magnetnya tidak hanya di Sumsel, namun juga dari berbagai daerah di Indonesia. Misalnya saja, Tim Development Basketball League (DBL) South Sumatera Series yang melirik Kabupaten Muba dibawah kepemimpinan Bupati Muba yang juga Ketua Umum Persatuan Bola Basket Indonesia (Perbasi) Sumsel Dr […]

expand_less
WordPress Archive GreenWay - Golf Club & Course Elementor Template Kit Greeny – Interior Elementor Template Kit Grenda – Event Planner WordPress Theme Gretna Green – Wedding WordPress Theme Grevo – Electric Vehicle Charging WordPress Theme Grid FX – Ultimate Grid Plugin for WordPress Grid Slider – WooCommerce WordPress Plugin Grider – Grid of Content and Products for Elementor Gridiron | American Football & NFL Superbowl Team WordPress Theme Gridlove | Creative Grid Style News & Magazine WordPress Theme