Rabu, 23 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Indonesia Kekurangan 65 Ribu Dokter Spesialis, Ini 25 Prodi PPDS Hospital-Based yang Dibuka

Indonesia Kekurangan 65 Ribu Dokter Spesialis, Ini 25 Prodi PPDS Hospital-Based yang Dibuka

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
  • visibility 24
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Kekurangan dokter spesialis masih menjadi salah satu persoalan dalam pemerataan layanan kesehatan di Indonesia. Kebutuhan itu tidak hanya terjadi di kota besar, tetapi juga terasa di berbagai daerah yang masih terbatas dalam mendapatkan layanan dokter spesialis.

Pemerintah memperkirakan Indonesia masih membutuhkan sekitar 65.000 dokter spesialis. Salah satu upaya yang kini diperluas adalah pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit atau PPDS hospital-based.

Pada tahap pertama 2026, sebanyak 25 program studi dokter spesialis disiapkan melalui skema tersebut. Program ini menarik perhatian karena pendidikan tidak hanya diarahkan untuk menambah jumlah dokter spesialis, tetapi juga disiapkan untuk membantu mengisi kebutuhan tenaga medis di daerah prioritas, termasuk wilayah 3T.

Bagi dokter yang sedang mencari informasi mengenai PPDS hospital-based, ada beberapa hal penting yang perlu diketahui, mulai dari konsep pendidikannya, pilihan bidang spesialis, rumah sakit penyelenggara hingga pola penempatan setelah lulus.

Apa Itu PPDS Hospital-Based?

PPDS hospital-based merupakan pendidikan dokter spesialis yang diselenggarakan langsung di rumah sakit yang telah ditetapkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan sebagai Penyelenggara Utama (RSPPU).

Dalam skema ini, rumah sakit menjadi tempat utama berlangsungnya pendidikan sekaligus pelayanan. Penyelenggaraannya tetap dilakukan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi dan kolegium untuk memastikan standar pendidikan serta kompetensi lulusan tetap terjaga.

Model tersebut menjadi salah satu alternatif untuk memperluas kapasitas pendidikan dokter spesialis. Program RSPPU sendiri telah mulai dikembangkan sejak 2024 dan sebelumnya telah berjalan di enam rumah sakit.

Dengan tambahan 25 prodi pada tahap pertama 2026, jumlah program PPDS RSPPU yang telah tersedia menjadi 31 prodi.

25 Prodi Dokter Spesialis yang Dibuka

Sebanyak 25 prodi baru pada tahap pertama 2026 terdiri dari 11 prodi spesialis dasar dan 14 prodi rumpun Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi (KJSU) serta spesialis unggulan lainnya.

Untuk kelompok spesialis dasar, bidang yang tersedia antara lain:

  • Anestesiologi dan Terapi Intensif
  • Obstetri dan Ginekologi
  • Radiologi
  • Ilmu Penyakit Dalam
  • Ilmu Kesehatan Anak
  • Ilmu Bedah

Sementara kelompok KJSU dan spesialis unggulan mencakup sejumlah bidang seperti:

  • Bedah Saraf
  • Bedah Thorax Kardiovaskuler
  • Urologi
  • Jantung dan Pembuluh Darah
  • Kedokteran Nuklir
  • Kesehatan Mata
  • Orthopaedi dan Traumatologi

Dengan cakupan tersebut, pilihan PPDS hospital-based tidak hanya berada pada spesialis dasar, tetapi juga mencakup bidang yang membutuhkan fasilitas dan layanan khusus.

Rumah Sakit Mana Saja yang Menjadi Tempat Pendidikan?

Program baru tersebut diselenggarakan di sejumlah rumah sakit pendidikan yang tersebar di berbagai daerah.

Untuk Anestesiologi dan Terapi Intensif, misalnya, program tersedia di RSUP Fatmawati, RS Ortopedi Prof. Dr. Soeharso Surakarta, dan RSU Hermina Depok.

Bidang Obstetri dan Ginekologi tersedia di RSAB Harapan Kita dan RSIA Bunda Jakarta. Sementara Radiologi dibuka di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, RSUP Persahabatan, dan RSUP Dr. M. Djamil.

