Senin, 21 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » “Daerah Jangan Hidup dari Warisan, Saatnya Kerja Pakai Otak”

“Daerah Jangan Hidup dari Warisan, Saatnya Kerja Pakai Otak”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
  • visibility 468
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA tipe orang yang hidupnya tenang karena punya sawah warisan, ada juga yang hidupnya maju karena sekolahnya tinggi. Ya..keduanya sah-saja aja, tapi masalah muncul kalau sawah warisan dipamerkan tiap hari.

Sementara ilmunya tak pernah diasah, kurang lebih, begitulah gambaran pesan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kepada para kepala daerah kemarin.

Di Batam, saat menutup Rakernas XVII APKASI, Mendagri seperti sedang menasihati “anak-anak daerah” agar tidak terus-menerus menggantungkan hidup pada kiriman orang tua.

Dalam hal ini, orang tua itu bernama Transfer ke Daerah (TKD), sementara warisan yang sering dibanggakan adalah Sumber Daya Alam (SDA).

Masalahnya, warisan bisa habis, namun otak justru sebaliknya, makin dipakai makin tajam.

Kalau daerah dianalogikan sebagai anak kos, maka TKD adalah uang bulanan dari orang tua. Awal bulan hidup mewah, akhir bulan mi instan jadi menu nasional. Boleh-boleh saja sesekali, tapi kalau selamanya begitu, masa depan ya segitu-gitu saja.

Mendagri Tito secara gamblang bilang, jangan bermimpi lompat jauh kalau daerah hanya mengandalkan APBD, apalagi TKD. Bahasa kasarnya jangan berharap jadi raksasa ekonomi kalau masih minta uang jajan.

Logikanya sederhana dan masuk akal sebab APBD itu terbatas. TKD itu tergantung pusat. Yang bisa membuat daerah benar-benar hidup adalah sektor swasta yang bergerak, berinvestasi, dan menciptakan nilai tambah. Tanpa itu, daerah hanya sibuk membagi kue, bukan memanggang kue.

Indonesia itu kaya raya karena tambangnya ada, hutan ada, laut luas. Tapi sejarah membuktikan, banyak negara dengan SDA minim justru melesat.

Tengok contohnya Singapura, negara tetangga Batam ini, tak punya tambang emas, tapi punya tambang otak. Mereka memeras SDM, bukan alamnya.

Sebaliknya, kita sering memeras alam sambil lupa menajamkan pikiran. Padahal alam kalau diperas terus, ya habis dech…tapi jika otak diperas, ya pasti  cerdas dan pintar. Inilah yang disebut  sebagai paradoks, yaitu negara kaya SDA, tapi masih berkutat dengan kemiskinan.

Presiden Prabowo, kata Tito, membaca masalah ini sejak lama. Maka lahirlah kebijakan yang menempatkan human capital sebagai kunci.

Oleh sebab itu, program seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, hingga swasembada pangan bukanlah pajangan di baliho, karena bukan sekadar spanduk yang kenyang duluan sebelum rakyatnya.

Di sinilah daerah diuji, apakah program nasional hanya dijadikan formalitas laporan, atau benar-benar dimanfaatkan sebagai mesin pertumbuhan ekonomi lokal?

Kalau MBG hanya berhenti di dapur, itu namanya kita keliru, seharusnya program itu dibuat untuk menggerakkan petani, peternak, UMKM, dan rantai pasok lokal.

Kalau Koperasi Merah Putih cuma papan nama, itu dosa administrasi. Padahal koperasi bisa jadi alat menghidupkan ekonomi desa dari bawah.

Masalah klasik

Banyak daerah terlalu nyaman hidup dari “warisan,” misalnya SDA dikeruk, izin dibagi, pendapatan masuk, lalu selesai. Tidak ada dorongan membangun SDM, tidak ada strategi jangka panjang.

Padahal dunia itu berubah cepat, SDA suatu hari habis, dan  SDM yang lemah tak akan mampu beradaptasi sehingga dititik inilah Mendagri berpesan bahkan bukan sekadar imbauan, tapi alarm keras.

Human capital bukan jargon seminar, ia soal pendidikan, kesehatan, gizi, keterampilan, dan etos kerja. Kalau itu kuat, swasta datang dengan sendirinya. Investor bukan cuma cari tanah murah, tapi juga tenaga kerja yang cakap.

Daerah yang swastanya hidup akan punya PAD berkelanjutan. Pajak, retribusi, lapangan kerja, dan perputaran uang terjadi alami. Pemerintah daerah tinggal mengatur, bukan menggendong.

Sebaliknya, daerah yang hanya mengandalkan APBD ibarat toko tanpa pembeli. Uangnya muter di situ-situ saja, sehingga tak heran kalau pertumbuhan melambat, kemiskinan jadi bandel, dan anak mudanya hijrah ke kota lain.

Pesan lagi dari Mendagri Tito, sesungguhnya sederhana berhenti hidup dari warisan, dan mulai hidup dari kemampuan. SDA boleh jadi modal awal, tapi SDM adalah mesin utama serta TKD boleh membantu, tapi swasta yang menggerakkan.

