Selasa, 3 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Kabar Greenpeace Indonesia : Lagi-Lagi Batu Bara

Kabar Greenpeace Indonesia : Lagi-Lagi Batu Bara

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 14 Jan 2022
  • visibility 2.316
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

BARU dua minggu tahun 2022 berjalan, sektor energi Indonesia sudah gonjang-ganjing.

Pemerintah memutuskan menutup lalu membuka kembali keran ekspor batu bara hanya dalam hitungan hari. Sebelumnya PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyebut kekurangan pasokan batu bara untuk bahan baku listrik dalam negeri yang bisa menyebabkan pemadaman yang luas di Indonesia.

Momen ini seharusnya menjadi titik di mana Indonesia lebih serius lagi menggarap 417,8 giga watt potensi energi terbarukan. Karena transisi energi pasti perlu waktu dan kita tidak punya banyak waktu untuk itu.

 

“Keputusan pencabutan larangan ekspor itu menguntungkan oligarki batu bara karena mereka bisa menjual batu bara ke pasar domestik dengan harga lebih tinggi dan mendorong jumlah ekspor batu bara,” ujar Tata Mutasya, Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia.

Apa konsekuensinya? Subsidi yang lebih besar pada batu bara dan listrik akan dibutuhkan untuk membeli batu bara harga pasar.

Padahal analisis World Bank dalam laporan “Indonesia Economic Prospects (IEP), Dec 2021: A Green Horizon Toward a High Growth and Low Carbon Economy” menyebutkan reformasi subsidi batu bara, bahan bakar, dan listrik adalah hal yang dibutuhkan dalam transisi rendah karbon di Indonesia – selain masuknya investasi swasta pada sektor energi bersih.

 

Ketergantungan Indonesia dan Asia Tenggara secara umum pada batu bara akan memperparah krisis iklim di regional dan global. Apalagi jika mengingat ongkos tinggi yang harus dibayar pada lingkungan dan manusia sebagai dampak produksi batu bara itu sendiri, tambah Tata.

Nyatanya, sumbangan emisi GRK pembangkit listrik dan batu bara terus meningkat dari tahun ke tahun di Indonesia.

Laporan Kementerian ESDM bertajuk “Inventarisasi Emisi GRK Bidang Energi Tahun 2020” mencatat pada tahun 2019 total emisi GRK dari kategori industri produsen energi hampir 280.000 Gg CO2e yang berasal dari tiga subkategori, yaitu pembangkit listrik, kilang minyak, dan pengolahan batu bara. Emisi pada kategori ini mengalami peningkatan rata-rata sebesar 7,13% per tahun.

Angka ini harus ditekan jika pemerintah Indonesia serius dalam upaya penanganan krisis iklimnya. Apalagi kita semakin dekat dengan tenggat target NDC di tahun 2030 untuk mengurangi emisi GRK 29% dengan usaha sendiri dan 41% dengan dukungan internasional.

Yuk, suarakan kebutuhanmu akan energi bersih dan terbarukan sekarang!

Salam hijau damai,

Greenpeace Indonesia

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa MMTC, Kreativitas Dorong Industri Gim Lokal

    Mahasiswa MMTC, Kreativitas Dorong Industri Gim Lokal

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.428
    • 0Komentar

    DI SELA riuh rendah GameTech Exhibition yang digelar di MMTC Yogyakarta baru-bari ini,  kreativitas mahasiswa seakan meledak di setiap sudut. Dari animasi yang mengundang tawa, sampai gim yang sarat pesan budaya, pameran ini memperlihatkan wajah baru industri gim Indonesia: polos, lincah, dan penuh kejutan dari generasi muda. Cerita tentang animasi “Ikan Mas” yang mengangkat nilai […]

