Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Jamur Ternyata Kaya Protein, Potensinya Tak Cuma untuk Lauk

Jamur Ternyata Kaya Protein, Potensinya Tak Cuma untuk Lauk

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
  • visibility 31
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Jamur selama ini lebih akrab sebagai bahan makanan sederhana pasalnya di pasar, jamur tiram dan jamur kuping mudah ditemukan, bahkan di dapur, bahan ini bisa diolah menjadi tumisan, sup, gorengan, hingga berbagai makanan lainnya.

Namun, ada alasan lain mengapa jamur mulai menarik perhatian peneliti, sebab dari bentuknya yang sederhana, jamur ternyata membawa protein, serat, vitamin, mineral, asam amino, hingga senyawa aktif yang berpotensi dimanfaatkan lebih luas.

Peneliti Pusat Riset Mikrobiologi Terapan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Iwan Saskiawan, menjelaskan kandungan protein rata-rata pada jamur berada di kisaran 19-35 persen.

Angka itu cukup menarik, jika dibandingkan dengan sejumlah bahan pangan yang sehari-hari dikonsumsi masyarakat. Kandungan protein beras, misalnya, berada di sekitar 7,38 persen, sedangkan gandum sekitar 13,2 persen.

Artinya, jamur tidak hanya menarik karena tekstur dan rasanya. Dari sisi kandungan nutrisi, bahan pangan ini juga memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan.

Bukan Hanya Protein

Protein memang menjadi salah satu daya tarik jamur. Namun, kandungannya tidak berhenti di sana.

Iwan menambahkan, jamur memiliki sekitar sembilan jenis asam amino esensial. Selain itu, sekitar 72 persen kandungan lemaknya merupakan lemak tidak jenuh.

Jamur juga mengandung sejumlah vitamin, antara lain vitamin B1, B2, niasin, dan biotin. Berbagai mineral seperti kalium, fosfor, kalsium, natrium, magnesium, dan tembaga juga terdapat di dalamnya.

Kandungan seratnya pun cukup beragam, yakni sekitar 7,4-24,6 persen, dengan kombinasi tersebut, jamur memiliki karakter yang menarik sebagai bahan pangan dengan kandungan nutrisi yang beragam. Apalagi, kandungan kalorinya relatif rendah.

“Jamur mempunyai kandungan protein yang cukup tinggi, selain juga mengandung berbagai vitamin, mineral dan serat,” kata Iwan dalam podcast Kelas Periset BRIN di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Ir. Soekarno, Cibinong, melansir di laman resmi brin, minggu.

Jamur Tiram, Contoh yang Sudah Dekat dengan Masyarakat

Dari sekian banyak jenis jamur, jamur tiram menjadi salah satu yang paling mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Jamur dengan nama ilmiah Pleurotus sp. ini telah banyak dibudidayakan di Indonesia. Harganya relatif terjangkau dan pengolahannya pun tidak rumit.

Menurut Iwan, jamur tiram memiliki kandungan protein sekitar 19-30 persen. Kandungan lainnya meliputi karbohidrat sekitar 50-60 persen, asam amino, vitamin B dan C, serta berbagai mineral.

Di dalamnya terdapat kalsium, besi, magnesium, fosfor, kalium, sulfur, hingga seng. Ada pula kandungan yang membuat jamur tiram menarik dari sisi pangan fungsional, yakni pleuran.

Pleuran merupakan senyawa gula sederhana yang disebut memiliki aktivitas antioksidan. Keberadaan senyawa ini menjadi salah satu bagian dari potensi jamur tiram yang terus menarik perhatian untuk dikaji.

“Jamur tiram mengandung senyawa pleuran, senyawa gula sederhana yang mempunyai aktivitas antioksidan. Karena kandungan dan manfaat tersebut, jamur tiram dapat dikategorikan sebagai salah satu pangan fungsional,” jelas Iwan.

Istilah pangan fungsional sendiri membuat posisi jamur menjadi lebih luas. Bahan ini tidak hanya dipandang sebagai sesuatu yang mengenyangkan, tetapi juga sebagai pangan yang memiliki komponen tertentu dengan potensi manfaat tambahan.

Ternyata Hanya Sebagian Kecil Jamur yang Bisa Dimakan

Ada satu fakta lain yang membuat dunia jamur menjadi menarik. Jenis jamur yang biasa dikonsumsi manusia ternyata hanya sebagian kecil dari keseluruhan keragaman jamur yang ada.

