Rabu, 19 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » “Daerah Jangan Hidup dari Warisan, Saatnya Kerja Pakai Otak”

“Daerah Jangan Hidup dari Warisan, Saatnya Kerja Pakai Otak”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
  • visibility 460
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA tipe orang yang hidupnya tenang karena punya sawah warisan, ada juga yang hidupnya maju karena sekolahnya tinggi. Ya..keduanya sah-saja aja, tapi masalah muncul kalau sawah warisan dipamerkan tiap hari.

Sementara ilmunya tak pernah diasah, kurang lebih, begitulah gambaran pesan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kepada para kepala daerah kemarin.

Di Batam, saat menutup Rakernas XVII APKASI, Mendagri seperti sedang menasihati “anak-anak daerah” agar tidak terus-menerus menggantungkan hidup pada kiriman orang tua.

Dalam hal ini, orang tua itu bernama Transfer ke Daerah (TKD), sementara warisan yang sering dibanggakan adalah Sumber Daya Alam (SDA).

Masalahnya, warisan bisa habis, namun otak justru sebaliknya, makin dipakai makin tajam.

Kalau daerah dianalogikan sebagai anak kos, maka TKD adalah uang bulanan dari orang tua. Awal bulan hidup mewah, akhir bulan mi instan jadi menu nasional. Boleh-boleh saja sesekali, tapi kalau selamanya begitu, masa depan ya segitu-gitu saja.

Mendagri Tito secara gamblang bilang, jangan bermimpi lompat jauh kalau daerah hanya mengandalkan APBD, apalagi TKD. Bahasa kasarnya jangan berharap jadi raksasa ekonomi kalau masih minta uang jajan.

Logikanya sederhana dan masuk akal sebab APBD itu terbatas. TKD itu tergantung pusat. Yang bisa membuat daerah benar-benar hidup adalah sektor swasta yang bergerak, berinvestasi, dan menciptakan nilai tambah. Tanpa itu, daerah hanya sibuk membagi kue, bukan memanggang kue.

Indonesia itu kaya raya karena tambangnya ada, hutan ada, laut luas. Tapi sejarah membuktikan, banyak negara dengan SDA minim justru melesat.

Tengok contohnya Singapura, negara tetangga Batam ini, tak punya tambang emas, tapi punya tambang otak. Mereka memeras SDM, bukan alamnya.

Sebaliknya, kita sering memeras alam sambil lupa menajamkan pikiran. Padahal alam kalau diperas terus, ya habis dech…tapi jika otak diperas, ya pasti  cerdas dan pintar. Inilah yang disebut  sebagai paradoks, yaitu negara kaya SDA, tapi masih berkutat dengan kemiskinan.

Presiden Prabowo, kata Tito, membaca masalah ini sejak lama. Maka lahirlah kebijakan yang menempatkan human capital sebagai kunci.

Oleh sebab itu, program seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, hingga swasembada pangan bukanlah pajangan di baliho, karena bukan sekadar spanduk yang kenyang duluan sebelum rakyatnya.

Di sinilah daerah diuji, apakah program nasional hanya dijadikan formalitas laporan, atau benar-benar dimanfaatkan sebagai mesin pertumbuhan ekonomi lokal?

Kalau MBG hanya berhenti di dapur, itu namanya kita keliru, seharusnya program itu dibuat untuk menggerakkan petani, peternak, UMKM, dan rantai pasok lokal.

Kalau Koperasi Merah Putih cuma papan nama, itu dosa administrasi. Padahal koperasi bisa jadi alat menghidupkan ekonomi desa dari bawah.

Masalah klasik

Banyak daerah terlalu nyaman hidup dari “warisan,” misalnya SDA dikeruk, izin dibagi, pendapatan masuk, lalu selesai. Tidak ada dorongan membangun SDM, tidak ada strategi jangka panjang.

Padahal dunia itu berubah cepat, SDA suatu hari habis, dan  SDM yang lemah tak akan mampu beradaptasi sehingga dititik inilah Mendagri berpesan bahkan bukan sekadar imbauan, tapi alarm keras.

Human capital bukan jargon seminar, ia soal pendidikan, kesehatan, gizi, keterampilan, dan etos kerja. Kalau itu kuat, swasta datang dengan sendirinya. Investor bukan cuma cari tanah murah, tapi juga tenaga kerja yang cakap.

Daerah yang swastanya hidup akan punya PAD berkelanjutan. Pajak, retribusi, lapangan kerja, dan perputaran uang terjadi alami. Pemerintah daerah tinggal mengatur, bukan menggendong.

Sebaliknya, daerah yang hanya mengandalkan APBD ibarat toko tanpa pembeli. Uangnya muter di situ-situ saja, sehingga tak heran kalau pertumbuhan melambat, kemiskinan jadi bandel, dan anak mudanya hijrah ke kota lain.

Pesan lagi dari Mendagri Tito, sesungguhnya sederhana berhenti hidup dari warisan, dan mulai hidup dari kemampuan. SDA boleh jadi modal awal, tapi SDM adalah mesin utama serta TKD boleh membantu, tapi swasta yang menggerakkan.

Oleh karena itu, daerah yang ingin maju harus berani keluar dari zona nyaman. Berani mengurus SDM, berani mempermudah investasi, berani berpikir jangka panjang.

Kata pepatah itu “Beri seseorang ikan, ia kenyang sehari, ajari ia memancing, ia kenyang seumur hidup.”
Ya .. bisa di ibaratkan SDA itu ikannya, sementara TKD itu bekal dan  SDM adalah kemampuan memancing.

