Kebijakan

Sumsel Fokus Pada Pencegahan Karhutla

Foto : Humas Pemprov Sumsel

SUMATERA  (Sumsel) hingga saat ini masih dalam kondisi aman dan kondusif  tidak ada terjadi konflik di berbagai lini kehidupan di tengah masyarakat, baik itu konflik antar suku, ras, agama dan antar golongan (Sara).

“Hingga saat ini di Sumatera Selatan  masih tetap terjaga kerukunannya. Bahkan bisa dikatakan Sumsel zero konflik. Ini tidak lain karena keaktifan dari para pamong, aparat baik TNI  dan Polri disamping kesadaran dari masyarakat itu sendiri akan pentingnya perdamaian,” ungkap Gubernur Sumsel H. Herman Deru ketika menerima tim kajian bela negara anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) bidang Hankam. Bertempat di ruang tamu Gubernur Sumsel, Senin (1/7/2019).

Dihadapan para Anggota Dewan Pertimbangan Presiden diantaranya  Letjen TNI (Purn) M. Yusuf Kartanegara, Kol Laut (KH) Dr Dwi Hartono.  Serta Sekretaris Anggota Wantimpres Mayjen TNI (Purn) Mashudi Darto, SH,SE. Ketua Kajian Mayjen TNI (Purn) Dr. I Gusti Putu Buana, SAP, M.Sc. Wakil Ketua Tim Kajian Kol. Lek Gatot Sutomo,ST dan Staf Ahli Anggota Wantimpres Ir Akmal Witonohadi dan rombongan tersebut, Gubernur H Herman Deru mengucapkan terima kasih atas kunjungan anggotaWantimpres terkait dengan Kajian  Bela Negara di Sumatera Selatan.

“Terima kasih atas kedatangan dan pehatiannya di Sumatera Selatan. Untuk diketahui sejauh ini Provinsi Sumsel aktif dalam bela negara terlebih pak Menteri Pertahanan  pak Ryamizard Ryacudu adalah orang Palembang. Sumsel secara umum dalam kondisi kondusif dalam hal pertahanan dan keamanan,” tambahnya.

Meskipun demikian lanjut Gubernur ada beberapa catatan yang perlu disampaikan pada Presiden  melalui anggota Wantimpres, diantaranya  Sumsel sejauh ini sudah fokus dalam melakukan pencegahan karhutla dengan melibatkan semua unsur termasuk  tim satgas yang diketuai  langsung oleh Danrem. Namun demikian kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan masih kerap terjadi setiap tahunnya terutama dimusim kemarau. Kondisi ini  karena lahan gambut di provinsi ini cukup luas  yang berpotensi terbakar, baik  yang disebabkan kelalaian manusia  maupun karena faktor alam.[**]

Penulis : one

 

 

Comments

Terpopuler

To Top