Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Rapat Singkat di Palembang, Dampaknya Bisa Bertahun-Tahun

Rapat Singkat di Palembang, Dampaknya Bisa Bertahun-Tahun

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
  • visibility 476
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI Indonesia, rapat sering kali seperti sinetron kejar tayang, episodenya panjang, ceritanya muter-muter, ending-nya menggantung. Namun Rapat Koordinasi pelaksanaan Sensus Sosial Ekonomi dan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)  dipimpin Wali Kota Palembang Ratu Dewa justru memilih jalur sebaliknya, singkat, to the point, dan kalau serius dijalankan, efeknya bisa lebih panjang dari umur baliho kampanye.

“Seluruh kementerian yang kami koordinasikan menekankan pentingnya data statistik sebagai dasar kebijakan,” ujar Ratu Dewa, (Rabu 21/1/2026).

Kalimat ini terdengar normatif, tapi maknanya seperti peringatan keras jangan lagi bikin kebijakan pakai feeling, apalagi pakai katanya.

Mari jujur, pemerintah kita tidak kekurangan data. Yang sering kurang itu keberanian memakai data apa adanya. Banyak angka tampil gagah di slide presentasi, tapi ciut nyalinya ketika harus dijadikan dasar keputusan.

Padahal, data itu bukan benda mati, sebab dibalik satu angka kemiskinan ada cerita dapur yang kadang berasnya pas-pasan. Dibalik satu indikator perumahan ada atap bocor yang cuma ditampung ember.

Kalau datanya salah, pasti jadinya kebijakan bisa terasa seperti obat keras, niatnya menyembuhkan, eh malah  efek sampingnya ke mana-mana. kebiasaan ini memang kerap terjadi.

Atas dasar itulah DTSEN hadir untuk merapikan kekacauan. Ia mencoba menyatukan data yang selama ini tercerai-berai, supaya negara tidak lagi gagap membaca warganya sendiri.

Rakor ini memang tidak menghabiskan waktu berjam-jam, tapi jangan salah tafsir. Singkat di ruang rapat justru berarti panjang di lapangan. Nah, Ratu Dewa menegaskan masih dibutuhkan pembekalan lanjutan dari BPS Provinsi agar sensus berjalan optimal.

Bahkan Pemkot Palembang berencana menggelar forum group discussion (FGD) dengan camat dan lurah. Ini bukan sekadar acara kumpul-kumpul ber-AC, melainkan alarm  pendataan tidak bisa diserahkan pada formulir semata.

Camat dan lurah adalah saksi hidup kondisi wilayah. Mereka tahu mana warga yang kelihatannya aman, tapi dompetnya sering megap-megap di akhir bulan. Mereka tahu mana rumah yang tampak layak, tapi penghuninya hidup serba menahan.

Akhiri era kebijakan “katanya”

Salah satu penyakit kronis kebijakan publik adalah terlalu percaya pada “katanya.” Katanya bantuan sudah tepat sasaran, terus katanya data sudah valid. Katanya masyarakat puas, dengan  masalahnya, “katanya” jadi sering tidak punya bukti selain keyakinan pribadi.

Kepala BPS Provinsi Sumatera Selatan, Moh Wahyu Yulianto, menegaskan  data mutakhir sangat penting untuk menggambarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat Palembang saat ini.

“Kita terus bersinergi agar data yang dihasilkan bisa dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.

Oleh sebab itu, BPS dalam hal ini bukan tukang hitung angka semata, mereka seperti rem tangan guna memastikan laju kebijakan tidak kebablasan karena asumsi.

Kerap kali data diperlakukan seperti lemari arsip,  rapi, terkunci, dan dibuka hanya saat ada tamu penting. Padahal data itu seharusnya seperti peta di perjalanan jauh dibuka terus, dicek ulang, dan jadi penentu arah.

Ratu Dewa menyebutkan  data hasil sensus dan DTSEN akan menjadi referensi OPD, mulai dari Dinas Sosial, Perkimtan, Bappeda Litbang, hingga dinas teknis lainnya.

Hal ini sangat penting, agar kebijakan tidak seperti orkestra tanpa dirigen,  masing-masing main sendiri, tapi suaranya tabrakan.

Jadi, dibalik istilah statistik dan indikator itu, sebenarnya ada pesan  yang jarang disadari, yaitu mendata warga dengan benar adalah bentuk kepedulian paling dasar dari negara.

Apalagi negara yang rajin mendata itu berarti negara mau repot, mau turun, mau peduli, bahkan mau melihat kenyataan apa adanya.

Sebab, kalau satu nama saja yang tidak tercatat, berarti satu keluarga yang terus terlewat dari bantuan. Sebaliknya, satu data yang tepat bisa menjadi pembuka jalan hidup yang lebih layak.

Mari kita refleksi, rapat itu boleh singkat, tapi dampaknya jangan ikut juga singkat, bisa sia-sia. Angka juga boleh dingin, tapi kebijakan harus hangat dan menyentuh.