Jadi, kesimpulannya masa depan daerah itu ditentukan bukan oleh seberapa kaya warisannya,  melainkan  seberapa cerdas cara mengelolanya. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Babel Minta Bupati –Walkot Dorong UMKM Gunakan QRIS Bank SumselBabel

    Gubernur Babel Minta Bupati –Walkot Dorong UMKM Gunakan QRIS Bank SumselBabel

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 829
    • 0Komentar

    GUBERNUR Kepulauan Bangka Belitung [Babel] Erzaldi Rosman Djohan meminta kepala daerah di Bangka-Belitung mendorong UMKM dan masyarakat gunakan layanan QRIS Bank Sumsel Babel [BSB], guna mempermudah melakukan transaksi. Menurut, layanan QRIS BSB sangat menguntungkan, apalagi dimasa pandemik COVID-19, pembayaran non tunai sangat diharuskan. “Silahkan kepala daerah [Walkot dan Bupati] dorong masyarakat, terutama yang bergerak di […]

  • 336 Santri & Mahasiswa Sumsel Kembali ke Gontor

    336 Santri & Mahasiswa Sumsel Kembali ke Gontor

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 885
    • 0Komentar

    SEBANYAK 336 santri dan mahasiswa Sumsel kembali ke Gontor, Jatim untuk menempuh pendidikan. Kebarangkatan santri tersebut dilepas langsung Gubernur Sumsel H Herman Deru, di halaman Gelora Sriwijaya Jakabaring, Sabtu (20/6/2020). Keberangkatan tersebut juga diketahui merupakan keberangkatan gelombang kedua. Dimana sebelumnya di gelombang pertama pafa Senin 15 Juni 2020 lalu. Sebelumnya Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) […]

  • Ribuan Warga Muba Peroleh Sertifikat Tanah

    Ribuan Warga Muba Peroleh Sertifikat Tanah

    • calendar_month Selasa, 5 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.150
    • 0Komentar

    WAKIL Bupati Muba Benj Hernedi mengikuti acara penyerahan sertifikat tanah oleh Presiden RI Joko Widodo untuk masyarakat Indonesia sebanyak 6,8 juta sertifikat tanah yang berada di 26 provinsi dan 2.373 kabupaten/kota secara virtual. Pada kesempatan tersebut Presiden RI Joko Widodo meminta kepada seluruh masyarakat baik yang hadir secara fisik maupun virtual untuk memegang sertifikat tanah yang sudah […]

  • 43% bisnis di Asia Pasifik (APAC) terapkan budaya regeneratif secara efektif, dan 46% sudah menjalankan rantai pasokan regeneratif dengan sangat efektif

    43% bisnis di Asia Pasifik (APAC) terapkan budaya regeneratif secara efektif, dan 46% sudah menjalankan rantai pasokan regeneratif dengan sangat efektif

    • calendar_month Selasa, 10 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 644
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, SINGAPURA – Media OutReach – Analisis dari konsultan global Kearney menemukan bahwa hampir separuh (48%) eksekutif mengatakan transformasi bisnis mereka saat ini tidak berhasil. Meskipun bisnis beralih dari fokus pada ketahanan selama COVID ke perspektif baru yaitu ‘regeneratif’, saat ini hanya 51% bisnis yang beroperasi secara efektif dengan cara ini. Dibutuhkan lebih banyak lagi […]

  • Presiden Berduka Atas Gugurnya Prajurit KRI Nanggala 402, Putra Putri Diberikan Santunan

    Presiden Berduka Atas Gugurnya Prajurit KRI Nanggala 402, Putra Putri Diberikan Santunan

    • calendar_month Selasa, 27 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 887
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo menyampaikan dukacita mendalam atas gugurnya 53 prajurit TNI Angkatan Laut yang menjadi awak kapal selam KRI Nanggala 402 dalam melaksanakan tugas di perairan utara Pulau Bali. Melalui pernyataan yang disampaikan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (26/04/2021), Presiden memanjatkan doa agar arwah putra-putra terbaik bangsa sekaligus patriot terbaik penjaga kedaulatan negara tersebut mendapat […]

  • 4 Hari di Isolasi di RSMH, 2 Pasien PDP COVID-19 Meninggal

    4 Hari di Isolasi di RSMH, 2 Pasien PDP COVID-19 Meninggal

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.368
    • 0Komentar

    DUA pasien dalam pengawasan [PDP] COVID-19 di Rumah Sakit Umum Mohammad Hoesin [RSMH] Palembang akhirnya meninggal dunia. Ke duanya meninggal setelah 4 hari masuk dalam kamar isolasi. Pasien pertama yang meninggal dunia, Dia meninggal dunia tadi pagi, Senin (23/3/2020), sekitar pukul 5.45 WIB. Sementara pasien kedua adalah seorang tenaga medis, meninggal dunia pukul 06.15 WIB. […]

expand_less
WordPress Archive WordFex – Syncronize WordPress with Perfex WordPress Accessibility Plugin – Readabler WordPress Admin Theme | WPShapere WordPress Advanced Database Cleaner Premium WordPress API Posts and Pages Sync with Multiple WordPress Sites WordPress Appointment Schedule Booking System Pro WordPress Auto Spinner – Articles Rewriter WordPress Automatic Plugin WordPress Awesome Import & Export Plugin WordPress Banner Ads – AdvertPlaces