Rabu, 4 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Indonesia Kekurangan 65 Ribu Dokter Spesialis, Ini 25 Prodi PPDS Hospital-Based yang Dibuka

Indonesia Kekurangan 65 Ribu Dokter Spesialis, Ini 25 Prodi PPDS Hospital-Based yang Dibuka

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
  • visibility 43
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Kekurangan dokter spesialis masih menjadi salah satu persoalan dalam pemerataan layanan kesehatan di Indonesia. Kebutuhan itu tidak hanya terjadi di kota besar, tetapi juga terasa di berbagai daerah yang masih terbatas dalam mendapatkan layanan dokter spesialis.

Pemerintah memperkirakan Indonesia masih membutuhkan sekitar 65.000 dokter spesialis. Salah satu upaya yang kini diperluas adalah pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit atau PPDS hospital-based.

Pada tahap pertama 2026, sebanyak 25 program studi dokter spesialis disiapkan melalui skema tersebut. Program ini menarik perhatian karena pendidikan tidak hanya diarahkan untuk menambah jumlah dokter spesialis, tetapi juga disiapkan untuk membantu mengisi kebutuhan tenaga medis di daerah prioritas, termasuk wilayah 3T.

Bagi dokter yang sedang mencari informasi mengenai PPDS hospital-based, ada beberapa hal penting yang perlu diketahui, mulai dari konsep pendidikannya, pilihan bidang spesialis, rumah sakit penyelenggara hingga pola penempatan setelah lulus.

Apa Itu PPDS Hospital-Based?

PPDS hospital-based merupakan pendidikan dokter spesialis yang diselenggarakan langsung di rumah sakit yang telah ditetapkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan sebagai Penyelenggara Utama (RSPPU).

Dalam skema ini, rumah sakit menjadi tempat utama berlangsungnya pendidikan sekaligus pelayanan. Penyelenggaraannya tetap dilakukan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi dan kolegium untuk memastikan standar pendidikan serta kompetensi lulusan tetap terjaga.

Model tersebut menjadi salah satu alternatif untuk memperluas kapasitas pendidikan dokter spesialis. Program RSPPU sendiri telah mulai dikembangkan sejak 2024 dan sebelumnya telah berjalan di enam rumah sakit.

Dengan tambahan 25 prodi pada tahap pertama 2026, jumlah program PPDS RSPPU yang telah tersedia menjadi 31 prodi.

25 Prodi Dokter Spesialis yang Dibuka

Sebanyak 25 prodi baru pada tahap pertama 2026 terdiri dari 11 prodi spesialis dasar dan 14 prodi rumpun Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi (KJSU) serta spesialis unggulan lainnya.

Untuk kelompok spesialis dasar, bidang yang tersedia antara lain:

  • Anestesiologi dan Terapi Intensif
  • Obstetri dan Ginekologi
  • Radiologi
  • Ilmu Penyakit Dalam
  • Ilmu Kesehatan Anak
  • Ilmu Bedah

Sementara kelompok KJSU dan spesialis unggulan mencakup sejumlah bidang seperti:

  • Bedah Saraf
  • Bedah Thorax Kardiovaskuler
  • Urologi
  • Jantung dan Pembuluh Darah
  • Kedokteran Nuklir
  • Kesehatan Mata
  • Orthopaedi dan Traumatologi

Dengan cakupan tersebut, pilihan PPDS hospital-based tidak hanya berada pada spesialis dasar, tetapi juga mencakup bidang yang membutuhkan fasilitas dan layanan khusus.

Rumah Sakit Mana Saja yang Menjadi Tempat Pendidikan?

Program baru tersebut diselenggarakan di sejumlah rumah sakit pendidikan yang tersebar di berbagai daerah.

Untuk Anestesiologi dan Terapi Intensif, misalnya, program tersedia di RSUP Fatmawati, RS Ortopedi Prof. Dr. Soeharso Surakarta, dan RSU Hermina Depok.

Bidang Obstetri dan Ginekologi tersedia di RSAB Harapan Kita dan RSIA Bunda Jakarta. Sementara Radiologi dibuka di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, RSUP Persahabatan, dan RSUP Dr. M. Djamil.