Untuk Ilmu Penyakit Dalam dan Ilmu Kesehatan Anak, pendidikan diselenggarakan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Adapun Ilmu Bedah tersedia di RSUD dr. Iskak Tulungagung.

Pada bidang KJSU dan spesialis unggulan, Bedah Saraf tersedia di RS Pusat Otak Nasional dan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.

Kemudian Bedah Thorax Kardiovaskuler tersedia di RSUP H. Adam Malik dan RSUD Dr. Saiful Anwar. Urologi dibuka di RSUD Dr. Moewardi serta RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah.

Program Jantung dan Pembuluh Darah tersedia di RSUP Dr. Mohammad Hoesin, RSU Murni Teguh Memorial Hospital, dan RSUD dr. Soedarso.

Sementara Kedokteran Nuklir tersedia di RSUP Dr. Kariadi, Kesehatan Mata di Jakarta Eye Centre (JEC) Kedoya, serta Orthopaedi dan Traumatologi di RSD dr. Soebandi, RSPAD Gatot Soebroto, dan RS Islam Jakarta Cempaka Putih.

Dokter dari Daerah Jadi Sasaran Utama

Hal yang membedakan program ini bukan hanya tempat pendidikannya. Pemerintah juga memberikan perhatian pada persoalan distribusi dokter spesialis setelah menyelesaikan pendidikan.

Putra-putri daerah menjadi salah satu sasaran yang mendapat keberpihakan dalam program tersebut. Penempatan kerja setelah pendidikan dirancang sejak awal untuk membantu mengisi kekosongan dokter spesialis di wilayah yang masuk dalam prioritas nasional.

Pendekatan ini penting karena persoalan dokter spesialis di Indonesia bukan semata-mata soal jumlah. Dokter yang tersedia juga perlu tersebar sesuai kebutuhan masyarakat.

Dengan demikian, pendidikan berbasis rumah sakit diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan baru, tetapi ikut memperkuat layanan kesehatan di wilayah yang selama ini masih kekurangan tenaga spesialis.

Sembilan Perguruan Tinggi Menjadi Mitra

Meski pendidikan berlangsung di rumah sakit, perguruan tinggi tetap memiliki peran dalam penyelenggaraan PPDS hospital-based.

Sebanyak sembilan perguruan tinggi negeri menjadi mitra dalam 25 prodi baru tersebut, yaitu UNAIR, UNPAD, UNS, UNDIP, UNHAS, USU, UNUD, UB, dan UI.

Rumah sakit, perguruan tinggi, dan kolegium bekerja sama agar proses pendidikan tetap memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan.

Kapan Seleksi PPDS Hospital-Based Dibuka?

Untuk 25 prodi baru tahap pertama 2026, seleksi peserta dijadwalkan mulai diluncurkan pada 3 September 2026.

Perluasan program juga belum berhenti. Pemerintah menargetkan tambahan 30 program studi spesialis pada tahap kedua untuk memperoleh izin penyelenggaraan pada Oktober 2026.

Tahap kedua tersebut direncanakan terdiri dari 13 prodi spesialis dasar dan 17 prodi dalam rumpun KJSU.

Dengan bertambahnya jalur pendidikan berbasis rumah sakit, pilihan bagi dokter yang ingin melanjutkan ke pendidikan spesialis pun semakin luas.

Namun, bagi calon peserta, bukan hanya nama prodi yang perlu diperhatikan. Lokasi rumah sakit pendidikan, bidang yang tersedia, perguruan tinggi mitra, serta rencana penempatan setelah lulus juga menjadi informasi penting sebelum menentukan pilihan. (****)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tangani COVID-19, Pemkot Palembang Alokasikan Dana Senilai Rp116 Miliar