  • Setiap Rumah yang Berdiri Sebagai Mesin Ekonomi Mini & Memutar Roda UMKM Lokal

    Setiap Rumah yang Berdiri Sebagai Mesin Ekonomi Mini & Memutar Roda UMKM Lokal

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 866
    • 0Komentar

    KALAU membicarakan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal terakhir yang mencapai 5,12%, jangan cuma mikir angka-angka di layar TV atau laporan statistik. Coba pikirkan seandainya pertumbuhan itu kayak mobil balap F1 yang melesat, tapi mesinnya bukan cuma bahan bakar, ada juga kru, ban cadangan, bahkan tukang cuci helm pembalap. Di dunia nyata, salah satu “mesin” paling handal […]

  • Mengenal Bea Cukai dari Sekolah, Bukan Hanya Urusan Barang Masuk dan Keluar Negeri

    Mengenal Bea Cukai dari Sekolah, Bukan Hanya Urusan Barang Masuk dan Keluar Negeri

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 60
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Sebagian pelajar, Bea Cukai mungkin masih identik dengan pelabuhan, pemeriksaan barang, atau urusan keluar-masuk barang dari luar negeri, bahkan ada yang tak tahu sama sekali dengan lembaga milik negara itu. Padahal, ruang kerja di balik institusi ini jauh lebih luas. Ada aturan perdagangan yang perlu dipahami, penerimaan negara yang harus dijaga, hingga peredaran […]

  • Cinta Buta Bikin Petaka 2 Sejoli Ini, Mau Tahu ?

    Cinta Buta Bikin Petaka 2 Sejoli Ini, Mau Tahu ?

    • calendar_month Sabtu, 9 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.338
    • 0Komentar

    JATUH cinta itu seharusnya bikin orang bahagia, bahkan dunia pun dianggap miliki mereka berdua, tinggal dimana yang lain..? [ngontrakah?]. Bahkan, Almarhum Gombloh pun dalam lirik lagu pun bilang “Kalau cinta sudah melekat, tahi kucing rasa coklat”…he..he..itu katanya. Kreatif memang almarhum saat itu, wajar album tersebut di era 80-90 an meledak.. Tapi jika orang dimabuk cinta […]

  • Agar Tepat Sasaran, Wabup OKI Ajak Tokoh Masyarakat & Ulama ‘Plototin’ Penggunaan Dandes

    Agar Tepat Sasaran, Wabup OKI Ajak Tokoh Masyarakat & Ulama ‘Plototin’ Penggunaan Dandes

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 946
    • 0Komentar

    WAKIL Bupati OKI H. M. Djakfar Shodiq mengajak warga masyarakat desa untuk mengawal Kepala Desa dalam memanfaatkan dana desa. “Untuk Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan warga desa agar Pak Kadesnya selalu dipantau, karena siapa lagi yang mau menasehati Pak Kades kalau bukan ulama dan tokoh masyarakat,” ujar Shodiq usai melantik lima Kades terpilih Kecamatan Mesuji […]

  • Rumah Restorative Justice

    Rumah Restorative Justice

    • calendar_month Jumat, 17 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 700
    • 0Komentar

    RUMAH Restorative Justice akhirnya hadir di Kabupaten Musi Banyuasin tepatnya di Kelurahan Balai Agung Kecamatan Sekayu.Kehadiran rumah restorative justice ini  dilaunching serentak bersama Kabupaten Banyuasin, Muara Enim, Pali, Pagar Alam, Ogan Ilir, dan OKU Timur oleh Plt Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan Drs Muhammad Naim SH, secara virtual yang dipusatkan di Desa Langkan Kabupaten […]

expand_less
WordPress Archive Unicase – Electronics Store WooCommerce Theme Unicka – Hair Styling & Beauty Salon WordPress Theme Unico – Multipurpose WordPress Theme Unicon | Design-Driven Multipurpose Theme Unicoz – Elementor WooCommerce Theme Unione – University Elementor Template Kit Unipix – University Education WordPress Theme + RTL Unique Hover Effects – VC Addon UnityPress – Community Club WordPress Theme Univero | Education LMS & Courses WordPress Theme