Untuk Ilmu Penyakit Dalam dan Ilmu Kesehatan Anak, pendidikan diselenggarakan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Adapun Ilmu Bedah tersedia di RSUD dr. Iskak Tulungagung.

Pada bidang KJSU dan spesialis unggulan, Bedah Saraf tersedia di RS Pusat Otak Nasional dan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.

Kemudian Bedah Thorax Kardiovaskuler tersedia di RSUP H. Adam Malik dan RSUD Dr. Saiful Anwar. Urologi dibuka di RSUD Dr. Moewardi serta RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah.

Program Jantung dan Pembuluh Darah tersedia di RSUP Dr. Mohammad Hoesin, RSU Murni Teguh Memorial Hospital, dan RSUD dr. Soedarso.

Sementara Kedokteran Nuklir tersedia di RSUP Dr. Kariadi, Kesehatan Mata di Jakarta Eye Centre (JEC) Kedoya, serta Orthopaedi dan Traumatologi di RSD dr. Soebandi, RSPAD Gatot Soebroto, dan RS Islam Jakarta Cempaka Putih.

Dokter dari Daerah Jadi Sasaran Utama

Hal yang membedakan program ini bukan hanya tempat pendidikannya. Pemerintah juga memberikan perhatian pada persoalan distribusi dokter spesialis setelah menyelesaikan pendidikan.

Putra-putri daerah menjadi salah satu sasaran yang mendapat keberpihakan dalam program tersebut. Penempatan kerja setelah pendidikan dirancang sejak awal untuk membantu mengisi kekosongan dokter spesialis di wilayah yang masuk dalam prioritas nasional.

Pendekatan ini penting karena persoalan dokter spesialis di Indonesia bukan semata-mata soal jumlah. Dokter yang tersedia juga perlu tersebar sesuai kebutuhan masyarakat.

Dengan demikian, pendidikan berbasis rumah sakit diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan baru, tetapi ikut memperkuat layanan kesehatan di wilayah yang selama ini masih kekurangan tenaga spesialis.

Sembilan Perguruan Tinggi Menjadi Mitra

Meski pendidikan berlangsung di rumah sakit, perguruan tinggi tetap memiliki peran dalam penyelenggaraan PPDS hospital-based.

Sebanyak sembilan perguruan tinggi negeri menjadi mitra dalam 25 prodi baru tersebut, yaitu UNAIR, UNPAD, UNS, UNDIP, UNHAS, USU, UNUD, UB, dan UI.

Rumah sakit, perguruan tinggi, dan kolegium bekerja sama agar proses pendidikan tetap memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan.

Kapan Seleksi PPDS Hospital-Based Dibuka?

Untuk 25 prodi baru tahap pertama 2026, seleksi peserta dijadwalkan mulai diluncurkan pada 3 September 2026.

Perluasan program juga belum berhenti. Pemerintah menargetkan tambahan 30 program studi spesialis pada tahap kedua untuk memperoleh izin penyelenggaraan pada Oktober 2026.

Tahap kedua tersebut direncanakan terdiri dari 13 prodi spesialis dasar dan 17 prodi dalam rumpun KJSU.

Dengan bertambahnya jalur pendidikan berbasis rumah sakit, pilihan bagi dokter yang ingin melanjutkan ke pendidikan spesialis pun semakin luas.

Namun, bagi calon peserta, bukan hanya nama prodi yang perlu diperhatikan. Lokasi rumah sakit pendidikan, bidang yang tersedia, perguruan tinggi mitra, serta rencana penempatan setelah lulus juga menjadi informasi penting sebelum menentukan pilihan. (****)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Putuskan Dugaan Ujaran Kebencian, Kominfo Blokir 20 Konten

    Putuskan Dugaan Ujaran Kebencian, Kominfo Blokir 20 Konten

    • calendar_month Rabu, 21 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.047
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika telah melakukan langkah tegas dan cepat menyikapi dugaan ujaran kebencian melalui platform digital. Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi menyatakan Kementerian Kominfo telah mengajukan pemblokiran atas 20 konten di akun Youtube milik Paul Zhang. “Per hari ini, 20 April 2021, telah dilakukan takedown pada 20 konten di Youtube terkait ujaran kebencian […]