Iwan menyebutkan terdapat sekitar 10 ribu jenis jamur di dunia. Dari jumlah tersebut, kurang dari 10 persen yang dapat dikonsumsi.

“Dari sekitar sepuluh ribuan jamur yang ada di muka bumi ini, hanya sekitar kurang dari 10 persen spesies yang dapat dimakan atau edible,” ujar Iwan.

Jamur pangan yang selama ini dikenal masyarakat merupakan tubuh buah dari jamur makroskopis. Berbeda dari tumbuhan, jamur tidak memiliki klorofil. Karena itu, jamur tidak bisa membuat makanan sendiri melalui fotosintesis.

Untuk memperoleh nutrisi, jamur menghasilkan enzim yang bekerja menguraikan senyawa kompleks di lingkungan sekitarnya menjadi senyawa yang lebih sederhana. Senyawa tersebut kemudian dapat diserap untuk menunjang pertumbuhannya.

Penjelasan ini menjelaskan jamur tak hanya kelompok bahan pangan yang jumlah jenisnya terbatas. Justru, masih ada keragaman yang sangat luas untuk dipelajari.

Indonesia Punya Kekayaan Jamur yang Tak Sedikit

Potensi tersebut menjadi semakin menarik ketika dikaitkan dengan kondisi Indonesia yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi. Misalnya jamur tiram dan jamur kuping merupakan contoh jamur kayu yang telah banyak dibudidayakan. Di luar itu, masyarakat juga mengenal sejumlah jamur yang tumbuh secara alami.

Beberapa di antaranya adalah jamur bulan dari kelompok Termitomyces sp., jamur grigit (Schizophyllum commune), serta jamur pelawan dari kelompok Heimioporus sp.

Keberadaan berbagai jenis ini membuka peluang penelitian yang lebih luas. Pemanfaatannya pun tidak harus berhenti sebagai bahan masakan.

Bahkan konsep bioprospeksi mulai menjadi penting, selain itu bioprospeksi merupakan upaya menggali potensi sumber daya hayati untuk mendapatkan manfaat atau menghasilkan produk baru. Pada jamur, pendekatan ini dapat diarahkan untuk mencari potensi sebagai pangan fungsional maupun sumber senyawa yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

Dari Meja Makan ke Dunia Riset

Contoh pemanfaatan jamur sebagai pangan sebenarnya sudah ada di masyarakat. Iwan mencontohkan penggunaan jamur tiram dalam penanganan gizi buruk balita yang dilakukan Sunarti, seorang bidan desa yang pernah menerima Srikandi Award 2012 dari Kementerian Kesehatan.

Jamur tiram diolah menjadi berbagai makanan agar dapat dikonsumsi oleh balita. Contoh tersebut memperlihatkan satu hal penting: jamur memiliki fleksibilitas sebagai bahan pangan. Namun, dari sisi penelitian, ruang pengembangannya masih jauh lebih luas.

Menurut Iwan, Indonesia membutuhkan penguasaan mushroom science agar berbagai potensi jamur dapat dipelajari dan dikembangkan secara lebih terarah.

Bukan hanya peneliti yang dibutuhkan dalam proses tersebut. Kolaborasi dengan pelaku budidaya jamur dan industri, termasuk perusahaan farmasi, juga dapat membuka peluang pengembangan produk berbasis jamur.

Oleh sebab itu,, jamur yang selama ini hanya terlihat sebagai bahan makanan sederhana menyimpan cerita yang jauh lebih panjang.

Sebagian sudah hadir di meja makan dalam bentuk jamur tiram atau jamur kuping. Sebagian lainnya masih berada di alam dan belum banyak dimanfaatkan.

Iwan menambahkan, kekayaan hayati Indonesia masih memberikan ruang untuk mengembangkan jamur sebagai pangan fungsional maupun bahan baku obat.