Oleh karena itu, daerah yang ingin maju harus berani keluar dari zona nyaman. Berani mengurus SDM, berani mempermudah investasi, berani berpikir jangka panjang.

Kata pepatah itu “Beri seseorang ikan, ia kenyang sehari, ajari ia memancing, ia kenyang seumur hidup.”
Ya .. bisa di ibaratkan SDA itu ikannya, sementara TKD itu bekal dan  SDM adalah kemampuan memancing.

Jadi, kesimpulannya masa depan daerah itu ditentukan bukan oleh seberapa kaya warisannya,  melainkan  seberapa cerdas cara mengelolanya. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • P3N Di Aktifkan Kembali

    P3N Di Aktifkan Kembali

    • calendar_month Rabu, 31 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.213
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Tepat sebulan setelah dilantik jadi gubernur, satu persatu janji kampanye Herman Deru- Mawardi Yahya (HDMY) ditunaikan, Rabu (31/10/2018) kemarin misalnya, HD memastikan mengaktifkan kembali tugas Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) Talak-Ruju (TR). “Pak Menteri sudah jawab keinginan masyarakat Sumsel melalui Kakanwil Kemenag.  P3N di Sumsel sekarang resmi diaktifkan lagi. Ini keinginan masyarakat […]

  • Nihil Positif, Bertambah 4 Kasus Sembuh Kemarin Di Muba

    Nihil Positif, Bertambah 4 Kasus Sembuh Kemarin Di Muba

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 996
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Senin (26/10/2020) mengonfirmasi penambahan 4 kasus sembuh dan nihil penambahan kasus konfirmasi positif COVID-19. “Dengan adanya penambahan 4 kasus sembuh, total ada sebanyak 324 kasus sembuh COVID-19 di Muba,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, dr Povi Pada Indarta SP P. Povi merinci, hingga 26 Oktober 2020 ada sebanyak […]

  • Terimakasih PMI, Relawan  PMI Sangat Dibutuhkan

    Terimakasih PMI, Relawan PMI Sangat Dibutuhkan

    • calendar_month Senin, 9 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 605
    • 0Komentar

    KETUA Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Puan Maharani, menyebutkan peran serta para relawan Palang Merah Indonesia (PMI), sangat penting bagi kemanusiaan karena setiap ada bencana mereka juga hadir untuk memberikan pertolongan . “Terima kasih kepada para relawan yang sudah bekerja keras untuk kemanusiaan, baik yang ada di Palang Merah Indonesia (PMI) maupun organisasi […]

  • Tiga Dosa Pendidikan Tak Boleh Ada di Sekolah Rakyat

    Tiga Dosa Pendidikan Tak Boleh Ada di Sekolah Rakyat

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 786
    • 0Komentar

    BICARA soal Sekolah Rakyat, jangan bayangkan suasana belajar kaku macam di film-film zaman Belanda, di mana murid duduk tegak dengan pensil seujung jari dan papan tulis masih pakai kapur putih bikin tangan kayak habis ngulek kelapa. Sekolah Rakyat ini bukan cuma sekolah, tapi rumah harapan anak-anak kecil yang dulunya menganggap sekolah itu barang mewah. Makanya […]

  • Triwulan Pertama, Pelindo Tunjukkan Kinerja Positif

    Triwulan Pertama, Pelindo Tunjukkan Kinerja Positif

    • calendar_month Sabtu, 14 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 681
    • 0Komentar

    PADA triwulan pertama 2022, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mencatatkan pertumbuhan positif pada kinerja operasional maupun keuangan perusahaan dan prestasi itu perlu ditingkatkan lagi. Arus peti kemas mencapai 4,2 juta TEUS atau meningkat sebesar 2% dibandingkan periode yang sama tahun 2021. Demikian juga arus barang yang terealisasi sebesar 37 juta Ton, tumbuh 8% dibandingkan […]

  • Gubernur Buka Bersama Jajaran Direksi PTSB

    Gubernur Buka Bersama Jajaran Direksi PTSB

    • calendar_month Kamis, 24 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 890
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, OKU – Gubernur Sumsel Alex Noerdin melaksanakan buka puasa bersama Direksi dan Karyawan PT. Semen Baturaja dan Tokoh Masyarakat sekitar lokasi di Aula PT. Semen Baturaja Kabupaten OKU, Kamis (24/5/2018). Sebelum berbuka puasa, Gubernur Alex Noerdin mensosialisasikan Asian Games kepada ribuan masyarakat yang hadir. Menurutnya, Asian Games itu bukan tujuan, akan tetapi Asian Games […]

expand_less
WordPress Archive WordFex – Syncronize WordPress with Perfex WordPress Accessibility Plugin – Readabler WordPress Admin Theme | WPShapere WordPress Advanced Database Cleaner Premium WordPress API Posts and Pages Sync with Multiple WordPress Sites WordPress Appointment Schedule Booking System Pro WordPress Auto Spinner – Articles Rewriter WordPress Automatic Plugin WordPress Awesome Import & Export Plugin WordPress Banner Ads – AdvertPlaces