Senin, 21 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Wahli Sumsel Sebut Banjir Bukti Buruknya Manajemen Lingkungan Kota Palembang

Wahli Sumsel Sebut Banjir Bukti Buruknya Manajemen Lingkungan Kota Palembang

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 15 Nov 2018
  • visibility 1.356
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG –  Banjir yang melanda hampir seluruh Kota Palembang membuat resah warga, karena  bukan hanya mengganggu kenyamanan aktivitas saja,  namun banjir juga telah menyebabkan kerugian ekonomi dan pendidikan. beberapa sekolah pun terpaksa ikut diliburkan, karena beberapa sekolah ikut terendam menyusul hujan deras yang turun dari Senin (12/11/2018) malam hingga pagi hari.

Akibatnya banjir setinggi 1 meter dibeberapa wilayah juga, terutama  di jalan protokol, seperti di Jalan R. Sukamto (Hotel Al-Furqon – PTC Mall), kendaraan roda 2 dan roda 4 yang melintasi jalan ini terlihat mogok.

Banjir yang terjadi di wilayah Kota Palembang bukan hanya satu kali ini saja terjadi. Permasalahan banjir yang melanda sejumlah kawasan permukiman penduduk dan ruas jalan protokol sudah kerap terjadi. Setelah turun hujan lebat atau lebih dari dua jam bisa dipastikan langsung terjadi banjir, hal ini semakin parah dan memerlukan penanganan serius.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatera Selatan mencatat titik rawan banjir berada di sekitar kolam retensi (tempat penampungan air sementara) dan di wilayah-wilayah sekitar timbunan yang dulunya rawa.

Hairul Sobri, Direktur Eksekutif Walhi Sumatera Selatan dalam siaran persnya, kemarin menjelaskan bahwa banyaknya penimbunan rawa untuk kepentingan properti atau kepentingan bisnis secara leluasa menimbun rawa yang awalnya sebagai tempat resapanair merupakan bentuk-bentuk kebijakan yang bertentangan dengan lingkungan dan tidak mengacu Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), sehingga dampak bencana ekologis, seperti banjir akan terus terjadi.

Palembang sendiri memiliki luas 35.855 Ha yang mayoritasnya topologi Provinsi ini adalah daerah rawa. Namun saat ini hanya menyisakan 2.372 Ha luasan rawa di Kota Palembang .

Selain itu tidak efektifnya keberadaan drainase termasuk kolam retensi akibat kebijakan pemerintah yang lamban menyelesaikan permasalahan banjir di kota Palembang yang telah 11 kali menerima penghargaan Adipura, sungguh ironi. Akibatnya hampir seluruh warga dirugikan akibat bencana ekologis yang terjadi (akumulasi dampak kebijakan yang mengabaikan aspek lingkungan hidup).

“Palembang seharusnya ada 77 kolam retensi di Kota Palembang untuk badan tampungan air,sekarang hanya ada 26 kolam retensi yang tersisa1,”katanya.

Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan yang tidak sesuaidengan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dan Pelanggaran Tata Ruang merupakan dampak utama banjir.

Minimnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) juga menjadi faktor penyebab banjir ketika Palembang diguyur hujan, karena terganggunya sistem distribusi air.

Di dalam Undang – Undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, perencanaan tata ruang wilayah kota harus memuat rencana penyediaan dan pemanfaatan ruang terbukahijau yang luas minimalnya sebesar 30% dari luas wilayah kota.

Saat ini, RTH di Kota Palembang sendiri hanya 3.645 Ha saja dari kewajiban yang seharusnya 10.756 Ha. Jika pemerintah berorientasi pada solusi penyelesaian permasalahan banjir yang terjadi, maka diperlukan perhatian lebih kepada faktor penyebab secara komprehensif.

“Aspek-aspek lingkungan perkotaan seperti perluasan RTH, memulihkan serta menjaga area rawa yang tersisa, memperbaiki sistem drainase dan memastikan fungsi kolam retensi berjalan dengan baik, serta dengan tegas pemerintah harus memastikan tidak ada lagi proses pembangunan dilakukan tanpa ada KLHS dan AMDAL (dokumen lingkungan hidup). Karena kita ketahui bersama proses dokumen lingkungan hidup terkadang hanya bersifat formalitas semata,”urainya.

Sebelumnya Walikota Palembang, Harnojoyo mengungkapkan, agar masyarakat Palembang untuk bersabar.

“Warga dihimbau tetap melaksanakan gotong royong, sebab sampah tidak pernah habisnya, terutama di sungai- sungai, saluran air, rawa-rawa tetap dibersihkan agar air lancar,”pesannya.

