Selasa, 20 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Otomotif » Dari Tangerang ke Buriram: Bintang Pranata Sukma dan “Dagelan Serius” di Thailand Talent Cup 2025

Dari Tangerang ke Buriram: Bintang Pranata Sukma dan “Dagelan Serius” di Thailand Talent Cup 2025

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
  • visibility 813
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU ada pepatah “buah jatuh tak jauh dari pohonnya”, mungkin itu benar buat duren. Tapi buat Bintang Pranata Sukma, pebalap belia binaan Astra Honda Racing School (AHRS), pepatahnya lebih pas begini “anak tanggung dari Tangerang bisa bikin geger Buriram.”

Ya betul, bocah 14 tahun ini sukses bikin ribut Chang International Circuit, Thailand, lewat aksinya di Thailand Talent Cup (TTC) 2025 putaran ketiga. Jangan bayangkan ributnya macam penonton konser dangdut yang rebutan saweran. Ributnya lebih elegan: dua kali podium kedua, nyaris menggeser juara.

Race pertama, Sabtu (23/8), Bintang start dari posisi kelima. Ibarat ikut lomba makan kerupuk, dia memang tak langsung nyosor, tapi sabar dulu biar lawan ngos-ngosan. Hasilnya? Tinggal tancap gas di ujung, dan akhirnya finish kedua dengan jarak tipis, cuma 0,162 detik. Itu jarak yang kalau diukur di warung kopi, setara telat bayar gorengan sebelum disemprit sama emak warung.

Race kedua, Minggu (24/8), Bintang malah start dari grid ke-8. Banyak orang mungkin mikir “Waduh, start di belakang, pasti susah.” Tapi bocah Tangerang ini kayak motor bebek di jalan sempit, suka nyelip-nyelip.

Dia sempat memimpin di beberapa lap terakhir, bikin penonton Thailand mungkin mikir, “Lho, ini anak siapa tiba-tiba nyodok di depan?” Sayangnya, finish lagi-lagi di posisi kedua, kali ini cuma selisih 0,091 detik. Lebih tipis lagi, kayak beda harga cabai di pasar tradisional dan supermarket.

Yang bikin cerita makin rame, Abimanyu Bintang Fermadi juga ikut debut di seri ini. Bocah 13 tahun dari Sleman itu langsung dikasih tanggung jawab menggantikan Ziven Rosul Abiy Salim yang sedang pemulihan pasca operasi patah tulang paha.

Abimanyu start dari posisi 14 di race pertama, finish ke-11. Lumayan, tak nyasar ke pit stop jualan som tam. Race kedua, lebih mantap start dari grid 9, finish di posisi 7 besar, dapat poin pula. Untuk ukuran debutan, itu prestasi. Ibarat murid baru, belum kenal siapa-siapa, tapi sudah bisa rebut kursi paling depan pas guru belum masuk.

Ziven sendiri jangan dilupakan. Meski lagi pemulihan, di dua seri awal Thailand Talent Cup 2025, dia konsisten panen poin. Jadi kalau dirangkum, trio ini mirip boyband balap Indonesia. Bintang sang vokalis utama, Abimanyu si gitaris pendatang baru, dan Ziven sang drummer yang sedang cuti sakit tapi tetap punya beat.

Thailand Talent Cup (TTC) bukan sekadar balapan. Ini ibarat gerbang tol menuju Road to MotoGP. Bedanya, kalau di tol kita siap-siap bayar, di sini justru siap-siap bayar keringat, mental, dan nyalir

Bintang sekarang ada di posisi keempat klasemen dengan 74 poin. Jaraknya 18,5 poin dari pemuncak klasemen. Bagi sebagian orang, angka 18,5 mungkin sama dengan uang bensin motor seminggu. Tapi buat Bintang, itu jarak yang masih bisa disusul. Apalagi masih ada tiga seri lagi Sepang September, Sepang November, dan Buriram November. Kalau konsisten, bukan tidak mungkin dia naik podium utama dan bikin lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang di Thailand.

Yang menarik, ini semua bukan sekadar kisah anak kecil main motor. Ada tangan dingin PT Astra Honda Motor (AHM) lewat Astra Honda Racing School. Mereka seperti petani modern yang menanam bibit unggul, lalu menyiram dengan pelatihan, disiplin, dan jam terbang. Hasilnya? Panen podium di ajang internasional.

Kata Andy Wijaya, General Manager Marketing Planning & Analysis AHM, pihaknya bangga karena semua pebalap muda menunjukkan perkembangan positif. Terjemahannya dalam bahasa dagelan “Lha wong baru belajar pubertas aja, anak-anak ini sudah puber podium.”

Kalau ditanya apa pelajaran dari cerita ini, jawabannya simpel prestasi tak datang tiba-tiba kayak undangan kondangan tetangga. Harus ada proses, latihan, bahkan jatuh-bangun. Bintang Pranata Sukma bisa konsisten podium bukan karena dia kebal angin atau punya jimat dari Tangerang. Tapi karena kerja keras, dukungan tim, dan mental baja.

