Selasa, 13 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Indonesia Kekurangan 65 Ribu Dokter Spesialis, Ini 25 Prodi PPDS Hospital-Based yang Dibuka

Indonesia Kekurangan 65 Ribu Dokter Spesialis, Ini 25 Prodi PPDS Hospital-Based yang Dibuka

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
  • visibility 35
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Kekurangan dokter spesialis masih menjadi salah satu persoalan dalam pemerataan layanan kesehatan di Indonesia. Kebutuhan itu tidak hanya terjadi di kota besar, tetapi juga terasa di berbagai daerah yang masih terbatas dalam mendapatkan layanan dokter spesialis.

Pemerintah memperkirakan Indonesia masih membutuhkan sekitar 65.000 dokter spesialis. Salah satu upaya yang kini diperluas adalah pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit atau PPDS hospital-based.

Pada tahap pertama 2026, sebanyak 25 program studi dokter spesialis disiapkan melalui skema tersebut. Program ini menarik perhatian karena pendidikan tidak hanya diarahkan untuk menambah jumlah dokter spesialis, tetapi juga disiapkan untuk membantu mengisi kebutuhan tenaga medis di daerah prioritas, termasuk wilayah 3T.

Bagi dokter yang sedang mencari informasi mengenai PPDS hospital-based, ada beberapa hal penting yang perlu diketahui, mulai dari konsep pendidikannya, pilihan bidang spesialis, rumah sakit penyelenggara hingga pola penempatan setelah lulus.

Apa Itu PPDS Hospital-Based?

PPDS hospital-based merupakan pendidikan dokter spesialis yang diselenggarakan langsung di rumah sakit yang telah ditetapkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan sebagai Penyelenggara Utama (RSPPU).

Dalam skema ini, rumah sakit menjadi tempat utama berlangsungnya pendidikan sekaligus pelayanan. Penyelenggaraannya tetap dilakukan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi dan kolegium untuk memastikan standar pendidikan serta kompetensi lulusan tetap terjaga.

Model tersebut menjadi salah satu alternatif untuk memperluas kapasitas pendidikan dokter spesialis. Program RSPPU sendiri telah mulai dikembangkan sejak 2024 dan sebelumnya telah berjalan di enam rumah sakit.

Dengan tambahan 25 prodi pada tahap pertama 2026, jumlah program PPDS RSPPU yang telah tersedia menjadi 31 prodi.

25 Prodi Dokter Spesialis yang Dibuka

Sebanyak 25 prodi baru pada tahap pertama 2026 terdiri dari 11 prodi spesialis dasar dan 14 prodi rumpun Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi (KJSU) serta spesialis unggulan lainnya.

Untuk kelompok spesialis dasar, bidang yang tersedia antara lain:

  • Anestesiologi dan Terapi Intensif
  • Obstetri dan Ginekologi
  • Radiologi
  • Ilmu Penyakit Dalam
  • Ilmu Kesehatan Anak
  • Ilmu Bedah

Sementara kelompok KJSU dan spesialis unggulan mencakup sejumlah bidang seperti:

  • Bedah Saraf
  • Bedah Thorax Kardiovaskuler
  • Urologi
  • Jantung dan Pembuluh Darah
  • Kedokteran Nuklir
  • Kesehatan Mata
  • Orthopaedi dan Traumatologi

Dengan cakupan tersebut, pilihan PPDS hospital-based tidak hanya berada pada spesialis dasar, tetapi juga mencakup bidang yang membutuhkan fasilitas dan layanan khusus.

Rumah Sakit Mana Saja yang Menjadi Tempat Pendidikan?

Program baru tersebut diselenggarakan di sejumlah rumah sakit pendidikan yang tersebar di berbagai daerah.

Untuk Anestesiologi dan Terapi Intensif, misalnya, program tersedia di RSUP Fatmawati, RS Ortopedi Prof. Dr. Soeharso Surakarta, dan RSU Hermina Depok.

Bidang Obstetri dan Ginekologi tersedia di RSAB Harapan Kita dan RSIA Bunda Jakarta. Sementara Radiologi dibuka di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, RSUP Persahabatan, dan RSUP Dr. M. Djamil.

