Minggu, 18 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Membatik Asa di Atas Kain Nusantara

Membatik Asa di Atas Kain Nusantara

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
  • visibility 1.267
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Dulu, batik dipandang seperti baju kondangan simpanan emak-emak di lemari tiga pintu cantik, tapi keluar cuma pas lebaran. Tapi sekarang, batik mulai menggeliat lagi dan bukan cuma karena digoyang setrika.

Di balik pola mega mendung yang menggoda dan motif kawung yang konsisten macam mantan yang susah move on, ada cerita tentang perajin, teknologi, dan perjuangan ekonomi kreatif yang bikin kita tepuk tangan sambil ngelus dompet.

Di Autograph Tower, Thamrin Nine, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya bertemu dengan Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB), dan bukannya ngebahas OOTD, mereka justru mengulik masa depan batik sebagai mesin ekonomi.

Ini bukan obrolan iseng sambil ngopi, tapi langkah konkret dari Kemenparekraf untuk bantu batik naik kelas. Bayangkan, batik kita nanti bukan cuma nampang di pasar minggu, tapi juga bisa nampang di Milan Fashion Week. Syahdu, kan?

Menteri Ekraf bilang mereka siap menjembatani kolaborasi hexahelix, sejenis jurus ninja ekonomi kreatif yang melibatkan pemerintah, swasta, akademisi, lembaga keuangan, komunitas, dan asosiasi.

Kalau ini berhasil, bisa-bisa perajin batik punya lebih banyak pembeli daripada admin fanbase K-Pop. “Kami tak ingin seni tradisi tergeser oleh tren semata,” kata Pak Menteri.

Nah, ini omongan bijak, semacam “Jangan ganti istri tiap ganti musim, yang lama juga bisa dipoles jadi menawan.”

Yang menarik, pengembangan batik Jawa Barat ini nggak asal jalan. Ada fasilitasi Kekayaan Intelektual (KI) juga—bukan “ki” yang bikin kerokan ya, tapi perlindungan hak merek biar karya perajin nggak dijiplak sembarangan. Jadi, bukan cuma batiknya yang nempel di badan, tapi juga nilai ekonominya yang nempel di rekening.

Biaya pendaftaran merek juga dibikin bersahabat Rp 500 ribu buat UMK. Asal punya surat rekomendasi, bisa didaftarin, dan hak ciptanya aman. Ini kayak nyimpen cincin kawin di brankas siapa pun mau ngaku-ngaku, tetap kita yang punya sah secara hukum.

YBJB, yang dipimpin Sendy Ramania Wurandani, udah punya lebih dari 4.000 perajin. Bahkan ada yang udah mainan AI buat desain batik. Bayangkan, canting digital! Tapi teknik tradisional tetap dipertahankan, karena katanya, “AI boleh masuk, tapi aroma malam tetap di hati.”

Di sisi lain, Komarudin Kudiya dari YBJB juga menyoroti keragaman perajin: ada yang masih belajar pegang canting, ada juga yang udah punya showroom online. Ini kayak nonton sinetron: dari pemeran figuran sampai aktor utama, semua dapet tempat.

Deputi Kemenparekraf Yuke Sri Rahayu menyebut batik bisa jadi The New Engine of Growth. Kalau ekonomi Indonesia adalah mobil, batik ini bensinnya. Dan kita tahu, nggak semua bensin punya motif sebagus ini. Contoh suksesnya? Sepatu Aerostreet yang motifnya ngambil dari wastra nasional. Sepatu jalan-jalan, tapi nilai budayanya tetap nempel di setiap langkah.

Kalau kita sering dengar pepatah “bagai pungguk merindukan bulan”, maka saat ini batik Jawa Barat tak perlu merindukan lagi. Ia tinggal dibantu ‘meloncat’ lewat kerja sama, teknologi, dan perlindungan hukum yang tepat. Jangan biarkan batik hanya jadi penghias etalase museum—tapi hidup, bernapas, dan berdetak di tubuh ekonomi bangsa.

Karena batik bukan cuma kain bermotif, tapi juga identitas yang menguntungkan dari canting hingga cuan, dari tradisi hingga transformasi.