  • Perluas Jaringan, PT Pertamina Lubricants Laksanakan Kerjasama

    Perluas Jaringan, PT Pertamina Lubricants Laksanakan Kerjasama

    • calendar_month Selasa, 6 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.734
    • 0Komentar

    SEBAGAI upaya untuk terus mendekatkan produk pelumas Pertamina kepada konsumen dan masyarakat Indonesia sekaligus sebagai langkah strategis untuk memperlebar jaringan outlet, PT Pertamina Lubricants, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang mengelola usaha pelumas otomotif dan industri domestik dan internasional menjalin kerja sama dengan outlet Mr. Montir, jaringan nasional bengkel dan toko servis untuk sepeda motor. […]

  • 1 PDP di Muba dikabarkan Meninggal Dunia

    1 PDP di Muba dikabarkan Meninggal Dunia

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 896
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Covid-19 Kabupaten Musi Banyuasin, Kamis (25/6/2020) mengkonfirmasi satu orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjenis kelamin perempuan usia 52 tahun di RSUD Sekayu meninggal dunia pada Rabu (24/6/2020) pukul 22:30 WIB dengan Comorbid DM. Sebelumnya, PDP tersebut telah mendapatkan perawatan dan isolasi sejak 20 Juni 2020 Comorbid DM. “Jenazah dimakamkan sesuai protokol pemakaman Covid-19,” […]

  • Kata-kata mutiara bisa jadi renungan

    Kata-kata mutiara bisa jadi renungan

    • calendar_month Rabu, 5 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.992
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Hujan turun di sore hari adalah kejadian umum yang sering terjadi di beberapa wilayah. Sore hari adalah salah satu waktu di mana perubahan suhu dan kondisi atmosfer sering terjadi, dan ini bisa mempengaruhi terjadinya hujan. Berikut adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan hujan turun di sore hari: Siklus Panas dan Pendinginan: Sore hari […]

  • Resep Ikan Asin Kuah Santan, Gurih Pedas dengan Bumbu Sederhana yang Bikin Rasanya Naik Kelas

    Resep Ikan Asin Kuah Santan, Gurih Pedas dengan Bumbu Sederhana yang Bikin Rasanya Naik Kelas

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 52
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Ikan asin tidak harus selalu digoreng sampai kering. Dengan santan dan racikan bumbu sederhana, ikan asin bisa diolah menjadi lauk berkuah yang gurih, pedas, dan aromanya lebih kaya. Cara membuatnya pun tidak rumit. Yang perlu diperhatikan justru saat mengolah ikan asin dan santannya, supaya rasa asin tetap pas dan kuah tidak pecah. Bahan-bahan […]

  • HUT RI ke-75, Begini Cara Kabupaten Banyuasin Isi Kemerdekaan

    HUT RI ke-75, Begini Cara Kabupaten Banyuasin Isi Kemerdekaan

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.244
    • 0Komentar

    UPACARA Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 75 tahun 2020 diselenggarakan Pemkab Banyuasin di halaman Kantor Bupati Banyuasin, Senin (17/8/2020). Upacara berlangsung sederhana dan Khitmad dengan peserta terbatas serta tetap menggunakan protokol kesehatan. Bertindak sebagai inspektur upacara Bupati  H Askolani, SH MH, Komandan upacara Kapten Inf Hasidin. Ketua DPRD Irian Setiawan membaca pembukaan UUD 1945 […]

expand_less
WordPress Archive PathWell | Senior Care WordPress Theme PatioTime – Restaurant WordPress Theme Patker – Pet Care and Veterinary WordPress Theme Patte – Pet Care & Pet Shop WordPress Theme Pause – Blog & Magazine Elementor Template Kit Pawly – Responsive Pet Store WooCommerce Theme Pawsh | Pet Care Services WordPress Theme Pawsy – Pet Care & Veterinary Elementor Template Kit Payday Loans – Banking, Loan Business and Finance WordPress Theme PayLane Secure Form Gateway for WooCommerce