Untuk Ilmu Penyakit Dalam dan Ilmu Kesehatan Anak, pendidikan diselenggarakan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Adapun Ilmu Bedah tersedia di RSUD dr. Iskak Tulungagung.

Pada bidang KJSU dan spesialis unggulan, Bedah Saraf tersedia di RS Pusat Otak Nasional dan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.

Kemudian Bedah Thorax Kardiovaskuler tersedia di RSUP H. Adam Malik dan RSUD Dr. Saiful Anwar. Urologi dibuka di RSUD Dr. Moewardi serta RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah.

Program Jantung dan Pembuluh Darah tersedia di RSUP Dr. Mohammad Hoesin, RSU Murni Teguh Memorial Hospital, dan RSUD dr. Soedarso.

Sementara Kedokteran Nuklir tersedia di RSUP Dr. Kariadi, Kesehatan Mata di Jakarta Eye Centre (JEC) Kedoya, serta Orthopaedi dan Traumatologi di RSD dr. Soebandi, RSPAD Gatot Soebroto, dan RS Islam Jakarta Cempaka Putih.

Dokter dari Daerah Jadi Sasaran Utama

Hal yang membedakan program ini bukan hanya tempat pendidikannya. Pemerintah juga memberikan perhatian pada persoalan distribusi dokter spesialis setelah menyelesaikan pendidikan.

Putra-putri daerah menjadi salah satu sasaran yang mendapat keberpihakan dalam program tersebut. Penempatan kerja setelah pendidikan dirancang sejak awal untuk membantu mengisi kekosongan dokter spesialis di wilayah yang masuk dalam prioritas nasional.

Pendekatan ini penting karena persoalan dokter spesialis di Indonesia bukan semata-mata soal jumlah. Dokter yang tersedia juga perlu tersebar sesuai kebutuhan masyarakat.

Dengan demikian, pendidikan berbasis rumah sakit diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan baru, tetapi ikut memperkuat layanan kesehatan di wilayah yang selama ini masih kekurangan tenaga spesialis.

Sembilan Perguruan Tinggi Menjadi Mitra

Meski pendidikan berlangsung di rumah sakit, perguruan tinggi tetap memiliki peran dalam penyelenggaraan PPDS hospital-based.

Sebanyak sembilan perguruan tinggi negeri menjadi mitra dalam 25 prodi baru tersebut, yaitu UNAIR, UNPAD, UNS, UNDIP, UNHAS, USU, UNUD, UB, dan UI.

Rumah sakit, perguruan tinggi, dan kolegium bekerja sama agar proses pendidikan tetap memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan.

Kapan Seleksi PPDS Hospital-Based Dibuka?

Untuk 25 prodi baru tahap pertama 2026, seleksi peserta dijadwalkan mulai diluncurkan pada 3 September 2026.

Perluasan program juga belum berhenti. Pemerintah menargetkan tambahan 30 program studi spesialis pada tahap kedua untuk memperoleh izin penyelenggaraan pada Oktober 2026.

Tahap kedua tersebut direncanakan terdiri dari 13 prodi spesialis dasar dan 17 prodi dalam rumpun KJSU.

Dengan bertambahnya jalur pendidikan berbasis rumah sakit, pilihan bagi dokter yang ingin melanjutkan ke pendidikan spesialis pun semakin luas.

Namun, bagi calon peserta, bukan hanya nama prodi yang perlu diperhatikan. Lokasi rumah sakit pendidikan, bidang yang tersedia, perguruan tinggi mitra, serta rencana penempatan setelah lulus juga menjadi informasi penting sebelum menentukan pilihan. (****)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diberi Gelar Adat Minangkabau

    Diberi Gelar Adat Minangkabau

    • calendar_month Kamis, 17 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.230
    • 0Komentar

    PENGURUS Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kabupaten Musi Banyuasin Periode 2022 – 2026 sekaligus acara Pengukuhan Gelar Kehormatan dari adat Minangkabau kepada Plt Bupati Muba Beni Hernedi. Hal tersebut terungkap dalam Rapat yang dipimpin Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Muba Drs Syafaruddin dan dihadiri oleh beberapa perwakilan Perangkat Daerah Pemkab Muba, bertempat di Ruang Rapat Serasan […]