Dia berharap agar semua warga Palembang menjaga kebersihan, sebab banjir memang tidak bisa dihindari, karena letak topography Palembang ini 53% rawa.[**]

Penulis : One

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkatkan Ekonomi IKM, BBI Terus Digemahkan

    Tingkatkan Ekonomi IKM, BBI Terus Digemahkan

    • calendar_month Jumat, 24 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 518
    • 0Komentar

    PEMERINTAH konsisten mengampanyekan pembelian dan penggunaan produk dalam negeri untuk mendongkrak pertumbuhan industri Tanah Air, khususnya Industri Kecil dan Menengah (IKM) sehingga Bangga Buatan Indonesia terus digemahkan. Kampanye itu, merupakan wujud pelaksanaan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), yang dilatarbelakangi semangat untuk membangkitkan gairah pelaku usaha IKM melalui pemanfaatan teknologi dan digitalisasi bisnis. “Melalui […]

  • 2-Rapat Konsultasi TP PKK

    TP. PKK Sumsel Evaluasi dan Integrasikan Program Kerja Antar Daerah

    • calendar_month Rabu, 23 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.153
    • 0Komentar

    Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP. PKK) Provinsi Sumatera Selatan menggelar rapat konsultasi bersama seluruh ketua dan anggota TP. PKK Kabupaten/Kota se-Sumsel guna mengevaluasi dan mengintregrasikan program kerja antar daerah.

  • Cara Begini Dilakukan OKI untuk Makmurkan Masjid

    Cara Begini Dilakukan OKI untuk Makmurkan Masjid

    • calendar_month Jumat, 10 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 995
    • 0Komentar

    Pemkab OKI terus melakukan penguatan program bidang keagamaan guna memudahkan akses publik, terutama dalam mencari informasi mengenai rumah ibadah khususnya Masjid. Hal itu disampaikan Pemkab OKI melalui Bagian Kesra Setda OKI meluncurkan Aplikasi “SE-Masjid”, Jum’at (10/12/2021). Visi Kabupaten Ogan Komering Ilir salah satunya mewujudkan Ogan Komering Ilir yang Maju, Mandiri dan Sejahtera berlandaskan iman dan […]

  • BMKG Kembangkan Sistem Inovasi Layanan Informasi Meteorologi Penerbangan & Maritim

    BMKG Kembangkan Sistem Inovasi Layanan Informasi Meteorologi Penerbangan & Maritim

    • calendar_month Rabu, 28 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.076
    • 0Komentar

    KEDEPUTIAN Bidang Meteorologi – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengembangkan Sistem Inovasi Layanan Informasi Meteorologi Penerbangan dan Maritim guna meningkatkan pelayanan informasi cuaca dalam mendukung sektor keselamatan transportasi udara dan laut. Inovasi tersebut yaitu System of Indonesian Aviation (SIAM), Indonesian Weather Information for Shipping (INA-WIS), INA-DRIFT, dan INA-OPSMAR diluncurkan secara resmi oleh Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Jakarta, […]

  • Dukung Pariwisata di Sumut, Kemenhub Bangun 13 Pelabuhan

    Dukung Pariwisata di Sumut, Kemenhub Bangun 13 Pelabuhan

    • calendar_month Rabu, 2 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.445
    • 0Komentar

    DALAM rangkah mendukung kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Danau Toba, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membangun sebanyak 13 pelabuhan penyeberangan yang tersebar di 7 (tujuh) kabupaten di Sumatera Utara (Sumut). Pembangunan pelabuhan itu di Kabupaten Toba (4 pelabuhan), Kab. Samosir (4 pelabuhan), Kab. Simalungun (1 pelabuhan), Kab. Tapanuli Utara (1 pelabuhan), Kab. Humbang Hasundutan (1 pelabuhan), Kab. […]

  • Sumbar Bakal Punya Geopark

    Sumbar Bakal Punya Geopark

    • calendar_month Kamis, 22 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.778
    • 0Komentar

    MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan, salah satu program unggulan yang akan dikembangkan di Sumatra Barat adalah geopark. Geopark sendiri merupakan sebuah kawasan bentang panorama alam yang memiliki unsur sifat kebumian istimewa, termasuk nilai arkeologi, ekologi, dan budaya yang ada di dalamnya. “Dan Bukittinggi sebagai destinasi unggulan dan […]

expand_less
WordPress Archive YITH Globe | Hi-Tech WordPress E-Commerce Theme YITH Google Product Feed for WooCommerce Premium YITH Infinite Scrolling Premium YITH Iris | Interior Design WordPress Theme YITH Kidshop | A Creative Kid|s E-Commerce Theme YITH Live Chat Premium YITH Multiple Shipping Addresses for WooCommerce Premium YITH Panarea | Restaurant and Food WordPress Theme YITH Panthea | Minimal WooCommerce Theme YITH Payment Method Restrictions for WooCommerce Premium