Minggu, 20 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » 1.000 HPK Anak Bukan Cuma Urusan Ibu, Ayah Juga Punya Peran Penting, Ini yang Harus Dilakukan

1.000 HPK Anak Bukan Cuma Urusan Ibu, Ayah Juga Punya Peran Penting, Ini yang Harus Dilakukan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Selama ini, urusan menjaga kesehatan ibu dan anak kerap lebih banyak dibebankan kepada perempuan. Padahal, sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, ayah punya peran yang tidak kalah penting dalam memastikan tumbuh kembang buah hati berjalan optimal.

Periode tersebut dikenal sebagai 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Masa ini dimulai sejak 270 hari kehamilan dan berlanjut hingga 730 hari pertama setelah bayi lahir atau sampai anak berusia dua tahun. 1.000 HPK merupakan periode penting yang menjadi fondasi pertumbuhan fisik dan perkembangan anak. Gangguan gizi dan kesehatan pada fase dapat berdampak terhadap pertumbuhan maupun perkembangan kognitif anak dalam jangka panjang. Oleh sebab itu perlu perhatian terhadap 1.000 HPK, seharusnya tidak berhenti pada ibu. Ayah juga perlu mengambil bagian sejak sebelum anak lahir.

Apa yang bisa dilakukan ayah dalam 1.000 HPK?

Peran ayah sebenarnya bisa dimulai jauh sebelum bayi dilahirkan. Pada tahap sebelum kehamilan, pasangan perlu memiliki kesiapan kesehatan yang baik. Pemerintah sendiri menempatkan kesehatan remaja putri serta skrining calon pengantin sebagai bagian dari intervensi awal 1.000 HPK.

Memasuki masa kehamilan, dukungan ayah bisa diwujudkan dengan mendampingi pemeriksaan kehamilan, membantu memastikan kebutuhan gizi ibu terpenuhi, serta ikut mempersiapkan persalinan di fasilitas kesehatan yang aman.

Setelah bayi lahir, keterlibatan itu justru semakin dibutuhkan. Ayah dapat membantu ibu memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama, ikut memastikan jadwal imunisasi terpenuhi, memperhatikan pertumbuhan anak, hingga membantu menyediakan makanan yang sesuai ketika anak mulai mendapatkan makanan pendamping ASI.

Kemenkes juga menekankan pencegahan masalah pertumbuhan tidak hanya berkaitan dengan makanan. Kebersihan lingkungan, pencegahan infeksi, imunisasi, serta stimulasi tumbuh kembang juga menjadi bagian penting dalam menjaga anak selama periode awal kehidupannya.

Ayah bukan hanya pencari nafkah

Selain itu konsep Ayah Siaga menjadi penting, membuat Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mendorong Fatherhood Movement atau Gerakan Keayahan agar ayah terlibat lebih aktif dalam pemenuhan kesehatan anak.

Menurut Dante, peran ayah tidak seharusnya hanya terlihat ketika istri hendak melahirkan. Keterlibatan tersebut perlu diperpanjang sepanjang 1.000 HPK, karena perkembangan otak berlangsung sangat pesat pada usia awal kehidupan.

Gagasan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat program 1.000 HPK untuk menekan stunting sekaligus membantu menurunkan risiko kematian ibu dan bayi.

Artinya, Ayah Siaga bukan berarti ayah harus mengambil alih seluruh peran ibu. Justru sebaliknya, ayah menjadi pasangan yang ikut memastikan kebutuhan ibu dan anak terpenuhi.

Hal sederhana seperti mengingatkan jadwal pemeriksaan, menemani ke fasilitas kesehatan, membantu pekerjaan rumah agar ibu bisa beristirahat, atau meluangkan waktu bermain bersama anak juga menjadi bentuk keterlibatan yang nyata.

1.000 HPK dimulai sebelum bayi lahir

Pentingnya keterlibatan keluarga juga terlihat dari cara pemerintah membagi intervensi 1.000 HPK.

Tahap pertama bahkan berlangsung sebelum kehamilan. Kesehatan remaja dan calon pengantin perlu dipersiapkan agar pasangan memasuki kehamilan dalam kondisi yang lebih baik.

