Selasa, 29 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » “Wisuda Oma-Opa, Bukan Sekadar Seremonial, Tapi Harus Jadi Gerakan Nasional”

“Wisuda Oma-Opa, Bukan Sekadar Seremonial, Tapi Harus Jadi Gerakan Nasional”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
  • visibility 869
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Gubernur Sumatera Selatan, Pak Herman Deru, barengan sama Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga yang juga bos besar di BKKBN Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd (nama dan gelarnya panjang kayak kereta api), resmi meluncurkan Sekolah Standar (S2) Nurul Persada plus ngerayain Wisuda Akbar Sekolah Lansia di Kabupaten Ogan Ilir. Acaranya digelar penuh semangat dan senyum-senyum manis di Aula Caram Seguguk, kawasan Kantor Pemerintahan Tanjung Senai, Selasa siang (15/4/2025), dengan 275 oma-opa kece yang siap diwisuda!, keren  dan cukup unik…!!.

Melihat itu, jangan bilang juga  yang pantas pakai toga itu cuma anak-anak muda yang baru wisuda sarjana? buktinya di Ogan Ilir, 275 lansia tampil kece badai dengan balutan jubah kebesaran dan semangat  45 berkobar-kobar,  Mereka diwisuda dari Sekolah Lansia Tangguh. Digagas oleh BKKBN dan didukung Gubernur Sumatera Selatan, momen ini bukan cuma bikin haru, tapi juga ngasih kita PR besar.

Wisuda ini memang meriah. Tapi jangan-jangan, yang kita rayakan baru kulitnya. Jangan sampai program ini sekadar seremonial yang difoto rame-rame, tapi setelah itu para oma dan opa kembali ke rumah dengan kolesterol naik dan kesepian tak terobati.

Kita patut kasih jempol pada upaya ini. Tapi, jempol ini juga bawa pertanyaan apakah Pemerintah Provinsi Sumsel benar-benar sudah all out memperhatikan para lansia? Atau baru sekadar nyicil perhatian, sebulan sekali saat ada acara?

Jangan salah, bro. Jumlah lansia di Indonesia itu terus naik. Di Sumsel sendiri, angkanya makin menggemaskan. Tapi yang bikin sedih, fasilitas khusus lansia masih selevel sandal jepit gampang putus. Posyandu Lansia? Ada sih, tapi kadang petugasnya lebih tua dari pasiennya. Layanan khusus di rumah sakit? Sering kali lansia mesti ngantri bareng anak-anak muda yang baru keseleo gara-gara main futsal.

Yuk kita tengok Jepang, negara yang sukses bikin lansia bahagia meski pensiun dari pekerjaan. Di sana, lansia masih bisa ikut klub hobi, ikut yoga, sampai belajar ngoding! Negara menyediakan fasilitas publik yang ramah lutut, bukan cuma ramah anggaran proyek. Bahkan ada sistem “poin silaturahmi” orang muda yang bantu lansia dapat insentif negara.

Finlandia juga keren. Lansia di sana dikasih kesempatan jadi relawan, bahkan mentor buat anak-anak muda. Jadi walau umur udah kepala tujuh, kepala mereka tetap diajak mikir dan hati tetap hangat karena dihargai.

Lansia bukan beban negara, tapi penyimpan kenangan dan pengalaman. Mereka itu seperti ensiklopedia berjalan yang sering kali disimpan di rak paling tinggi  jarang dijangkau. Padahal, anak-anak muda bisa belajar banyak dari mereka, mulai dari cara bertahan hidup saat harga beras naik sampai tips menjaga rumah tangga tetap langgeng walau suami hobi main gaple.

Oleh sebab itu, Pemprov Sumsel jangan cuma bangga bikin wisuda lansia. Bikin dong Pusat Aktivitas Lansia yang jalan tiap hari, bukan cuma pas acara. Ada perpustakaan mini, ruang senam jantung, kursus bikin konten TikTok (kenapa nggak?), dan konsultasi gratis soal kesehatan atau hukum waris.

Desa-desa juga bisa dibikin zona ramah lansia trotoar rata, ada bangku-bangku di bawah pohon rindang, dan petugas puskesmas keliling yang datang bukan cuma pas kampanye.Jangan kalah dari anggaran honor influencer yang suka review pempek. Lansia perlu dukungan nyata, bukan cuma nasi kotak dan sertifikat. Biar mereka nggak cuma jadi objek program, tapi juga subjek yang didengar. Buat forum lansia yang bisa kasih masukan soal kebijakan publik. Ajarin mereka pakai WhatsApp, Google Maps, bahkan e-wallet! Biar mereka nggak gampang ketipu dan tetap eksis di grup keluarga.

Program Sekolah Lansia Tangguh dan Wisuda Akbar itu sudah langkah awal yang bagus. Tapi jangan berhenti di tepuk tangan dan poto bareng. Lanjutkan dengan kebijakan nyata yang bikin hari-hari para lansia di Sumsel penuh warna dan arti. Kalau Sumsel bisa jadi pionir zero stunting, kenapa nggak sekalian jadi pionir zero kesepian lansia? Karena membahagiakan lansia itu bukan tugas sosial semata. Itu adalah cara kita menabung masa depan. Ingat, bro, tua itu pasti, tapi bahagia di usia senja itu harus kita perjuangkan bareng-bareng.

