Kamis, 22 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Keselamatan Pasien Bukan Hanya Soal Obat, Ini Titik Rawan di Tiap Alur

Keselamatan Pasien Bukan Hanya Soal Obat, Ini Titik Rawan di Tiap Alur

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
  • visibility 29
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Keselamatan pasien sering kali baru dibicarakan ketika terjadi kesalahan dalam pelayanan kesehatan. Padahal, risikonya bisa muncul jauh sebelum obat diberikan dan belum tentu berakhir ketika pasien meninggalkan rumah sakit.

Apalagi  perjalanan seorang pasien dengan penyakit tidak menular (PTM). Ia mungkin memulai dari pemeriksaan kesehatan, menjalani diagnosis, menerima obat, dirujuk ke fasilitas kesehatan lain, menjalani perawatan, kemudian pulang dan melanjutkan pengobatan di rumah.

Di sepanjang perjalanan itu, keselamatan pasien harus tetap dijaga.

Sebab, pengobatan penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, stroke, hingga kanker umumnya bukan perjalanan singkat. Pasien dapat berulang kali berpindah layanan dan menjalani pengobatan dalam waktu panjang.

Di situlah muncul sejumlah titik rawan yang sering tidak terlihat oleh pasien maupun keluarga.

1. Keselamatan pasien dimulai sebelum pengobatan

Keselamatan pasien bukan hanya urusan ketika seseorang sudah berada di ruang perawatan. Pencegahan dan deteksi dini juga menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Semakin cepat kondisi kesehatan diketahui, semakin cepat pula pasien dapat memperoleh penanganan yang sesuai.

Pada tahap ini, informasi mengenai kondisi pasien menjadi penting. Riwayat penyakit, keluhan, hasil pemeriksaan, hingga faktor risiko perlu diketahui secara tepat agar tahapan berikutnya tidak dibangun di atas informasi yang keliru atau tidak lengkap.

2. Diagnosis menjadi salah satu titik paling krusial

Setelah pemeriksaan, pasien masuk ke tahap diagnosis. Di sinilah perjalanan pengobatan bisa berubah arah. Keterlambatan diagnosis atau kesalahan diagnosis dapat membuat pasien tidak segera mendapatkan penanganan yang dibutuhkan.

Oleh sebab itu, keselamatan pasien tidak cukup hanya dilihat dari apakah penyakit akhirnya berhasil ditangani. Cara diagnosis dilakukan dan ketepatan informasi yang digunakan juga menjadi bagian penting dari pelayanan yang aman.

3. Obat bukan hanya soal “sudah diberikan”

Banyak orang mengira keselamatan pasien terutama berkaitan dengan obat. Padahal persoalannya jauh lebih luas.

Pasien perlu mendapatkan obat yang tepat dengan informasi penggunaan yang jelas. Riwayat pengobatan dan kondisi pasien juga perlu diperhatikan untuk mengurangi risiko kesalahan penggunaan obat.

Termasuk pasien PTM yang harus mengonsumsi obat dalam jangka panjang, hal ini menjadi semakin penting. Pengobatan dapat berlangsung berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Kesalahan kecil yang berulang dapat menjadi persoalan besar jika tidak segera dikenali.

4. Saat pasien berpindah layanan, informasi jangan ikut “hilang”

Hal ini tentu merupakan salah satu bagian penting dalam perjalanan keselamatan pasien. Pasien PTM tidak selalu ditangani di satu tempat. Mereka bisa berpindah dari fasilitas kesehatan tingkat pertama ke rumah sakit, kemudian ke dokter spesialis atau layanan rehabilitasi.

Masalahnya, perpindahan pasien juga berarti perpindahan informasi. Jika riwayat penyakit, hasil pemeriksaan, alergi, maupun obat yang sedang digunakan tidak tersampaikan dengan baik, risiko kesalahan pelayanan dapat meningkat.

Kementerian Kesehatan karena itu terus mendorong pemanfaatan teknologi digital. Platform SATUSEHAT antara lain digunakan untuk membantu mendokumentasikan riwayat penyakit, hasil pemeriksaan laboratorium, dan pengobatan, sehingga informasi kesehatan dapat tersedia secara lebih berkesinambungan ketika pasien berpindah layanan.

5. Pasien jatuh, salah identitas, hingga komunikasi juga masuk dalam keselamatan pasien

Keselamatan pasien ternyata tidak selalu berkaitan langsung dengan penyakit yang sedang diderita. Ada risiko lain yang bisa muncul selama pelayanan, seperti pasien jatuh, kesalahan identifikasi pasien, hingga masalah komunikasi dalam proses perawatan.

Artinya, pelayanan yang aman membutuhkan sistem yang bekerja di banyak sisi sekaligus. Bukan hanya dokter yang menentukan apakah pasien aman. Perawat, tenaga kesehatan lain, fasilitas pelayanan kesehatan, sistem informasi, pasien, dan keluarga semuanya memiliki peran.

6. Pasien pulang bukan berarti perjalanan selesai

Ada satu bagian yang kerap dianggap sebagai akhir pengobatan: pasien meninggalkan rumah sakit.