“Indonesia dengan keanekaragaman hayatinya yang tinggi masih menyimpan potensi pengembangan jamur pangan baik untuk bahan pangan fungsional ataupun sebagai bahan baku obat. Penguasaan ilmu tentang jamur pangan (mushroom science) diperlukan dalam hal ini,” pungkasnya. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 6 Upaya Jika Bertemu dengan Orang yang Ragu Vaksin COVID-19

    6 Upaya Jika Bertemu dengan Orang yang Ragu Vaksin COVID-19

    • calendar_month Kamis, 30 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 794
    • 0Komentar

    VAKSINASI COVID-19 merupakan salah satu upaya yang digunakan oleh semua negara untuk mengatasi pandemi akibat virus Corona. Di Indonesia, mengutip laman resmi Kementerian Kesehatan, data vaksinasi hingga 23 September 2021 pukul 12.00 WIB, 83.248.128 atau 39,97 persen sudah melakukan vaksin dosis pertama, 46.980.347 atau 22.56 persen telah merampungkan hingga dosis kedua dari sasaran target vaksin […]

  • Heboh ! Berlumur Darah, Anak dan Ibu Ditemukan Tewas di Kontrakan

    Heboh ! Berlumur Darah, Anak dan Ibu Ditemukan Tewas di Kontrakan

    • calendar_month Kamis, 18 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 851
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Warga Jalan Swakarya II, Kelurahan Demang Lebar Daun, Palembang mendadak heboh ketika mendengar khabar seorang ibu dan anaknya ditemukan tak bernyawa lagi di dalam sebuah kontrakan. “Saya baru bangun tadi pagi, kaget dapat kabar kalau ayuk (kakak) meninggal saat sampai di kontrakan,” terang adik bungsu korban, Illham mengutip detik, Kamis (18/4/2019). Menurut dia, keponakannya […]

  • Cerita Lama, Gaya Baru : Lutung Kasarung Bukan Dongeng Biasa, Kok Bisa!

    Cerita Lama, Gaya Baru : Lutung Kasarung Bukan Dongeng Biasa, Kok Bisa!

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.417
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Di era ketika anak-anak lebih kenal Elsa ketimbang Cindelaras, lebih apal nama idol Korea daripada pahlawan nasional, siapa sangka ada seekor lutung yang bisa bikin kita bangga lagi sama kisah sendiri? Bukan lutung yang main lempar-lempar pisang di kebun binatang, tapi Lutung Kasarung, kisah klasik dari tanah Sunda yang kini tampil mentereng dalam […]

  • Bikin Bangga Negara, Barbie Made in Kendal Sumbang Dollar

    Bikin Bangga Negara, Barbie Made in Kendal Sumbang Dollar

    • calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 801
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Dulu Indonesia  cuma bangga punya boneka kayu buatan kakek di pojokan dapur, sekarang boneka made in Kendal udah mejeng di rak Walmart Amerika Serikat. Mainan anak ini ternyata nggak cuma bisa bikin anak kecil ketawa, tapi juga bikin ekonomi kita senyum-senyum sendiri, soalnya ekspornya makin moncer, cuannya makin lancar, dan dunia pun mulai […]

  • Ferdinan Pimpin BAPERA Sumsel

    Ferdinan Pimpin BAPERA Sumsel

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 2.864
    • 0Komentar

    Fahd El Fouz A Rafiq selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Barisan Pemuda Nusantara (DPP-BAPERA) memberikan kepercayaan kepada Ferdinan untuk memimpin Dewan Pimpinan Daerah Barisan Pemuda Nusantara (DPD-BAPERA) Provinsi Sumatera Selatan periode 2020-2025. Hal ini terlihat setelah Ferdinan mendapatkan Surat Keputusan DPP BAPERA yang diserahkan langsung oleh Ketua Umum Fahd El Fouz A Rafiq kepada […]

  • Sudah Bisakah PTM Digelar,  Ini Tiga Syarat Yang Harus Dipenuhi

    Sudah Bisakah PTM Digelar, Ini Tiga Syarat Yang Harus Dipenuhi

    • calendar_month Selasa, 14 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 850
    • 0Komentar

    PRESIDEN RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan kepada para kepala sekolah untuk segera melakukan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Namun PTM bisa dilakukan, setelah tiga indikator syarat ini dapat dipenuhi oleh pemangku kepentingan terkait penanganan wabah global COVID-19. Tiga syarat yang dimaksud antara lain wilayah sekolah tersebut sudah berada minimal pada Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat […]

expand_less
WordPress Archive Seosight – SEO, Digital Marketing Agency WP Theme with Shop SEOWP | Digital Marketing Agency and SEO WordPress Theme SEO WP | Digital Marketing Agency WordPress Theme Separator For WPBakery Page Builder Serano – Creative Portfolio WordPress Theme Serenite – Startup & SaaS WordPress Theme Serenity - Wedding Organizer Elementor Template Kit Serenova - Psychology & Mental Health Elementor Pro Template Kit Serity – CCTV and Security Cameras WordPress Theme Serity – CCTV & Security Cameras Elementor Template Kit