  • Rawan Banjir, Palembang Anggarkan Dana untuk Normalisasi Saluran Air di Pipa Reja

    Rawan Banjir, Palembang Anggarkan Dana untuk Normalisasi Saluran Air di Pipa Reja

    • calendar_month Rabu, 19 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.124
    • 0Komentar

      PEMERINTAH Kota Palembang menganggarkan dana Rp1,5 miliar guna melakukan normalisasi saluran air sepanjang 1,5 kilometer menyusul  Kelurahan Pipa Reja, Kecamatan Kemuning kerap mengalami banjir. “Hari ini kita mengunjungi tempat ini untuk memastikan kawasan ini harus bebas banjir,” kata Fitrianti Agustinda saat meninjau langsung kawasan rawan banjir di Jalan Supersemar, Kelurahan Pipa Reja, kemarin. Fitri […]

  • Permintaan Produk Kopi RI Meningkat, KBRI Kairo Fasilitasi Pelaku Usaha Kopi

    Permintaan Produk Kopi RI Meningkat, KBRI Kairo Fasilitasi Pelaku Usaha Kopi

    • calendar_month Kamis, 6 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.330
    • 0Komentar

    DALAM upaya meningkatkan volume ekspor Indonesia ke Mesir, KBRI Kairo menfasilitasi transaksi dagang kopi antara pelaku usaha Indonesia dengan pengusaha Mesir di Ruang Utama KBRI Kairo (04/01/2022). Duta Besar Indonesia untuk Mesir, Lutfi Rauf dalam sambutannya menekankan pentingnya para pelaku usaha untuk menjaga kualitas dan ketersediaan produksi kopi, karena permintaan akan produk kopi Indonesia di Mesir […]

  • Update COVID-19 Muba: Bertambah 24 Kasus Sembuh, 4 Positif

    Update COVID-19 Muba: Bertambah 24 Kasus Sembuh, 4 Positif

    • calendar_month Minggu, 15 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 900
    • 0Komentar

    GUGUS -Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Minggu (15/8/2021) mengkonfirmasi penambahan 24 kasus sembuh dan 4 terkonfirmasi positif COVID-19. “Ada penambahan 24 kasus sembuh dan 4 terkonfirmasi positif COVID-19 per 15 Agustus 2021,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. Sefti merinci, adapun penambahan kasus positif diantaranya kasus 2707 Laki-laki usia 50 tahun […]

  • Tekan Pandemi Covid, Kemenhub Gelar Vaksinasi Massal Antisipasi Libur Nataru

    Tekan Pandemi Covid, Kemenhub Gelar Vaksinasi Massal Antisipasi Libur Nataru

    • calendar_month Senin, 8 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 741
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Darat menggelar kegiatan Vaksinasi Massal di Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Vaksinas massal itu ditinjau langsung Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Minggu (7/11), di Balai Desa Argomulyo, Kabupaten Bantul. Kegiatan Vaksinasi Massal ini merupakan bagian dari rangkaian acara Pekan Nasional Keselamatan Jalan (PNKJ) Tahun 2021 yang diselenggarakan di Yogyakarta. […]

  • Gandeng KPK, Pemkot Palembang Serius Maksimalkan Pendapatan Daerah

    Gandeng KPK, Pemkot Palembang Serius Maksimalkan Pendapatan Daerah

    • calendar_month Kamis, 22 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.456
    • 0Komentar

    “Kita bersama para wajib pajak di Kota Palembang, mulai dari hotel, restoran dan usaha hiburan didampingi tim Koordinasi Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) KPK, menggelar sosialisasi pentingnya pajak terhadap pembangunan daerah,”

expand_less
WordPress Archive PathWell | Senior Care WordPress Theme PatioTime – Restaurant WordPress Theme Patker – Pet Care and Veterinary WordPress Theme Patte – Pet Care & Pet Shop WordPress Theme Pause – Blog & Magazine Elementor Template Kit Pawly – Responsive Pet Store WooCommerce Theme Pawsh | Pet Care Services WordPress Theme Pawsy – Pet Care & Veterinary Elementor Template Kit Payday Loans – Banking, Loan Business and Finance WordPress Theme PayLane Secure Form Gateway for WooCommerce