    Tangani COVID-19, Pemkot Palembang Alokasikan Dana Senilai Rp116 Miliar

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 924
    • 0Komentar

    Guna menangani COVID-19 yang tengah melanda saat ini, Pemerintah Kota Palembang mengalokasikan dana senilai Rp116 miliar.     WALIKOTA Palembang H Harnojoyo dalam rapat gugus tugas penanganan percepatan Covid-19, di Rumah Dinas Walikota Palembang, Kamis (2/3/2020). “Dana Rp 116 Miliar tersebut, dari hasil pergeseran anggaran DAK, APBD Dana Hibah sosial sifatnya merupakan keperluan yang tidak […]

  • Lebaran Makin Berkah!, Tunjangan Profesi Guru PAI Rp828 Miliar Segera Cair

    Lebaran Makin Berkah!, Tunjangan Profesi Guru PAI Rp828 Miliar Segera Cair

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 829
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Lebaran semakin dekat, dan kabar baik datang bagi para guru serta pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah. Pemerintah memastikan tunjangan profesi bagi mereka akan dicairkan sebelum Idulfitri 1446 H. Tak tanggung-tanggung, anggaran lebih dari Rp828,1 miliar telah disiapkan untuk membayar tunjangan selama dua bulan, yakni Januari dan Februari 2025. Ini menjadi angin […]

  • Calon Wabup OKI Supriyanto Diduga Ancam dan Ajak Sweeping Anggota PSHT yang Berbeda Pilihan

    Calon Wabup OKI Supriyanto Diduga Ancam dan Ajak Sweeping Anggota PSHT yang Berbeda Pilihan

    • calendar_month Rabu, 13 Nov 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.846
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Calon Wakil Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) dari pasangan nomor urut 02, Supriyanto, menuai sorotan publik setelah pernyataan kontroversialnya tersebar. Supriyanto diduga mengancam akan “menyelesaikan” anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang tidak mendukung pasangan calon 02, Muchendi Mahzareki-Supriyanto. Dalam sebuah kegiatan di Desa Gading Raja, Pedamaran Timur, Rabu (6/11/2024), Supriyanto dikabarkan menginstruksikan […]

  • Di Balik Panti, Ada Revolusi Pangan

    Di Balik Panti, Ada Revolusi Pangan

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 827
    • 0Komentar

    PANTI sosial biasanya tak masuk daftar lokasi wisata, apalagi tempat studi banding buat urusan pangan, namun belakangan, satu panti di Palembang sukses bikin orang mengernyitkan dahi lalu tersenyum, bukan karena lelenya tak cuma berenang, tapi seolah bisa ngobrol, lalu ayam berkokok bukan sekadar alarm, tapi ada sinyal perubahan, bahkan menyimpan asa, karena ada revolusi kecil […]

  • Frank van Kempen & Cetak Biru Garuda Muda

    Frank van Kempen & Cetak Biru Garuda Muda

    • calendar_month Minggu, 6 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 957
    • 0Komentar

    INDONESIA akhirnya serius, tak lagi sekadar gonta-ganti pelatih demi memuaskan netizen seminggu, kini PSSI menggaet Frank van Kempen, sosok dari Belanda yang bukan hanya paham taktik, tapi juga terbiasa membentuk fondasi. Bukan fondasi stadion, tapi fondasi sistem dan karakter pemain muda, bukan sekadar soal menang turnamen U-20, tapi tentang meletakkan batu pertama agar Garuda Muda […]

  • 7 Jenis Jamu Khas Indonesia Untuk Tingkatkan Imunitas Tubuh

    7 Jenis Jamu Khas Indonesia Untuk Tingkatkan Imunitas Tubuh

    • calendar_month Senin, 11 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 5.052
    • 0Komentar

    Indonesia.go.id

expand_less
WordPress Archive PathWell | Senior Care WordPress Theme PatioTime – Restaurant WordPress Theme Patker – Pet Care and Veterinary WordPress Theme Patte – Pet Care & Pet Shop WordPress Theme Pause – Blog & Magazine Elementor Template Kit Pawly – Responsive Pet Store WooCommerce Theme Pawsh | Pet Care Services WordPress Theme Pawsy – Pet Care & Veterinary Elementor Template Kit Payday Loans – Banking, Loan Business and Finance WordPress Theme PayLane Secure Form Gateway for WooCommerce