Dan ingat, di tengah gempuran budaya pop Korea, kita harus tetap cinta lokal. Kalau oppa bisa nyanyi sambil goyang, perajin batik juga bisa menari bersama pertumbuhan ekonomi asal semua kompak. Karena, seperti kata pepatah Sunda, “moal leungit ku hujan, moal luntur ku panas”. Kebudayaan kuat takkan hilang ditimpa zaman.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sensus Penduduk Online, Target Sumsel Terbaik & Jadi Percontohan

    Sensus Penduduk Online, Target Sumsel Terbaik & Jadi Percontohan

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 937
    • 0Komentar

    SALAH satu inovasi atau strategi khusus dalam penyebarluasan informasi terkait pelaksanaan sensus penduduk tahun 2020, Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) bersama Badan Pusat Statistik menggagas metodologi sensus penduduk pertama kali di Indonesia yakni metode kombinasi antara sensus penduduk online dan sensus penduduk wawancara . Hal tersebut tertuang langsung dalam Rapat […]

  • Energi Komsumsi Listrik di Sumsel Belum Relevan dengan Pertumbuhan Ekonomi

    Energi Komsumsi Listrik di Sumsel Belum Relevan dengan Pertumbuhan Ekonomi

    • calendar_month Minggu, 21 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 932
    • 0Komentar

    “Sebagian energi yang kita hasilkan di Sumsel dikirim ke provinsi lain,”

  • Program Jokowi Lebih Pro Rakyat Indonesia

    Program Jokowi Lebih Pro Rakyat Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 29 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.090
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Lamongan – Meski tidak masuk dalam stuktur Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan calon presiden nomor urut 01, namun Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur terpilih, membuktikan janjinya untuk tetap memberikan dukungan kepada Joko Widodo ( Jokowi) melalui Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN). Dewan pengarah JKSN ini tanpa ragu mendukung Jokowi untuk menjadi presiden dua […]

  • Pengurus Mabiran Babat Toman dan Lawang Wetan Dilantik

    Pengurus Mabiran Babat Toman dan Lawang Wetan Dilantik

    • calendar_month Kamis, 16 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 840
    • 0Komentar

    SEKRETARIS Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Drs H Apriyadi MSi selaku Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Muba melantik pengurus Majelis Pembimbing Ranting Kecamatan Babat Toman, dan Kecamatan Lawang Wetan, di Aula Kantor Camat Babat Toman, Kamis (16/5/2019). Adapun Pengurus Mabiran Babat Toman diketuai oleh M Aswin SSTP MM, dan Ketua Mabiran Lawang Wetan Tazarni. Pada kesempatan […]

  • Jelang Ramadan 1442 H, Sidak Harga Sembako, Pedagang Diingatkan Ini

    Jelang Ramadan 1442 H, Sidak Harga Sembako, Pedagang Diingatkan Ini

    • calendar_month Senin, 12 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.744
    • 0Komentar

    MENJELANG Ramadan 1442 Hijriah besok, Plh Bupati Muara Enim Nasrun Umar melakukan inspeksi mendadak [sidak] ke Pasar Inpres Muara Enim. Sidak tersebut guna memastikan ketersediaan bahan pangan dan mengantisipasi kenaikan harga sembilan bahan pokok (Sembako). Selain sidak, Plh. Bupati ditemani Kapolres Muara Enim, AKBP. Danny HAB. Sianipar, S.I.K., dan Pj. Sekda Kabupaten Muara Enim, Drs. […]

  • “Sabtu Gajian, Batu Satu, Hati Lega & Besi Rangkai Rasa”

    “Sabtu Gajian, Batu Satu, Hati Lega & Besi Rangkai Rasa”

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 523
    • 0Komentar

    -“Cerita Kocak Penuh Makna dari Pinggiran Hidup”- BUKAN di jalan utama, bukan pula di tengah kota. Tepatnya di tikungan mesra Perumahan Griya “Gak Mau Pake Judul”, tiga makhluk tangguh sedang bekerja Yonyon si pemborong veteran, Tambi si tukang multitalenta, dan Yoyok si kenek dengan skill pas-pasan tapi mulut premium. Jam 10 pagi. Matahari udah kayak […]

expand_less
WordPress Archive Lawnia – Gardener & Landscaping Business Elementor Template Kit Lawone – Legal & Law Firm Elementor Template Kit Lawride – Lawyer & Law Firm Elementor Template Kit Lawtarro – Attorney & Law Firm Elementor Template Kit LawTeral – Legal & Law Firm Elementor Template Kit Lawwkit – Legal Practice Elementor Template Kit Lawyer Base – Law Firm & Attorney WordPress Lawyer Directory Lawyere – Legal & Attorney Elementor Template Kit Laxuary – Hotel Booking WordPress Theme