Padahal bagi pasien PTM, pulang justru bisa menjadi awal dari fase perawatan berikutnya. Di rumah, pasien harus melanjutkan obat, menjalani kontrol, memperhatikan kondisi tubuh, mengikuti anjuran tenaga kesehatan, dan mengetahui kapan harus kembali mencari pertolongan.

Keluarga juga memiliki peran penting. Mereka dapat membantu mengingatkan jadwal obat dan kontrol, memantau kondisi pasien, serta mengenali tanda bahaya yang membutuhkan perhatian medis. Instruksi setelah pasien pulang juga merupakan bagian dari keselamatan pasien.

7. Keselamatan pasien harus bertahan sepanjang perjalanan hidup

Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono menegaskan bahwa keselamatan pasien harus hadir di setiap tahapan pelayanan, terutama pada penyakit tidak menular yang membutuhkan pengelolaan jangka panjang.

“Keselamatan pasien harus hadir sepanjang perjalanan hidup pasien,” ujar Prof. Dante dalam peringatan World Patient Safety Day (WPSD) 2026 di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Mahar Mardjono Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Menurut Dante, mutu dan keselamatan perlu dijaga mulai dari pencegahan, deteksi dini, diagnosis, pengobatan, hingga rehabilitasi dan perawatan jangka panjang.

Dengan kata lain, keselamatan pasien bukan satu titik.

Ia adalah sebuah alur.

Pasien masuk dengan keluhan, menjalani pemeriksaan, mendapatkan diagnosis, menerima pengobatan, mungkin berpindah fasilitas kesehatan, lalu pulang untuk melanjutkan perawatan. Pada setiap perpindahan itu terdapat titik yang harus dijaga.

Pasien dan keluarga bukan sekadar penerima layanan

Menjaga keselamatan pasien juga tidak hanya menjadi tugas fasilitas kesehatan. Pasien perlu memahami kondisi kesehatannya, mengetahui pilihan terapi yang tersedia, berani bertanya ketika ada sesuatu yang belum jelas, menyampaikan kekhawatiran, mengenali tanda bahaya, dan ikut terlibat dalam keputusan terkait pelayanan kesehatannya.

Keluarga pun memiliki peran yang tidak kalah penting, terutama dalam membantu kepatuhan pengobatan dan memantau kondisi pasien.

Deputy Head of WHO Indonesia, Tara Kessaram, menyebut keselamatan pasien sebagai fondasi pelayanan kesehatan berkualitas.

Secara global, sekitar satu dari 10 pasien mengalami bahaya atau cedera selama menerima pelayanan kesehatan. Sekitar setengah dari insiden tersebut dinilai dapat dicegah.

Keselamatan perlu dilindungi sepanjang continuum of care, mulai dari pencegahan, diagnosis, pengobatan dan manajemen obat, rujukan, perpindahan perawatan, pemantauan jangka panjang, hingga perawatan mandiri.

Rumah sakit terakreditasi, sistem digital diperkuat

Sementara sisi sistem, Kemenkes terus mendorong penerapan standar pelayanan dan akreditasi fasilitas kesehatan.

Saat ini, lebih dari 96 persen rumah sakit telah terakreditasi oleh lembaga penyelenggara akreditasi yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

Penguatan juga dilakukan melalui digitalisasi layanan kesehatan. Dokumentasi informasi kesehatan yang lebih baik diharapkan dapat mengurangi risiko kesalahan akibat informasi yang tidak lengkap ketika pasien berpindah layanan.

Namun, sistem tetap membutuhkan keterlibatan manusia. Pasien yang aktif bertanya, keluarga yang memahami perawatan, dan tenaga kesehatan yang berkomunikasi dengan baik menjadi bagian dari rantai keselamatan yang sama.

Jangan menunggu kesalahan terjadi

Peringatan World Patient Safety Day 2026 di Indonesia menjadi momentum untuk memperkuat budaya keselamatan pasien melalui edukasi, peningkatan kesadaran, pembelajaran, dan inovasi.

Rangkaian kegiatan Kemenkes sepanjang September 2026 antara lain mencakup kompetisi inovasi keselamatan pasien yang diikuti 192 peserta dari seluruh Indonesia, edukasi dan pemeriksaan kesehatan masyarakat, podcast keselamatan pasien, serta seminar bertema “Stroke Patient Safety Journey” bersama RS PON Mahar Mardjono Jakarta.

Pada akhirnya, keselamatan pasien bukan hanya tentang apa yang terjadi di ruang dokter atau ruang rawat.

