Sabtu, 31 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Dapur Cegah Stunting, Resep ala Sumsel untuk Generasi “Anti Kerdil”

Dapur Cegah Stunting, Resep ala Sumsel untuk Generasi “Anti Kerdil”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
  • visibility 916
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, -Kalau masa depan bangsa diibaratkan tumpeng, maka generasi anak-anak kita adalah nasinya. Bayangkan kalau nasinya pera, hambar, bahkan kurang matang gara-gara kokinya cuek ya bubar sudah pesta rakyatnya. Begitulah kira-kira urgensi soal gizi anak dan bahaya stunting yang kini bukan lagi momok di kolong kasur, tapi sudah nyata di tengah-tengah dapur rumah tangga Indonesia.

Maka tak heran kalau Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, H. Wihaji, sampai turun langsung ke dapur secara harfiah meninjau program Makan Bergizi Gratis (MBG) di 32 Ilir Palembang, ditemani oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru,  Selasa, (15/04/2025).

Ini bukan sekadar blusukan ala sinetron, tapi memang perlu, sebab dari panci-panci itulah nasib anak negeri sedang direbus perlahan.Kata Pak Wihaji, kunci utama mencegah stunting itu ya dimulai dari “hulunya” alias dari ibu hamil. Karena kalau kita ibaratkan anak itu tanaman, maka ibunya adalah ladang.

Tanaman bagus tak mungkin tumbuh di tanah yang kekeringan atau kelebihan hama. Begitu pula bayi, tak akan sehat kalau si ibu hamil cuma ngudap kerupuk dan teh manis tiga kali sehari.

Gubernur Sumsel sendiri mengakui  program MBG ini bukan hanya penting, tapi juga harus higienis, terdistribusi dengan baik, dan terutama konsisten. Ia berharap agar stunting di Sumsel bisa ditekan hingga ke angka nol. Target ambisius? Iya. Tapi ya kita harus mulai dari dapur dulu, bukan dari seminar ber-AC dan tumpukan makalah berdebu.

Kalau kita intip provinsi atau kabupaten yang sudah sukses, Sumedang patut dijadikan panutan. Kabupaten ini jadi primadona nasional dalam penanganan stunting. Bukan pakai jampi-jampi, tapi lewat kolaborasi, data digital, dan pendekatan yang ngena ke akar rumput. Bahkan World Bank sampai tepuk tangan.

Bahkan kalau kita berani meneropong lebih jauh lagi, negara-negara macam Korea Selatan dan Norwegia sudah sejak lama menjadikan gizi sebagai urusan negara, bukan sekadar urusan dapur rumah tangga.

Anak-anak di sana makan salmon dan brokoli, bukan mie instan pedas level 5 atau kerupuk pink seribu lima. Mereka diajarkan soal pentingnya nutrisi, bahkan sejak usia TK. Bukan cuma soal tinggi badan, tapi soal kecerdasan dan daya saing.

Lantas bagaimana dengan Sumsel?. Langkah sudah tepat. Tapi jangan berhenti di pembagian nasi kotak dan pantauan satu-dua posko. Dapur ini harus hidup terus. Jangan cuma wangi pas difoto, tapi setelah itu kompornya mati.

Jangan pula kegiatan MBG ini cuma jadi ajang selfie pejabat dan ajang live Instagram. Karena masa depan anak-anak ini nggak bisa ditentukan oleh jumlah like, tapi oleh jumlah zat besi dan protein yang masuk ke tubuh mereka. Oleh sebab itu pemerintah dan semua pemangku kepentingan jangan cuma kasih makan, tapi juga edukasi dengan masif lagi. Ibu hamil harus tahu kenapa mereka butuh protein, bukan sekadar kenyang.

Libatkan warga sekitar maksudnya jangan semua dibebankan ke pemerintah. Tetangga, RT, kader PKK, sampai tukang sayur harus dilibatkan. Awasi distribusi jangan sampai ada yang main “peras wajan”, alias dana MBG habis di jalan, anak-anak cuma kebagian nasi dingin dan jangan seasonal, karena stunting itu urusan harian, bukan proyek pencitraan.

Kita tak bisa lagi menunda atau menganggap stunting sebagai “urusan nanti-nanti”. Ini seperti kalau kran bocor di rumah, kalau dibiarkan, lama-lama air habis, tagihan melonjak, dan tetangga kebanjiran. Maka peran semua pihak, dari kepala daerah sampai Ketua RT, dari Puskesmas hingga petugas dapur MBG, harus nyetel seperti orkes dangdut,  sinkron, semangat, dan bergizi.