Berikutnya adalah masa kehamilan, persalinan dan bayi baru lahir. Pemeriksaan kehamilan, termasuk pemantauan kondisi ibu dan janin, menjadi bagian penting untuk mendeteksi masalah sedini mungkin.

Setelah bayi lahir, perhatian berlanjut pada ASI, gizi, imunisasi serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan. Ketika memasuki usia enam bulan, kebutuhan nutrisi anak mulai dilengkapi melalui makanan pendamping ASI yang sesuai.

Pada saat yang sama, layanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit juga harus mampu memberikan pelayanan yang dibutuhkan keluarga.

Empat rangkaian intervensi mengungkapkan pencegahan stunting tidak bisa dilakukan hanya ketika anak sudah terlihat mengalami masalah pertumbuhan. Upaya pencegahan harus dimulai sejak sebelum kehamilan dan dijaga secara konsisten sampai anak berusia dua tahun.

Bukan hanya soal makanan

Ada satu hal yang sering luput ketika membicarakan 1.000 HPK, yakni stimulasi dan interaksi dengan anak.

Pemenuhan gizi memang penting, tetapi tumbuh kembang anak juga membutuhkan rangsangan yang sesuai dengan usianya. Interaksi, komunikasi, bermain, serta perhatian orang tua ikut menjadi bagian dari lingkungan yang mendukung perkembangan anak. Kemenkes menilai stimulasi perlu dilakukan sejak awal kehidupan dan dilanjutkan sesuai tahapan tumbuh kembang anak.

Karena,  kehadiran ayah tidak harus selalu diwujudkan dalam bentuk sesuatu yang besar, seperti membacakan cerita, mengajak anak berbicara, bermain, membantu aktivitas sehari-hari, atau tak hanya menyediakan waktu tanpa gangguan pekerjaan bisa menjadi bagian dari keterlibatan tersebut.

Wamen PPPA Veronica Tan sebelumnya juga menyoroti pentingnya quality time antara ayah, ibu dan anak. Menurutnya, kesibukan orang tua dan anak tidak boleh membuat waktu bersama keluarga hilang.

Ia juga mengingatkan pentingnya kembali membiasakan keluarga mengonsumsi masakan rumah sebagai bagian dari pola hidup sehat.

Pesan Ayah Siaga datang dari Kota Bogor

Dorongan agar ayah lebih aktif dalam 1.000 HPK tersebut disampaikan Dante saat kunjungan kerja lintas sektor di Kota Bogor, Jumat (28/8/2026).

Dalam kunjungan itu, rombongan kementerian tidak hanya berdialog mengenai kebijakan. Mereka juga melihat langsung pelayanan kesehatan ibu dan anak di Puskesmas Tanah Sareal.

Sejumlah layanan yang ditinjau meliputi pemeriksaan rutin ibu hamil atau antenatal care (ANC), pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak bawah dua tahun, serta imunisasi bayi.

Rombongan kemudian melihat pelaksanaan tes kebugaran siswa dan pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Anak Sekolah di SMPN 5 Kota Bogor.

Kunjungan tersebut melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Sekretaris Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Imam Machdi serta Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan Ade Kadarisman.

Namun, pesan yang paling dekat dengan kehidupan keluarga justru sederhana: 1.000 HPK bukan proyek ibu seorang diri.

Kesehatan anak dibangun bersama sejak sebelum lahir. Ibu membutuhkan dukungan, bayi membutuhkan gizi dan perlindungan kesehatan, sementara anak membutuhkan stimulasi serta kehadiran orang tua.

Di situlah peran ayah menjadi penting, gerakan Ayah Siaga pada akhirnya bukan hanya tentang hadir ketika keadaan darurat. Lebih dari itu, ayah diharapkan hadir dalam rutinitas kecil yang dilakukan setiap hari agar fondasi kesehatan, gizi dan tumbuh kembang anak terbentuk sejak awal kehidupannya. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Likuiditas Perbankan Mengetat, DPK Bank Sumsel Babel Justru Tumbuh Lebih Cepat dari Kredit

    Likuiditas Perbankan Mengetat, DPK Bank Sumsel Babel Justru Tumbuh Lebih Cepat dari Kredit