Keselamatan pasien adalah perjalanan panjang—dari mencegah penyakit, menemukan diagnosis, memilih pengobatan, berpindah layanan, sampai pasien kembali menjalani hidupnya di rumah. Dan di setiap tahap itu, ada satu pertanyaan yang tidak boleh dilewatkan sudahkah pasien mendapatkan pelayanan dengan aman? (***) /diolah dari sumber resmi kemkes.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penanganan COVID-19,Pemprov. Sumsel Kembali Terima Bantuan dari ASOHI & Paguyuban Masyarakat Anxi Sumsel

    Penanganan COVID-19,Pemprov. Sumsel Kembali Terima Bantuan dari ASOHI & Paguyuban Masyarakat Anxi Sumsel

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.129
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Prov. Sumsel kembali menerima sejumlah bantuan cairan disinfektan dan Alat Pelindung Diri [APD], guna pencegahan COVID-19. Bantuan 100 ribu liter disinfektan itu berasal dari Asosiasi Obat Hewan Indonesia (Asohi) Sumsel yang bekerjasama Asosiasi Masyarakat Perunggasan Sumsel dan 1.700 set APD dari Paguyuban Masyarakat Anxi Sumsel, Rabu (1/4/2020). Gubernur Sumsel H. Herman Deru menyebut, mengalirnya […]

  • Ikuti Porwada, Kominfo Muara Enim Lepas Kontingen Atlet PWI

    Ikuti Porwada, Kominfo Muara Enim Lepas Kontingen Atlet PWI

    • calendar_month Selasa, 22 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.055
    • 0Komentar

    KADIS Kominfo Kabupaten Muara Enim Ardian Arifanardi AP,. M.Si, menghadiri pelepasan Kontingen Atlet PWI Muara Enim untuk mengikut Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) tingkat Provinsi Sumatera Selatan yang akan diselenggarakan di Kabupaten Banyuasin, pada tanggal 22-24 Juni 2021, selasa [22/6/2021]. Atlet tersebut dilepas di Sekretariat (Rumah Jurnalis) PWI Muara Enim, Pj.Bupati Muara Enim yang diwakili […]

  • Bybit Institutional Umumkan Peningkatan Platform & Partisipasi di Blockchain Life 2023 di Dubai

    Bybit Institutional Umumkan Peningkatan Platform & Partisipasi di Blockchain Life 2023 di Dubai

    • calendar_month Jumat, 20 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.040
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -DUBAI, UNI EMIRAT ARAB – Media OutReach  – Bybit, bursa kripto ketiga yang paling banyak dikunjungi di dunia, dengan bangga mengumumkan peluncuran platform perdagangan institusional yang diperbarui – Bybit Institutional. Dengan tampilan dan nuansa yang segar, halaman baru ini dirancang untuk memberikan pengalaman perdagangan yang lebih baik bagi klien institusional, yang mencerminkan komitmen Bybit […]

  • April, KMHDI Tuan Rumah Acara TOT

    April, KMHDI Tuan Rumah Acara TOT

    • calendar_month Sabtu, 11 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 832
    • 0Komentar

    KESATUAN Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Sumsel dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Training of Trainer (TOT) April mendatang. Ketua Pimpinan Daerah KMHDI Sumsel, I Wayan Darmawan mengatakan, selain mengenalkan organisasi ini, juga hendak memohon bantuan dan support dari Pemprov untuk pelaksanaan TOT. I Wayan TOT mengatakan nanti akan dilaksanakan selama 4 hari dengan peserta dari […]

  • HD: Pekerja Anak Mesti Dihapuskan di Sumsel

    HD: Pekerja Anak Mesti Dihapuskan di Sumsel

    • calendar_month Kamis, 15 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 903
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Usai menghadiri HUT Brimob ke-73, Gubernur Sumsel Herman Deru membuka One Day for Children Tahun 2018 Program Rehabilitasi Sosial Anak di Griya Agung, Rabu (14/11/2018). Pada kesempatan itu HD menegaskan dirinya tak ingin melihat lagi ada pekerja anak di Sumsel. “Pekerja anak harus dihapuskan dari Sumsel. Anak-anak prasejahtera yang bekerja itu akan kita […]

  • Temui Disdik Sumsel, PII Ajak Bikin Training untuk Pelajar, Kepala Dinasnya Jawab Begini..

    Temui Disdik Sumsel, PII Ajak Bikin Training untuk Pelajar, Kepala Dinasnya Jawab Begini..

    • calendar_month Senin, 14 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 953
    • 0Komentar

    PW Pelajar Islam Indonesia (PII) Sumsel melakukan audiensi dengan Dinas Pendidikan Sumatera Selatan pada Senin,14 Juni 2021 dalam rangka mengadakan training Pelajar Islam Indonesia. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Riza Fahlevi, mengatakan pelajar di Sumsel akan direkomendasikan untuk mengikuti training PII. Dalam pertemuannya Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Riza Fahlevi menegaskan akan segera membuat surat […]

expand_less
WordPress Archive Petopia – Pet Care Service Elementor Template Kit Petopio - Pet Grooming & Vetenary Elementor Template Kit Petro – Industrial Company WordPress Theme Pets Land | Domestic Animals Shop & Veterinary WP Petshop Storefront WooCommerce Theme Petto – Vetenary Pet Clinic Template Kit Petxon – Pet Care & Pet Shop WordPress Theme Petz – Pet Care & Veterinary Theme Petzen – Pet Care Shop WordPress Theme Petzy – Pet Care & Veterinary Elementor Template Kit