Bahkan anak-anak kita adalah pewaris negeri ini. Kalau mereka tumbuh dengan tubuh kerdil dan otak tak optimal karena gizi yang tak memadai, maka negeri ini akan jalan di tempat seperti motor kehabisan bensin di tanjakan. Oleh sebab itu jaga dapur-dapur ini tetap hangat. Jangan biarkan anak-anak kita tumbuh seperti kerupuk kena air lemas, letoy, dan kehilangan kerenyahan masa depan. Kalau Sumsel mau jadi pelopor zero stunting. Karena, generasi masa depan bukan dibentuk dari pidato dan baliho semata, tapi dari nasi, lauk, dan sayur yang masuk ke perut anak-anak. [***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diklat Calon Kasek Sumsel Pertama di Indonesia

    Diklat Calon Kasek Sumsel Pertama di Indonesia

    • calendar_month Jumat, 22 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.157
    • 0Komentar

    Kepala LPPKS Indonesia/Solo, Prof Nunuk Suryani mengakui komitmen pemerintah provinsi Sumsel sangat tinggi terhadap dunia pendidikan di Sumsel. Hal itu dikatakannya pada acara Pembukaan Calon Kepala Sekolah SMA/SMK se-Sumatera Selatan Angkatan II di Aula Putri Kembang Dadar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Sumsel.

  • CATATAN KAKI : “Seragam Loreng untuk Si Tukang Bolos”, [Palembang Wacanakan Pendidikan Gaya Barak untuk Siswa Nakal?]

    CATATAN KAKI : “Seragam Loreng untuk Si Tukang Bolos”, [Palembang Wacanakan Pendidikan Gaya Barak untuk Siswa Nakal?]

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 969
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  – Pendidikan militer untuk siswa nakal? Wah, kalau ada yang bilang ini bisa bikin siswa jadi tentara cilik, sepertinya mereka terlalu cepat menarik kesimpulan. Tapi, Pemerintah Kota Palembang ternyata sedang serius mengkaji ide yang satu ini. Walau kedengarannya seperti plot film laga yang penuh aksi, kebijakan ini masih dalam tahap evaluasi. Wali Kota Palembang, […]

  • Walikota Bahas 11 Program Kerja  dengan FKP & Ketua DPRD Palembang

    Walikota Bahas 11 Program Kerja  dengan FKP & Ketua DPRD Palembang

    • calendar_month Senin, 8 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 794
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang membahas [konsultasi] mengenai 11 program kerja dengan Forum Konsultasi Publik (FKP), rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Palembang tahun 2022 terus dilakukan Pemerintah Kota Palembang. “11 program strategis Pemkot Palembang telah disampaikan, baik kepada Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat, kata dia di Rumah Dinas Walikota Jalan Tasik Palembang, senin [8/3/2021]. Harnojoyo […]

  • OKI Mulai Kerjakan Perbaikan Jalan Lebung Batang-Tulung Selapan

    OKI Mulai Kerjakan Perbaikan Jalan Lebung Batang-Tulung Selapan

    • calendar_month Rabu, 25 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 729
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan  Penataan Ruang (PUPR) mulai melaksanakan perbaikan di ruas jalan Lebung Batang – Tulung Selapan. Perbaikan ruas jalan tersebut fokus pada penanganan fungsional jalan mengingat keterbatasan anggaran . “Kita lakukan perbaikan dan pemeliharaan pada ruas jalan ini (Lebung Batang-Tulung Selapan) penanganannya menitik beratkan pada fungsional […]

  • MotoGP Mandalika, Bangkitkan Ekonomi Kreatif

    MotoGP Mandalika, Bangkitkan Ekonomi Kreatif

    • calendar_month Sabtu, 19 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.447
    • 0Komentar

    MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahudin Uno, menyatakan perhelatan MotoGP Mandalika 2022 akan membawa optimisme kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf). Oleh karena itu gelaran tersebut harus disukseskan untuk jadi momentum kepulihan ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Indonesia. “MotoGP Mandalika 2022 harus memberikan dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi […]

  • TAMASYA Bukan Jalan-Jalan, Tapi Tempat Anak Tumbuh Cerdas Sambil Orang Tua Cari Cuan!

    TAMASYA Bukan Jalan-Jalan, Tapi Tempat Anak Tumbuh Cerdas Sambil Orang Tua Cari Cuan!

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 821
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Biasanya kalau dengar kata tamasya, pikiran langsung melayang ke pantai, bawa bekal nasi goreng, main pasir, lalu pulang gosong. Tapi yang satu ini beda bos! TAMASYA yang ini bukan jalan-jalan sembarangan, melainkan Taman Asuh Sayang Anak, program kece badai dari BKKBN yang bikin anak-anak tumbuh sehat, pintar, dan orang tuanya tetap bisa cari […]

expand_less
WordPress Archive Easto – Single Property Theme Easy 360° Product Viewer WordPress & WooCommerce Plugin Easy Custom JS and CSS – Extra Custmization for WordPress Easy Digital Downloads 2Checkout Payment Gateway Easy Digital Downloads Acquisition Survey Addon Easy Digital Downloads ActiveCampaign Easy Digital Downloads Add to Cart Popup Addon Easy Digital Downloads Advanced Reports Addon Easy Digital Downloads Advanced Sequential Order Numbers Easy Digital Downloads All Access