Dan dengan toga yang mungkin sedikit longgar tapi semangat yang luar biasa rapat, para lansia Ogan Ilir membuktikan belajar itu tak kenal umur, apalagi semangat hidup. Acara wisuda ini bukan cuma jadi momen haru biru, tapi juga bukti  masa tua bisa tetap ceria asal negara hadir bukan cuma pas mau difoto bareng. Semoga setelah ini, bukan cuma ada Sekolah Lansia, tapi juga ada Kampus Kehidupan yang siap bikin oma-opa tetap aktif, kreatif, dan nggak gampang baper gara-gara kesepian.

Karena kalau anak muda itu masa depan bangsa, maka lansia adalah akar pohonnya. Dan kalau akarnya dirawat baik, Insya Allah bangsa ini nggak gampang tumbang meski diterpa angin politik dan harga cabai.[***]/

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Kenangan Manis H. AW “

    “Kenangan Manis H. AW “

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.422
    • 0Komentar

     Kisah kawan sejati yang kini hilang tinggal kenangan.  Ujang : “Idak disangko ruponyo umur uwong itu katek yang tau yo Kacibob ??? “  Kacibob : “ Iyo nian jang perasaan baru kemaren kito samo-samo !!! “  Ujang : “ Mungkin itulah jalan hidupnyo “  Kacibob : “ Katek lagi rewang maen gap??? “  Ujang : […]

  • Dandim 0406 / Mura Hadiri  Apel Kesiapan Penanggulangan Bencana

    Dandim 0406 / Mura Hadiri  Apel Kesiapan Penanggulangan Bencana

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 980
    • 0Komentar

    DANDIM 0406/MLM Letkol Inf M. A’an Setiawan, S.Sos, M.I.Pol., menghadiri Apel Gelar Pasukan Kesiapan Penanggulangan Bencana Alam yang digelar di Halaman Mapolres Lubuklinggau, Senin (6/1/2020). Menurut Dandim, apel ini sangat diperlukan sebagai bentuk kewaspadaan semua pihak menghadapi sejumlah kemungkinan bencana alam, Meski secara khusus Kota Lubuklinggau tidak termasuk daerah rawan bencana, bukan berarti bencana alam […]

  • Dari Tangerang ke Buriram: Bintang Pranata Sukma dan “Dagelan Serius” di Thailand Talent Cup 2025

    Dari Tangerang ke Buriram: Bintang Pranata Sukma dan “Dagelan Serius” di Thailand Talent Cup 2025

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 801
    • 0Komentar

    KALAU ada pepatah “buah jatuh tak jauh dari pohonnya”, mungkin itu benar buat duren. Tapi buat Bintang Pranata Sukma, pebalap belia binaan Astra Honda Racing School (AHRS), pepatahnya lebih pas begini “anak tanggung dari Tangerang bisa bikin geger Buriram.” Ya betul, bocah 14 tahun ini sukses bikin ribut Chang International Circuit, Thailand, lewat aksinya di […]

  • Pemprov. Sumsel Hapus Denda Pajak Kendaraan, Diberlakukan 1 Agustus 2020

    Pemprov. Sumsel Hapus Denda Pajak Kendaraan, Diberlakukan 1 Agustus 2020

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 842
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Prov.Sumsel menghapus denda pajak kendaraan. Kebijakan ini diberlakukan per 1 Agustus 2020 guna membantu masyarakat terdampak Covid-19. Selain ini kebijakan diberlakukan juga guna menyambut hari kemerdekaan RI, Pemprov Sumsel. “Ya, kita berikan pemutihan denda pajak. Ini akan diberlakukan pada 1 Agustus 2020 mendatang,” kata Gubernur Herman Deru, ketika di wawancara, Kamis (23/7/2020). Menurutnya, penghapusan denda […]

  • “Kami Kawal Real-Time hingga Pulang,” Kemenhaj Tegas soal 282 Jemaah

    “Kami Kawal Real-Time hingga Pulang,” Kemenhaj Tegas soal 282 Jemaah

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI tak mau mengambil risiko dalam mengawal 282 jemaah umrah. Kali ini, pengawasan tidak berhenti pada memastikan jemaah berangkat, tetapi dilakukan secara real-time hingga mereka kembali ke Tanah Air. “Kami akan melakukan pengawasan secara real-time hingga seluruh jemaah berangkat dan kembali ke Tanah Air,” tegas Kepala Subdirektorat Pengawasan […]

  • Ratri/Khalimatus Sumbang Medali Emas Pertama, Sejarah baru bagi Indonesia tercipta di pentas Paralimpiade.

    Ratri/Khalimatus Sumbang Medali Emas Pertama, Sejarah baru bagi Indonesia tercipta di pentas Paralimpiade.

    • calendar_month Minggu, 5 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 658
    • 0Komentar

    SEJARAH baru bagi Indonesia tercipta di pentas Paralimpiade. Untuk pertama kalinya selama mengikuti pesta olah raga kelas dunia antar kaum disabilitas Indonesia akhirnya meraih medali emas. Raihan medali emas perdana kontingen Merah-Putih akhirnya disumbangkan oleh ganda putri SL3-SU5 melalui cabang olah raga para bulu tangkis di Paralimpiade Tokyo 2020 melalui ganda putri, Leani Ratri Oktila/Khalimatus […]

expand_less
WordPress Archive Corpboot – Corporate Website WordPress Theme Corpkit – Business Consulting WordPress Theme Corpo – Corporate Business Elementor Template Kit Corppa – Business & Portfolio Elementor Template Kit CorpTrain | Corporate Training WordPress Theme Corpus – Responsive Corporate WordPress Theme Corredo | Bike Race & Sports Events WordPress Theme Corredo | Motorcycle & Bike Race Sports WordPress Theme Corzo – Consulting WordPress Cosgrove – Medical & Healthcare WordPress Theme