Rakor DTSEN di Palembang tujuan akhrinya sebenarnya tak lain untuk pembangunan dan itu juga tidak boleh lagi berbasis kira-kira.

Kalau data sudah benar dan dipakai dengan jujur, kebijakan tidak lagi terasa jauh dari warga. Dan semoga, ke depan, masyarakat Palembang tidak lagi bertanya, “Kenapa saya tidak kebagian?” melainkan cukup berkata, “Akhirnya negara datang juga.” (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 449 Warga Binaan Lapas Kelas II A Banyuasin Dapat Remisi

    449 Warga Binaan Lapas Kelas II A Banyuasin Dapat Remisi

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.260
    • 0Komentar

    SEBANYAK 449 warga binaan Lapas Kelas II A Banyuasin dan Lapas Narkotika Kelas II B Banyuasin, Senin (17/8/2020) mendapat remisi khusus HUT Kemerdekaan RI ke 75 tahun 2020. Ke 449 warga binaan yang mendapat remisi tersebut terdiri dari pidana Khusus Narkotika dan Pidana Umum. Penyerahan surat keputusan remisi tersebut diserahkan secara langsung oleh Bupati Banyuasin […]

  • Wawako Palembang Minta Jangan Membeli Berlebihan, Pemkot Kembali Gelar Bazar Ramadhan

    Wawako Palembang Minta Jangan Membeli Berlebihan, Pemkot Kembali Gelar Bazar Ramadhan

    • calendar_month Rabu, 13 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 978
    • 0Komentar

    BAZAR murah Ramadhan, Rabu (13/4/2022) yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang di Jalan Urip Sumaharjo Kelurahan 2 Ilir Kecamatan Ilir Timur (IT) 2, kembali diserbu warga. Bazar Ramadhan yang dipusatkan, di lapangan Tugu Garuda Komplek TNI Ajendam ini, juga dimanfaatkan TNI bersama keluarga berburu sembako murah. Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda menghimbau warga untuk tidak […]

  • IPAL Sei- Selayur Ditargetkan Rampung 2022, Ini Harapan Walikota

    IPAL Sei- Selayur Ditargetkan Rampung 2022, Ini Harapan Walikota

    • calendar_month Rabu, 4 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.364
    • 0Komentar

    PROYEK pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Selayur, di Jalan Dr Sutami, Kelurahan Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni, Palembang, segera dimulai. Ini setelah secara resmi dilakukan ground breaking  pembangunan IPAL tersebut, Rabu (4/11/2020). Proyei IPAL Selayur ini mendapat dana hibah senilai 45 juta dolar atau 450 miliar dari pemerintah Australia. Total dana untuk pembangunan IPAL senilai […]

  • Sekda Berharap HATHI Mampu Selamatkan Air Sungai Musi

    Sekda Berharap HATHI Mampu Selamatkan Air Sungai Musi

    • calendar_month Selasa, 9 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.323
    • 0Komentar

    Bersama-sama bersinergi dalam bidang sumber daya air

  • Agustus, Diperkirakan Harga Cabai dan Bawang Merah Normal

    Agustus, Diperkirakan Harga Cabai dan Bawang Merah Normal

    • calendar_month Selasa, 27 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 781
    • 0Komentar

    HARGA cabai merah, cabai kriting, dan bawang merah diprediksi segera kembali normal pada Agustus 2021 mendatang. Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan harga bahan-bahan pokok (bapok) di Jawa dan Beli relatif stabil, hanya cabai keriting, cabai merah besar, dan bawang merah yang naik. “Untuk wilayah Jawa–Bali dibanding pekan lalu, harga rata-rata cabai merah keriting naik […]

  • Pelonggaran Kebijakan Pakai Masker Bukan Berarti jadi Bebas Beraktivitas Tanpa Masker

    Pelonggaran Kebijakan Pakai Masker Bukan Berarti jadi Bebas Beraktivitas Tanpa Masker

    • calendar_month Sabtu, 21 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 570
    • 0Komentar

    PELONGGARAN kebijakan pakai masker bukan berarti jadi bebas beraktivitas tanpa masker. Baiknya kita tetap Pakai Masker, khususnya saat: beraktivitas di luar ruangan dengan banyak orang berada di dalam ruangan termasuk dalam kelompok rentan (seperti lansia atau memiliki penyakit komorbid) saat mengalami gejala batuk dan pilek Berbagai informasi mengenai COVID-19 tersedia di https://covid19.go.id dan https://s.id/infovaksin #PakaiMasker #CepatVaksin  

expand_less
WordPress Archive Discount Rules for WooCommerce Discussion – News Portal WordPress Theme Discy - Social Questions and Answers WordPress Theme Disency Creative Digital Agency Elementor Template Kit Dishify – Restaurant WordPress Theme Disho – Grocery Store Elementor Template Kit Disrupt – Tech Startup Business Elementor Template Kit Distance Radius Add-on for WordPress Ditek – Digital Agency Creative Portfolio WordPress Theme Diva – Organic Vegetables & Fruits Elementor Template Kit