Pesannya buat anak muda lain? Gaspol boleh, tapi jangan nekat. Kalau balap di jalan raya itu namanya ngerusuhi emak-emak naik motor matic bawa belanjaan sayur. Kalau mau balap, ya di sirkuit, pakai perlengkapan, ada aturan. Itu namanya balapan sehat.

Kisah Bintang Pranata Sukma di Thailand Talent Cup 2025 ini seperti sinetron, baru masuk episode tiga tapi sudah bikin penasaran kelanjutannya. Akankah ia berhasil merebut juara seri berikutnya? Atau malah muncul drama tambahan dari Abimanyu dan Ziven yang bisa mengacak-acak klasemen?

Satu hal yang jelas, trio pebalap muda Indonesia ini bukan sekadar numpang lewat di ajang balap Asia. Mereka sedang menuliskan bab baru bahwa anak-anak Indonesia bisa, dan siap bersaing menuju MotoGP. Dari Tangerang, Sleman, sampai Mandalika, semua bersatu di lintasan internasional.

Kalau pepatah bilang, “berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian,” maka buat Bintang cs, pepatahnya mungkin begini “berlap-lap ke Buriram, berpodium-podium ke Sepang.”

Jadi, mari kita tunggu. Siapa tahu sebentar lagi bukan cuma Bintang yang bersinar, tapi seluruh galaksi pebalap muda Indonesia ikut terang benderang di panggung dunia.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ada One Day One Prison’s Product  Lapas Kelas II B di OKI, Ini Asanya

    Ada One Day One Prison’s Product  Lapas Kelas II B di OKI, Ini Asanya

    • calendar_month Sabtu, 8 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.087
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kayuagung, Reza Meidiansyah Purnama mengatakan “One Day One Prison’s Product merupakan salah satu cara pemasaran dan pengenalan dari produk-produk hasil karya Warga Binaan Lapas Kayuagung kepada masyarakat luas, selain itu dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat menambah Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Lapas Kayuagung yang didapat dari seluruh […]

  • Reds Luncurkan Toko Retail Resmi Kedua di Indonesia

    Reds Luncurkan Toko Retail Resmi Kedua di Indonesia

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.647
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- SURABAYA, INDONESIA [Media OutReach Newswire, 21 Januari 2025] – Liverpool FC terus memperkuat kehadiran internasionalnya di Asia dengan pembukaan resmi toko ritel keduanya di Indonesia.   Legenda LFC Emile Heskey memimpin pembukaan resmi toko ritel resmi baru klub di Surabaya dan menjadi tuan rumah temu & sapa dengan para penggemar pada hari Sabtu 18 […]

  • google fitbit

    Google “Menyerah” pada Protes Pengguna: Tenggat Migrasi Akun Fitbit Diundur Lagi hingga Mei 2026

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Bono
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Google secara resmi memutuskan untuk mengundur tenggat waktu wajib migrasi akun Fitbit ke akun Google. Keputusan ini diambil setelah munculnya gelombang penolakan dari pengguna yang masih enggan mengintegrasikan data kesehatan mereka ke dalam ekosistem raksasa teknologi tersebut.

  • LAMR Adakan Tepuk Tepung Tawar Untuk Wakapolri

    LAMR Adakan Tepuk Tepung Tawar Untuk Wakapolri

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 895
    • 0Komentar

    LEMBAGA Adat Melayu Riau (LAMR) mengadakan tepuk tepung tawar untuk Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen. Pol. Dr. Gatot Eddy Pramono, M.Si, Sabtu mendatang (11/01/2020). Hal ini merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat Riau sekaligus berharap agar Gatot yang baru dilantik sebagai Wakapolri itu dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Ketua Panitia Tepuk Tepung Tawar […]

  • Di Rapat Paripurna DPRD Muba, Begini Kata Plt Bupati

    Di Rapat Paripurna DPRD Muba, Begini Kata Plt Bupati

    • calendar_month Rabu, 21 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 905
    • 0Komentar

    Sebanyak 40 orang di Desa Rimba Ukur Kecamatan Sekayu dan Desa Warga Mulya Kecamatan Plakat Tinggi.

  • Nonton Bareng Film “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” , Wamenparekraf : Simbol Kebangkitan Industri Film Indonesia Ditengah Pandemi

    Nonton Bareng Film “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” , Wamenparekraf : Simbol Kebangkitan Industri Film Indonesia Ditengah Pandemi

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.528
    • 0Komentar

    WAKIL Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo, menghadiri pemutaran film “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” di Epicentrum XXI, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (17/11/2021). Angela mengatakan, kehadiran film produksi Palari Films ini menunjukkan kembali bangkitnya sektor ekonomi kreatif tanah air, khususnya sub sektor film di tengah pandemi […]

expand_less
WordPress Archive Gravity Forms Bulk Actions Pro Gravity Forms Bulk Add Fields Jetsloth – Gravity Forms Collapsible Sections Jetsloth – Gravity Forms Color Picker Jetsloth – Gravity Forms Image Choices Gravity Forms Tooltips JetSmartFilters For Elementor JetStyleManager for Elementor JetTabs For Elementor JetThemeCore For Elementor