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 25
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Likuiditas perbankan nasional mulai menghadapi tekanan pada semester I-2026, meski demikian, kondisi tersebut belum terlihat menekan penghimpunan dana Bank Sumsel Babel (BSB) hingga Juni 2026, tercatat Dana Pihak Ketiga (DPK) BSB mencapai Rp29,43 triliun, atau tumbuh 3,50% secara tahunan, bahkan sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit yang sebesar 3,41%. Kondisi itu membuktikan kemampuan funding Bank […]

  • “Mie Instan Satukan Dunia – Strategi Ekspor Rasa dari Dapur TKW hingga Anak Majikan di Nigeria”

    “Mie Instan Satukan Dunia – Strategi Ekspor Rasa dari Dapur TKW hingga Anak Majikan di Nigeria”

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 506
    • 0Komentar

    DI TENGAH hingar-bingar strategi ekspor produk Indonesia yang digodok lewat forum dagang, neraca perdagangan, dan diplomasi dagang level tinggi, siapa sangka kuncinya justru datang dari sendok plastik di tangan anak majikan?Iya, benar, karena bukan dari menteri, bukan juga dari konsul dagang, tapi melainkan dari mie instan buatan TKW bernama Siti di dapur sempit kontrakan Arab […]

  • Selangkah Lagi Bupati Muba Sandang Gelar Doktor

    Selangkah Lagi Bupati Muba Sandang Gelar Doktor

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.504
    • 0Komentar

    DIAM-diam rupanya Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex Noerdin selangkah lagi bakal menyandang gelar Doktor. Suami Thia Yufada tersebut mengikuti sidang tertutup naskah disertasi di Ruang Sidang Program Pascasarjana FISIP Universitas Padjajaran Gedung A Lantai 2 dan dinyatakan lulus oleh penguji. Di jenjang pendidikan Doktor jurusan Administrasi Publik Program Pascasarjana FISIP Unpad ini, putra […]

  • Update COVID-19 Muba: Bertambah 2 Kasus Sembuh, 6 Positif

    Update COVID-19 Muba: Bertambah 2 Kasus Sembuh, 6 Positif

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 872
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Jumat (11/2/2022) mengkonfirmasi penambahan 2 kasus sembuh dan 6 terkonfirmasi positif. “Ada penambahan 2 kasus sembuh dan 6 terkonfirmasi positif per 11 Februari 2022,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. Sefti merinci, adapun penambahan kasus positif diantaranya kasus 2985 perempuan usia 73 tahun asal Sekayu, […]

  • Dompet Dhuafa Berikan Bantuan Sembako Pada Korban Banjir Bandang Lahat

    Dompet Dhuafa Berikan Bantuan Sembako Pada Korban Banjir Bandang Lahat

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 905
    • 0Komentar

    DOMPET Dhuafa Sumatera Selatan, bergerak cepat memberikan bantuan pada korban banjir bandang yang menimpa warga Kecamatan Pulau Pinang, Gumay Talang, Kikim Timur, Peseksu dan Kecamatan Lahat, di Kabupaten Lahat, yang terjadi, Kamis (9/1/2020) dini hari. Dompet Dhuafa Sumsel yang mengutus Jimmi Porwanto, Derry Pangestu Ramadhan dan Faqih Robbani, menyerahkan bantuan berupa sembako, mulai dari beras, […]

  • Wawako Palembang Ingatkan Prokes, Bazar Ramadan Selalu Ramai Dikunjungi

    Wawako Palembang Ingatkan Prokes, Bazar Ramadan Selalu Ramai Dikunjungi

    • calendar_month Senin, 11 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 835
    • 0Komentar

    MESKIPUN kondisi pandemi telah mengalami penurunan, Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda mengingatkan kepada pengunjung pasar bazar murah yang diadakan Pemerintah kota Palembang melalui Dinas Perdagangan untuk tetap patuh menjalankan protokol kesehatan. Hal ini terlihat saat Wakil Walikota memonitor j kegiatan bazar yang ke- 6 di Kecamatan Kemuning. Menurutnya tingkat kesadaran masyarakat akan patuh protokol kesehatan […]

expand_less
WordPress Archive Give – Braintree Gateway Give – CCAvenue Gateway Give – Constant Contact Give – ConvertKit Give – Currency Switcher Give – Email Reports Give – Fee Recovery Give – Form Field Manager Give – Gift Aid Give – GoCardless Gateway